#sebuah cerita sajak yang menggambarkan seorang wanita dan pria yanng sama sama jatuh cinta tetapi sama sama punya luka

sudah lama sejak pertama aku mengenal gadis itu, dibalik jubah yang menutupi seluruh tubuhnya selalu tersimpan berkas mutiara dan kegelapan. perempuan itu terkenal tapi tak dikenal. dia bahkan tidak akan berpaling walaupun cahaya menyilau matanya. dia bahkan tidak akan berbicara apalagi tertawa. gadis itu sangat sempurna  belaian jiwa menoleh ke arah bulan saat malam hari. aku tersipu membalas senyuman itu. dia hanya menoleh sejenak. aku terlalu possesif, mengikuti dan terbawa kedalam kehidupannya. dia terlalu sempurna untuk di jejaki, aku terus mengikuti sampai hilang kendali, dia yang berjubah berselimuti misteri.

kehidupanku bukanlah kehidupannya, matahari tak akan bersatu dengan bulan. malam tak akan bersatu dengan siang. gadis itu ibarat petang diatantara siang dan malam, aku melangkah seolah olah tiada tujuan, langkahku selalu terfokus pada siang dan malam sehingga aku melupakan petang. dia yang selalu kulewati tapi tak pernah terlihat. gadis berjubah, dia serumpun denganku, tapi tak bisa ku genggam. baju yang selalu menyelimutinya membuat batasan antara aku dengannya. dia datang ketika aku sedang melewati batasan malam. dia pergi ketika aku sedang melewati batasan siang. dia kembali muncul namun tak terlihat disaat petang;.  aku terus mencari siapa dirinya, tapi itu sangat sulit.

aku tahu gadis itu. dia ingin melupakan luka, tapi luka itu masih membekas pada dirinya. luka itu seolah takbisa di kendalikan olehnya, dia selalu berteriak saat malam hari, menyeru alam, membentang bumi. teriakan itu melebihi harimau hutan yang mencari mangsa. dia akan melakukan segalanya untuk melepaskan kesulitan yang dia alami. gadis berjubah itu memberi senyuman ketika ada kegelapan didalam dirinya. dia sedang mencari jlan keluar menuju cahaya.. yang dilaluinnya sangat sulit, bahkan seorang punjangga tak akan mampu melihai kegelapan itu. aku tahu dia ingin bebas, dia ingin sekali melerai kesulitannya. tapi aku takbisa melihhat secara dalam, instingku disini hanyalah sebagai pemeran belakang layar.

aku berkali kali mencoba menghilangkan kendali. namun aku bukanlah titik misteri. aku hanya mencoba mengendalikan titik gelapku yang dulu. aku tahu manusia memiliki insting yang sama, bahkan seseorang yang tidak menunjukan sikap senang, dengan sendirinya akan terlihat hanya dengan sekali tatapan mata, gerak gerik itu yang selalu terbayang dalam kehidupanku. gelap masalalu itu memberi sebuah jawaban terang saat ini bahwa pengalaaman merupakan guru msa depan. luka ini seolah menjadi sebuah tikai kehidupan untuk mencoba menemukan hal yang baru. tapi, ketika hal baru kutemukan seolah olah kejadian masa lalu terulang kembali. gadis berjubah itu membuat segalanya makin rumit.

gadis berjubah, dia selalu menafsirkan kebenaran dalam dirinya. dia selalu memnsucikan hati dengan luka yang dimilikinya, dilihat seolah tak terlihat. siapa dirinya? dia bahkan tidak tau siapa dirinya. luka yang dmilkinya terlalu besar untuk di ceritakan kembali. tapi tatapan matanya tidak mennunjukan perbedaan. lekuk tubuh saat dia berjalan mennunjukan hati yang suci berselimuti misteri. aku mencoba berkali kali menghilangkan kendali, tapi gerak geriknya menunjukan kalau hati suci bakal bertemu dengan hati suci. lalu salahkah aku mencoba menafsirkan tatapan itu? aku tidak tahu, tuhan yang tahu. aku bertanya kepada tuhan, bagaimana bisa seorang yang punya luka dalam bisa menjadi begitu indah dipandang, sedangkan dalam hatinya masih berkeruh layu?

 

 

TTD

 

TEUKU MULIADI

 

 

 

Written by TEUKU MULIADI