Apr 022019
 

Sengketa lahan sering terjadi dimana-mana. Ini menyangkut faktor legalitas. Untuk itu, bila memang Anda berniat mau membeli properti, perhatikan betul legalitas atas lahan atau rumah. Jangan menjadi orang yang dianggap “merebut” atau menjadi orang yang terjun di wilayah sengketa. Sesuai fakta geografis, semakin banyak pertumbuhkan penduduk maka akan semakin banyak yang menginginkan lahan untuk hidup. Namun sesuai fakta geografis juga bahwa suatu wilayah memiliki batasan yang membuat lahan untuk properti hunian memiliki keterbatasan. Terlalu banyak properti hunian, maka akan otomatis akan menyempit lahan yang ada di suatu wilayah dan tidak bisa dibuat untuk properti hunian baru.

Ketika terjadi keterbatasan lahan dan memang terjadi, akan terjadi sebuah konflik finansial dan sosial. Karena seiring kenaikan jumlah orang yang menginginkan properti hunian di saat makin sempitnya lahan, maka akan makin mahal suatu lahan dan bangunan properti. Ketika mahal, tentu saja untuk sebagian orang akan makin kesulitan untuk hidup dengan layak. Ketika ada orang yang sengaja menguasai lahan orang lain, tentu saja akan menjadi konflik sosial yang cukup serius.

Untuk itu, memperhatikan betul mengenai legalitas atas properti lahan yang dibeli memang suatu keharusan. Anda harus benar-benar memperhatikan tentang keaslian surat legalitas agar terhindar dari sengketa lahan. Anda pun harus paham bentuk mengenai properti lahan yang akan dibeli, apakah properti lahan itu masuk dalam daftar sengketa atau tidak. Ya, legalitas properti lahan dan juga bangunannya perlu Anda ketahui sebagai usaha untuk menghindari sebuah pertikaian di kemudian hari.

Untuk itu, berhatikan langkah sebelum Anda membeli properti sebidang properti lahan (tanah) atau bangunan agar terhindar dari penipuan dan kerugian.

  • Lahan atau properti bebas dari sengketa

Dengan memperhatikan lahan atau rumah, apakah berstatus sengketa atau tidak, tentu ini sebuah langkah awal penyelamatan. Jangan sampai Anda terkena tipu oleh oknum yang membawa berita palsu mengenai lahan yang akan Anda beli, menganggap lokasi lahan tidak sedang bersengketa. Bisa bertanya langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bila memang teman atau saudara Anda berprofesi sebagai notaris, Anda bisa bertanya pada notaris. Biasanya notaris paham mengenai lokasi yang sedang mengalami sengketa.

  • Pengecekan sertifikat langsung ke badan pertanahan nasional

Memang benar jika ada lahan atau rumah bebas sengketa akan membuat Anda berniat untuk membelinya. Namun Anda jangan tergesa-gesa terlebih dahulu. Belum tentu yang bebas sengketa, bebas juga penipuan. Banyak penipuan yang terjadi dalam jual-beli properti seperti pemalsuan sertifikat tanah atau rumah. Untuk itu, Anda bisa mengecek keaslian sertifikat properti ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) demi menghindari dari penipuan dalam hal sertifikat. Tentunya, pengecekan keaslian sertifikat bersifat gratis.

  • Pengecekan keaslian harga properti tahan atau bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa semakin banyak orang yang membutuhkan lahan di saat terjadi penyempitan, maka yang terjadi adalah harga properti lahan akan semakin naik. Jangan sampai Anda terkena provokasi mengenai harga atas properti yang akan Anda beli. Cek terlebih dahulu harga yang berkembang di lokasi properti. Bisa 30% lebih murah dari penawaran properti asal jangan dari situs judi online yang dilakukan oknum. Bila Anda tertipu harga, jelas akan mengalami kerugian di sisi yang lain.

Sorry, the comment form is closed at this time.