Seminar Atamerica Mengenai Social Media : do’s and dont’s. Oleh @ndorokakung dan @arijuliano

Tanggal 18 Januari 2011 kemarin, saya mengikuti seminar di atAmerica mengenai social media : do’s and don’t. Terdapat dua pembicara yakni @ndorokakung dan @arijuliano

Penjelasan @ndorokakung

Indonesia merupakan salah satu pengguna social media terbesar. Untuk facebook penggunanya merupakan ke 2 terbanyak di dunia yakni 33,920,020[1]. Sedangkan penggunaan twitter di Indonesia merupakan ke 6 terbesar di dunia[2] . @ndorokakung mengatakan pengguna twitter di Indonesia mencapai 16 juta menurut BBC. Sedangkan pengguna blog lebih sedikit yakni 76.817[3]. masih menurut @ndorokakung hal ini dikarenakan kebanyakan orang Indonesia lebih sering menggunakan tradisi lisan dibanding tulisan. Contoh kecilnya warkop lebih ramai dibanding perpustakaan. Selain itu juga ada Plurk, Jaiku, Quora, Formspring dan Tuitwit. Selain itu terdapat user generated content, dimana pengguna yang tergabung dalam layanan sosial dapat memasukan konten ke dalam suatu situs. Hal ini tidak mudah. Menjalin komunitas sulit, karena membuat orang untuk ikut secara sukarela itu susah. Lalu ada juga pengintegrasian social media.. Pada dasarnya social media merupakan penggabungan layanan yang satu dengan yang lain. Banyak keuntungan yang dapat didapatkan melalui social media. Salah satu fenomenanya adalah pengajian melalui facebook di Lumajang dan banyak lagi. Sedangkan fenomena kejahatan melalui social media juga tidak sedikit. Antara lain yang dijelaskan @ndorokakung

1. Kejahatan social media memasang foto intel

Di suatu blog dipasang foto intel. Hal ini dapat merugikan orang yang dipasang fotonya itu. Pertama bila ia memang betul intel, dia bisa dikeroyok duluan. Atau lebih kasianl agi, kalau dia ternyata bukan intel dan dipukuli masyarakat saat ada demonstrasi misalnya.

2. Beraksi ala evan brimob

Di facebooknya, aggota brimob ini memasang status yang menjelek-jelekan polisi. Hal ini tentunya dianggap sebagai pendapat brimob keseluruhan yang merusak nama brimob.

3. Perang agama

Seorang murid yang dikeluarkan dari sekolah kristiani melakukan balas dendam dengan cara membuat blog sekolah tersebut yang berisi mengejek agama lain. Hal ini cukup membuat kewalahan sang kepala sekolah. Namun akhirnya pembuat blog ditangkap.

Do and don’t at social media by @ndorokakung

Do Don’t
Have picture on your profile Change your picture frequently
Think of its as a conversation Think of it as sales pitch
Ask for testimonials and feedback .build relationship Ask for money, customemrs and follower
Synchronize your contacts to find relevant connection Ad hundreds of peopleyoudont know yournetwork
Reserve your preferred username on all network Feel as though you have to be active on all social network
Update regularly Make people wonder what happened to you
Be responsive. Answer people question make comment Post anything you’ll be sorry later
Create consistent personal brand
Ask around if u dont know where to begin Miss out the benefits of social networking
Be yourself Steal content
Spread love Not war

————————————————————————————————————————————–

Berikutnya adalah penjelasan @arijuliano yang dapat diketahui lebih lanjut di lintasan.dagdigdug.com Beliau menjelaskan mengenai resiko dari social media dibidang hukum yang awal mulanya  biasanya adalah emosi yang tak terkontrol. Berikut contoh yang dipaparkan @arijuliano

-menghina nama baik orang

Dasar hukum yang berhubungan dengan cyberlaw

Pasal 310 kuhp

1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah

(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

UU RI no 11 th 2008 UU ITE[4]

pasal 27 UU ITE

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

pasal 28 ayat 2

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

3 pasal terakhir merupakan pasal yang digunakan dalam kasus Prita.

Karena itu hati-hati dalam menulis di internet, asal punya fakta, bisa memberi solusi dan common sense menulis di  internet tidak masalah.

-mengambil karya pihak orang lain

Berikut penjelasan yang saya dapat dari kaskus[5]

I. HAK CIPTA (COPYRIGHT) Hak Cipta adalah Hak Eksklusif bagi Pencipta atau Penerima Hak, untuk melakukan pengumuman ataupun memperbanyak suatu ciptaan. Perlindungan terhadap Hak Cipta meliputi : – Buku, Pamflet, Semua hasil karya tulis – Program Komputer (Software) – Ceramah, Kuliah, Pidato – Alat peraga untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan – Lagu atau musik (baik dengan teks atau tanpa teks) – Drama atau drama musical, seni tari, koreografi, perwayangan, pantomime – Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, seni gambar, seni ukir, seni patung, kolase, dan seni terapan. – Arsitektur – Peta – Seni Batik – Fotografi – Sinematografi – Terjemahan, tafsiran, saduranj, database, bunga rampai, dan hasil karya lain dari hasil pengalih wujudan.

II. HAK MILIK INDUSTRI (INDUSTRIAL PROPERTY RIGHTS) – PATEN (PATENT) Paten adalah Hak Eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Investor/penemu atas hasil invensi/penemuan barunya berbentuk produk ataupun proses produksi di bidang teknologi.

Perlindungan terhadap Paten meliputi : • Paten Sederhana : Setiap invensi (penemuan) berupa produk, alat, atau proses produksi baru dan mempunyai nilai kegunaan praktis disebabkan karena bentuk, konfigurasi, konstruksi atau komponennya. • Paten Biasa : Satu kesatuan invensi berupa suatu produk, alat, atau proses produksi baru yang memiliki keterkaitan antara satu invensi baru dengan invensi baru lainnya.

– MEREK (TRADEMARK) Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang digunakan dalam kegiatan perdagangan dan memiliki daya pembeda (berbeda) dengan barang-barang atau jasa-jasa yang diperdagangkan pihak lain.

– DESAIN INDUSTRI (INDUSTRIAL DESIGN) Desain Industri adalah suatu kreasi baru tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis, atau warna, atau garis dan warna, atau gabungannya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industry, atau kerajinan tangan.

– DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU (LAYOUT DESIGN OF INTEGRATED CIRCUIT) Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST) adalah suatu kreasi berupa rancangan peletakan bentuk tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk pembuatan Sirkuit Terpadu yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.

– RAHASIA DAGANG (TRADE SECRET) Rahasia Dagang adalah Informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga kerahasiaannya oleh Pemilik Rahasia Dagang.

@arijuliano menjelaskan bahwa sepanjang tidak menganggu kepentingan wajar boleh melakukan copy paste selama menyebut sumber. Selain itu juga terdapat creative commons

-Menyebar materi asusila

Sayangnya batasan isi UU pornografi[6] masih belum jelas, dikatakan dalam keterangannya bahwa selama untuk kepentingan pribadi tidak apa-apa namun hal yang berbeda terjadi pada kasus ariel. Hal ini dikarenakan polisi bertindak atas desakan masyarakat.

-Membuka rahasia pihak lain


[1] http://www.checkfacebook.com/ (19 januari 2011 jam 10.04)

[2] http://www.sysomos.com/insidetwitter/geography/ (19 januari 2011 jam 10.10)

[3] http://salingsilang.com/ (19 januari 2011 jam 10.24)

[4] www.lipi.go.id/intra/informasi/1250035982.pdf (19 januari 2011 jam 11.54)

[5] http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6114450 (19 januari 2011 jam 12.06)

[6] http://gesafalugongesa.wordpress.com/2008/11/04/isi-uu-pornografi-ri/ (19 januari 2011 jam 12.15)

Berikut tanggapan mengenai artikel ini di twitter

Posted in seminar, seminar terbuka | Comments Off on Seminar Atamerica Mengenai Social Media : do’s and dont’s. Oleh @ndorokakung dan @arijuliano

Pengantar Pemasaran; Promosi Coca-Cola

Pendahuluan

I. Latar belakang

Inti dari pemasaran adalah berkisar dari sebuah produk. Produk ini muncul dari adanya needs atau keinginan dasar manusia dan wants yaitu kehendak kuat yang diiringi dengan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan tadi. Dari kesadaran ini munculah berbagai macam produk. Setelahnya muncul masalah lain, yakni mengenai pemasaran dari produk tersebut. Bagaimana caranya agar suatu produk bisa ke tangan konsumen yang tepat.

Dalam memasarkan suatu produk, ada berbagai macam hal yang harus diperhatikan, antata lain kualitas, harga yang kompetitif, ketersedian produk dan yang juga penting adalah komunikasi antar produsen dan konsumen agar mengetahui informasi mengenai produk dan keberadaannya. Salah satu bentuk komunikasi ini adalah promosi.

Promosi merupakan bagian dari marketing mix yang sering disingkat menjadi 4 Ps yaitu product, price, place dam promotion. Promosi sendiri terdiri dari beberapa bagian antara lain personal selling, mass seling, publicity, dan sales promotion. Pada saat ini ada banyak perusahaan yang memproduksi satu jenis produk yang sama dan akhirnya menimbulkan kompetisi. Promosi berperan penting untuk positioning sehingga dapat diketahui kelebihan dari produk tersebut dan menjaga citra apabila ada permasalahan yang mengganggu kenaikan penjualan yang diinginkan produsen dan pemasar.

Majunya teknologi turut membantu dalam perkembangan promosi yang berdampak langsung terhadap penjualan di era gloabalisasi ini. Dengan berbagai media komunikasi cetak maupun elektronik seperti majalah, radio, televisi, internet, telepon genggam dan sebagainya memberikan banyak pilihan untuk produsen berkomunikasi dengan konsumen. Namun, di sisi lain hal ini menimbulkan permasalahan mengenai pengintegrasian ke semua media yang digunakan untuk menjaga penyatuan pesan dari berbagai media tersebut. Diperlukan strategi yang baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut

II. Permasalahan

Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) adalah salah satu cabang perusahaan berlisensi dari Amerika Serikat sebagai penghasil minuman terkenal di Indonesia. Salah satu produknya yang terkenal adalah Coca Cola, Selain itu juga Sprite, Fanta dan Frestea. Walaupun sudah cukup terkenal,  Coca Cola masih melakukan promosi baik above the line maupun below the line yang unik dan kreatif  untuk menjaga komunikasi dengan konsumen.

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai berbagai macam inovasi strategi promosi yang telah digunakan Coca cola dan sejauh mana promosi tersebut berkembang serta integrasi di semua media tersebut.

III. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini antara lain :

–          Mengetahui sejarah dan perkembangan Coca Cola

–          Mengidentifikasi bentuk inovasi promosi yang digunakan Coca Cola

–          Mengidentifikasi media yang digunakan Coca Cola dalam berpromosi

IV. Manfaat

Makalah ini diharapkan dapat membantu dalam beberapa hal, antara lain :

–          Mempelajari berbagai bentuk promosi

–          Mempelajari perkembangan coca cola dalam menghadapi tekanan pasar

–          Mempelajari inovasi terbaru dalam menghadapi pasar

ISI

I. Kerangka konseptual

Pemasaran adalah proses menciptakan suatu produk atau jasa berdasarkan kebutuhan dan keinginan sampai pada terjadinya pertukaran dipasar dengan hasil akhir kepuasan pelanggan sehingga didasarkan pada kepuasan pelanggan[1]. Menurut pendapat lain, pemasaran adalah proses merencanakan dan mengeksekusi konsepsi, harga, promosi dan distribusi dari ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan, keinginan dan tujuan dari konsumen atau organisasi[2]. Pendapat lain lagi mengatakan bahwa pemasaran adalah yang menyediakan arah yang diperlukan bagi produksi dan membantu memastikan pembuatan produk yang tepat dan cara penyampaiannya kepada konsumen[3]. Hubungannya dengan bisnis adalah pemasaran adalah bisnis itu sendiri. Pemasaran adalah inti dari suatu perusahaan. Pada awal sebelum memulai suatu  bisnis, inti yang harus dikerjakan adalah mengenai pengolahan sebuah pesan. Bagaimana suatu pesan dikemas agar konsumen mengetahui produk dan pemasaran dapat terjalan. Hal ini dinamakan promosi. Promosi berperan sebagai saluran komunikasi dengan konsumen. Selain promosi, terdapat marketing mix yang disingkat menjadi 4 Ps yang penting dalam pemasaran yaitu product, price, place, dan promotion. Pada makalah ini akan ditekankan dalam bidang promosinya saja.

Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada pembeli atau pihak lain dalam saluran untuk mempengaruhi sikap dan perilaku[4]. Promosi disebut juga saluran distribusi. Promosi adalah bentuk kegiatan mencari informasi mengenai produk dan pelanggannya yakni agar mempertemukan produk dengan pelanggannya (konsumer) dan mempertemukan produsen dengan pasarnya. Selain itu juga, untuk menciptakan positioning dan citra produk. Positioning dalam pemasaran berarti pengetahuan dan seni yang menempatkan produk atau jasa di satu segmen atau lebih dalam suatu pasar yang luas sedemikian rupa sehingga membuatnya jelas berbeda dengan yang lainnya[5]. Selanjutnya, terdapat dua jenis promosi yakni above the line dan below the line. Above the line berarti promosi yang dilakukan lewat media dimana agensi iklan dibayar karena menempatkan iklan tersebut misalnya lewat televisi, bioskop, radio, koran, dsb. Selanjutnya adalah below the line yaitu kegiatan promosi lainnya yang biasanya tidak disadari oleh konsumen .Sedangkan, inovasi menurut etimologi, berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru[6].

Tujuan promosi

Pada dasarnya tujuan promosi adalah meningkatkan awareness perusahaan dalam pasar. Selain itu juga untuk berkomunikasi, pemasar mengkomunikasikan informasi yang mereka miliki tentang suatu produk untuk mendorong pelanggan memilih produk mereka. Semakin besar informasi yang dterima pelanggan semakin besar kemugkinan pelanggan membeli produk. Tujuan lain adalah menguatkan sikap yang menimbulkan perilaku yang menguntungkan atau benar-benar merubah sikap dan perilaku pasar target pasar atau menstimulasi permintaan.  Tiga tujuan utama adalah memberitahukan, membujuk dan mengingatkan serta secara spesifik menentukan siapa objek yang diberitahu, dibujuk dan diingatkan.

Peranan promosi

Peranan promosi dalam suatu perusahaan antara lain adalah untuk menyediakan informasi, merangsang permintaan, membedakan produk, mengingatkan dan mempertahankan pelanggan royal, memberi dukungan kepada reseller, menghadang pesaing, menjawab berita negatif, merumuskan fluktuasi permintaan, mendorong trial produk, membujuk para pengambil keputusan, serta mempengaruhi perilaku.

Metode promosi

Kotler menyebutkan banyak metode promosi dalam promotion mix. Namun, terdapat empat metode promosi yang sering digunakan yaitu, personal selling, mass seling, publicity, dan sales promotion. Personal selling melibatkan pembicaraan antara penjual dan pelanggan potensial yang menyediakan umpan balik langsung. Sangat efektif apabila konsumen ingin melihat langsung cara kerja perusahaan namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Misalnya melalui salesman. Apabila ada keluhan di kemudian hari, konsumen akan langsung menghubungi salesman. Hal ini yang dimaksud penyediaan umpan balik yang telah disebut diatas. Mass selling atau penjualan masal kegiatan berkomunikasi dengan sejumlah besar pelanggan potensial pada saat yang sama. Salah satu bentuk utama mass selling adalah iklan. Iklan sendiri merupakan bentuk penyajian gagasan, barang atau jasa yang dibayar yang bersifat non-privat tapi terdapat sponsornya. Iklan adalah semua kegiatan komunikasi tidak langsung penyajian pesan non-personal. Selanjutnya, metode promosi publicity yang hampir sama dengan iklan. Bedanya adalah tidak dibayar. Bayaran yang dimaksud disini bukan kepada orang yang mempublikasikannya tetapi kepada media yang menayangkan publicity itu sendiri. Cara kerja seperti ini dilakukan public relation saat menarik perhatian jurnalis untuk menayangkan produknya. Public relation adalah komunikasi dan hubungan perusahaan dengan publik baik formal maupun informal. Terakhir, sales promotion adalah semua kegiatan promosi selain dari ketiga metode promosi yang telah disebutkan diatas yakni bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif (special selling effort). Misalnya melalui kontes, kupon atau free sampling. Contoh lainnya adalah pameran. Untuk produk baru, pameran digunakan untuk memperkenalkan produk, sedangkan untuk produk lama untuk mengenalkan citra baru bagi produk lama tersebut. Dibanding iklan, sales promotion lebih efektif mengirimkan pesan namun, apabila terlalu sering konsumen malah tidak akan membeli produk dan menunggu sales promotion berikutnya.

Strategi Promosi

Terdapat dua jenis strategi promosi, yaitu push strategy dan pull strategy. Push strategy digunakan untuk create consumer demand suatu produk. Sehingga perusahaan akan melakukan promosi kepada saluran distribusi dari wholesaler kepada retailer dan akhirnya retailer melakukan promosi kepada konsumen. Sedangkan pull strategy sebaliknya, digunakan untuk build up consumer demand suatu produk. Sehingga perusahaan akan melakukan promosi langsung kepada konsumen. Apabila promosi ini berhasil, konsumen akan meminta kepada retailer dan dilanjutkan kepada wholesaler dan akhirnya wholesaler akan meminta produk kepada perusahaan terkait. Pada dasarnya, strategi promosi juga mencakup pemaduan berbagai metode promosi untuk mempengaruhi keputusan pembeli[7].

Faktor-faktor yang mempengaruhi promosi

Agar menghasilkan kombinasi promosi yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan mempengaruhi kegiatan promosi itu sendiri antara lain anggaran, tujuan perusahaan, sifat pasar termasuk didalamnya geografis pasar dan konsentrasi pasar, lalu, jenis pembeli serta jenis produk beserta tahapannya. Apabila anggarannya tidak memungkinkan biasanya promosi ditekankan pada personal selling, namun bila anggaran cukup besar digunakan iklan. Jika ingin membuat awareness mengenai barang baru digunakan iklan, sales promotion dan publicity melalui public relation. Untuk ukuran pasar yang kecil, digunakan personal selling agar mencapai semua orang sebaliknya apabila pasar besar, digunakan iklan dan promosi penjualan apalagi untuk daerah yang tidak terkonsentrasi, peranan iklan sangat besar. Mengenai produknya, apabila produk bisnis lebih tepat menggunakan personal selling sedangkan untuk produk barang konsumen menggunakan iklan. Namun tidak menutup kemungkinan penggunaan iklan untuk produk bisnis. Lalu untuk barang yang mahal lebih baik menggunakan personal selling dibanding iklan yang digunakan untuk barang lebih murah. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kepercayaan mengenai mutu barang dari salesman.

Proses adopsi

Terdapat enam langkah dalam proses adopsi yang dapat memberi pedoman dalam perencanaan promosi yaitu kesadaran, minat, evaluasi, percobaan, keputusan dan konfirmasi. Proses dasar adopsi yang sesuai dengan model berorientasi pada tindakan lainnya disebut model AIDA. Model AIDA terdiri dari empat tugas promosi yaitu menarik perhatian (attention), menimbulkan minat (interest), menimbulkan keinginan (desire) dan menimbulkan tindakan (action)[8]. Proses AIDA dan adopsi menekankan pada individu. Individu-individu dalam masyarakat yang berbeda digolongkan menjadi empat kelompok yang muncul dari adoption curve model yaitu inovator yang pertama sekali menerima gagasan baru dan berani menempuh resiko; early inovator yang cukup terhormat dalam kalangan sejawat, memiliki hubungan dengan wiraniaga dan media massa serta menyebarkan informasi dari mulut ke mulut; early majority yang menghindari resiko dan menunggu untuk mempertimbangkan gagasan baru sampai banyak penerima awal yang telah mencoba dan menyukainya; late majority yang berhati-hati dengan gagasan baru, berusia lebih tua dan terpaku dengan cara mereka sendiri; laggards and nonadopters yang lebih suka melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri dan mencurigai setiap gagasan baru.

