PROPOSAL EVALUASI PROGRAM: Implementasi Program Pembelajaran Berbasis E-Learning pada Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Imam Salehudin, SE.

NPM 0806436680

Program Studi Magister Terapan Psikometri

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Depok

2009

Bab I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan peringkatnya secara Internasional, Universitas Indonesia mulai membangun sistim pembelajaran berbasis E-Learning sejak tahun 2005. Sistim pembelajaran berbasis E-Learning merupakan model pembelajaran dimana sebagian atau seluruh pertemuan tatap muka dipindahkan menjadi pertemuan interaktif secara online melalui internet. Diharapkan dengan memindahkan sebagian atau seluruh materi tatap muka menjadi pertemuan virtual, kualitas pengajaran akan menjadi semakin baik sekaligus menciptakan efisiensi proses pembelajaran.

Program E-Learning ini dijalankan menggunakan platform SCeLE yang mulai dikembangkan dan diterapkan pertama kali pada Fakultas Ilmu Komputer. Menyusul dengan keberhasilan program ini pada Fakultas Ilmu Komputer, pada tahun 2007 Fakultas Ekonomi mulai memberikan tiga paket hibah pengajaran setiap tahunnya untuk membuat model dan modul pengajaran menggunakan metode E-Learning. Meskipun begitu, Fakultas Ekonomi memutuskan bahwa penerapan E-Learning di sana tidak akan mengurangi frekuensi pertemuan tatap muka. Penerapan E-Learning di Fakultas Ekonomi hanya menjadi sarana untuk menambah kuantitas dan kualitas interaksi dosen dan mahasiswa di luar kelas.

Untuk periode pertama, satu dari tiga mata kuliah yang mendapatkan hibah pengajaran ini adalah mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia. Simulasi awal uji coba modul hasil hibah tersebut mendapatkan reaksi positif dari mahasiswa, namun selama dua tahun berikutnya implementasi program pembelajaran menggunakan E-Learning belum ini pernah dievaluasi oleh pihak manapun meskipun sudah diterapkan sebanyak tiga semester untuk mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.

Tabel 1.1 Indikator Keberhasilan Kegiatan Implementasi E-Learning Dalam Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Di FEUI

Indikator Kinerja

Awal

Tengah

Akhir

Tingkat pertisipasi dalam diskusi kasus/tugas

50 % total mahasiswa

75% total mahasiswa

99 % total mahasiswa

Penguasaan Materi

Rata-rata nilai UTS lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan E-Learning

Rata-rata nilai UAS lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan E-Learning

Untuk itu, perlu dilakukan kajian evaluasi terhadap implementasi program pembelajaran menggunakan metode E-Learning, dengan membandingkan penerapan program tersebut dengan tujuan kegiatan yang tercantum dalam proposal kegiatan maupun juga dengan kegiatan pembelajaran tradisional yang tidak menggunakan media bantu internet.

I.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan bahwa permasalahan yang ingin dijawab dalam kajian evaluasi ini, antara lain:

1. Apakah rencana kegiatan pembelajaran yang diajukan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diajukan?

2. Apakah pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan E-Learning pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia sudah sesuai dengan rencana kegiatan pembelajaran yang diajukan?

3. Apakah sebenarnya mahasiswa sudah siap menerapkan metode pembelajaran E-Learning?

4. Apakah sebenarnya pengajar sudah siap menerapkan metode pembelajaran E-Learning?

5. Apakah sebenarnya sistim administrasi yang dimiliki oleh institusi pendidikan sudah dapat mengakomodasi penerapan metode pembelajaran E-Learning?

6. Apakah sebenarnya infrastruktur yang disediakan oleh institusi pendidikan sudah memadai untuk penerapan metode pembelajaran E-Learning?

7. Apakah pengguna lulusan melihat adanya nilai tambah atas penggunaan metode pembelajaran E-Learning?

8. Apakah metode pembelajaran menggunakan E-Learning secara signifikan lebih baik dari metode pembelajaran tradisional?

a. Apakah partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran di kelas yang menggunakan E-Learning lebih tinggi dari partisipasi mahasiswa di kelas yang menggunakan metode pembelajaran tradisional?

b. Apakah pemahaman materi mahasiswa di kelas yang menggunakan E-Learning lebih tinggi dari pemahaman materi mahasiswa di kelas yang menggunakan metode pembelajaran tradisional?

9. Apakah sasaran kegiatan yang diajukan sudah layak dan sesuai dengan tujuan kegiatan dan kondisi yang dihadapi?

10. Apakah sasaran kegiatan yang diajukan dalam proposal sudah terpenuhi?

a. Jika sudah, apakah ada bagian dari implementasi metode pembelajaran E-Learning yang masih dapat diperbaiki?

b. Jika belum, apakah penyebab sasaran kegiatan belum terpenuhi dan apa saja solusi yang dapat dilakukan?

I.3 Identifikasi Stakeholder dan Manfaat Evaluasi bagi Stakeholder

Evaluasi yang dilaksanakan akan bermanfaat terhadap para stakeholder dalam hal sebagai berikut.

Tabel 1.2: Manfaat Evaluasi Untuk Para Stakeholder

Identifikasi Stakeholder

Peran Stakeholder

Manfaat Evaluasi terhadap Stakeholder

Mahasiswa yang mengambil kelas Manajemen Sumber Daya Manusia dengan metode pembelajaran yang menggunakan E-Learning

· Partisipan dalam kegiatan pembelajaran.

