Mengenal Gejala Cerebral Palsy untuk Deteksi Anak Sejak Dini

Mengenal Gejala Cerebral Palsy

Cerebral palsy atau yang lebih mudah disebut sebagai penyakit lumpuh otak merupakan penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi para orang tua. Anak yang mengalami penyakit ini tidak mampu untuk mempertahankan atau memaksimalkan fungsi koordinasi dan gerak pada tubuhnya.

Cerebral palsy bukanlah penyakit yang datang ketika anak dewasa tapi tumbuh saat sang ibu masih mengandungnya. Gangguan ini juga bisa terjadi sewaktu proses kelahiran atau 2 tahun pertama pasca anak dilahirkan.

Apa Saja Gejala Cerebral Palsy?

Anak yang mengalami gangguan Celebral Palsy pada dasarnya akan menunjukkan serangkaian gejala. Gejala yang ditimbulkan memiliki kecenderungan terhadap gangguan koordinasi dan gerak tubuh anak.

Mengenal Gejala Cerebral Palsy
Deteksi dini pada anak

Menu MPASI Bayi 6-8 Bulan Lengkap

  1. Cenderung Menggunakan Salah Satu Anggota Tubuhnya

Ketika mengambil sesuatu biasanya kita akan menggunakan kedua tangan sepenuhnya agar bisa menyangga barang tersebut dengan baik. Tapi untuk anak cerebral palsy mereka hanya bisa menggerakkan satu tangannya saja.

Hal yang sama berlaku pada fungsi kakinya. Di mana anak hanya bisa berjalan atau merangkak dengan menggunakan satu tungkainya saja.

  1. Gaya Berjalan Tampak Abnormal

Setelah tumbuh semakin besar, seorang anak akan mulai belajar merangkak dan berjalan. Pada anak cerebral palsy, kegiatan ini sangat menyulitkan mereka.

Gangguan cerebral palsy membuat mereka berjalan menyilang seperti gunting, tidak jarang pula anak yang berjalan sambil berjinjit bahkan membuka selebar mungkin tungkainya.

  1. Masih Mengompol Meski Sudah Besar

Selain dilatih untuk makan sendiri, anak kecil juga diajari untuk buang air kecil dan besar dengan baik di dalam toilet. Tapi ada kalanya, seorang anak masih mengompol meski sudah besar.

Kondisi ini bukan terjadi tanpa sebab. Anak yang mengalami gangguan cerebral palsy kemungkinan besar akan mengalami inkontinensia urine. Orang tua wajib memahami kondisi ini dengan mempersiapkan diri.

  1. Keterlambatan Pada Fungsi Motorik

Memasuki usia dewasa, seorang balita akan mempelajari banyak hal mereka tidak hanya bisa tersenyum atau tidur saja. Sayangnya, kemampuan motoric balita cerebral palsy tidak bisa berkembang sebaik anak lain seusianya.

Kondisi tersebut mengakibatkan balita mengalami keterlambatan untuk duduk bahkan merangkak. Ketika menghadapi situasi ini, orang tua harus lebih bersabar dan usahakan untuk tidak memaksakan anak agar bisa merangkak lebih cepat seperti anak normal.

  1. Mengalami Beberapa Gangguan Lainnya

Anak cerebral palsy akan mengalami penurunan daya tangkap panca indera. Mereka akan mengalami keterlambatan bicara. Gangguan lainnya meliputi gangguan pada indera mata, kecerdasan otak, dan gangguan pendengaran.

Agar keluhan atau gejala di atas tidak menimbulkan kecacatan bahkan sifatnya permanen. Orang tua perlu segera mengambil tindakan terbaik. Beri perawatan dan pengobatan pada anak penderita cerebral palsy, terutama bila Anda sudah mengenali lima gejala di atas.

Jangan menunggu sampai gangguan cerebral palsy benar-benar menjadi parah. Penting sekali bagi para orang tua untuk selalu mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak. Meski sibuk bekerja, pastikan untuk memberikan anak nutrisi dan perhatian yang mencukupi.

Karena kondisi cerebral palsy bukanlah penyakit ringan seperti demam atau flu yang bisa diobati dengan mengkonsumsi obat-obatan. Cerebral palsy membutuhkan penanganan yang lebih intensif.