Ujian Akhir Semester

Topik Khusus Teknik Komputer 1

Tahun Ajaran 2015/2016

Dosen : Ardiansyah, M.Eng

Heinz Kristian Pramono

Teknik Elektro / 1306402816

1.

a. SMART KWH Reader and Planning adalah sebuah KWH meter berbasiskan android, dimana akan menggunakan KWH meter konvensional yang dikoneksikan kedalam jaringan internet untuk diintegrasikan menggunakan aplikasi android di smartphone pengguna. SMART KWH Reader and Planning ini dapat menampilan konsumsi Daya listrik secara real-time, rencana penghematan energi, hingga pengelolaan saldo daya listrik. Rencana penghematan energi dapat digunakan untuk merancang dalam skala harian, mingguan, maupun bulanan dengan terdapat berbagai fitur notifikasi yang dapat memberitahukan kondisi pulsa, batasan limit untuk perancangan anggaran energi, dan sebagainya.

Aplikasi ini dapat diunduh secara langsung melalui google play store untuk digunakan pada platform android.

Alat ini bertujuan agar masyarakat pada umumnya mendapatkan kemudahan untuk menghemat listrik, melakukan perancangan penghematan energi listrik, dan monitoring konsumsi energi listrik.

Tahap pengembangan proyek ini ada lima, sebagai berikut :

  • Pembuatan device dan GUI aplikasi. GUI ( Graphical User Interface ) yang dibuat, diharapkan dapat mempermudah user untuk mengoperasikan sistem tersebut.

.aplikasi

  • Pengembangan Aplikasi dan Integrasi pada Device. Pengembangan aplikasi dan integrasi dimaksudkan untuk Fit and Proper Test apakah aplikasi tersebut dapat berjalan dengan baik pada device yang diinginkan.
  • Instalasi pemasangan smart KWH meter dan reader, serta error check. Installasi ini artinya adalah pemasangan kWh meter pada sistem perumahan secara langsung untuk mengecek kondisi secara nyata.
  • Maintenance alat dan aplikasi. Maintenance dimaksudkan untuk mengecek kondisi alat secara berkala agar terjaga kualitas dari alat tersebut.
  • Standarisasi kWh meter milik PLN. Standarisasi dimaksudkan agar kedepannya seluruh kWh meter PLN memiliki fungsi untuk dimonitoring secara online menggunakan sistem yang dibuat.

b. Hasil yang diharapkan adalah masyarakat sadar akan pemakaian jumlah daya listrik per hari, sehingga mereka dapat melakukan penghematan, terutama dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh alat ini seperti perancangan penghematan dan juga notifikasi. Evaluasinya adalah tampilan GUI agar lebih user-friendly, rangkaian elektronika & konektivitas yang lebih robust, dan juga kerjasama dengan pihak PLN untuk mengaktifkan fitur pembelian via mobile.

c. Inovasi yang terdapat pada alat kami adalah :

  1. Penggunaan sensor arus, untuk menghitung jumlah daya yang keluar (Sensor ini lebih murah dibandingkan dengan sensor daya). Selain itu dikarenakan pasokan tegangan ke perumahan adalah tetap yaitu 220V.
  2. Konektivitas ke android system untuk monitoring, perancangan hemat energi, dan juga notifikasi.
  3. Kerjasama dengan berbagai pihak banking dan juga PLN untuk mempermudah fitur pembelian saldo listrik.
  4. Tampilan pada android, hal ini mempermudah pengguna, dikarenakan populasi gadget android yang memiliki jumlah lebih tinggi dibandingkan operating system lainnya.

Dengan 4 inovasi di atas, maka membawa nilai kebermanfaatan untuk pemantauan, penghematan, dan kemudahan untuk pembelian & penggunaan daya listrik perumahan.

D. Menginisiasikan konsep alat, teknis cara kerja, serta perancangan dari segi hardware. Pembuatan design x-banner untuk showcase. 

2.

Judul : Osram Lightify

osram

Osram Lightify ini adalah sebuah teknologi lampu yang menggunakan smart devices dan variable resistor, sehingga dapat diubah mulai dari intensitas terang lampu, hingga warna yang diinginkan. Hal ini dimungkinkan karena arsitektur lampu yang menggunakan RGB (Red Green Blue) sehingga dapat menghasilkan berbagai macam warna sesuai dengan keinginan, selain itu dapat diatur pula untuk tingkat lumen lampu yang diinginkan, hal ini dapat dinyatakan melalui pengubahan besar tegangan yang masuk ke dalam lampu.