· Tolok ukur keberhasilan program

· Narasumber dalam evaluasi program

Sebagai dasar untuk mereka untuk meminta atau menolak penerapan E-Learning untuk mata kuliah MSDM maupun mata kuliah yang lain.

Selain itu, evaluasi ini juga dapat mengidentifikasi peluang perbaikan bagi penerapan E-Learning untuk mata kuliah MSDM maupun mata kuliah yang lain.

Dosen yang menjadi pengajar untuk kelas Manajemen Sumber Daya Manusia dengan metode pembelajaran yang menggunakan E-Learning

· Fasilitator yang mengimplementasikan program dalam kegiatan pembelajaran.

· Narasumber dalam evaluasi program

Sebagai dasar untuk mereka untuk meminta atau menolak penerapan E-Learning untuk mata kuliah MSDM maupun mata kuliah lain yang mereka ajar.

Selain itu, evaluasi ini juga dapat mengidentifikasi peluang perbaikan bagi penerapan E-Learning untuk mata kuliah MSDM maupun mata kuliah yang lain.


Identifikasi Stakeholder

Peran Stakeholder

Manfaat Evaluasi terhadap Stakeholder

Institusi Pendidikan: Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen

· Penanggung jawab kualitas pendidikan untuk kelas MSDM maupun mata kuliah lain pada Program Studi Manajemen S1 Reguler.

· Penanggung biaya pelaksanaan program dan evaluasi program.

Sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan keberlanjutan penerapan metode pembelajaran menggunakan E-Learning untuk mata kuliah MSDM dan penerapkan E-Learning secara lebih luas pada mata kuliah lain di Departemen Manajemen FEUI.

Pengguna Lulusan

(Industri dan Asosiasi Profesi)

· Sebagai pengguna akhir mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran menggunakan metode E-Learning.

· Partner “Link and Match” Institusi Pendidikan

Melihat nilai tambah yang dimiliki lulusan yang sudah terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode E-Learning.

I.4 Kredibilitas Evaluator

Sebagai usaha untuk meningkatkan kredibilitas evaluator evaluasi, pelaksanaan evaluasi sebaiknya dilaksanakan bekerjasama dengan unit pengendalian mutu akademik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai otoritas pengendalian mutu pengajaran dan mengundang penasihat dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia sebagai otoritas keilmuan atas program pembelajaran berbasis E-Learning.

Bab II Landasan Teori dan Deskripsi Program E-Learning FEUI

II.1 Evaluasi Program

James R. Sanders dalam buku “The Program Evaluation Standards, 2nd Edition” (1994) mendefinisikan Evaluasi sebagai investigasi yang sistematis untuk menilai kegunaan sebuah obyek. Obyek yang dimaksud disini adalah suatu program atau project pendidikan, di mana program adalah aktivitas yang terus berlangsung tanpa ada batas waktu yang ditentukan sebelumnya sementara project memiliki batas waktu tertentu. Evaluasi suatu program atau project dilakukan untuk memutuskan apakah program/project itu sudah memenuhi tujuannya, apakah apa bagian dari program/project yang dapat ditingkatkan, dan/atau apakah sebaiknya program/project tersebut dihentikan saja.

Ada beberapa pendekatan umum dalam melakukan evaluasi. Pendekatan pertama adalah objective-oriented approach. Pendekatan ini hanya menfokuskan perhatian kepada tujuan program/project dan seberapa jauh tujuan itu tercapai. Pendekatan ini membutuhkan kontak intensif dengan pelaksana program/project yang bersangkutan. Pendekatan kedua adalah pendekatan three-dimensional cube atau Hammond’s evaluation approach. Berbeda dengan objective-oriented, Hammond’s melihat mengapa tujuan program/project bisa/tidak tercapai selain melihat apakah tujuan project/program tercapai. Karena itu, pendekatan Hammond melihat dari tiga dimensi yaitu instruction (karateristik pelaksanaan, isi, topik, metode, fasilitas, dan organisasi program/project), institution (karakteristik individual peserta, instructor, administrasi sekolah/kampus/organisasi), dan behavioral objective (tujuan program itu sendiri, sesuai dengan taksonomi Bloom, meliputi tujuan kognitif, afektif dan psikomotor).

Pendekatan ketiga adalah management-oriented approach. Mirip dengan Hammond’s, pendekatan ini berfokus kepada sistem (dengan model CIPP: context-input-proses-product) selain kepada tujuan program/project. Model ini lebih komprehensif daripada model Hammond’s karena pendekatan ini melihat program/project sebagai suatu sistem sehingga jika tujuan program tidak tercapai, bisa dilihat di proses bagian mana yang perlu ditingkatkan.

Pendekatan keempat adalah goal-free evaluation. Berbeda dengan tiga pendekatan di atas, pendekatan ini tidak berfokus kepada tujuan atau pelaksanaan program/project, melainkan berfokus pada efek sampingnya, bukan kepada apakah tujuan yang diinginkan dari pelaksana program/project terlaksana atau tidak. Evaluasi ini biasanya dilaksanakan oleh evaluator eksternal.

Pendekatan keempat adalah consumer-oriented approach. Berbeda dengan keempat di atas yang menilai kegunaan program/project, pendekatan ini menilai kegunaan materi seperti software, buku, silabus. Mirip dengan pendekatan kepuasan konsumen di ilmu Pemasaran, pendekatan ini menilai apakah materi yang digunakan sesuai dengan penggunanya, atau apakah diperlukan dan penting untuk program/project yang dituju. Selain itu, juga dievaluasi apakah materi yang dievaluasi di-follow-up dan cost effective.

Pendekatan kelima adalah expertise-oriented approach. Pendekatan ini adalah pendekatan tertua di mana evaluator secara subyektif menilai kegunaan suatu program/project, karena itu disebut subjective professional judgement. Dalam pendekatan ini, evaluasi dilaksanakan secara formal atau informal, dengan arti jadwal dispesifikasikan/tidak dispesifikasikan, standar penilaian dipublikasikan/tidak dipublikasikan. Selain itu, evaluasi bisa dilakukan oleh individu atau kelompok.

Pendekatan keenam adalah adversary-oriented approach. Dalam pendekatan ini, ada dua pihak evaluator yang masing-masing menunjukkan sisi baik dan buruk, sementara ada juri yang menentukan argumen evaluator mana yang diterima. Untuk melakukan pendekatan ini, evaluator harus tidak memihak, meminimalkan bias individu dan mempertahankan pandangan yang seimbang.

Pendekatan terakhir adalah naturalistic & participatory approach. Pelaksana evaluasi dengan pendekatan ini bisa para stakeholder. Hasil dari evaluasi ini beragam, sangat deskriptif dan induktif. Evaluasi ini menggunakan data beragam dari berbagai sumber dan tidak ada standar rencana evaluasi. Susahnya dari pendekatan evaluasi ini adalah hasilnya tergantung siapa yang menilai.

II.2 Program Pembelajaran berbasis E-Learning

Strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi lulusan. Strategi pembelajaran telah mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satu di antaranya adalah E-Learning. E-Learning telah menjadi suatu kebutuhan bagi sivitas akademika, mengingat baik dosen, mahasiswa maupun institusi pendidikan telah memanfaatkan teknologi komputer dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Perubahan paradigma strategi pembelajaran dari teacher-centered ke learner-centered mendorong sivitas akademika untuk menggunakan E-Learning sebagai salah satu metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifar learner centered. Pemanfaatan E-Learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi anatara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa. E-Learning juga dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas serta hambatan jarak dan waktu, di dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

E-Learning adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin ( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).

Komponen E-Learning mencakup:

1. Perangkat keras

2. Infrastruktur/jaringan

3. Perangkat lunak

4. Materi/Isi

5. Strategi interaksi

6. Pemeran (dosen, mahasiswa dan lain-lain)

Skenario E-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan mahasiswa lain, dosen maupun berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik. Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes maupun bentuk linkages

Perbedaan utama antara pembelajaran konvensional dan E-Learning adalah adanya media antarmuka berbasis web yang digunakan selama proses pembelajaran. Pada pembelajaran konvensional interaksi dilakukan dalam bentuk tatap muka, sedangkan dalam E-Learning dapat dilakukan melalui media elektronik.

Gambar 2.1 Perbedaan Proses Pembelajaran Konvensional dan Berbasis E-Learning

Ditinjau dari moda penggunaan media elektronik dalam pembelajaran, strategi/metode E-Learning di UI dibedakan atas 4 (empat) kategori, yaitu:

Kategori 1: Perkuliahan tetap dilakukan secara tatap muka. Pemanfaatan TIK hanya untuk memfasilitasi perkuliahan tatap muka tersebut, seperti untuk pengiriman silabus, materi, soal latihan, tugas dan komunikasi melalui forum diskusi elektronik. Proporsi penyampaian materi perkuliahan secara elektronik berkisar 0-10%, dan semua bahan kuliah (materi, tugas, butir tes, dan lain-lain.) sudah berbentuk elektronik (e-file).

Kategori 2: Perkuliahan dilakukan secara tatap muka dan secara elektronik. Proporsi penyampaian materi perkuliahan secara elektronik sebesar 10-40%.

Kategori 3: Perkuliahan dilakukan secara tatap muka dan secara elektronik. Proporsi penyampaian materi perkuliahan secara elektronik sebesar 40-80%.

Kategori 4: Perkuliahan dan penyampaian materi perkuliahan dilakukan secara elektronik. Komunikasi antara dosen dan mahasiswa juga dilakukan secara elektronik, sehingga pertemuan secara tatap muka dilakukan dengan kuantitas maksimal (<20%).

II.3 Hibah Pengajaran untuk Penerapan Kegiatan Pembelajaran Berbasis E-Learning untuk Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam rangka mendukung visi UI untuk “Menjadi Universitas Riset yang mandiri, modern, dan berkualitas internasional” dan mencapai visi Departemen Manajemen FEUI ”menjadi center of excellent dalam bidang pendidikan dan riset bisnis-manajemen di Asia Pasifik”, maka staf pengajar sebagai salah satu elemen terpenting dituntut untuk dapat terus meningkatkan kompetensinya dalam proses pengajaran berbasis pada experiential learning dan student centered learning.

Sementara itu, pengajar dihadapkan pada keterbatasan-keterbatasan yang menghambat penerapan kedua konsep pembelajaran tersebut dalam proses perkuliahan. Diantara keterbatasan-keterbatasan tersebut, dua keterbatasan yang paling signifikan pengaruhnya adalah terbatasnya waktu perkuliahan yang tersedia untuk proses pembelajaran experiential learning dan rendahnya kemauan mahasiswa untuk belajar mandiri diluar kelas tanpa arahan dosen.

Penyampaian materi menggunakan experiential learning membutuhkan waktu penyampaian yang lebih panjang dibanding perkuliahan konvensional. Asosiasi Pendidikan Experiential mendefinisikan experiential learning sebagai “a philosophy and methodology in which educators purposefully engage with learners in direct experience and focused reflection in order to increase knowledge, develop skills and clarify values.”

Dengan kata lain, pengajar harus merencanakan dan menghadirkan sebuah pengalaman langsung yang relevan dan memberikan refleksi yang dapat meningkatkan pengetahuan, mengembangkan skill dan memperjelas nilai-nilai, yang kesemuanya membutuhkan waktu penyampaian yang lebih panjang dibandingkan metode pembelajaran konvensional dengan lecture ataupun presentasi text-book untuk satu materi yang sama.

Seringkali dengan banyaknya kuantitas materi yang harus disampaikan dan keterbatasan waktu penyampaian, antara 1 hingga 3 chapter yang harus disampaikan hanya dalam waktu 2,5 jam perkuliahan dan 1-1,5 jam asistensi per minggu, pengajar terpaksa harus mengorbankan kualitas untuk mencapai kuantitas penyampaian materi. Rencana pengajaran experiential learning menjadi tidak feasible karena keterbatasan waktu perkuliahan membatasi metode-metode experiential yang dapat dipakai.

Terlebih lagi mahasiswa memiliki keterbatasan konsetrasi dan perhatian dalam mengikuti metode pembelajaran konvensional dengan lecture dan presentasi text-book, sehingga hanya dalam 1 – 1,5 jam perkuliahan saja mahasiswa seringkali sudah kehilangan konsentrasi dan perhatian dalam menyerap materi perkuliahan.

Dilain pihak, mahasiswa juga belum menunjukkan kemandirian yang diperlukan dalam melakukan proses student centered learning. Kemauan mahasiswa untuk membaca text-book sebelum mengikuti perkuliahan masih rendah, sehingga dosen masih menjadi sumber utama materi perkuliahan. Pada metode presentasipun mahasiswa yang melakukan persiapan sebelum perkuliahan terbatas pada mahasiswa yang mendapat giliran presentasi pada pertemuan tersebut.

Dengan rendahnya tingkat kemandirian tersebut, metode pengajaran dan evaluasi menjadi penting untuk memotivasi dan menumbuhkan inisiatif mahasiswa untuk belajar secara mandiri diluar jam perkuliahan.

Untuk itu, salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai komplemen untuk metode pembelajaran konvensional di dalam kelas, adalah metode pembelajaran menggunakan media teknologi informasi atau E-Learning. E-Learning memberikan kesempatan bagi dosen untuk memberikan penyampaian materi di luar perkuliahan dan mendorong inisiatif mahasiswa untuk belajar secara mandiri diluar jam perkuliahan.

Dengan sudah tersedianya platform Learning Management System (LMS) di UI seperti SCeLE dan melalui pemberian hibah pengajaran untuk penerapan kegiatan pembelajaran berbasis E-Learning, terbuka kesempatan yang lebar bagi pengajar yang memiliki inovasi pengajaran berbasis teknologi informasi untuk mewujudkan idenya dalam bentuk implementasi proses pembelajaran E-Learning berbasis experiential learning.

II.4 Uraian Mata Ajar Manajemen Sumber Daya Manusia (EMA 22004)

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib departemen yang menjadi pengantar ke arah pemahaman mahasiswa tentang pengelolaan sumber daya manusia dan hubungannya dengan strategi perusahaan. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah 3 SKS.

Materi kuliah menekankan pada fungsi dan konsep manajemen sumber daya manusia yang dimulai dari perencanaan SDM, analisa dan rancangan pekerjaan, rekruitasi dan seleksi SDM, orientasi dan penempatan karyawan, pelatihan dan pengembangan SDM, penilaian prestasi kerja, pengembangan karir, penentuan remunerasi serta strategi pemeliharaan karyawan.

Sistematika materi pembelajaran dapat dibagi menjadi enam kelompok, antara lain:

A. Perencanaan:

1. Job Analysis

2. Manpower Planning

B. Pengadaan:

1. Rekrutmen

2. Seleksi

C. Pembudayaan:

1. Orientasi

2. ISO

D. Pengembangan:

1. Pelatihan

2. Pengembangan

3. Perencanaan Karir

E. Pemberdayaan:

1. Penempatan Karyawan

2. Penilaian Kinerja

3. Kompensasi

F. Pemeliharaan:

1. Hubungan Industrial

2. Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan para mahasiswa memperoleh pengetahuan serta memahami pentingnya pengelolaan dan strategi SDM dalam rangka mencapai tujuan organisasi

Dalam pencapaian tujuan di atas, kami mengedepankan beberapa cara yaitu dengan penggunaan studi kasus dan juga student-centered learning dengan optimalisasi penggunaan LMS yang sudah ada di UI sebagai komplemen terhadap metode pembelajaran konvensional.


Silabus Perkuliahan Manajemen Sumber Daya Manusia

Pertemuan ke-

Topik Bahasan

Tugas Mahasiswa

Bab

1

Introduction of HRM ;

Strategic Role of HRM

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 1

WD 1

2

Job Description, Job Specification, & Job Performance Standard as result of Job Analysis

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 4

WD 5

3

Personnel Planning & Recruiting

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 5

4

Selection Process and Interviewing

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 6,7

5

Orientation, Training and Developing Employees

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 8

WD 10

6

Managing Careers

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 10

WD 11

7

Kuliah Tamu

Resume Kuliah Tamu

Materi Pembicara Tamu

UJIAN TENGAH SEMESTER

8

Performance Management and Appraisal

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 9

WD 12

9

Establishing Strategic Pay Plans and Pay for Performance

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 11, 12

WD 13

10

Financial Incentives, Benefits and Services

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

D 12, 13

WD 14, 15

11

Ethics, Justice & Fair Treatment; Labor Relations (Indonesia’s Context)

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

Materi kordinator

12

Employees Health & Safety (Indonesia’s Context)

Mengikuti kuliah dan tanya jawab

Materi kordinator

13

Case Study

Diskusi Kelompok

Membuat makalah

Materi kordinator/dosen

14

Kuliah Tamu

Resume Kuliah Tamu

Materi Pembicara Tamu

UJIAN AKHIR SEMESTER

Keterangan Buku Teks:

D : Gary Dessler, Human Resources Management, 11th ed, Prentice Hall, 2007

WD : William B. Werther Jr & Keith Davis, Human Resources and Personnel

Management, 5th ed., McGraw Hill, 1996.


MEKANISME DAN RANCANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING

Topik

PERENCANAAN

PERENCANAAN

PEMBUDAYAAN

PENGEMBANGAN

Waktu

Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Minggu 5

Minggu 6

Minggu 7

UTS

Senin

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

Selasa

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

Rabu

UPLOAD KASUS & TUGAS

SUBMIT TUGAS

UPLOAD KASUS & TUGAS

SUBMIT TUGAS

UPLOAD KASUS

UPLOAD KASUS & TUGAS

SUBMIT TUGAS

Kamis

DISKUSI TUGAS

DISKUSI TUGAS

DISKUSI TUGAS

Jum’at

DISKUSI KASUS

LATIHAN

DISKUSI KASUS

LATIHAN

DISKUSI KASUS & KUIS

DISKUSI KASUS

LATIHAN

Sabtu

PUBLISH EVALUASI TOPIK

PUBLISH EVALUASI TOPIK

PUBLISH EVALUASI TOPIK

PUBLISH EVALUASI TOPIK

Minggu

Topik

PEMBERDAYAAN

PEMELIHARAAN

EVALUASI

Waktu

Minggu 8

Minggu 9

Minggu 10

Minggu 11

Minggu 12

Minggu 13

Minggu 14

UAS

Senin

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

UPLOAD LITERATUR

Selasa

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

KELAS

Rabu

UPLOAD KASUS & TUGAS

SUBMIT TUGAS

UPLOAD KASUS & TUGAS

SUBMIT TUGAS

Kamis

KUIS

Jum’at

DISKUSI KASUS

DISKUSI TUGAS

LATIHAN

DISKUSI KASUS

DISKUSI TUGAS

LATIHAN

Sabtu

PUBLISH EVALUASI TOPIK

PUBLISH EVALUASI TOPIK

PUBLISH EVALUASI FINAL

Minggu


PENJELASAN MEKANISME

UPLOAD LITERATUR:

Administrator mengupload materi dan literatur yang relevan dengan topik yang sedang dibahas pada minggu tersebut. Upload dilakukan satu hari sebelum perkuliahan agar mahasiswa bisa membaca dan mencari informasi yang lebih dalam mengenai materi perkuliahan.

Contoh: Untuk topiK Pemberdayaan, khususnya sub-topik sistem kompensasi pekerja, mahasiswa sebaiknya sudah memahami konsep motivasi dan pengaruhnya terhadap kinerja. Oleh karena itu, administrator menyediakan link yang dapat diakses untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai konsep motivasi.

http://ollie.dcccd.edu/mgmt1374/book_contents/4directing/motivatg/motivate.html

KELAS:

Metode pembelajaran konvensional mengandalkan tatap muka mingguan dalam kelas.Sebelum mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan untuk sudah menggali lebih dalam mengenai materi yang akan diajarkan. Dosen mencoba memancing diskusi mahasiswa mengenai materi dan literature yang sudah di upload sehri sebelumnya.

UPLOAD KASUS DAN TUGAS:

Administrator mengupload tugas dan kasus yang harus didiskusikan dan dikerjakan oleh semua mahasiswa.

DISKUSI KASUS:

Content Specialist bekerja sama dengan administrator dalam memandu jalannya diskusi mahasiswa pada forum yang telah disediakan.

SUBMIT TUGAS:

Deadline penyerahan tugas yang sudah di upload paling lambat satu minggu sebelum jadwal pengumpulan.

DISKUSI TUGAS:

Tugas yang sudah dikerjakan dan dikumpulkan oleh mahasiswa, dianalisa dalam diskusi kelas untuk menantang pendekatan masing-masing.

