ORGANISATORIS IKM, YUK MERPUS !!!!

um

Sumber gambar : http://library.um.ac.id/

Liburan telah usai, kewajiban seorang mahasiswa untuk kembali pada dunianya untuk menuntut ilmu di kampus. Awal masuk perkuliahan merupakan titik dimana semangat 45 masih berkibar untuk menimba ilmu, namun sedikit mahasiswa yang dapat mempertahankan semangat belajarnya hingga akhir semester. Sehingga dibutuhkan formulasi strategi yang tepat dalam memperoleh proses belajar yang efektif sepanjang semester, terutama proses pembelajaran di jurusan Kesehatan Masyarakat.

Mahasiswa semester 5 merupakan masa dimana sebagian besar menduduki kursi jabatan dalam menggerakkan roda organisasi di dalam kampus. Tak dapat dipungkiri, mahasiswa semester 5 juga selayaknya segera mempersiapkan dirinya untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Dalam perkuliahan di semester 6, mahasiswa Kesehatan Masyarakat wajib menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian, dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan mempelajari beberapa metode penelitian dengan desain atau rancangan penelitian yang akan dibuat oleh mahasiswa penempuh mata kuliah itu sendiri. Mahasiswa dituntut untuk peka terhadap masalah kesehatan yang ada di Indonesia saat ini sehingga dapat diangkat menjadi sebuah penelitian, yang nantinya akan dibuat rancangan penelitiannya dalam mata kuliah Metodologi Penelitian ini.

Tak berhenti di sana, setelah menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian, dalam perkuliahan di semester 7 mahasiswa akan menempuh mata kuliah Seminar Proposal dan berlanjut di semester 8 dengan mata kuliah Skripsi. Ketiganya merupakan mata kuliah yang harus saling bersinergi untuk mendapatkan Skripsi yang bagus, efektif, dan efisien, Skripsi tersebut tentunya perlu perencanaan baik yang harus dipersiapkan sejak dini.

Organisatoris tidak boleh terlena dengan kehidupannya di dalam organisasi, karna mereka mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu.

Kampus telah menyediakan sarana belajar yang sangat baik yakni perpustakaan, perpustakaan merupakan wahana belajar yang asyik bagi sebagian orang yang terus menyibukkan dirinya dengan aktivitas membaca. Karena mereka meyakini bahwa dengan membaca akan terbuka jendela dunia, karena dengan membaca otak kita dapat memulai proses belajarnya. Ketika proses belajar sudah berjalan, maka kita akan lebih peka terhadap masalah-masalah yang ada di lapangan, khususnya di bidang Kesehatan Masyarakat.

Sehingga seorang organisatoris sudah selayaknya menjadikan aktivitas belajar di perpustakaan menjadi sebuah prioritas, mengetahui letak-letak buku atau jenis referensi yang lain, serta mengenali isinya. Karena untuk menulis skripsi tidak semudah dalam membalikkan tangan, perlu aktivitas membaca sebagai hobi, perlu mengenali medan dalam perpustakaan untuk mempermudah dalam pencarian literatur, serta belajar untuk membiasakan menuliskan ide-ide cemerlang seorang organisatoris agar dapat dijadikan sebagai media sharing informasi dan belajar menulis, sebab jika dikaitkan dengan skripsi maka akan membutuhkan kemampuan menulis yang maksimal. Karena hanya berbicara itu mudah, namun menuliskan apa yang kita pikirkan itu perlu kemampuan lebih.

Lalu, apa lagi yang membuatmu masih diam di situ? Yuk, Merpus !! YUK MENULIS !!

 

Rahma Ismayanti
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Angakatan 2013
Universitas Negeri Malang

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail