BASIC CONCEPT OF PETROLEUM GEOLOGY (part 1)

Requirements for Petroleum Accumulation  
 
The task of finding a petroleum field is not a simple one. First, there must be a rock containing original organic matter -a source rock. Usually this is a mud rock or shale, which is a very common rock type and makes up about 80% of the world’s sedimentary rock volume. However, even an average shale contains only about 1% to 2% og organic matter, and this number can vary widely. Many shale have very low organic content and make poor source rocks.  Then, the source rock must be buried deeply so that temperature and time can cause the organic  matter to mature into petroleum.  This usually requires deposition into sedimentary basins, depressed  areas thickly filled by sediments. Our search for petroleum is further limited, since over half of the world’s continental areas and adjacent marine shelves have sediment covers either too thin or absent. There are a number of technical and economic risks involved in the exploration effort, such as the ability to recover the petroleum and the quality of the oil or gas. Less than 60%, and sometimes as low as 10% of the oil in the ground (oil-in-place) and 70% to 90% of the gas-in-place has proved economically recoverable by modern technology. The geological setting must be accurately assessed to optimize this recovery. Furthermore, in any petroleum basin, there will be some traps that are too small or reservoirs of too poor quality to pay back drilling and production costs. Assessors also need to be able to predict whether the product will be oil or gas, since in remote areas the added difficulties and handling costs of natural gas may be prohibitive. Similarly, it is often important to predict the chemistry of crude oils and natural gas mixtures, particularly in areas where the results may be only marginally commercial. These must all be, in part, consideration of the exploration geologist. At this point, the task may seem overwhelmingly  difficult, but it is important to remember that Nature follows rules and does not randomly distribute this petroleum.  Even where the organic matter can become mature, not all of it becomes petroleum. In a typical example ( Figure1 ) a normal marine shale with only10% original organic matter will have less than a third of it converted to the hydrocarbon molecules that make up oil and natural gas (Waples, 1981). The rest remains behind as an insoluble organic residue.  However, the least efficient step is yet to come. Of all the petroleum generated, only a small part, usually less than 1% (Hunt, 1977), is able to under go migration out of the source bed to accumulate within a porous and permeable reservoir. The majority of petroleum, or even in some cases all of it will be dispersed for lack of a good arrangement of strata to trap it, or will leak out to the surface, for lack of a good impermeable seal or cap rock.  Five factors, therefore, are the critical risks to petroleum accumulation( Figure2 ):  (1) a mature source rock, (2) a migration path connecting source rock to reservoir rock, (3) a reservoir rock that is both porous and permeable, (4) a trap, and (5) an impermeable seal. If any one of these factors is missing or inadequate, the prospect will be dry and the exploration effort will be unrewarded. Not surprisingly then, less than half of the world’s explored sedimentary basins have proved productive (Huff, 1980)  and typically only a fraction of 1% of the petroleum basin’s area, and at most 5% to l0% is actually prospective (Weeks, 1975).  Technical and Economic Risks in Exploration   There are number of technical and economic risks involved in the exploration effort, such as the ability to recover the petroleum and the quality of the oil or gas. Less than 60 % and sometimes as low as 10 % of the oil in the ground (oil-in-place) and 70 % to 90 % of the gas-in-place has proved economically recoverable by modern technology. The geological setting must be accurately assessed to optimize this recovery. Furthermore, in any petroleum basin, there will be some traps that are too small or reservoirs of too poor quality to pay back drilling and production  costs.  Assessors also need to be able to predict whether the product will be oil or gas, since in remote areas the added difficulties and handling costs of  natural  gas may be prohibitive. Similarly, it is often important to predict the chemistry of crude oils and natural gas mixtures particularly in areas where the results may be only marginally commercial. These must all be, in part, considerations of the exploration geologist.  At this point, the task may seem overwhelmingly  difficult, but it is important to remember that Nature follows rules and does not randomly distribute this petroleum beneath the earth’s surface. Our understanding of  these rules is based on numerous past lessons learned from the drilling of many successful  wells and many dry holes.  It is the application of these rules; to situations that are always some what unique, that is the “art” within the science of petroleum geology 

   Figure 1 : …error, upload failed

Figure 2 : …error, upload failed

 

 
Posted in Ilmu Geologi & Geofisika | Tagged | 7 Comments

Kita Sedikit Berbeda Dengan Nabi

Ternyata sifat kita dengan Nabi itu hanya beda “sedikit”
Nabi sedikit tidur, kita sedikit-sedikit tidur…
Nabi sedikit makan, kita sedikit-sedikit makan…
Nabi sedikit marah, kita sedikit-sedikit marah…
Nabi sedikit-sedikit beramal, sedang kita sangat sedikit amalnya…
Kapan ya, kita bisa mengejar perbedaan yang “sedikit” itu ?
Posted in Quotes | Comments Off on Kita Sedikit Berbeda Dengan Nabi

Ketika Mulut Tak Lagi Berkata

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (Chrisye, 1949-2007) di majalah sastra HORISON.

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA Taufiq Ismail

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah . Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata.

Chrisye menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul.  sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide emang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye ke esokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahi minasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ‘alaa afwahihim, wa tukallimunaaidhihim , wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.”

Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa! Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.

Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Ke esokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai”. Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye, Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu.

Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. “Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq.

Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi.

Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari! Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.


Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ‘kan?”

Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.


Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan istri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album soundtrack, 20 album solo, dan 2 film.

Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #

Ketika Tangan dan Kaki Berkata Lirik : Taufiq Ismail Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci Kata tak ada lagi Akan tiba masa tak ada suara Dari mulut kita

Berkata tangan kita Tentang apa yang dilakukannya Berkata kaki kita Kemana saja dia melangkahnya Tidak tahu kita bila harinya Tanggung jawab tiba

Rabbana Tangan kami Kaki kami Mulut kami Mata hati kami Luruskanlah Kukuhkanlah Di jalan cahaya…. sempurna

Mohon karunia Kepada kami HambaMu yang hina

1997

— Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang

Posted in Kisah inspiratif | 1 Comment

Apa yang dicari dalam hidup

Berbagi kisah dari temannya temanku …. untuk direnungkan dan diambil hikmahnya ….  ***************************************************************** Falsafah Jawa menyiratkan bahwa kehidupan itu adalah “Wang Sinawang” ; Rumputnya tetangga kok terlihat lebih hijau, ngliat rumputnya sendiri kok lebih kucel, Melihat Orang Lain rasanya kok selalu lebih Enak!!! Seseorang katakanlah namanya “X”, Ketika kuliah dulu ….melihat jadi dosen itu enak ya……makanya setelah lulus dia jadi pengajar di salah satu perguruan tinggi..Begitu ada di dalam komunitas itu … ah ternyata ngumpulin tabungan untuk bisa punya rumah sendiri kok merasa susah ya…..Lantas dia merenung dan berfikir …Kayaknya ngliat orang kerja di oil company …enak ya….bayarannya relatif lebih banyak bisa nabung untuk beli rumah dll……..maka pindahlah “X” menjadi pegawai oil kompeni..terus dalam perjalananya dia melihat orang lain kerja di luar negri ….kelihatannya enak ya kerja di luar negri, bisa jalan2 kesana kemari…bisa nabung lumayan lagi……. Maka pindahlah dia kerja di luar, mulailah kehidupan mulai dari nol lagi untuk membentuk suatu komunitas baru, dalam perjalanan hidup dengan komunitas itu akrablah dia sama seseorang, bahkan sempat Umrah bersama-sama ke Tanah suci yang dalam perjalanan pergi dan pulangnya selalu bercanda & berdiskusi bersama, 3 hari setelah itu kawan tadi main  tenis sama2 jam 6 sampai jam 7 malam, selesai main tennis itu pulanglah kerumah masing2 dan tidur. Pas jam 12 malam itu juga “X” dapat telpon yang mengabarkan bahwa teman main tennisnya dipanggil Alloh SWT. Merenunglah “X” tadi : kawan itu sore masih sehat, segar bugar……. …..masih bisa main tennis…beberapa jam kemudian nyawanya dicabut…membujur kaku…. cari nafkah jauh2 ke luar negri supaya dapat nabung untuk persiapan hari tua, tabungan sudah ada, namun belum sempat mengenyam tabungan yang dikirim ke Indonesia, dia sudah dipanggil Allah, dan peti mati + almarhum dikirim ke Indonesia untuk dikuburkan.. ..emmmm.. ….mati itu tidak bawa apa2 ya ….,eemmmm. .apakah sebenarnya yang dicari dalam hidup ini?????  Setelah dalam rutinitas beberapa tahun…”X” tadi sudah mulai merasa ada rasa jenuh, ketika cuti ke Indonesia ….dia melihat orang lain jalan2 di tempat2 wisata yang sejuk, orang2 tiap sabtu & minggu pagi pada jalan2 sambil nongkrong dipinggir jalan makan ketoprak, bubur ayam, soto, tempe mendoan di tempat tukang jualan pakai gerobak dorong…ngliat itu semua kok rasanya lebih enak & menyenangkan, inilah suasana hati yang tidak ada di negri lain…….. .. Setelah masa cutinya habis “X” tadi dengan berat hati harus balik ketempat kerja lagi di luar Indonesia… …….dan dia merenung lagi…dan bertanya lagi….apakah sebenarnya yang dicari dalam hidup ini?????????  ….”X” tadi terus berfalsafah: Hemmmmm dalam setiap langkah ….termasuk dalam mengambil kebijakan terutama yang menyangkut kehidupan seyogyanyalah jangan hanya ditujukan pada materi….materi tidak akan dibawa mati …kita semua sebenarnya adalah roh yang diciptakan yang maha roh (Allah swt), kita sesungguhnya bukan materi, pun juga bukan fikiran, tidak terikat (tidak boleh di/terikat) dengan apapun dari dunia materi ini, termasuk sesama manusia,…. namun ada sesuatu yang sangat penting yang selalu melekat pada kita yaitu yang berhubungan dengan spiritual, keheningan hati dan kedekatan kita pada Illahi sang pencipta, yang selalu membimbing dan merahmati kita semua…sang hyang widi kang hakariyo jagad ……….kang hangayomi lan welas asih…. Salam, Agus Sudarsana
Posted in Kisah inspiratif | 3 Comments

Supir Taxi

Sebuah taksi yang berjalan menyusuri jalan protokol di Ibukota,  Setelah berjalan sekian lama tanpa percakapan, penumpang menepuk pundak si sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil di depannya.  Akhirnya ia bisa menguasai kemudi, kemudian menghentikan mobilnya dipinggir jalan. “Tolong, jangan sekali-kali melakukan itu lagi!” kata si sopir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah. “Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan bapak.” Jawab Penumpang Taksi. “Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama.” “Oohh begitu? Terus kok bisa sampai kaget begitu?” “Maklum sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah”, jelas si sopir…

Posted in Jokes-Humor-Refreshing | Comments Off on Supir Taxi

Walt Disney

W A L T   D I S N E Y

 Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.

Pada tahun 1906, keluarga Disney pindah ke daerah Marceline, Missouri, di tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di daerah barunya tersebut. Selain itu, kehidupan di desa tersebut juga menghidupkan rasa sayangnya kepada binatang-2 yang hidup di sekitarnya, seperti bebek, tikus, dan anjing. Kelak, ternyata hewan-2 itulah yang membuat namanya menjulang. Dari sini, Walt Disney menarik pelajaran berharga yang dia terapkan sepanjang hidupnya, yaitu bahwa KEBAHAGIAAN AKAN TIMBUL DALAM DIRI KITA APABILA KITA MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR-BENAR KITA SUKAI.