LATIHAN/KUIS:

Mahasiswa diwajibkan mengerjakan latihan/kuis yang berisi serangkaian pertanyaan yang dipilih secara random. Tempat untuk pelatihan bisa bebas.

PUBLISH EVALUASI :

Setiap akhir pembahasan suatu topik, administrator mengupload hasil evaluasi untuk topik tersebut. Administrator mengupload nilai evaluasi total sebelum UAS.


Bab III. Metode Evaluasi

III.1 Pendekatan Evaluasi yang Digunakan

Pendekatan evaluasi yang akan digunakan untuk mengevaluasi Program Pembelajaran Berbasis E-Learning untuk mata kuliah MSDM adalah pendekatan C-I-P-P atau Context-Input-Process-Product.

Mengenai aspek Context dari program, akan dievaluasi apakah rencana kegiatan pembelajaran berbasis E-Learning untuk mata kuliah MSDM sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, juga akan dievaluasi apakah sasaran kegiatan yang diajukan oleh program sudah layak dan sesuai dengan tujuan kegiatan dan kondisi yang dihadapi pada mata kuliah MSDM. Aspek context yang akan dievaluasi juga adalah mengenai persepsi pengguna lulusan terhadap nilai tambah penggunaan metode pembelajaran E-Learning.

Mengenai aspek Input dari program, akan dievaluasi kesiapan dari para stakeholder yang memiliki peran aktif dalam pelaksanaan program, yakni mahasiswa, pengajar dan pengelola institusi pendidikan. Kesiapan yang dievaluasi dari mahasiswa dan pengajar adalah kesiapan motivasi, kemampuan , dan fasilitas pembelajaran berbasis E-Learning. Sementara aspek kesiapan yang akan dievaluasi dari pengelola institusi pendidikan adalah kesiapan infrastruktur dan sistim administrasi pendukung kegiatan pembelajaran berbasis E-Learning.

Mengenai aspek Process dari program, yang akan dievaluasi adalah apakah metode pembelajaran menggunakan E-Learning secara signifikan lebih baik dari metode pembelajaran tradisional. Indikator yang digunakan ada dua, yakni partisipasi mahasiswa dan pemahaman materi. Selain itu, akan dievaluasi apakah pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan E-Learning pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia sudah sesuai dengan rencana kegiatan pembelajaran yang diajukan dan apakah ada penerapan metode pembelajaran yang masih dapat diperbaiki.

Mengenai aspek Product, akan dievaluasi apakah sasaran kegiatan yang diajukan dalam proposal sudah terpenuhi. Jika sasaran yang diajukan belum terpenuhi, maka akan dicari apakah penyebab sasaran kegiatan belum terpenuhi dan apa saja solusi yang dapat dilakukan.

III.2 Tujuan Evaluasi

Berdasarkan dengan latar belakang, perumusan masalah, dan pendekatan evaluasi yang digunakan, maka evaluasi program untuk Program Pembelajaran Berbasis E-Learning ini memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Menilai secara context, kesesuaian Program Pembelajaran Berbasis E-Learning dengan tujuan, situasi dan kondisi kegiatan pembelajaran mata kuliah MSDM di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

2. Menilai secara input, kesiapan mahasiswa dan pengajar sudah siap untuk menggunakan Program Pembelajaran Berbasis E-Learning, serta kesiapan fasilitas dan institusi pendukung pelaksanaan Program Pembelajaran Berbasis E-Learning

3. Menilai secara process, konsistensi implementasi Program Pembelajaran Berbasis E-Learning dalam mata kuliah MSDM terhadap panduan pembelajaran E-Learning dan rencana kegiatan yang diajukan.

4. Menilai secara product, pencapaian sasaran yang diajukan dalam proposal kegiatan Program Pembelajaran Berbasis E-Learning untuk mata kuliah MSDM.

III.3 Lingkup tempat dan waktu evaluasi

Evaluasi akan dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Evaluasi akan dilakukan terhadap penerapan Program Pembelajaran Berbasis E-Learning untuk mata kuliah MSDM yang akan berjalan pada kalender akademik semester pendek 2009-2010.

Evaluasi akan dilaksanakan selama satu semester pendek atau sekitar dua bulan, mulai dari awal semester pada bulan Juni 2009 hingga akhir semester pada bulan Agustus 2009.

Evaluasi dilaksanakan pada enam kelas mata kuliah MSDM. Tiga kelas akan menggunakan Program Pembelajaran Berbasis E-Learning, sementara tiga kelas lainnya akan menggunakan Program Pembelajaran Konvensional.

III.4 Pertanyaan Evaluasi

No.

Pertanyaan Evaluasi

Sasaran

Pengumpulan Data

Analisis

1

Apakah rencana kegiatan pembelajaran yang diajukan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diajukan?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

2

Apakah pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan E-Learning pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia sudah sesuai dengan rencana kegiatan pembelajaran yang diajukan?

Pengajar

Wawancara

Analisis Statistik dan Komparasi

Mahasiswa

Kuesioner

3

Apakah sasaran kegiatan yang diajukan sudah layak dan sesuai dengan tujuan kegiatan dan kondisi yang dihadapi?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

4

Apakah sebenarnya mahasiswa sudah siap menerapkan metode pembelajaran E-Learning?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

5

Apakah sebenarnya pengajar sudah siap menerapkan metode pembelajaran E-Learning?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

6

Apakah sebenarnya sistim administrasi yang dimiliki oleh institusi pendidikan sudah dapat mengakomodasi penerapan metode pembelajaran E-Learning?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

7

Apakah sebenarnya infrastruktur yang disediakan oleh institusi pendidikan sudah memadai untuk penerapan metode pembelajaran E-Learning?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

Koneksi Internet Kampus

Observasi Lapangan

8

Apakah partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran di kelas yang menggunakan E-Learning lebih tinggi dari partisipasi mahasiswa di kelas yang menggunakan metode pembelajaran tradisional?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Mahasiswa

Kuesioner dan Observasi Lapangan

9

Apakah pemahaman materi mahasiswa di kelas yang menggunakan E-Learning lebih tinggi dari pemahaman materi mahasiswa di kelas yang menggunakan metode pembelajaran tradisional?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data dan Perbandingan Nilai Ujian

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Nilai Ujian

10

Apakah sasaran kegiatan yang diajukan dalam proposal sudah terpenuhi?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

a.

Jika sudah, apakah ada bagian dari implementasi metode pembelajaran E-Learning yang masih dapat diperbaiki?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

b.

Jika belum, apakah penyebab sasaran kegiatan belum terpenuhi dan apa saja solusi yang dapat dilakukan?

Pengajar

Wawancara

Triangulasi Data

Pengelola

Wawancara

Mahasiswa

Kuesioner

11

Apakah pengguna lulusan melihat adanya nilai tambah atas penggunaan metode pembelajaran E-Learning?

Pengguna Lulusan

Kuesioner

Analisis Statistik

III.5 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data

Beberapa metode pengumpulan data yang akan dilakukan, antara lain:

a. Wawancara

Salah satu metode yang digunakan untuk menggali pandangan stakeholder, khususnya pengajar dan pengelola institusi pendidikan, adalah metode wawancara. Untuk menjawab pertanyaan evaluasi yang menyangkut stakeholder tertentu, akan dilakukan wawancara terpandu (guided interview) terhadap perwakilan stakeholder yang diundang secara khusus.

Untuk perwakilan pengelola institusi pendidikan, jika memungkinkan akan mengundang Dekan dan Kepala Departemen yang bersangkutan sebagai narasumber. Jika dua pejabat tersebut berhalangan, maka Manajer bidang Pendidikan dan Manajer bidang Administrasi dan Infrastruktur (Adfastur) akan diminta sebagai perwakilan pengganti.

Untuk perwakilan pengajar, akan diambil dua orang pengajar dari kelas yang sudah menggunakan metode pembelajaran berbasis E-Learning dan dua orang pengajar dari kelas yang belum menggunakan metode pembelajaran berbasis E-Learning sebagai narasumber.

b. Observasi Lapangan

(1) Observasi Konektivitas Internet Kampus

Observasi ini dilakukan dengan mencoba mengakses situs Student Centered e-Learning Environment (SCeLE) yang merupakan platform LMS (Learning Management System) yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia menggunakan Jaringan UI TerpAdu (JUITA). SCeLE ini juga yang digunakan dalam program pembelajaran berbasis E-Learning sebagai sarana interaksi pengajar dan mahasiswa melalui internet.

Observasi dilakukan pada tiga waktu yang berbeda (pukul 8.00, 12.00 dan 20.00 WIB) dari dua access point yang berbeda (menggunakan wireless JUITA dari kampus dan menggunakan jaringan internet dari warnet di sekitar kampus) setiap hari selama satu minggu. Hasil observasi ini adalah rerata kecepatan loading halaman muka yang akan digunakan untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur bandwidth yang disediakan JUITA.

(2) Observasi Partisipasi Mahasiswa dalam Kelas

Observasi ini dilakukan secara acak pada satu kelas mata kuliah MSDM yang menggunakan program pembelajaran berbasis E-Learning dan satu kelas mata kuliah MSDM yang belum menggunakan program pembelajaran berbasis E-Learning. Observasi ini dilakukan selama jam perkuliahan. Observasi dilakukan secara simultan pada materi pertemuan yang sama, oleh dua kelompok yang masing-masing terdiri dari tiga orang pengamat. Pengajar dan mahasiswa akan diberitahu terlebih dahulu bahwa mereka akan diobservasi, walaupun tanggal pasti pelaksanaan observasi akan dirahasiakan hingga hari-H.

c. Survey dengan Kuesioner

Survey akan dilaksanakan untuk menggali pandangan dan persepsi mahasiswa sebagai pengguna program serta perwakilan industri dan asosiasi profesi sebagai pengguna dari mahasiswa yang sudah lulus. Metode ini dipilih karena jumlah stakeholder terlalu banyak untuk diambil sampel yang cukup mewakili untuk wawancarai. Oleh karena itu, untuk dua kelompok stakeholder ini diputuskan untuk dilakukan survey menggunakan kuesioner.

Survey untuk mahasiswa dilakukan secara serentak pada waktu yang sudah dialokasikan sebelum mahasiswa mulai mengerjakan UAS. Tidak ada proses sampling pada survey ini karena semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah MSDM yang menggunakan program pembelajaran berbasis E-Learning sebanyak tiga kelas harus berpartisipasi dalam survey ini.