Struktur perencanaan dan pengelolaan pemasaran

Terdapat spesialis yang memilih strategi yang yang tepat dengan keseluruhan strategi pemasaran, mereka antara lain adalah sales manager, advertising manager dan sales promotion manager. Sales manager bertugas untuk mengelola kegiatan penjualan perorangan dan bertanggung jawab dam membagun saluran distribusi untuk menciptakan kebijakan tempat. Selain itu, terdapat advertising manager yang bertugas untuk mengelola kegiatan penjualan masal perusahaan, mereka memilih media dan menyusun iklan yang tepat serta masalah publisitas yang ditangani langsung oleh public relation. Yang terakhir adalah sales promotion manager yang bertugas mengatur kegiatan promosi penjualan perusahaan dan menjembatani antara sales manager dan advertising manager.

Kritik promosi

Promosi yang memang digunakan untuk menarik pelanggan seringkali menggunakan berbagai cara untuk menarik pelanggan bahkan sampai terjadi penipuan. Hal ini berusaha diatasi dengan undang-undang peraturan pemerintah serta self-regulation dari perusahaan bersangkut. Selain itu, promosi juga disalahkan karena menyebabkan harga yang lebih tinggi. Pendapat ini muncul karena promosi memang menggunakan harga yang tidak sedikit, terutama untuk iklan dan personal selling. Namun dilihat dari sisi lain, promosi dapat merangsang permintaan dan pemasaran dalam jumlah lebih tinggi yang dapat membantu menurunkan harga, selain itu promosi dapat membantu menjaga harga yang lebih rendah dengan memfasilitasi persaingan harga. Dari sini timbul pertanyaan apakah promosi dapat menimbulkan kebutuhan yang tidak perlu? Namun, tanpa adanya promosi, kebutuhan yang tidak perlu ini juga akan tetap ada karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas. Pemasar juga menekankan pula bahwa promosi tidak menimbulkan sifat materialistik. Hal ini tergantung dari kepribadian dari individu tiap konsumen. Kritik lain mengatakan mengenai produk yang berbahaya yang seharusnya tidak usah dipromosikan. Pembelaan terhadap kritik ini adalah, selama diperbolehkan menjual produk, promosi seharusnya juga diperbolehkan.

II. Analisis

Coca Cola lahir di dalam laboratorium Dr. John Pemberton bulan mei 1886 di Atlanta, Georgia. Nama Coca Cola sendiri dibuat oleh Frank Robinson. Dan dipasarkan pertama kali dengan  iklan dari spanduk dengan tulisan dari cat minyak bertuliskan “drink Coca Cola”. Walaupun sempat menyandang gelar “brand of the century”, Frank Robison sempat mengalami kerugian dalam penjualannya.  Formula Coca Cola lalu dibeli oleh Asa Chandler yang gencar melakukan promosi senhingga mengalami keuntungan besar. Coca cola semakin mendunia berkat penjualan kepada perusahaaan pembotolan independen dengan adanya lisensi ke negara lain dan hal ini dipertahankan sampai sekarang.

Dalam masalah positioning, ada berbagai positioning yang berganti tiap tahun yang digunakan Coca Cola. Hal ini terlihat dari seringnya pergantian slogan yang disesuaikan dengan jaman. Salah satu yang juga terkenal dan cukup diingat buatan agensi iklan McCann Erickson, pada tahun 70-an terdapat slogan “I’d like to buy the world a coke” yang membuat kata-kata “let’s have a coke seakan-akan menjadi mari kita satukan semuanya. Hal ini membuat coca cola seakan-akan menyatukan berbagai kalangan. Lalu juga dikembangkan dalam iklan komersialnya dimana ditampilkan semua orang dari berbagai ras menyanyikan lagu “I’d like to buy the world a coke”. Berikut berbagai slogan yang digunakan Coca cola dari tahun ke tahun di Amerika.

  • 1886 – Drink Coca-Cola.
  • 1887 – Delicious! Refreshing! Invigorating! Exhilarating!
  • 1891 – The Ideal Brain Tonic/The Delightful Summer-Winter beverage.
  • 1904 – Delicious and refreshing.
  • 1905 – Coca-Cola revives and sustains.
  • 1906 – The great national temperance beverage.
  • 1908 – Good til the last drop
  • 1917 – Three million a day.
  • 1922 – Thirst knows no season.
  • 1923 – Enjoy life.
  • 1924 – Refresh yourself.
  • 1925 – Six million a day.
  • 1926 – It had to be good to get where it is.
  • 1927 – Pure as Sunlight
  • 1927 – Around the corner from anywhere.
  • 1928 – Coca-Cola … pure drink of natural flavors.
  • 1929 – The pause that refreshes.
  • 1932 – Ice-cold sunshine.
  • 1937 – America’s favorite moment.
  • 1938 – The best friend thirst ever had.
  • 1938 – Thirst asks nothing more.
  • 1939 – Coca-Cola goes along.
  • 1939 – Coca-Cola has the taste thirst goes for.
  • 1939 – Whoever you are, whatever you do, wherever you may be, when you think of refreshment, think of ice cold Coca-Cola.
  • 1941 – Coca-Cola is Coke!
  • 1942 – The only thing like Coca-Cola is Coca-Cola itself.
  • 1944 – How about a Coke?
  • 1945 – Coke means Coca-Cola.
  • 1945 – Passport to refreshment.
  • 1947 – Coke knows no season.
  • 1948 – Where there’s Coke there’s hospitality.
  • 1949 – Coca-Cola … along the highway to anywhere.
  • 1952 – What you want is a Coke.
  • 1954 – For people on the go.
  • 1956 – Coca-Cola … makes good things taste better.
  • 1957 – The sign of good taste.
  • 1958 – The Cold, Crisp Taste of Coke
  • 1959 – Be really refreshed.
  • 1963 – Things go better with Coke.
  • 1966 – Coke … after Coke … after Coke.
  • 1969 – It’s the real thing.
  • 1971 – I’d like to buy the world a Coke.
  • 1974 – Look for the real things.
  • 1976 – Coke adds life.
  • 1979 – Have a Coke and a smile.
  • 1982 – Coke is it!
  • 1985 – America’s Real Choice
  • 1986 – Red White & You (untuk Coca-Cola Classic)
  • 1986 – Catch the Wave (untuk New Coke)
  • 1989 – Can’t Beat the Feeling.
  • 1993 – Always Coca-Cola.
  • 2000 – Enjoy.
  • 2001 – Life tastes good.
  • 2003 – Real.
  • 2005 – Make It Real.
  • 2006 – The Coke Side of Life
  • 2007 – Live on the Coke Side of Life
  • 2009 – Open Happiness
  • 2010 – Twist The Cap To Refreshness

Pada perkembangan berikutnya, slogan disesuaikan dengan negara dimana Coca cola di konsumsi namun, masih terdapat beberapa slogan yang digunakan secara global. Hal ini menunjukan adanya adaptasi budaya yang digunakan untuk lebih mendekatkan produk dengan pasar. List di atas juga menunjukan kreativitas yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Agensi iklan Coca cola selalu dapat menempatkan produknya sesuai dengan target pasarnya  yang muda dan kreatif sehingga berusaha melakukan inovasi dalam melakukan promosinya namun tetap mengikuti apa yang ‘hit’ di masyarakat.

