Berbagai Hal yang Dirasakan Saat Menjadi Mahasiswa Psikologi

Berbagai Hal yang Dirasakan Saat Menjadi Mahasiswa Psikologi

Banyak orang yang mengira bahwa psikiater sama dengan psikolog, padahal keduanya sangat berbeda. Lapangan kerja jurusan psikologi memang cukup menjanjikan, maka tidak heran jika banyak yang berminat untuk masuk jurusan ini. Untuk yang sudah menjadi mahasiswa psikologi, mungkin sudah mengerti berbagai hal yang dirasakan saat menjadi mahasiswa psikologi berikut.

1. Mengira tidak bertemu matematika, namun menghadapi statistika

Psikologi memang termasuk ranah ilmu soshum, kamu pasti akan tetap bertemu salah satu cabang ilmu matematika, yakni statistika. Sebenarnya ilmu statistika merupakan cabang ilmu yang wajib dipelajari oleh seluruh mahasiswa, tidak terkecuali mahasiswa psikologi.

Ilmu statistika akan menjadi dasar dalam mempelajari ilmu psikologi untuk mahasiswa jurusan psikologi. Kamu akan sangat membutuhkan ilmu ini, terutama saat menyusun soal-soal untuk psikotes. Bukan hanya itu, ilmu statistika juga akan digunakan saat kamu butuh menentukan tingkat akurasi pada penelitian yang dilakukan.

Pemahaman matematika khususnya dalam pengolahan data bukanlah hal yang mudah untuk beberapa orang, namun seperti kata kata bijak pendidikan bahwa semua bisa dipelajari asal ada tekat yang kuat.

2. Sering berhubungan dengan diktat

Kalau kamu berpikir bahwa kuliah di jurusan psikologi akan santai, kamu tidak sepenuhnya benar. Dalam hal banyaknya diktat yang harus dipahami, jurusan psikologi tidak jauh berbeda dengan jurusan kedokteran. Mengapa demikian? Perlu diketahui bahwa psikologi termasuk ilmu abstrak yang mempelajari sisi psikis manusia. Oleh karena itu, kamu perlu membaca begitu banyak rujukan untuk memahami ilmu ini.

3. Menemukan lebih banyak teman wanita

Seperti mahasiswa pada fakultas keguruan, mahasiswa pada jurusan psikologi sebagian besarnya adalah wanita. Perbandingan antara mahasiswa perempuan dan laki-laki kurang lebih 2:1 hingga 3:1. Tenaga pengajar juga demikian. Biasanya dosen wanita mengajar untuk mata kuliah eksperimen, psikologi klinis, serta perkembangan dan keluarga. Untuk dosen pria, biasanya mengampu mata kuliah sosial dan industri organisasi.

4. Perlu menempuh S2 untuk menjadi psikolog

Banyak orang yang mengira bahwa menjadi lulusan S1 sudah langsung bisa menjadi psikolog. Padahal untuk menjadi psikolog, saat ini kamu butuh melanjutkan kuliahmu ke jenjang S2.

Selain berbagai hal di atas, kamu akan menemukan bahwa biasanya teman-teman dan kolegamu minta dibaca terkait kepribadiannya. Itulah beberapa hal yang dirasakan saat menjadi mahasiswa psikologi. Kalau mau tahu lebih banyak lagi, kamu bisa langsung terjun menjadi seorang mahasiswa psikologi.