Kehidupan Walt Disney yang bahagia itu teryata hanya bisa dinikmati sesaat saja. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayahnya harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran setempat yang kecil. Untuk menghemat biaya pegawai, Elias Disney mempekerjakan Walt Disney dan kakaknya Ray tanpa biaya. Setiap pagi pukul 3.30 dinihari Walt dan Ray sudah harus bangun untuk menunggu kedatangan truk pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas harian mengantarkan koran kepada para pelanggan di kota. Kadang-kadang orang menjumpai Walt berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan bawaan hampir seberat dua kali berat tubuhnya. Adakalanya cuaca begitu dingin, sehingga Walt harus berjongkok di sudut jalan sekedar untuk menghangatkan diri. Seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk survive ? Tidak adakah jalan lain untuk hidup ? Bila Walt mengantarkan koran untuk para pelanggannya yang kebanyakan adalah orang kaya di kota, maka Walt juga mulai berpikir mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup serba kekurangan. Hal ini akhirnya melahirkan pelajaran kedua di dalam hidupnya, yaitu bahwa KEHIDUPAN ITU ADALAH SUATU PILIHAN. APAKAH KITA MAU HIDUP KAYA ATAU MISKIN, TERGANTUNG ATAS KEPUTUSAN DAN TINDAKAN KITA SEPENUHNYA SAAT INI.

Atas dasar pemikiran itulah maka setelah beranjak dewasa Walt bersikeras memutuskan untuk masuk ke dinas tentara, karena menurutnya pekerjaan tentara bisa lebih memberi kekayaan dibanding sebagai pengantar koran yang bekerja tidak dibayar. Di sela-2 dinas ketentaraannya, Walt menggunakan waktu luangnya untuk menggambar. Rupanya, bakat Walt dalam menggambar memang luar biasa, sehingga dalam waktu yang singkat banyak teman-2nya di ketentaraan yang minta dibuatkan gambar dirinya.

Setelah perang dunia I usai, Walt keluar dari dinas tentara. Saat itu, sangatlah sulit mencari pekerjaan. Ini merupakan masa-masa paling suram dalam kehidupan Walt Disney. Untuk kembali ke orang tuanya dia malu, karena waktu itu dia sering menyombongkan pada orang tuanya bahwa pekerjaan tentara itu adalah pekerjaan orang kaya'. Walt tidak mempunyai uang barang sedikitpun, dan terpaksa menumpang di belakang sebuah bengkel kecil, dengan sebuah bangku usang, satu-satunya perabotan yang dimilikinya, untuk makan dan tidur. Lebih parah lagi, seminggu sekali dia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam hari hanya sekedar untukmencuri’ mandi.

Walt menyadari, bahwa hal ini tidak mungkin dibiarkan terus menerus. Dia kembali ingat impiannya di masa lalu, bahwa dia ingin menjadi kaya, bukan  elandangan seperti sekarang. Tapi, apa yang bisa dilakukan dengan keadaannya yang sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, tanpa pekerjaan. Dalam keadaan paling parah dalam hidupnya, Walt akhirnya bisa merumuskan prinsip hidupnya yang ketiga, yaitu TIDAK PEDULI SEBERAPA PARAH KEADAAN KITA SAAT INI, NAMUN KEADAAN PASTI AKAN BERUBAH LEBIH BAIK APABILA KITA MASIH MEMILIKI SATU HAL : HARAPAN

Harapan itu pula yang terus memacu pikiran Walt. Akhirnya Walt menyadari, bahwa satu-satunya yang masih dimilikinya adalah bakat menggambarnya. Tapi, bagaimana caranya agar bakat tersebut bisa menghasilkan uang untuk dirinya ? Setelah sekian lama mencari-cari, Walt memutuskan bahwa Hollywood adalah tempat yang cocok dengan dirinya, dengan bakat yang dimilikinya. Untuk kesana, terpaksa Walt menahan malu dan meminjam uang dari kakaknya Ray. Setibanya disana, ternyata Walt hanyalah satu dari sekian ribu orang yang berharap bisa menjadi bintang di Hollywood. Mulailah Walt masuk satu persatu ke studio yang ada disana, dan mencoba menawarkan diri untuk bekerja apa saja, asal ada hubungannya dengan dunia perfilman. Bukan hal yang mudah ternyata, karena tidak ada satupun studio yang mau menerimanya, bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah sekalipun.

