No featured image set for this post.

Prita Permatadinata

Prita Permatadinata took Archaeology undergraduate program in 2014. She graduated in 2019. After that, she keep going on archaeological-related activities: visit museums or archaeological site. She amazed by how Indonesia has such a wonderful tangible heritage. She also design and write.

No featured image set for this post.

Halo dunia!

Selamat datang di Blog Mahasiswa Situs. Ini adalah pos pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai tulis kreasimu!

No featured image set for this post.

Gone with the Wind: Memoar Perempuan Kontroversial

Pada awal abad 20, seorang jurnalis perempuan menulis novel mengesankan tentang pranata sosial di kota kelahirannya. Novel yang akhirnya mendunia, diterjemahkan ke puluhan bahasa, mendapat penghargaan Pulitzer untuk kategori fiksi setahun setelah diterbitkan. Jurnalis ini bernama Margaret Mitchell, asli Georgia, Amerika, berhasil membuat dunia terkesan dengan satu-satunya novel yang berhasil ia terbitkan. Dengan judul Gone… Read more »

Latest
  • Prita Permatadinata

    Prita Permatadinata took Archaeology undergraduate program in 2014. She graduated in 2019. After that, she keep going on archaeological-related activities: visit museums or archaeological site. She amazed by how Indonesia has such a wonderful tangible heritage. She also design and write.

  • Halo dunia!

    Selamat datang di Blog Mahasiswa Situs. Ini adalah pos pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai tulis kreasimu!

  • Gone with the Wind: Memoar Perempuan Kontroversial

    Pada awal abad 20, seorang jurnalis perempuan menulis novel mengesankan tentang pranata sosial di kota kelahirannya. Novel yang akhirnya mendunia, diterjemahkan ke puluhan bahasa, mendapat penghargaan Pulitzer untuk kategori fiksi setahun setelah diterbitkan. Jurnalis ini bernama Margaret Mitchell, asli Georgia, Amerika, berhasil membuat dunia terkesan dengan satu-satunya novel yang berhasil ia terbitkan. Dengan judul Gone… Read more »