Organisasi dan lingkungan

-Organisasi dan lingkungan saling tergantung

-Lingkungan secara langsung mempengaruhi outcomes

-Organisasi juga memodifikasi dan memilih lingkungannya

-Lingkungan mensuplai materia dan ingredients yang membentuk organisasi

Ada tiga teori organisasi dan lingkungan:

-Resource Dependency Theory

-Institutional Theory

-Theory of Organizational Ecology

Resource Dependency Theory:

Asumsi:

Organisasi diasumsikan tersusun dari gabungan internal dan eksternal dari hasil social exchange yang dibentuk untuk mempengaruhi dan mengendalikan perilaku

Lingkungan diasumsikan memiliki sumber daya langka dan bernilai tinggi yang dibutuhan organisasi agar bisa bertahan hidup. Dengan demikian lingkungan membawa persoalan organisasi yaitu ketidakpastian dalam akuisisi sumber daya

Organisasi diasumsikan berupaya mencapai dua tujuan yang saling berhubungan: menguasai sumber daya yang membuat ketergantungannya pada organisasi lain diminimalkan dan menguasai sumber daya yang meminimalkan ketergantungan organisasi lain pada diri mereka à berdampak pada pertukaran antara organisasi dengan demikian mempengaruhi power organisasi

RDT – melihat hubungan antar-organisasi dan juga antar-subunit di dalam satu organisasi

Pfeffer, J. and G. Salancik (1978):

RDT difokuskan pada konsekuensi perbedaan power antara organisasi satu dengan lainnya

Organisasi tergantung pada lingkungan agar bisa bertahan hidup

ketergantungan ini mengakibatkan eksternal mengontrol situasi

Perilaku organisasi adalah respons pada ketergantungannya atau terbatasnya lingkungan atau upaya membebaskan diri dari keterbatasan atau ketergantungan atau ketidakpastian itu

Organisasi berupaya manage lingkungannya untuk mengurangi ketergantungannya dan ketidakpastian itu agar bisa mendapatkan kebebasan bertindak dan stabilitas

Organisasi tidak otonom, organisasi tergantung pada organisasi lainnya dan mencoba bagaimana mengendalikan ketergantungannya itu

Teori power-dependence relations: memahami organisasi mana tergantung (constrained) organisasi lainnya

àhubungan atau pertukaran atau exchange not equally important bagi dua organisasi à hubungan atau ketergantungan itu asimetris

ketergantungan yang asimetris menghasilkan power

power ada pada organisasi yang mengendalikan sumber daya

power muncul dari:

possesion of the resource

ownership of the resource

control of access to the resource

control of actual use of the resource (mis. air traffic controller)

making the rules that regulate the resources

Institutional Theory

Paul J DiMaggio dan Walter W Powell (1983):

Teori institusional: perilaku organisasi atau keputusan yang diambil organisasi dipengaruhi oleh institusi di luar organisasi yang kuat (seperti negara, norma sosial, tradisi, konvensi)

Organisasi akan berupaya untuk menyesuaikan diri atau isomorphic akibat tekanan dari luar itu jika ingin bertahan hidup

Tiga proses menyesuaikan diri:

coercive isomorphism: proses penyesuaian menuju kesamaan dengan “pemaksaan.” Tekanan datang

dari pengaruh politik dan masalah legitimasi.

mimetic isomorphism: organisasi meniru organisasi lain yang berhasil dalam satu bidang, meskipun

organisasi peniru tidak tahu persis mengapa mereka meniru, bukan karena dorongan supaya lebih efisien.

normative isomorphism sering diasosiasikan dengan profesionalisasi dan menangkap tekanan normatif

yang muncul di bidang tertentu.

Norma bisa berasal dari pendidikan formal dan sosialisasi pengetahuan formal itu di bidang tertentu yang menyokong dan menyebarkan kepercayaan normatif itu.

Organizational Ecology

Organizational ecology theory menggunakan prinsip-prinsip dari biologi, ekonomi, dan sosiologi.