Walt menyadari, bahwa para studio itu menolaknya karena dirinya tidak menunjukkan satu keahlian khusus, yang membuat mereka tertarik kepadanya. Belajar dari situ, Walt membeli beberapa kertas kosong dan mulai menggambar. Kemudian Walt kembali lagi ke studio-2 itu lagi, kini dengan menonjolkan `bakat’ yang dimilikinya. Ternyata ada satu studio yang tertarik dengan bakat Walt yang luar biasa. Mereka bahkan langsung memesan satu cerita “Alice in The Wonderland” dalam bentuk film kartun bergerak, dengan harga awal US$ 1.500. Jumlah itu justru membuat Walt kaget, karena pada awalnya Walt hanya berharap mendapatkan upah US$ 50 sebulan, hanya sekedar untuk bertahan hidup. Rangkaian film “Alice in The Wonderland” sukses luar biasa di bioskop Amerika, dan bertahan sampai tiga tahun berturut-turut. Dengan hasil dari film ini, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya, membeli rumah, membuat studio sendiri dan menikah dengan Lilian Bounds.

Suatu hari, Walt teringat masa kecilnya yang bahagia di pedesaan. Hal ini menginspirasi dirinya untuk menggambar tiga sahabat binatangnya waktu itu, yaitu bebek, tikus, dan anjing. Dari sinilah kemudian lahir Donald Duck, Mickey Mouse dan Pluto. Ketiga binatang inilah yang membawa Walt Disney menuju ke kejayaannya sebagai seorang bintang di Hollywood. Selain itu, Walt juga rajin menciptakan film-film animasi lain yang terus mencetak uang bagi dirinya, seperti Snow White, Cinderella, Peter Pan dan Bambi. Dari sinilah Walt kemudian mendedikasikan diri seutuhnya untuk kebahagiaan anak-2 sedunia.

Pada tahun 1950, Walt mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi anak-anak. Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-2nya sesama pengusaha, namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini akhirnya bisa diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California. Pada waktu pembukaan, Walt mengatakan dalam pidatonya “KESUKSESAN DIMULAI KETIKA KITA MULAI MENCIPTAKAN IMPIAN JAUH KEDEPAN. DAN SAAT KITA BERKOMITMEN UNTUK MENCAPAI IMPIAN ITU, MAKA SELANJUTNYA IMPIAN ITU YANG AKAN MENJADI MAGNET DAN MENARIK KITA KESANA…………..”. Walt Disney meninggal pada tahun 1966. Namun visi dan impiannya untuk kebahagiaan anak-anak akan terus dikenang oleh dunia sepanjang masa.


The Acesia Newsletter No. 32 – 23 Maret 2005 Enligthening People for Better Life

Posted in Kisah inspiratif | Comments Off on Walt Disney

Sex

Sepasang suami istri yg telah pensiun sdg di bandara hendak liburan ke s’pore. Dibandara diminta petugas imigrasi mengisi embarcation card..maka keduanya mulailah mengisi pertanyaan dikartu itu.

Pertanyaan pertama ; NAME.. dijawab si bapak dg namanya Sutan Marajo (ruponya urang awak apak ko).. pertanyaan kedua

DATE OF BIRTH.. dlm hati si bpk ini pasti yg ditanya tanggal lahir..maka ditulislah tgl lhrnya di Pdg.. pertanyaan ketiga.. SEX ;…. si bpk pun jd bingung (dlm hati dia berkata “baa kok masalah pribadi ditanyo urang ko?”.. sementara istrinya pun sudah selesai menjawab semua isian itu dan berkata pd suaminya “capeklah da..tulis apo adonyo.. pesawat ka barangkek lai!!!” (cepatlah da.. tulis apa adanya.. pesawat sdh mau berangkat nih!!!) dg tergesa2 serta menulis sambil membelakangi istrinya si bpk menulis jwban pertanyaan sex td dg…; LAH LAMO INDAK (sdh lama tidak)..wk..wk…

  • Hadiyanto Sapardi –
Posted in Jokes-Humor-Refreshing | 1 Comment

Nasi goleng

Seorang anak kecil yang masih cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat rumahnya.

