Balada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Berbicara mengenai Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) sangat menarik jika dilihat dari karakter yang dimiliki oleh seorang SKM yakni Managerial, Inovator, Researcher, Apprenticer, Communitarian, Leadership, Educator. Karakter tersebut dapat muncul ketika berani untuk keluar dari zona aman serta out of the box saat menjadi mahasiswa. Banyak mahasiswa yang tak mau tau akan bagaimana cara membentuk karakter, banyak mahasiswa hanya memiliki mindset “bagaimana cara agar saya lulus dari bangku perkuliahan ini secepat mungkin” tanpa berpikir untuk bagaimana caranya mengasah softskill dan membentuk karakter tersebut. Hal ini sungguh memprihatinkan dan telah menjadi budaya di negeri ini, entah mahasiswa yang salah ataupun sistem pendidikan di Indonesia.

Dari beberapa wawancara pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat dibeberapa Universitas maupun Sekolah Tinggi, banyak mahasiswa yang belum mengerti “keahlian apa yang saya miliki setelah lulus nanti”. Hal ini lah yang seharusnya menjadi pertanyaan besar dan harus segera mendapatkan jawaban di “miniatur masyarakat” (kampus) ini yang merupakan sebagai sarana pembelajaran paling efektif sebelum terjun pada masyarakat. Tak hanya pembelajaran akademik yang tersedia di kampus, namun pembelajaran non akademik juga dapat mengasah softskill serta karakter. Namun apa daya, banyak mahasiswa yang hanya menunggu untuk diberikan pembelajaran non akademik daripada untuk mencarinya. Pembelajaran non akademik akan memberikan sebuah pembelajaran bagaimana agar bisa berani unjuk gigi, show up, berani dalam mengambil keputusan serta pembelajaran sebuah retorika.

Hal yang menarik dikalangan mahasiswa Kesehatan Masyarakat yakni kurangnya kepercayaan diri untuk berani show up/tampil bahwa “saya yang terbaik”. Jika hal ini terus berlanjut maka ditakutkan akan mempengaruhi kepercayaan diri dalam melakukan pemberdayaan masyarakat nantinya. Berani show up serta menguasai berbagai isu kesehatan dan sering berdiskusi akan menjadi suatu bekal dalam membangun kepercayaan diri tersebut. Banyak mahasiswa yang tidak menguasai isu yang terhangat sekarang, mereka terkurung dalam sebuah pembelajaran akademik saja dan tidak mau keluar dari kurungan tersebut, apa jadinya jika nanti diterjunkan dalam sebuah masyarakat yang memerlukan banyak informasi tentang isu dunia kesehatan maupun isu diluar dunia kesehatan. Minimnya minat membaca buku serta minimnya budaya diskusi menyebabkan hal tersebut terjadi. Mari kawan-kawan seperjuangan sejawat Kesehatan Masyarakat, bangun dari tidur kalian, keluar dari penjara yang mengkotak-kotakkan pemikiran demi gerakan perubahan untuk rakyat indonesia demi derajat Kesehatan Masyarakat yang lebih baik.

Salam Sehat Public Health

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail