TV Satelit merupakan siaran tv yang diproduksi oleh stasiun tv milik pemerintah mau pun swasta melalui satelit. Televisi satelit mulai diperkenalkan pada awal 1990-an. Dahulu, televisi ini memerlukan satelit yang lumayan besar, diameternya 2 sampai 5 meter. Namun, saat ini Anda bisa menikmati siaran televisi dengan menggunakan parabola berbahan solid yang diameternya hanya sekitar 1 meter.

Saat ini, Anda bisa melihat parabola TV satelit di atap rumah seluruh penjuru Amerika Serikat. Apabila Anda melakukan perjalanan ke wilayah pedalaman yang belum dijangkau perusahaan TV kabel, Anda juga dapat menemukan parabola televisi satelit hampir di setiap rumah.

Sebagian besar perusahaan TV satelit menawarkan program acara olahraga, film, dan pemberitaan paling baru dari seluruh belahan dunia kepada konsumennya. Selain itu, perusahaan juga menampilkan kualitas suara dan gambar yang bagus dari tayangannya tersebut.

Menurut pintarelektro Televisi satelit memiliki banyak solusi dalam permasalahan yang berhubungan dengan TV kabel dan siaran TV tanpa berlangganan. Meski pun teknologi TV satelit masih berkembang, televisi jenis ini sudah diterima oleh kalangan msyarakat.

Indovision dan Astro adalah dua dari sekian banyak penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia. Akan tetapi dalam pengoperasiannya, kedua penyedia layanan televisi satelit ini menggunakan satelit yang berbeda. Astro memakai Ku-band melalui satelit Measat-2. Sementara Indovision, memakai S-ban melalui satelit Cakrawala.

Televisi satelit pada umumnya dioperasikan di C-band dan Ku-band, sedangkan S-band sering digunakan oleh militer. Ku-band beroperasi pada frekuensi 12-18 GHz, S-band pada frekuensi 2-4 GHz, dan Ku-band pada frekuensi 4-8 GHz.

Kualitas dari siaran Astro sangat bergantung pada cuaca. Hal ini dikarenakan, Indonesia memiliki iklim tropis yang curah hujannya cukup tinggi. Sehingga siaran Ku-band sering terganggu di kala mendung mau pun hujan. Sementara, siaran Indovision juga akan terganggu apabila dilewati tranmisi wifi yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz.

Komponen

Terdapat lima buah komponen utama yang melibatkan sistem satelit ini, yaitu direct broadcasting (DBS) atau direct to home (DHT), satelit, penyiar pusat, parabola, dan penerima (receiver). Berikut adalah penjelasan untuk lima komponen utama dalam sistem satelit tersebut.

  1. Sumber program

Sumber program merupakan channel yang menyediakan berbagai program untuk disiarkan. Penyedia televisi satelit tidak membuat program sendiri, melainkan membayar perusahaan lain (seperti ESPN,HBO, dan lain sebagainya) untuk menyiarkan isi program tersebut melalui satelit. Dengan demikian, penyedia layanan televisi satelit menjadi perantara antara sumber program dengan pemirsa TV di rumah.

  1. Pusat penyiaran

Pusat penyiaran merupakan pusat HB dari system. Dalam pusat penyiaran, penyedia televisi satelit menerima sinyal dari berbagai sumber program dan menyinari sinar tersebut ke satelit dalam orbit geosynchronous.

  1. Satelit

Satelit menerima sinyal dari stasiun penyiaran, kemudian menyiarkan ulang ke permukaan bumi. Dalam hal ini, sinyal dari penyiaran langsung memantul ke parabola.

  1. Parabola

Parabola berfungsi untuk menerima sinyal dari satelit, kemudian menyalurkannya ke penerima (receiver) di rumah pelanggan. Saat sinyal terjangkau ke rumah konsumen, sinyal tersebut akan ditangkap oleh parabola.

Parabola adalah peralatan special dari antena yang didesain khusus untuk memfokuskan secara spesifik sumber penyiaran. Parabola ini terdiri atas pemukaan parabolic (bentuknya setengah bola) dan pusatnya berbentuk seperti tanduk (feed hom). Supaya bisa memancarkan sinyal, pengontrol harus mengirim sinyal melalui pusat parabola, kemudian memfokuskannya menjadi sinar.

Parabola satelit berperan sebagai penerima dan tidak bisa memancarkan informasi ke luar. Cara kerja untuk parabola satelit sangat berlawanan dengan pemancar. Ketika sinar mengenai permukaan parabolik parabola, permukaan tersebut akan memantulkan sinyal radio ke dalam titik tertentu. Contoh yang sama dengan sistem kerja parabola ini adalah cermin cekung yang memfokuskan cahaya pada titik tertentu.

Parabola baru didesain dengan menggunakan dua pusat atau lebih berbentuk tanduk. Hal ini digunakan untuk menangkap sinyal dari satelit yang berbeda.

  1. Penerima (receiver)

Penerima dalam TV satelit ini adalah penerima akhir dari televisi tersebut. Cara kerja penerima ini ialah memproses sinyal kemudian menyalurkan ke televisi, sehingga acara-acara televisi bisa dinikmati oleh para pelanggan televisi satelit.

Keuntungan dan Kelemahan TV Satelit

Dalam penggunaan televisi satelit, tidak selamanya memberikan keuntungan untuk para pelanggannya. Keuntungan televisi satelit, yaitu menawarkan film dengan gambar dan suara yang berkualitas dengan ratusan channel. Layanan televisi satelit tersedia di area perkotaan mau pun pedalaman. Televisi satelit menyediakan akses digital dan program dengan kualitas yang tinggi.

Sementara untuk kelemahannya, televisi satelit memerlukan biaya yang cukup besar dalam pembelian alat. Biaya tersebut digunakan untuk membeli peralatan yang tidak bisa disewa. Apabila Anda ingin mengakses televisi satelit di banyak ruangan, siapkan lah biaya ekstra.

Selain itu, kelemahan televisi satelit lainnnya adalah kualitas siaran televisi yang bergantung pada kondisi cuaca. Jadi, apabila cuaca buruk, kualitas gambar dan suara pun akan buruk. Dan sebaliknya, jika cuaca sedang baik, kualitas gambar dan suara yang ditampilkan pun akan sangat baik.

Pngacakan Siaran Olahraga

Kelemahan lainnya mengguanakan TV satelit adalah pengacakan siaran pada program olahraga tertentu, khususnya anda pecinta sepak bola, tentu sangat susah sekali menemukan siaran langsungnya. dikutip dari percepat.com, siaran sepak bola merupakan siaran berbayar, sehingga tidak bisa diakses dengan tv satelit.

Disinilah pentingnya anda juga harus memiliki TV UHV, selain menggunakan TV satelit, sehingga bisa saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.

Sekian artikel mengenai TV satelit. Semoga bermanfaat untuk para pembaca, terutama bagi Anda yang berminat menggunakan TV satelit.

Written by YOGA FITRIAKUSUMAH