Cadel : Bang, beli nasi goleng satu

Abang : Apa … ? (ngledek)

Cadel : Nasi goleng !

Abang : Apaan ? (ngledek lagi)

Cadel : Nasi goleng !!!!!

Abang : Ohh nasi goleng ……

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan “nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

Hari 2 …..

Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.

Cadel : Bang, saya mau beli NASI GORENG, bungkus !!!!!

Abang : Ohh … pake apa ?

Cadel : …. pake telol ….. (sambil sedih…..)

Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata “telor” sampai benar.

Hari 3 …..

Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng.

Cadel : Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR !!!! bungkus !

Abang : Ceplok atau dadar ?

Cadel : Dadal ……. (dengan spontan)

Kembali dia berlatih dengan keras …..

Hari 4……….

Dengan modal 4 hari berlatih lidah, hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.

Cadel : Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR, di DADAR !!!!!

Abang : Hebat kamu ‘del, udah nggak cadel, bener2 sembuh nih sepertinya.. Minum apa del..

Cadel: Es Teh Tawal Bang..

Abang: Yaaah..

..Capek dech…..

  • Hadiyanto Sapardi –
Posted in Jokes-Humor-Refreshing | Comments Off on Nasi goleng

Haji dan Pendeta

Dua orang sahabat karib sejak kecil, yang satu haji, satunya lagi pendeta sedang berjalan berdua melewati jalan yang sedang kebanjiran…

Pendeta : Ji gendong aku dong…lu kan tau kalau gua alergi kalau kena air kotor kayak gini.. Lalu haji gendung pendeta…Tiba-tiba pendeta tertawa sendiri..hik…hik..hik.. Haji : lu kenapa tiba-2 ketawa sendiri???

Pendeta  : gua geli saja baru kali ini ada pendeta naik haji…ha…ha…ha…

Haji tidak kalah akal, diceburinnya pendeta ke air yang kotor tersebut…byurrrr….. Pendeta protes sambil glagapan…Keterlaluan lu Ji, kenapa lu ceburin gua???

Haji : hik..hikk baru kali ini ada Haji ngebaptis pendeta…. Ach lu…gerutu pendeta sambil basah kuyup…..

Posted in Jokes-Humor-Refreshing | 1 Comment

The Power of Sixth Sense

The Power of Sixth Sense

Didalam era globalisasi seperti sekarang ini pasti banyak orang yang masih tidak percaya tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan dunia supranatural. Banyak dari mereka mengatakan bahwa itu adalah sesuatu hal yang mustahil dan diluar batas kewajaran manusia dan diluar logika manusia, bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu bukanlah fakta ilmiah. Namun, dari mayoritas orang yang tak percaya itu tadi, minoritas ada yang masih percaya sedikit dengan hal yang diluar logika itu. Mereka masih percaya adanya indera keenam atau biasa disebut dengan intuisi yang ada didalam setip diri manusia.

Indera keenam atau intuisi sering diasosiasikan sebagai sesuatu hal yang gaib dan banyak berhubungan dengan makhluk halus. Tetapi, didalam buku “ The Power of  Sixth Sense”  ini menjelaskan bahwa indera keenam atau intuisi merupakan mukjizat dari Tuhan yang diberikan kepada diri setiap manusia. Jadi didalam diri manusia itu sebenarnya ada kekuatan indera keenam itu. Fungsi dari indera keenam atau intuisi itu sendiri bukanlah untuk melihat makhluk halus atau semacamnya , melainkan untuk melihat sebuah kejadian yang akan terjadi dimasa yang akan datang atau yang akan menimpa kelak. Walaupun banyak sisi – sisi persamaan antara indera keenam dan dunia spiritual, akan tetapi kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Dari perbedaan itu dapat dilihat kalau indera keenam memiliki dimensi yang berbeda. Indera keenam atau intuisi yang dimiliki oleh setiap manusia juga berbeda, misalnya ada orang yang memiliki indera keenam dengan perantara mimpi dan adapun orang yang memiliki indera keenam dengan perantara batin. Indera keenam memiliki banyak kekayaan, antara lain seperti kemampuan melihat makhluk halus ataupun yang berhubungan dengan dunia roh.

