Puasa dibulan Ramadan wajib dilakukan untuk semua muslim dewasa dari fajar sampai senja, kecuali orang yang memenuhi persyaratan tertentu. Populasi muslim dewasa diperkirakan berkisar 1,06 miliar jiwa melakukan penahanan diri terhadap aktivitas makan, merokok, dan seksual hingga waktu senja. Penelitian efek puasa banyak dilakukan pada pasien diabetes atau memiliki penyakit lainnya. Kebiasaan makan dan kegiatan fisik lainnya di Pakistan mungkin berbeda dibandingkan dengan populasi muslim di negara lainnya. Studi klinis tentang efek puasa pada anak muda Pakistan tergolong sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek puasa Ramadan pada tekanan darah, glukosa puasa, kolesterol, trigliserida, lipid kepadatan tinggi, lipid kepadatan rendah, asam urat, HbA1c, berat badan, indeks massa tubuh, indeks adipositas tubuh, dan indeks adipositas visceral di antara mahasiswa kedokteran yang berpuasa.

Pengukuran sampel untuk penelitian dihitung menggunakan perubahan dalam kepadatan tinggi nilai lipoprotein. Penelitian tersebut menggunakan 35 mahasiswa kedokteran tahun keempat dari universitas kedokteran di Karachi. Pengambilan sampel dilakukan tahun 2011 pada bulan Ramadan dengan durasi puasa sekitar 15 jam. Pengambilan dilakukan tiga kali selama selang 10 hari dan diberi kuesioner. Pengukuran fisik selama pengambilan sampel dilakukan dengan mengukur tekanan darah, tinggi dan berat badan, penggang, dan indeks aktivitas olahraga. Pengukuran lainnya yaitu nilai Metabolic Energy Turnover (MET) dan Body Mass Index (BMI). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan analisis ANOVA.

Penelitian dengan 35 sampel menunjukkan adanya perubahan pada rata-rata berat badan, rata-rata indeks aktivitas, tekanan darah sistolik, dan data lainnya kecuali glukosa, kolesterol, dan HbA1c. Rata-rata berat badan menurun setelah pengambilan sampel ketiga, tetapi tidak signifikan dalam statistik. Nilai mean BMI mengalami penurunan setelah pengambilan sampel ketiga, begitu juga dengan rasio panggul dan indeks aktivitas, tetapi tidak signifikan. Tekanan darah sistolik mengalami peningkatan, tetapi tidak signifikan. Trigliserida mengalami penurunan dan kenaikan disetiap pengambilan sampel. Efek puasa tidak berpengaruh signifikan terhadap glukosa dan kolesterol atau kadar trigliserida. Lipid kepadatan tinggi mengalami penurunan, sedangakan lipid kepadatan rendah mengalami kenaikan. HbA1c tidak mengalami perubahan signifikan. Asam urat mengalami peningkatan dan penurunan disetiap pengambilan sampel.

Penelitian efek puasa pada mahasiswa kedokteran di Karachi tidak mengambil perlakuan kontrol sebagai pembanding, karena sulit mencari sampel di Pakistan. Rata-rata berat badan mengalami penurunan pada bulan Ramadan karena pengurangan asupan cairan dan penurunan glikogen terikat. Pengaruh lainnya berdampak pada BMI, walaupun tidak signifikan. Rasio pinggul pada bulan puasa mengalami penurunan karena pengurangan latihan fisik selama puasa. Tekanan darah mengalami peningkatan, walaupun tidak signifikan. Tingkat glukosa darah mengalami penurunan pada bulan puasa dan meningkat kembali memasuki bulan Syawal. Penurunan kadar glukosa tersebut karena aktivitas glukoneogenesis yang tinggi. Kolesterol dan lipid kepadatan tinggi mengalami penurunan pada bulan puasa, tetapi lipid kepadatan rendah mengalami peningkatan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan temuan yang saling bertentangan terkait efek puasa Ramadan pada mahasiswa kedokteran, terutama perilaku budaya dan regional. faktor-faktor seperti diet pola, praktik sehari-hari, tidur dan fisik kegiatan, musim puasa, jenis lokasi pekerjaan, iklim dan geografis, mempengaruhi biokimia dan fisiologis dari orang yang berpuasa, namun, karena ukuran sampel yang tidak memadai dan pemilihan peserta dengan sampling yang mudah, hasil dari penelitian tersebut seharusnya dibaca dengan hati-hati.

Daftar Pustaka

Khan, Nazeer, Abdur Rasheed, Hassaan Ahmed, Faiza Aslam, and Fatima Kanwal. 2017. “Effect of Ramadan Fasting on Glucose Level, Lipid Profile, HbA1c and Uric Acid among Medical Students in Karachi, Pakistan.” Eastern Mediterranean Health Journal 23(4): 274–79. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28634977.

Written by FERDI ANDA SITEPU

Biology student in Unversity Indonesia