Sementara itu, untuk survey terhadap pengguna lulusan dilakukan melalui alumnus yang sudah bekerja kepada atasan langsung mereka dan alumnus yang sedang tergabung dalam suatu asosiasi profesi tertentu. Diperkirakan akan diperoleh data dari kurang lebih 150 orang responden yang dipilih secara kuota, dengan target kurang lebih 100 responden dari pengguna industri dan 50 responden dari asosiasi profesi.

d. Ujian

Umumnya ujian diadakan dua kali setiap semester, yakni Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Ujian dilakukan secara paralel, dengan soal yang sama, untuk enam kelas Manajemen Sumber Daya Manusia. Soal ujian disusun bersama oleh tim dosen berdasarkan materi perkuliahan yang telah diajarkan, dengan bentuk pilihan ganda sebanyak 75 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 150 menit secara closed book.

III.6 Teknik dan Analisis Data

  1. Triangulasi Data

Untuk memperoleh kebenaran, evaluasi ini menggunakan teknik triangulasi. Menurut Patton, triangulasi data berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Moleong, 1990: 178). Triangulasi data dari penelitian ini diperoleh dengan melakukan cross-check informasi antara informan yang satu dengan informan yang lain. Adapun dari beberapa macam teknik triangulasi, maka pada penelitian ini yang akan digunakan adalah teknik triangulasi sumber.

Triangulasi sumber adalah teknik yang digunakan dengan cara membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.

Triangulasi sumber ini dapat dilakukan dengan beberapa jalan, yaitu :

· Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.

· Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

· Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.

· Membandingkan keadaan dan prespektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang, seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, dan orang pemerintahan.

· Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan.

Dari kelima jalan dalam proses triangulasi sumber tersebut, maka pada evaluasi ini akan digunakan jalan dengan membandingkan (1) hasil wawancara dengan hasil pengamatan, (2) perspektif berbagai stakeholder (mahasiswa, pengajar dan pengelola), dan (3) hasil wawancara dengan dokumen yang berkaitan (hasil ujian mahasiswa).

  1. Analisis Statistik

Untuk hasil kuesioner dari mahasiswa dan pengguna, akan dilakukan analisis statistik deskriptif menggunakan software SPSS. Sementara, untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai mahasiswa antara kelas yang menggunakan E-Learning dengan yang tidak, akan dilakukan uji beda 2 sampel independent terhadap hasil ujian tengah semester dan ujian akhir semester seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah MSDM.


Lampiran A:

Evaluation Standards

Digunakan

Tidak Digunakan

Tidak Dapat Digunakan

U1

Stakeholder Identification

V

U2

Evaluator Credibility

V

U3

Information Scope and Selection

V

U4

Values Identification

V

U5

Report Clarity

V

U6

Report Timeliness and Dissemination

V

U7

Evaluation Impact

V

F1

Practical Procedures

V

F2

Political Viability

V

F3

Cost Effectiveness

V

P1

Service Orientation

V

P2

Formal Agreements

V

P3

Rights of Human Subjects

V

P4

Human Interactions

V

P5

Complete and Fair Assessment

V

P6

Disclosure of Findings

V

P7

Conflict of Interest

V

P8

Fiscal Responsibility

V

A1

Program Documentation

V

A2

Context Analysis

V

A3

Described Purposes and Procedures

V

A4

Defensible Information Sources

V

A5

Valid Information

V

A6

Reliable Information

V

A7

Systematic Information

V

A8

Analysis of Quantitative Information

V

A9

Analysis of Qualitative Information

V

A10

Justified Conclusions

V

A11

Impartial Reporting

V

A12

Metaevaluation

V


Daftar Pustaka

Badan Penjaminan Mutu Akademik Universitas Indonesia. (2007). Pedoman Penjaminan Mutu Penyelenggaraan E-Learning. http://www.clr.ui.ac.id

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Buku Panduan Akademik 2008/2009.

Mustaqim, M (2007) Laporan Akhir Pengembangan Materi Pembelajaran Berbasis E-Learning pada Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.

Langbein, L. & Felbinger, C. L. (2006). Public Program Evaluation. New York: M. E. Sharpe, Inc.

The Joint Committee on Standards for Educational Evaluation. (1994). The Program Evaluation Standards, 2nd edition, How to Assess Evaluation of Educational Programs. Thousand Oaks, California: Sage Publications, Inc.

Lexy J. Moleong. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya

Universitas Indonesia

July 09 2009 02:09 pm | Papers

2 Responses to “PROPOSAL EVALUASI PROGRAM: Implementasi Program Pembelajaran Berbasis E-Learning pada Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia”

  1. dessy paratiwi Says:

    Pengimplementasian elearning yang telah menjadi bagian dari pembelajaran di lingkungan Universitas Gunadarama yang terus diperlukan oleh para pendidik dan mahasiswa, oleh karena itu Kami memiliki situs elearning yang dapat menjadi bahan referensi ataupun pengembangan pembelajaran, silahkan anda kunjungi situs kami http://elearning.gunadarma.ac.id

  2. fariez Says:

    mas imam. saya boleh minta data microsoft wordnya? klo bisa kirim ke email saya fariez_libra@yahoo.co.id

    sebelumnya terima kasih