Belajar Mandiri Sejak Dini

Eh kamu!!

Iya kamu, yang lagi baca artikel ini. Aku mau bilang, yuk jadi mandiri sejak dini, dengan cara apa?

Cara Menjadi Pribadi Mandiri

Gak harus nunggu usia dewasa untuk menjadi mandiri, walau kamu sekarang lagi berada di bangku sekolah, kamu bisa kok menjadi orang yang mandiri.

Mulai berusaha untuk tidak membebani orang tua, mengurangi minta bekal ke orang tua.

Yaps, secara gak langsung aku ngajakin kamu “yuk kreatif”, kreatif untuk memanfaatkan apa yang kita punya untuk mendapatkan penghasilan dari sekarang.

Misalnya, kamu bisa design grafis, yuk buat jasa pembuatan logo atau design grafis lainnya. Lumayan lho, sekali projek bisa 50 rb sampe jutaan.

Intinya, kita jual skill yang kita miliki.

Dengan begitu, kamu sudah melatih dirimu untuk “menjalani kehidupan sesungguhnya”.

Karena saat nanti kamu beranjak dewasa, dan menikah lalu memiliki keluarga sendiri. Kamu bakal jadi penanggung jawab penuh atas keluarga barumu itu.

Mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari, memenuhi kebutuhan sekolah anak, keperluar istri kamu, dan sebagainya.

Ohya aku mau cerita nih, serunya kalau kita punya usaha di usia muda itu, serasa selangkah lebih depan daripada yang lainnya.

Baca: cara dapeti uang dari internet

Atau kalau kamu tidak punya keahlian di bidang IT, kamu juga bisa kok mulai mendapatkan penghasilan. Caranya ya mudah aja, tinggal jualan produk yang sekiranya dibutuhkan oleh orang sekitar kamu, oleh teman, tetangga, atau orang disekitar kamu secara luas.

Apa aja contohnya?

Gampang banget!!!

Pas SMK saya mencoba jualan beragam makanan ringan, mulai dari keripik pisang, makaroni, keripik peyem, keripik tempe.

Hingga  sambel colek, ughh, perjuangan banget deh.

Mengurangi beban orang tua

Yaps, tujuan saya melakukan itu semua adalah mencoba meringankan beban orang tua.

Mencoba untuk bayar uang SPP dari hasil kerja sendiri, dari nabung, atau dari bisnis yang saya jalani.

Saya rasa, kamu juga bisa melakukan hal yang serupa, apalagi kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Kita harus berpikir sekreatif mungkin untuk “bertahan hidup”.

Udah, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan di artikel singkat ini. Jangan lupa semangat!!