Di Indonesia sendiri, Coca Cola sudah masuk sejak tahun 1927 dan diproduksi secara lokal  tahun 1992 melalui Coca Cola Amatil Limited dengan nama dagang Coca Cola Bottling yang dibeli oleh joint venture beberapa perusahaan lokal dengan pabrik pertama di Jakarta dan terus berkembang sampai berdiri 11 perusahaan independen untuk pendistribusian Coca Cola dan akhirnya bergabung di tahun 2000[9]. Saat ini The Coca Cola Company adalah market leader dalam perusahaan minuman dengan salah satu produk minuman berkarbonasinya Coca cola. Hal ini menunjukan adanya kepercayaan dari penanam saham terhadap keberhasilan Coca cola ke depannya.

Dalam kegiatan promosinya, Coca Cola selalu melakukan pendekatan-pendekatan kreatif melalui berbagai macam metode promosi. Selain itu, agar tetap eksis dan relevan dengan konsumennya yang merupakan remaja dewasa, Coca Cola selalu melakukkan peremajaan produk lewat promosinya.

Personal selling

Dalam promosinya, dibuka sistem tanya jawab langsung untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui website resminya di www.cocacola-bottling.co.id lewat bagian mitos atau fakta di website tersebut. Didalamnya juga dijelaskan mengenai penjagaan mutu dari Coca Cola itu sendiri melalui bagian Virtual Plant Tour. Di sana dijelaskan mulai dari pembuatan sampai penyimpanan hingga ada di tangan konsumen.

Mass selling

Selain itu juga didukung dengan berbagai mass selling iklan yang marak di berbagai media seperti televisi, radio, serta outdoor print ad. Ide-ide yang dikeluarkan dalam iklan Coca Cola tergolong unik, kreatif serta memiliki timing yang tepat. Dalam pembuatan iklannya, Coca Cola bekerjasama dengan agensi iklan McCann Ericksonn. Iklan terakhir yang dikeluarkan Coca Cola mempunyai big idea Piala Dunia yang sedang marak menunjukan timing yang tepat dari iklan Coca Cola.

Publisitas

Lewat hubungan masyarakatnya, Coca Cola memberikan pengembangan industri kecil di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, dan saart ini telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 320 orang pengusaha mikro dan terus berkembang. Selain itu, Coca cola mengembangkan indirect distribution berbasis UKM yang merupakan kerjasama dengan pengusaha mikro dan street vending untuk melayani area yang memiliki tingkat lalu lintas konsumen yang tinggi dalam bentuk kios berjalan, kereta dorong dan rombong.

Sales promotion

Sales promotion dilakukan antara lain melalui program hadiah di balik tutup botol di akhir tahun 2009 dengan tema “Buka Coca-Cola, Buka Kesempatan Semangat Baru Di Balik Tutup Botol Coca-Cola” dengan hadiah tabungan senilai Rp 2 juta untuk 20000 pemenang, dan jutaan botol minum gratis. Yang lain misalnya pada tanggal 7 Januari 2007 di Plaza Barat Senayan Jakarta dilakukan pelepasan balon yang telah diisi berbagi impian dan cita-cita. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara PositiFIESTA yang diselenggarakan Coca Cola Indonesia sekaligus peluncuran slogan baru saat itu yaitu “Hidup ala Coca Cola”. Selain itu juga dengan bekerja sama dengan restoran semisal Mc’Donalds, Domino Pizza dan sebagainya melalui program HoReCa (hotel, restaurant dan café).

Efektifitas

Coca cola mendapatkan banyak penghargaan di berbagai bidang antara lain di bidang sustainability, workplace, environment, community, diversity, brands dan marketing. Beberapa yang menarik mengenai penghargaan di bidang marketing adalahMost Innovative Companies for 2010, BusinessWeek (April 2010) Bronze Media Lion (Cannes) and Gold Effie (Argentina), “Destapados Copa Coca-Cola” activation (Argentina, October 2009), European Beverage Innovation Award (September 2009), “Happiness Factory — The Movie,” 10 Best TV Ads of 2007 (#7), TIME magazine (December 2007) Silver Award, Brand Awareness/Positioning category, “The Coke Show – Coca-Cola’s Consumer Generated Media Approach, ” MIXX Awards (October 2007), Best Advertiser Award 2006, Coca-Cola (Japan) Company, Ltd. (CCJC), CM Data Bank (May 2007), Advertiser of the Year Award, Coca-Cola Spain, Anuncios Awards (2007) dan sebagainya[10]. Namun hal ini tidak membuktikan kenaikan penjualan di berbagai dunia terutama di Indonesia, dilaporkan bahwa penjualan Coca cola di Indonesia yakni  13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun. Jumlah ini, masih lebih kecil dibanding Malaysia, Filiphina dan Singapura[11].

Penutup

Kesimpulan

Inovasi strategi pemasaran yang diterapkan Coca Cola tergolong unik dan kreatif sesuai dengan jiwa target pasar yakni remaja menuju dewasa. Media yang digunakan dalam beriklan sangat beragam dan bersifat ‘baru’ karena penuh inovasi begitu juga halnya dengan strategi promosinya. Selain itu juga, terdapat peremajaan produk yang terus dilakukan untuk memperbaharui positioning produk agar tetap sama dengan target pasarnya.

Coca cola sebagai salah satu minuman ringan di Indonesia telah berhasil meningkatkan awareness masyrakat mengenai keberadaan produk tersebut. Hal ini lumayan menunjang penjualan Coca cola di Indonesia yakni  13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun. Namun masih lebih kecil dibanding Malaysia, Filiphina dan Singapura.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa, walaupun Coca cola sudah melakukan berbagai macam inovasi dari sisi promosinya, tetapi masih ada permasalahan dalam penjualan. Penjualan masih lebih kecil dari negara lain. Hal ini menunjukan adanya permasalahan di bauran pemasaran lainnya yang tidak dibahas dalam makalah karena makalah hanya membahas dari sisi promosi saja. Dibutuhkan kerjasama antara berbagai bauran pemasaran yang tergabung dalam marketing mix. Menonjolkan di satu sisi saja tidak akan memajukan penjualan secara signifikan.

Daftar pustaka

McCarthy, E. Jerome & Wiliam D. Perreault. (1993). Dasar-dasar Pemasaran (Edisi Kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga

Moriarty, Sandra, et al. (2008). Advertising: Principles and Practices. New Jersey: Prentice Hall.

Rogers, Everett M. (1983). Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.