Indera keenam atau intuisi yang ada didalam diri seseorang manusia pasti akan membantunya dalam hal kebaikan dan lebih khusus lagi adalah akan membantu orang tersebut dalam memutuskan segala macam masalah yang dia hadapi didalam kehidupannya. Akan tetapi, jika ia tidak memiliki keyakinan yang kuat akan perbuatan yang dia lakukan, dia sendiri yang akan menjadi menyimpang dari arah yang sebenarnya.

Ada 3 jenis kemampuan intuitif yang berbeda – beda diantara setiap orang yang memilikinya, antara lain : 1.    Clairvoyance     Memiliki arti secara harfiah adalah melihat dengan jelas, yaitu kemampuan visual melebihi indera penglihatan orang biasa. Contohnya seperti dapat melihat penampakan makhluk halus.

2.    Telekinesis     Biasa disebut dengan kekuatan pikiran, yaitu kekuatan indera keenam yang memiliki kemampuan menggerakkan suatu obyek hanya ddengan pikiran. Contohnya seperti memindahkan gelas dengan kekuatan pikiran.

3.    Extra Sensory Perception (ESP)     Merupakan gabungan dari kedua jenis intuisi diatas.

Dorongan hati merupakan sebuah kendali atau kontrol untuk menggerakkan sebuah intuisi atau indera keenam. Hati yang penuh ddengan kesombongan, keserakahan, dan ketamakan dapat mengantarkan orang yang memilikinya ke dalam jurang kesesatan. Sebaliknya seseorang yang memiliki hati yang bersih , pasti akan membawanya dalam suatu keberhasilan yang gemilang.

Setelah membaca pernyataan bahwa setiap orang memiliki indera keenam atau intuisi, pasti banyak yang akan bertanya apakah ada kekuatan seperti itu didalam diri saya ?. Indera keenam merupakan kekuatan yang tersembunyi dan hanya dapat dibangkitan dengan menggunakan cara – cara tertentu. Ada satu cara yang sangat sederhana , yaitu dengan cara mencoba memahami hati setiap orang yang dikenali dan coba merasakan pula apa yang orang itu rasakan. Dengan berlatih seperti itu, sedikit demi sedikit  pasti akan berhasil dan yakinlah dengan yang dilakukan. Tetapi menurut para ahli psikologi, kemampua seperti ini masih dalam kategori cenayang atau masih abstrak.

Indera keenam atau intuisi juga memiliki kemampuan yang lain, yaitu kemampuan dalam menyembuhkan penyakit fisik maupun penyakit yang berhubungan dengan rohani manusia. Menurut Judith Orloff dalam bukunya yang berjudul Guide to Intuitive Healing : Five Steps to Physical, Emotional and Sexual Wellness, mengatakan bahwa penyembuhan bukan hanya bisa dilakukan dengan ilmu medis tetapi juga dengan kekuatan Indera keenam atau intuisi yaitu dengan menggabungkan kedua ilmu tersebut. 5 langkah itu adalah : 1.    Percayalah pada pikiran – pikiran yang positif 2.    Dengarkan bahasa atau kata – kata tubuh 3.    Rasakan energi di dalam tubuh 4.    Meminta panduan batin 5.    Perhatikan mimpi – mimpi yang muncul ketika sedang tidur

Indera keenam akan bisa terus bertahan jika kondisi budaya, keyakinan agama berjalan dengan serasi dan selaras. Karena dari indera keenam atau intuisi yang tajam dapat dipetik manfaatnya dan hasilnya bagi permasalahan yang selalu menghadang setiap orang.     DAFTAR PUSTAKA

Richmond, Cynthia. 2000. Dream Power: How to Use Your Night Dreams to Change Your Life. Simon & Schuster.

Majalah Hai edisi September. 2005. The Sixth Sense. Jakarta

The Power of Sixth Sense – DR. Laurie Nadels ” Unlocking the ultimate mind power”

Posted in Kisah inspiratif | Comments Off on The Power of Sixth Sense