Sep 172017
 

Tana Toraja sangat terkenal dengan ritual upacara kematiannya. Hal ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin mengetahui seperti apa jalannya upacara tersebut. Selain itu, jika Anda tengah berada di Toraja, Anda juga dapat melihat peninggalan menhir dan kuburan batu tua di Toraja yang terkenal horror. Wisata ini bisa Anda nikmati pada objek wisata Kalimbuang Bori Tanatoraja. Objek wisata yang satu ini terbilang sangat unik, karena ketika kita berkunjung kesana, kita dapat melihat bebatuan besar yang menyerupai tiang-tiang yang tertancap di tanah. Bebatuan yang memiliki tinggi yang berbeda ini dilambangkan sebagai arwah nenek moyang, dan bebatuan tersebut merupakan hasil kebudayaan megalit di kota Tana Toraja yang sangat terkenal. Jadi, selain berwisata, Anda juga bisa belajar mengenai sejarah dan budaya Toraja yang telah tersohor.

Serunya Berkunjung ke Objek Wisata Kalimbuang Bori

Terletak di Bori, Sesean, Toraja Utara, situs wisata megalitikium ini terletak di tengah perkampungan Kalimbuang Bori. Maka dari itu, objek wisata ini disebut dengan Kalimbuang Bori. Hal yang paling dicari oleh wisatawan ketika datang ke objek wisata Kalimbuang Bori ini adalah menyaksikan kemegahan bebatuan yang menjulang keatas dengan ukuran yang berbeda-beda. Menurut masyarakat sekitar, jumlah menhir disana berjumlah sekitar 102 buah dengan 54 menhir berukuran kecil, 24 menhir berukuran sedang dan sisanya yang berukuran cukup besar.

 

Objek wisata Kalimbuang Bori ini merupakan tempat upacara pemakaman adat atau yang lebih dikenal dengan upacara Rambu Solo. Menhir-menhir disana tidak dibangun sembarangan, masyarakat terlebih dahulu harus melakukan sebuah upacara adat yang mengurbankan setidaknya 24 ekor kerbau. Upacara ini disebut Rapasan Sapurandanan oleh masyarakat sekitar, dan perlu Anda ketahui bahwa pada dasarnya jumlah kerbau yang dikorbankan tidak memengaruhi ukuran menhir yang dibangun. Hanya saja hal tersebut dapat mencerminkan status seseorang. Maka semakin banyak kerbau yang dikorbankan, maka semakin tinggi pula status seseorang di tengah masyarakat. Tentu saja, 1 ekor kerbau bisa memiliki harga mencapai ratusan juta rupiah. Bisa dibayangkan jika yang disembelih itu puluhan hingga ratusan ekor, bukan?

 

Batu yang dibangun sebagi menhir ini berasal dari pegunungan di Toraja yang kemudian akan dipahat di tempat asalnya. Biasanya proses pemahatan memerlukan waktu yang lama. Selain itu, proses pemindahan batu juga dilakukan secara gotong royong sehingga kerukunan antar warga di Toraja terasa sangat kental. Biasanya, akan ada seekor kerbau dan babi yang akan dikorbankan sebelum melakukan proses pemahatan ini. Proses pemindahan menhir dari tempat asalnya ke lokasi pembangunan adalah dengan cara ditarik oleh ratusan warga, biasanya juga dengan cara digulingkan menggunakan batang pohon. Ternyata tidak sampai disitu proses pembuatan menhir ini, proses pendirian menhir ini juga harus dilakukan oleh ratusan lelaki karena memang sangat membutuhkan tenaga yang besar. Hal ini tentunya membuat objek wisata Kalimbuang Bori semakin menarik untuk dikunjungi.

 

Dengan begitu banyaknya pemakaman-pemakaman batu sekitar objek wisata ini, tentunya akan semakin menambah pengetahuan Anda tentang kebudayaan-kebudayaan yang ada di Toraja. Mayat akan ditempatkan pada dinding tebing yang kemudian akan menyisakan tengkorak-tengkorak yang telah lama. Jika beruntung, Anda pun bisa melihat secara langsung setiap proses pemakaman ataupun pergantian pakaian mayat yang biasa dilakukan masyarakat Toraja. Bagaimana, menarik bukan? Jika penasaran, Anda bisa melakukan perjalanan ke objek wisata Kalimbuang Bori.

Sorry, the comment form is closed at this time.