Radiawan, Hari. (2010). Iklan, Masyarakat, dan Etika. Kuliah Pengantar Periklanan 11 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pengantar Periklanan 18 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Prilaku Konsumen. Kuliah Pengantar Periklanan 25 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Bussiness to Bussiness Advertisement. Kuliah Pengantar Periklanan 8 April 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Direct Marketing. Kuliah Pengantar Periklanan 15 April 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Tandjung, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pemasaran 10 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Tandjung, Hari. (2010). Needs, Wants and Demand. Kuliah Pemasaran 24 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Tandjung, Hari. (2010). Positioning. Kuliah Pemasaran 17 Maret 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

www.thecoca-colacompany.com (15 Mei 2010)

www.coca-colabottling.co.id (15 Mei 2010)

www.ccamatil.com (15 Mei 2010)

http://www.thecoca-colacompany.com/ourcompany/awards_recognition.html (15 Mei 2010)


[1] Tandjung, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pemasaran 10 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

[2] Moriarty, Sandra, et al. (2008). Advertising: Principles and Practices. New Jersey: Prentice Hall.

[3] McCarthy, E. Jerome & Wiliam D. Perreault. (1993). Dasar-dasar Pemasaran (Edisi Kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga

[4] Ibid.,294

[5] Radiawan, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pengantar Periklanan 18 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

[6] Rogers, Everett M.(1983). Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.

[7] Ibid

[8] Moriarty,op.cit.,299-301

[9] www.coca-colabottling.co.id (15 Mei 2010)

[10] http://www.thecoca-colacompany.com/ourcompany/awards_recognition.html (15 Mei 2010)

[11] Op.cit coca-colabottling

Posted in tugas | Tagged , | Comments Off on Pengantar Pemasaran; Promosi Coca-Cola

Analisis Konsumen; Strategi LA Gear Selanjutnya

Latar Belakang Produk

LA Gear, brand sepatu dari amerika yang pernah masuk menjadi  3 besar brand sepatu di Amerika bersama Nike dan Reebok. Awalnya mengambil segmentasi sebagai athletic footwear untuk wanita dan berhasil pada tahun 80-an. Perkembangan selanjutnya adalah, berusaha meluaskan pasar dengan mencoba meraih pasar athletic footwear pria. Namun, kalah dengan pesaingnya yang sudah kuat seperti nike sampai akhirnya mengakibatkan kebangkrutan pada tahun 1998. Kelemahan LA Gear yang menyebabkan kebangkrutan adalah[1] :

–          Salah strategi dalam meraih target pasar pria, menekankan kepada jazzy style, padahal pasar saat 80-an, kebanyakan pria tidak begitu memikirkan penampilan tapi lebih kepada kegunaan.

–          Kesalahan penggunaan endorser, menggunakan Kareem Abdul-Jabbar yang sudah pensiun dari dunia baket untuk produk basketnya. Padahal pesaingnya, Nike menggunakan Bo Jackson sebagai pemain basket yang masih aktif.  Sedangkan untuk memperkuat sisi fashion dari LA Gear, digunakan endorser Michael Jackson. Pengeluaran produk baru dibarengi dengan album baru Michael Jackson, “A Decade”. Sayangnya album tersebut tidak jadi keluar di pasaran dan akhirnya LA Gear tidak laku.

–          Kesalahan pricing strategy, produk diberi diskon besar-besaran karena produk tidak laku dan membuat marah para retailer. Selain itu produk dijual di Wal-mart yang identik dengan diskon. Hal ini membuat image LA Gear sebagai produk murahan.

–          Kelemahan teknologi produk, awalnya LA Gear sempat disenangi pemain basket dengan menggunakan teknologi catapult shoes. Namun, ketidakkuatan LA Gear dalam mendeferensiasikan tekhnologi produknya, membuatnya kalah dengan nike dengan mematenkan ‘spring moderator’ technology.

–          Ketidakkuatan positioning, cenderung rakus dalam memilih pasar baik fashion products maupun fitness product, produk untuk pria maupun wanita, produk untuk anak-anak maupun dewasa sama-sama ingin diraih.

Sebagai tambahan informasi, tanggal 12 desember 2009  kemarin, LA Gear melakukan comeback dengan LA Gear Lights[2] dengan membawa nominator grammy electro-hop LMFAO sebagai endorser[3].

Walaupun kegagalan LA Gear sangat besar, hal ini dapat diputarbalikan sebagai strategi pemasaran. Sebaiknya LA Gear menceritakan mengenai kebangkrutan yang dulu pernah dijalani, dan berusaha bangkit. LA Gear juga manusia yang juga bisa gagal. Dengan ini hal yang ingin diangkat adalah LA Gear sebagai brand yang selalu berusaha untuk bangkit dan tidak mudah menyerah. Penyebaran pesan ini dilakukan melalui pendekatan iklan. Untuk endorser sebaiknya dipilih Michael Jackson karena lika-liku kehidupannya yang naik turun sama halnya dengan LA Gear. Apalagi euforia Michael Jackson juga belum mati.  berbeda dengan jaman dulu, pemilihan Michael Jackson sebagai endorser lebih menjanjikan saat ini, dilihat dari permintaan pasar dengan LA Gear MJ[4].

Untuk tema, berdasarkan share tribute yang dapat ditulis dalam situs official Michael Jackson yakni “No one will ever fill his shoes[5]. Tema yang dipilih untuk kampanye adalah “but you still can have his shoes and experience more”. Kata “experience more” dipilih untuk menyambungkan dengan tema kehidupan yang naik turun yang sama-sama dirasakan Michael Jackson dan LA Gear.

Segmentasi dan target market

Segmentasi yang sebaiknya digunakan oleh LA Gear adalah fashion footwear dibanding sport footwear agar tidak bersaing langsung dengan kompetior kuat seperti Nike dan Adidas yang lebih mengarah kepada sport footwear. Selain itu, 80% dari pembeli LA Gear yang terdahulu jarang melakukan olahraga tenis maupun basket[6]. Dengan segmentasi seperti ini, target market adalah pria dan wanita fashionista penyuka MJ dengan usia 16-25 tahun yang ingin tampil beda. Kisaran usia 16-25 dipilih karena pada usia ini cenderung  labil atau sedang masa pencarian diri[7] dan ingin tampil berbeda dengan yang lain sehingga mudah dipengaruhi untuk membeli produk baru.

Analisis Produk (Product Strategy)

Karena produk merupakan brand indifferent – light users, merek harus menonjolkan atribut perusahaan.  Dari sini produknya dibuat 2 seri, yang pertama adalah seri original yang sama persis dengan LA Gear MJ yang pernah ada. Yang kedua adalah seri modifikasi yakni LA Gear MJ dengan sedikit modifikasi disesuaikan dengan produk yang sedang promosi saat ini yakni LA Lights untuk meningkatkan penjualan di sektor ini. LA Lights dipilih untuk meningkatkan konsumen bahwa  LA Lights merupakan salah satu inovasi LA Lights yang sempat terkenal[8]. Dengan ini diharapkan image LA Gear dapat menigkat seperti dulu.  Hal ini direalisasikan dengan mengeluarkan produk yang merupakan gabungan LA Lights dengan LA Gear MJ yakni LA Lights MJ.