Organizational ecology mempelajari lingkungan di mana organisasi berkompetisi dan terjadinya proses seleksi alam

Organizational ecology theory menggunakan analisis statistik untuk memahami kondisi di mana organisasi lahir (firm founding), tumbuh dan berubah, dan mati (firm mortality)

Ada tiga level analisis populasi ekologi:

menjelaskan laju kelahiran dan kematian di dalam satu populasi

menjelaskan vital-rate interaksi antar-populasi

mempelajari “communities of populations” yang berbagi lingkungan serupa

Theory fragment:

Inertia dan change: organisasi yang reliable dan accountable adalah yang bisa bertahan hidup (lolos

seleksi alam). Agar bisa reliable dan accountable, organisasi harus memiliki tingkat inersia

(kelembamban) dan resistensi pada perubahan.

Niche width: menjelaskan variasi struktur organisasi yang berbeda (generalis versus spesialis) dibentuk

oleh lingkungan. Organisasi spesialis memaksimalkan upayanya mengeksploitasi lingkungan dan menerima

risiko berubah di lingkungan itu. Organisasi generalis kurang mengeksploitasi lingkungan supaya memiliki

keamanan lebih besar. Spesialisasi cocok di lingkungan yang stabil.

Resource partitioning: melihat hubungan antara organisasi generalis dan spesialis dan memperkirakan

laju kelahiran dan kematian dua jenis organisasi sebagai fungsi dari konsentrasi pasar (unconcentrated

atau concentrated). Semakin banyak tersedia sumber daya, semakin besar peluang organisasi spesialis

berhasil beroperasi di concentrated market.

Density dependence: memperkirakan laju kelahiran dan kematian organisasi  tergantung pada jumlah

organisasi (density) di pasar. Dua mekanismenya yaitu legitimasi dan kompetisi. Proses legitimasi gagal

pada keadaan jumlah organisasi sedikit (tingkat kematian tinggi) dan kompetisi gagal pada keadaan

jumlah organisasi banyak (tingkat kelahiran tinggi). Laju kelahiran meningkatkan jumlah organisasi

(dengan naiknya legitimasi) tetapi kemudian kelahiran organisasi menurun pada keadaan jumlah organisasi

banyak (akibat kompetisi). Sebaliknya untuk angka kematian. Hubungan antara densitas dengan laju

kelahiran mengikuti kurva U terbalik dan hubungan densitas dengan laju kematian mengikuti kurva U.

Age dependence: melihat hubungan risiko kematian organisasi dengan umur. Ada tiga hubungan:

Liability of newness: risiko gagal tinggi di awal, kemudian turun sejalan dengan bertambahnya

umur

Liability of adolescene: risiko mati rendah pada awalnya ketika organisasi dilindungi (buffered)

dari kegagalan karena dukungan eksternal dan internal. Ketika dukungan awal itu berkurang,

kematian meningkat dan kemudian turun perlahan mengikuti pola newness.

Liability of aging: risiko gagal meningkat sejalan dengan umur organisasi akibat liability of

senescence (terjadi ketidakefisienan di dalam karena umur tua organisasi) atau liability of

obsolescence (membesarnya ketidakcocokan eksternal yaitu dengan lingkungan).

Legitimasi: terjadi ketika proses diterima sebagai sesuatu yang alami, cenderung meningkatkan laju kelahiran organisasi dan mengurangi kematian organisasi yang peduli pada proses itu.

Kompetisi: didasarkan pada satu populasi organisasi tergantung pada sumber daya yang sama (misalnya konsumennya sama). Kompetisi kebalikan dari legitimasi. Kompetisi cenderung mengurangi kelahiran dan meningkatkan kematian.

Kurva U terbalik: ketika densitas meningkat, kekuatan besar legitimasi cenderung meningkatkan kelahiran tetapi kemudian pada keadaan densitas menjadi semakin tinggi, kekuatan kompetisi yang lebih besar akan cenderung mengurangi laju kelahiran à mengikuti kurva U terbalik.

Red Queen adaptation: pada ekologi, keberhasilan satu spesies beradaptasi pada lingkungan akan menyebabkan lingkungan buruk bagi spesies lainnya, sehingga spesies lain itu harus berjuang keras menghadapi situasi baru itu.

This entry was posted on Monday, December 15th, 2008 at 1:23 pm and is filed under Sociology of Organization. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.