Bahasa Daerah di Indonesia yang Masih tetap Lestari Sampai Sekarang

Bahasa Daerah di Indonesia yang Masih tetap Lestari Sampai Sekarang

Pernahkah kamu mendapatkan pertanyaan, negara mana yang jumlah bahasa daerahnya paling banyak? Seandainya kamu menjawabnya Indonesia pun tidak salah, Indonesia memang menempati posisi kedua setelah Papua New Guinea yang jumlah bahasanya ada 867. Sedangkan bahasa daerah di Indonesia ada sebanyak 742 bahasa.

Namun banyaknya bahasa daerah di Indonesia ini tidak semuanya bertahan hingga tahun 2020 atau di usia negara yang ke-75 tahun. Seiring berjalannya waktu, sebagian bahasa telah mengalami kepunahan dan sebagian lainnya masih status terancam punah.

Hal di atas salah satunya dikarenakan distribusi yang berbanding terbalik dengan jumlah penduduknya. Jika dilihat di lapangan memang Pulau Jawa yang jumlah penduduknya mencapai 123 juta jiwa hanya memiliki kurang dari 20 bahasa daerah. Sementara Pulau Papua yang jumlah penduduknya hanya berkisar 2 juta bahasanya ada 271.

Dengan kondisi demikian bagaimana 742 bahasa daerah di Indonesia itu masih dapat dilestarikan. Dan seharusnya wawasan mengenai ekolinguistik harus terus ditumbuhkan dalam jiwa masyarakat Indonesia secara keseluruhan agar tidak ada lagi bahasa daerah di Indonesia yang mengalami kepunahan.

Sekian banyaknya bahasa yang mencapai 742 bahasa daerah di Indonesia ternyata hanya ada 8 bahasa daerah saja yang popular dan lebih banyak digunakan oleh banyak penutur di Indonesia. Di antara kedelapan bahasa daerah di Indonesia yang masih lestari hingga detik ini sebagai berikut:

  1. Bahasa Jawa.
    Bahasa Jawa ini masih banyak yang menggunakannya di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan bahasa yang memiliki tingkatan (ngoko, madya dan karma) ini juga banyak digunakan oleh penutur di Malaysia, Suriname, Singapura hingga Kaledonia baru.
  2. Bahasa Sunda.
    Bahasa ini masih sangat banyak yang menggunakannya yakni masyarakat Jawa bagian Barat.
  3. Bahasa Madura.
    Banyak dituturkan oleh masyarakat pulau Madura dan sekitar pantai utara Jawa Timur.
  4. Bahasa Minangkabau.
    Bahasa ini masih lestari dan banyak digunakan oleh masyarakat SumBar, Riau bahkan Malaysia.
  5. Bahasa Musi.
    Sesuai namanya pengguna bahasa Musi adalah masyarakat sepanjang hulu dan hilir sungai Musi.
  6. Bahasa Bugis
    Banyak dituturkan oleh masyarakat Sulawesi Selatan, sebagian Papua hingga Malaysia dan Singapura.
  7. Bahasa Banjar
    Masih sangat lestari di wilayah Kalimantan. Namun kini lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Dayak dan Jawa.

Selain 8 jumlah bahasa daerah di Indonesia yang masih bertahan dan lestari, masih ada 3 bahasa lagi yang masih banyak penuturnya di Indonesia yakni Bahasa Aceh, Bahasa Bali dan Bahasa Betawi.