Teknologi yang digunakan :

Lampu ini menggunakan beberapa teknologi seperti microcontroller, wi-fi module, variable resistor. Komponen-komponen ini berfungsi untuk menghubungkan antara lampu-hub-perangkat android dan juga fitur pengubahan warna lampu dan intensitas lumen lampu. Teknologi ini menggabungkan beberapa unsur seperti pengubahan warna LED yang menggunakan arsitektur RGB (Red Green Blue) sehingga gabungan antara beberapa ataupun 3nya akan menghasilkan warna-warna tertentu. Selain itu terdapat pula fitur untuk menghemat daya listrik yang digunakan, karena menggunakan LED (Light Emitting Diode), dapat diubah daya lampunya untuk kondisi tertentu seperti penambahan atau pengurangan intensitas, sehingga apabila tidak diperlukan cahaya yang terlalu terang, maka dapat diturunkan daya yang masuk sehingga terjadi efisiensi daya sesuai dengan kebutuhan.

Hal-hal yang perlu ditingkatkan :

  1. Auto Detection, auto detection ini dapat berupa deteksi orang ataupun suasana, sehingga warna lampu dapat berubah-ubah sesuai dengan suasana disekitar lampu tersebut, hal ini sangat berguna untuk dunia sound entertainment. 
  2. Pengaturan mode/profile yang dapat diaktifkan melalui suara, karena akan mempercepat/mempermudah untuk pengubahan mode, dibandingkan mengaktifkannya melalui smartphones.
  3. Light Detection, untuk mendeteksi sinar yang berada di sekitar lampu, sehingga dapat mengurangi intensitas lampu apabila suasana disekitar lampu sudah menjadi terang, apabila hal ini diterapkan pada lebih dari 1 lampu, maka dapat mempermudah sinkronisasi dan efisiensi penggunaan daya lampu sesuai dengan kebutuhan.

3. 

Green Internet of Things for Smart World

CHUNSHENG ZHU1 , (Student Member, IEEE), VICTOR C. M. LEUNG1 , (Fellow, IEEE), LEI SHU2 , (Member, IEEE), AND EDITH C.-H. NGAI3 , (Senior Member, IEEE) 1Department of Electrical and Computer Engineering, The University of British Columbia, Vancouver, BC V6T 1Z4, Canada 2Guangdong Provincial Key Laboratory of Petrochemical Equipment Fault Diagnosis, Guangdong University of Petrochemical Technology, Maoming 525000, China 3Department of Information Technology, Uppsala University, Uppsala 751 05, Sweden Corresponding author: C. Zhu (chunsheng.tom.zhu@gmail.com)

Summary :

Smart World di masa depan akan berisi atas berbagai macam smart devices yang akan mengakibatkan peningkatan konsumsi daya listrik. Maka, perlu dibuatlah suatu sistem green IOT agar peralatan-peralatan tersebut dapat menggunakan daya seefisien mungkin dan jika dimungkinkan maka akan mandiri secara energi (self charging). Jurnal ini membahas arahan riset terbarukan untuk mendukung green IoT dan smart world.

Technical Contents :

ICT

Tabel di atas adalah contoh penerapan green IOT pada berbagai aplikasi di berbagai bidang. Pada dasarnya penggunaan Green-IOT lebih mengacu pada penggunaan daya seefisien mungkin untuk mencapai output sesuai yang diinginkan, sehingga green-iot mengacu pada regulasi jumlah daya yang dikonsumsi untuk setiap peralatan IoT. Sehingga dapat dilihat pada tabel bahwa penerapan green-IoT sudah terdapat dalam berbagai macam bidang dan akan menjadi Trend ke depannya, khususnya untuk berbagai perangkat-perangkat yang berbasiskan smart-system.

Comments :

Jurnal ini sudah mengupas dengan baik alasan-alasan mengenai mengapa harus menggunakan sistem green-IoT dalam penerapan Internet Of Things. Akan lebih baik jika :

  1. Penerapan IoT melihat sistem secara keseluruhan, jangan hanya melihat per-part komponen saja, karena pada dasarnya apabila terdapat sebuah komponen yang over-consumption, bisa jadi untuk mengurangi konsumsi daya pada peralatan lainnya dalam suatu sistem.
  2. Perhitungan realistis dalam bentuk angka sangat diperlukan untuk membandingkan seberapa efektif penggunaan green-IoT dibandingkan dengan IoT pada umumnya
  3. Akan sangat disarankan untuk mengembangkan :
    1. Arsitektur sistem efisiensi energi
    2. Penggunaan green-IoT dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesadaran dari si pengguna
    3. Manajemen dari efisiensi energi cloud system

Written by Heinz Kristian Pramono