Jul 052019
 
Fungsi BPUPKI

Gambaran umum dan fungsi BPUPKI

Fungsi BPUPKI

Fungsi BPUPKI

GuruPendidikan РBadan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai dibentuk oleh Jepang dan diumumkan oleh  Jenderal Kumakichi Harada pada tanggal 1 Maret 1945. Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 28 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI di Gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta. Ketua BPUPKI yang ditunjuk adalah dr. Rajiman Wedyodiningrat, wakilnya adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya adalah R.P. Soeroso. BPUPKI memiliki 67 anggota dengan 60 diantaranya berasal dari Indonesia dan 7 orang lainnya dari Jepang tanpa hak suara.

Tugas dari BPUPKI sendiri adalah mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek poplitik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.

  • Masa Persidangan Pertama BPUPKI

  • Masa persidangan pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945 untuk membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka.
  • Pada persidangan dikemukakan berbagai pendapat tentang dasar negara yang akan dipakai Indonesia merdeka,antara lain: M.Yamin, Supomo, dan Ir.Soekarno.

 

  • Masa antara sidang resmi pertama dan sidang kedua

  • Karena masih belum ditemukan titik temu kesepakatan dalam perumusan dasar negara yang tepat, maka pada masa persidangan ini dibentuk Panitia Sembilan
  • Di antara dua masa persidangan resmi BPUPKI itu, berlangsung pula persidangan tak resmi yang dihadiri 38 orang anggota BPUPKI yang membahas mengenai rancangan pembukaan UUD

Masa Sidang BPUPKI kedua (10-16 Juli 1945)

  • Pada masa persidangan ini, BPUPKI membahas rancangan undang-undang dasar. Untuk itu, dibentuk Panitia Perancang Undang- ¬† Undang Dasar yang diketuai Ir. Sukarno.
  • Panitia tersebut juga membentuk kelompok kecil yang beranggotakan tujuh orang yang khusus merumuskan rancangan UUD. Kelompok kecil ini diketuai Mr. Supomo dengan anggota Wongsonegoro, Ahmad Subarjo, Singgih, H. Agus Salim, dan Sukiman. Hasil kerjanya kemudian disempurnakan kebahasaannya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri atas Husein Jayadiningrat, H. Agus Salim, dan Mr. Supomo.
  • Sukarno melaporkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang pada sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945. Pada laporannya disebutkan tiga hal pokok, yaitu pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan undang-undang dasar (preambule) dan undang-undang dasar (batang tubuh).
  • Pada tanggal 15 dan 16 Juli 1945 diadakan sidang untuk menyusun UUD berdasarkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Pada tanggal 17 Juli 1945 dilaporkan hasil kerja penyusunan UUD dan laporan diterima sidang pleno BPUPKI

 

Usulan Dasar Negara dalam sidang BPUPKI

Pada persidangan pertama BPUPKI dikemukakan berbagai pendapat tentang dasar negara yang akan dipakai Indonesia merdeka. Pendapat tersebut antara lain:

1) Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)

  1. Rumusan lisan dalam pidato yang disampaikan :
    • Peri Kebangsaan
    • Peri Kemanusiaan
    • Peri ke-Tuhanan
    • Peri Kerakyatan
    • Kesejahteraan Rakyat
  2. Rumusan Tertulis yg diajukan ke BPUPKI:
    • Ketuhanan Yang Maha Esa
    • Kebangsaan Persatuan Indonesia
    • Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
    • Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
    • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat

2) Mr. Supomo (31 Mei 1945)

Negara yang akan dibentuk hendaklah negara integralistik yang berdasarkan pada:

  1. persatuan;
  2. kekeluargaan;
  3. keseimbangan lahir dan batin;
  4. musyawarah;
  5. keadilan sosial.

3) Ir. Sukarno (1 Juni 1945)

  1. Sukarno berpidato pada tanggal 1 Juni yang kemudian ia menyimpulkan 5 asas yang ia namai PANCASILA yaitu :
  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  1. Dalam pidatonya , Sukarno menyebutkan bahwa PANCASILA dapat diperas menjadi TRISILA yang berisi :
  • Sosionasionalisme
  • Sosiodemokrasi
  • Ketuhanan dan berkebudayaan
  1. Dan Sukarno pun menyebutkan bahwa TRISILA dapat diperas kembali menjadi EKASILA yaitu:
  • Gotong Royong

 

Baca Juga :

 

 Posted by at 03:07

Sorry, the comment form is closed at this time.