Category Archives: Bebas

UAS Topsus Teknik Komputer 1 TA 2015/2016

Ujian Akhir Semester

Topik Khusus Teknik Komputer 1

Tahun Ajaran 2015/2016

Dosen : Ardiansyah, M.Eng


  1. Produk kami merupakan sistem penerangan yang mampu memudahkan pengguna dalam pengendalian lampu (hidup/mati). Kami memanfaatkan mikrokontroler pabrikan ITEAD yaitu Arduino UNO sebagai pemroses data, push button, led, resistor, WiFi module sebagai penghubung mikronkontroler dengan  smartphone/web serta php sebagai antarmuka dengan memanfaatkan protocol TCP/UDP sebagai protokolnya.Tahapan pengembangan dimulai dengan membagi tanggung jawab dalam pengerjaan produk dari awal hingga selesai kepada seluruh anggota tim. Pembagian tugas adalah sebagai berikut:
    • Membuat spesifikasi produk
    • Merancang desain produk
    • Pengumpulan sumber daya
    • Perakitan hardware dan menyiapkan software yang digunakan
    • Pengintegrasian hardware dan software
    • Pengetesan produk
    • Presentasi/peluncuran produk
    • Evaluasi produk

    Hasil yang diharapkan adalah user mampu secara remote menyalakan dan mematikan lampu yang terhubung dengan mikrokontroler melalui GUI. Evaluasi lebih lanjut nya mungkin menampilkan kondisi lampu serta merancang GUI yang user friendly.

    Inovasi dan manfaat karya kami antara lain:

    • Meningkatkan tingkat keergonomisan pada kebiasaan mematikan dan menyalakan lampu.
    • Mendukung upaya dalam penghematan energi
    • Menurunkan angka kriminalitas

    Mendesain interface, coding php.

     

  2. Amazon echo memiliki teknologi komputer seperti dual antenna WiFi (MIMO) untuk proses streaming yang lebih cepat dan juga sedikit sekali koneksi yang di drop dibanding WiFi standar. Amazon echo sendiri memiliki Bluetooth connectivity untuk menghubungkan dengan smartphone, teknologi Bluetooth nya adalah A2DP serta AVRCP, A2DP digunakan untuk audio streaming dari smartphone, AVRCP untuk voice control. Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, amazon echo merupakan cloud-based processing melalui amazon web services.Untuk hal peningkatan produk, sebetulnya devices ini sudah sangat mumpuni karena dapat terhubung dengan berbagai macam devices IoT yang lainnya, namun akan lebih baik untuk merelease versi SDK dari Amazon echo ini sendiri, supaya device yang belum terhubung dapat kita hubungkan

    Amazon Echo merupakan devices IoT yang dapat memutar lagu, mengontrol lampu dan switches hanya dengan voice recognition. Amazon echo sendiri dapat bersifat hands free sehingga kita dapat mengontrol devices devices IoT yang lain hanya dengan suara kita sendiri. Amazon echo memiliki teknologi 360º omni-directional audio, sehingga audio yang dihasilkan sangat lah baik. Selain itu juga dapat mendengar kita dalam ruangan yang sangat lebar. Amazaon echo juga dapat menjawab pertanyaan, membaca audio books, berita, traffic report dan cuaca serta masih banyak lagi. Amazon echo dapat di integrasikan dengan Alexa yang merupakan cloud based voice service.

  3. Paper yang saya ambil berjudul “ Internet Of Things (IoT) Digital Forensic Investigation Model : Top-Down Forensic Approach Methodology”Peningkatan Model forensik digital akan menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi kejahatan berdasarkan IoT. Komunikasi M2M nya dapat melalui medium z-wave, 4G, 3G LTE, WiFi, Ethernet, power line Communication (PLC). Konsep IoT tentang forensic di cloud membutuhkan mindset dimana beberapa data mungkin tidak tersedia sehingga dirancang suatu sistem yang paling baik sehingga digunakan model 1-2-3 zones of digitial forensic, Digital Forensic Investigation Model (DFIM), hybrid model.

    IoT Digital Forensic Investigation Model, model ini mungkin dapat sangat efektif dalam menyelsaikan IoT based Crime, model ini dapat mempermudah awal investigasi berdasarkan SOP sampa barang bukti dapat didapatkan. Ketika investigator menemukan perangkat medium tersangka yang biasa digunakan dalam komunikasi, forensic investigator dapat memulai dengan triage examination. Triage examination akan berhubungan dengan big data dan juga data tersebut dapat berupa structured data ataupun unstructured data, sehingga membutuhkan router, gateway, cloud dan fog platform. Ketika data sudah di proses maka kembali lagi ke prosedur dalam investigasi seperti chain of custody, lab analysis, result, proof & defense dan archive & storage.

Kekurangan dari konten yang ada di paper ini adalah kurangnya dijelaskan bagaimana cara kerja ketika data tersebut di proses melalui hadoop sehingga paper ini masih merupakan model untuk digital forensic kedepannya

a