Jan 082020
 

Beberapa waktu yang lalu, Microsoft telah merilis update final dari sistem operasi windows terbaru keluaran mereka, itu adalah Windows 10, untuk seluruh dunia, khususnya Indonesia. Dengan update terakhir untuk semua jenis versi, baik windows 10 home hingga versi pro, Microsoft berharap menarik banyak user yang belum menggunakan seri windows terbaru mereka untuk segera pindah dan meninggalkan windows versi yang lama.

Namun, sambutan kurang menyenangkan didapatkan dari para pengguna windows seluruh dunia, khususnya Indonesia yang termasuk negara dengan rata-rata pengguna windows 10 paling sedikit. Hal tersebut membuktikan update final windows 10 tidak terlalu hype bagi para pengguna yang tidak ingin pindah dari windows lama, tidak peduli secanggih apa pun PC yang dibutuhkan.

  • Penggunaan Windows 7 Di Indonesia Adalah Yang Terbanyak Di Dunia

Berdasarkan hasil survei, para pengguna perangkat pintar di Indonesia sebagian besar memilih bertahan menggunakan windows 7 Ultimate yang sudah cukup berumur. Promo apa pun yang diberikan oleh Microsoft tampaknya tidak menggoyahkan para pengguna untuk menggunakan versi windows yang lebih baru tersebut. Sekalipun pindah, biasanya dikarenakan mengganti perangkat dengan sistem bawaan yang sudah windows 10.

  • Alasan Banyak User Yang Tidak Mau Beralih Ke Windows 10

Ketidak mauan pengguna untuk pindah, terutama dari windows 7, bukan tanpa alasan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal itu, utamanya disebabkan oleh kualitas yang ditawarkan oleh windows 10 sendiri yang dinilai belum terlalu mumpuni dan stabil dibandingkan windows 7. Faktor-faktor itu diantaranya :

  • Kompatibilitas software dan aplikasi pihak ketiga masih sangat terbatas

Software maupun aplikasi yang dapat ditambah dalam perangkat yang sudah menerapkan windows 10 masih sangat terbatas, sedangkan windows 7 hampir dapat menginstal seluruh aplikasi yang ada.

  • Windows 10 sering mengalami lag atau freeze secara tiba-tiba

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa windows 10 seringkali mengalami macet saat digunakan. Umumnya saat membuka dan menjalankan dua aplikasi atau lebih, yang menyebabkan pengguna harus melakukan force shut down yang berpotensi besar dapat merusak perangkat. Setidaknya, jarang sekali perangkat dengan windows 7 mengalami hal itu meski menjalankan banyak aplikasi secara bersa,aam.

  • Windows 10 sering melakukan update

Windows 10 mau tidak mau harus sering diupdate agar performanya tetap bagus. Padahal, fail update windows yang disertakan memiliki ukuran besar yang otomatis semakin membebani RAM perangkat yang dapat menyebabkan PC menjadi lambat, freeze, hingga kegagalan sistem. Sedangkan jika dibiarkan tanpa dilakukan update, performa windows 10 perlahan akan semakin berkurang.

  • Windows 10 lebih diperuntukan pada laptop kelas atas

Meskipun dapat digunakan pada PC dengan RAM minimal 2GB, tetapi penggunaan windows 10 untuk jenis perangkat entry level ini memicu banyak masalah, salah satunya overheat yang riskan merusak perangkat. Sedangkan saat diaplikasikan pada laptop dengan kapasitas RAM 4GB ke atas, windows 10 lancar, seolah memang diperuntukan pada perangkat berspesifikasi tinggi.

Intinya adalah, windows 10 memang dirancang untuk keperluan komputasi berat dengan perangkat berspesifikasi tinggi juga. Sehingga, target yang diharapkan oleh Microsoft, khususnya di Indonesia, susah tercapai karena di negara-negara berkembang, sebagian besar masyarakat masih menggunakan PC kelas bawah. Microsoft dapat mengatasi hal itudengan menciptakan mini windows 10 untuk perangkat kelas bawah.

Tetapi jika telah merasa nyaman dengan seri windows 7 yang digunakan pun tidak perlu memaksakan diri untuk pindah karena Microsoft sendiri belum berencana untuk menghapus seri windows tersebut sehingga pengguna tidak perlu merasa cemas akan paksaan untuk melakukan upgrade ke windows 10 karena takut tidak dapat menggunakan macauindo PC nya lagi.

Sorry, the comment form is closed at this time.