Nov 102017
 

Hukum Asuransi Dalam Islam sampai dengan saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan umat islam. Beberapa menyatakan bahwa diperbolehkan asal masih menggunakan batasan batasan syariat islam, sedangkan di sisi lain mengatakan baik dari asuransi konvensional hingga asuransi syariah semuanya hanyalah nama, dan mengerjakannya tetap diharamkan untuk dilakukan oleh umat Islam karena sistem yang di bangun di dalamnya tetaplah sama.

Maka untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai asuransi konvensional dengan asuransi syariah, Artikel kali ini akan membahas perbedaan Hukum Asuransi Dalam Islam yang dijalankan secara syariah dan konvensional.

Pengertian Asuransi berdasarkan beberapa sumber yang telah dipilih menyatakan bahwa asuransi merupakan sebuah kata atau istilah yang digunakan oleh para penyedia jasa layanan investasi untuk merujuk pada sebuah tindakan, sistem atau bisnis dimana untuk memberikan perlindungan kepada seseorang di masa depan dengan financial yang telah mereka investasikan dalam jangka waktu tertentu.

Beberapa perusahaan asuransi konvensional biasanya akan memberikan jaminan mengenai perlindungan ini sebagai perlindungan terhadap hal hal tidak terduga yang akan terjadi kepada manusia itu sendiri. Asuransi konvensional menerapkan sistem spekulasi disini, dimana premi yang telah dibayarkan oleh para nasabah hanya dapat di klaim saat nasabah tersebut terkena musibah di masa depan. Sedangkan berspekulasi merupakan tindakan yang dilarag dengan keras di dalam ajaran islam.

Maka dari itu Hukum Asuransi Dalam Islam secara konvensional adalah haram untuk dijalankan. Lalu, bagaimana dengan umat islam di Indonesia yang ingin berinvestasi asuransi? Umat islam di Indonesia tidak perlu merasa khawatir karena di Indonesia sendiri sudah ada beberapa perusahaan layanan asuransi yang telah menerapkan sistem syariah sehingga para nasabah akan terhindar dari unsur unsur haram dalam menjalankan investasi asuransi.

Salah satu perbedaan yang mencolok antara asuransi konvensional dengan syariah adalah mengenai premi yang dibayarkan oleh para nasabah. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa premi nasabah asuransi konvensional hanya dapat di klaim saat nasabah tersebut terkena musibah di masa depan. Sedangkan dalam sistem premi asuransi syariah, premi milik nasabah sepenuhnya adalah hak nasabah. Nasabah dapat mengambil premi tersebut kapanpun dirinya mau. Atau saat akad investasi asuransi yang dilaksanakan telah selesai sesuai dengan perjanjian yang terjadi antara kedua belah pihak.

Dapat disimpulkan bahwa Hukum Asuransi Dalam Islam dengan sistem syariah ini adalah diperbolehkan karena tidak ada unsur spekulasi seperti dalam asuransi konvensional. Berdasarkan tuntunan dari Rasul Muhammad SAW yang menjadi junjungan tinggi umat islam di seluruh dunia. Bahwa apapun muammalah di dunia yang tidak ada perintah untuk meninggalkannya adalah halal untuk dijalankan.

Seperti asuransi syariah yang berjalan sesuai dengan syariat islam, meninggalkan segala bentuk spekulasi dan menjalankan perusahaan asuransi sendiri dengan amanah, maka hal inilah yang menyebabkan Hukum Asuransi Dalam Islam secara syariah menjadi halal dikerjakan.

Allisya merupakan salah satu produk asuransi syariah dari Allianz Life Indonesia yang sudah menerapkan konsep asuransi syariah dan diawasi oleh Dewan Syariah nasional (DSN-MUI). Hubungi Agen Allianz untuk informasi mengenai Allianz Syariah.

Sorry, the comment form is closed at this time.