Pricing Strategy

Sebagai bahan pertimbangan penentuan harga, harga LA Lights berkisar antara $99.95 sampai  $119.95[9]. Sedangkan harga LA Gear MJ karena merupakan barang langka, kisaran harganya antara $359.00 sampai $500.00[10]. Dari sini, untuk menjaga originalitas LA Lights MJ harga dibuat kisaran $200.00 sampai $300.00.

Channel Strategy

Barang dijual melalui online stores agar cakupannya lebih luas dan sesuai dengan target pasar yang cenderung melek tekhnologi, baik di situs official LA Gear[11] maupun situs official Michael Jackson[12]. Selain itu juga di retailers yang sudah ada[13] ataupun department store terkemuka. Hal ini dilakukan untuk menjaga image LA Lights MJ sebagai produk fashion yang unik dan tidak pasaran.

Positioning Statement

Dari sini positioning yang ingin diperkuat oleh LA Gear adalah sebagai unique fashion footwear yang mendukung kehidupan anak muda yang senantiasa naik turun. LA Gear diperuntukan kepada para pecinta kehidupan yang ingin memberikan sesuatu kepada dunia dan mampu bertahan menghadapi cobaan seperti yang terlihat dari lika-liku LA Gear dan Michael Jackson.

Daftar Pustaka

Rao, Vithala R dan Steckel , Joel H. 1998. Analysis for Strategic Marketing. India : Dorling Kindersley.

Mcdonald, Mark A dan George R. Milne. 1999. Cases in Sport Marketing. London : Jones and Bartlett Publisher

Campbell, Lisa D. 1993. Michael Jackson : The King of Pop. Boston : Branden Publishing Company.

Goodman J.F.B., Armstrong E.G.A., Davis J.E., Wagner A. 1977. Rule-making and industrial peace: industrial relations in the footwear industry. London: Great Britain.

Zysman, John., Tyson, Laura,. 1983. American Industry in International Competition: Government Policies And Coorporate Strategies. New York: Cornell University Press

http://www.fundinguniverse.com/company-histories/LA-Gear-Inc-Company-History.html (4 Januari 2011, jam 9.42)

http://www.lagear.com/index.html (4 Januari 2011, jam 10.09)

http://lagearnews.com/2011/04/grammy-nominated-electro-hop-group-lmfao-are-big-fans-of-la-gear/ (4 Januari 2011, jam 10.11)

http://lagearnews.com/2011/02/petition-started-to-bring-back-mj-shoes/ (4 Januari 2011 , jam 11.35)

http://www.thepetitionsite.com/1/bring-mj-lagears-back/ (4 Januari 2011, jam 11.40)

http://memories.michaeljackson.com/ (4 Januari 2011, jam 12.22)

http://www.fundinguniverse.com/company-histories/LA-Gear-Inc-Company-History.html (4 Januari 2011, jam 9.42)

http://blackuro.blogspot.com/feeds/posts/default (4 Januari 2011, jam 10.52)

http://www.lagear.com/LA-LightsWeb/ (4 Januari 2011 jam 11.56)

http://www.sportiela.com/lagear/lights.html (4 Januari 2011 jam 12.04)

http://shop.ebay.com/i.html?_nkw=michael+jackson+la+gear (4 Januari 2011 jam 12.02)

http://www.sportiela.com/store/home.php?cat=377 (4 Januari 2011 jam 12.45)

http://www.michaeljackson.com/us/michael-jackson-mp3s-cds-music-merch (4 Januari 2011 jam 12.44)

http://www.lagear.com/retailers.html (4 Januari 2011 jam 12.46)


[1] http://www.fundinguniverse.com/company-histories/LA-Gear-Inc-Company-History.html (4 Januari 2011, jam 9.42)

[2] http://www.lagear.com/index.html (4 Januari 2011, jam 10.09)

[3] http://lagearnews.com/2011/04/grammy-nominated-electro-hop-group-lmfao-are-big-fans-of-la-gear/ (4 Januari 2011, jam 10.11)

[4] http://lagearnews.com/2011/02/petition-started-to-bring-back-mj-shoes/ (4 Januari 2011 , jam 11.35)

http://www.thepetitionsite.com/1/bring-mj-lagears-back/ (4 Januari 2011, jam 11.40)

[5] http://memories.michaeljackson.com/ (4 Januari 2011, jam 12.22)

[6] http://www.fundinguniverse.com/company-histories/LA-Gear-Inc-Company-History.html (4 Januari 2011, jam 9.42)

[7] http://blackuro.blogspot.com/feeds/posts/default (4 Januari 2011, jam 10.52)

[8] http://www.lagear.com/LA-LightsWeb/ (4 Januari 2011 jam 11.56)

[9] http://www.sportiela.com/lagear/lights.html (4 Januari 2011 jam 12.04)

[10] http://shop.ebay.com/i.html?_nkw=michael+jackson+la+gear (4 Januari 2011 jam 12.02)

[11] http://www.sportiela.com/store/home.php?cat=377 (4 Januari 2011 jam 12.45)

[12] http://www.michaeljackson.com/us/michael-jackson-mp3s-cds-music-merch (4 Januari 2011 jam 12.44)

[13] http://www.lagear.com/retailers.html (4 Januari 2011 jam 12.46)

Posted in Analisis Konsumen, semester 3, tugas | Tagged , | Comments Off on Analisis Konsumen; Strategi LA Gear Selanjutnya

Asas-Asas Manajemen; Implementasi Teori Manajemen dalam LAPAN

A. Latar belakang

Manajemen adalah salah satu bagian terpenting  dalam suatu perusahaan. Tugasnya sangat krusial dalam suatu organisasi yakni, menentukan dan mengawasi kinerja suatu organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen itu sendiri. Dari sini dapat diketahui bahwa manajemen mutlak diperlukan dalam suatu organisasi karena merupakan pusat kinerja dari organisasi itu sendiri.

Berbagai tugas manajemen itu sendiri di jelaskan lebih lanjut  dalam fungsi manajemen. Fungsi manajemen ini dapat berbeda pada tiap perusahaan tergantung dari penggunaannya. Namun yang utama terdiri dari Planning, Organizing, Leading dan Controlling yang sering disingkat menjadi POLC. Walaupun berbeda-beda, tujuan manajemen dalam suatu organisasi selalu sama yaitu mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Lebih lanjut lagi, yang melatarbelakangi fungsi manajemen ini adalah teori yang dikembangkan oleh Henry Fayol, yakni teori organisasi klasik. Teori ini masih memiliki kekurangan yakni berfokus kepada masalah teknis. Teori manajemen lain yang berkembang dan berusaha melengkapi teori ini adalah aliran tingkah laku manusia yang melihat keberhasilan kinerja  manajemen dapat dicapai dengan memperhatikan dan mengarahkan tingkah laku anggota organisasi.

Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai implementasi dari fungsi  manajemen beserta teori manajemen tersebut dalam  salah satu instansi pemerintah yakni Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN). LAPAN sendiri merupakan adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian yang bertugas dalam pengembangan tekhnologi dan sains terutama di bidang satelit dan sensor penginderaan jauh.

B. Kerangka teori

a. Pengertian Manajemen

Sebelum memulai lebih jauh mengenai manajemen, harus diketahui terlebih dahulu mengenai pengertian dari manajemen. Terdapat berbagai pendapat mengenai manajemen. Mary Parker Follet berpendapat bahwa manjemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Sedangkan Stephen Robbin berpendapat hampir sama yakni koordinasi aktivitas kerja sehingga dapat diselesaikan secara efektif dan efisien melalui orang lain. Pendapat lain mengatakan bahwa manajemen adalah POLC dari sumber-sumber organisasi yang berupa manusia serta materi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Jones dan George, 2007:p.5).

b. POLC

POLC yang dimaksud disini adalah proses manajemen yang  terdiri  dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), leading (pemimpinan), dan controlling (pengendalian). Planning merupakan proses awal pengidentifikasian dan menyeleksi tujuan yang sesuai  serta program kegiatan yang terbaik dalam mencapai tujuan tersebut. Perencanaan yang baik juga mempertimbangkan jangka waktu yang tepat di tiap rencana program kegiatan.  Selanjutnya adalah organizing yang merupakan proses membangun hubungan tugas dan wewenang yang membuat orang untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Yang dikoordinasikan disini adalah antara sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada. Perlu diingat bahwa sasaran yang berbeda memerlukan struktur yang berbeda. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar dalam pengorganisasian dalam mengatur SDA  dan SDM. Hal penting lainnya dalam pengorganisasisan adalah staffing. Staffing adalah pencarian anggota dalam organisasi. Di dalamnya juga termasuk penempatan dan pelatihan para staff yang telah dipilih tersebut.  Lalu proses manajemen selanjutnya adalah leading yaitu proses motivasi serta  koordinasi baik individu maupun kelompok untuk dapat bekerjasama mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan yang dimaksud lebih kepada bagaimana seorang pemimpin mengarahkan untuk maju dan mempengaruhi aktivitas bawahannya dengan menciptakan suasana menyenangkan untuk bekerja. Dan proses manajemen terkahir adalah controlling yaitu penetapan pengukuran yang akurat dan sistem monitoring untuk mengevaluasi seberapa baik organisasi telah mencapai tujuannya. Dalam fungsi pengendalian ini terdapat berbagai elemen yang perlu diperhatikan yaitu penetapan standar kerja, pengukuran prestasi yang telah dicapai, pembandingan prestasi yang telah ada serta koreksi dari kesalahan yang terlihat.  Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah TQM atau Total Quality Management yang memusatkan manajemen pada perbaikan yang terus menerus.

c. Peran Organisasi

Elemen terpenting lainnya yang membentuk manajemen adalah orang-orang yang menjalankan manajemen itu sendiri, yakni organisasi. Organisasi adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. (Stoner,Freeman dan Gilbert Jr, 1995:p.6). Dalam buku Management 2nd Edition, Stoner menerangkan berbagai peranan organisasi. Antara lain adalah penggunaan organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan, untuk melestarikan pengetahuan serta sumber karir.

d. Peran Manajer

Selain organisasi hal penting lainnya yang menjadi poin utama dalam manajemen dan organisasi adalah satu orang di balik layar yang mengatur hubungan semuanya yaitu manajer. Peran utama manajer adalah sebagai penggerak roda perusahaan utama menuju ke arah tujuan perusahaan. Penjelasan lebih lanjut mengenai manajer dijelaskan oleh Stoner dalam bukunya Management 2nd edition, yakni:

  1. Manajer bekerja melalui orang lain baik bawahan maupun klien.

  2. Manajer bertindak sebagai saluran komunikasi di dalam organisasi karena menetapkan tujuan jangka panjang perusahaan dan menyediakan informasi yang tepat.

  3. Manajer bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas kerjaannya dan kerjaan bawahnya, karena itu manajer harus mengevaluasi kerjaan bawahannya untuk menjaga nama baik dirinya sendiri. Hal ini juga menunjukan manajer harus bekerja lebih baik dibanding yang lainnya.

  4. Manajer menentukan tujuan yang saling bertentangan dan menentukan prioritas. Hal ini terjadi akibat tujuan dan sumber daya yang ada saling bertentangan, dari sini manajer memutuskan siapa dan apa yang paling baik digunakan untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam suatu organisasi.

  5. Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual dengan cara membagi permasalahan sebagai komponen-komponen lalu dianalisa sehingga akhirnya ditemukan penyelesaian yang tepat.

  6. Manajer adalah mediator disaat terjadi perselisihan diantara orang-orang yang berada dalam organisasi maupun diluar organisasi akibat dari tujuan dan jenis orang yang bermacam-macam.

  7. Manajer adalah politikus dikaitkan dengan penciptaan hubungan, pendekatan serta kompromi dalam mencapai tujuan organisasi.

  8. Manajer adalah diplomat mewakili organisasinya saat berbicara dengan organisasi lain.

  9. Manajer merupakan simbol yakni lambang keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi dilihat dari tanggung jawab yang diembannya.

  10. Manajer mengambil keputusan sulit karena masalah yang akan selalu muncul.

e. Efektif dan efisien

Hal lain yang menjadi prioritas bagi organisasi adalah mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Tapi bukan sembarang mencapai tujuan organisasi biasa. Tujuan organisasi harus bisa dicapai secara efektif dan efisien. Efektif yang dimaksud adalah pemilihan cara yang tepat dalam mencapai tujuan. Ukuran yang menunjukan kesesuaian tujuan organisasi yang ingin dicapai dengan tingkat pencapaian tujuan organisasi yang nyata dan faktual. Pendapat lainya mengatakan efektif yang dimaksud adalah kemampuan untuk menentukan tujuan yang memadai atau melakukan hal yang tepat (Stoner,Freeman dan Gilbert Jr, 1995:p.9) sehingga dapat dikatakan efektivitas sudah harus dilakukan dari awal saat memulai organisasi dan terus dilakukan selama proses mencapai tujuan organisasi. Sedangkan efisiensi adalah permasalahan mengenai input dan output yakni perbandingan input yang seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang maksimal (hemat) sehingga manajer dikatakan berhasil apabila dalam pencapaian tujuan organisasi dapat menekan biaya sumber daya. Dalam buku yang lain, efisiensi adalah permasalahan ketepatan (Stoner,Freeman dan Gilbert Jr, 1995:p.9). Sama halnya dengan pendapat sebelumnya, ketepatan yang dimaksud adalah pengukuran input yang dibutuhkan untuk menghasilkan output yang diperlukan.

Keefektifan dan keefisienan ini juga dapat digunakan sebagai pengukuran prestasi. Terdapat dua jenis pengukuran prestasi, yakni prestasi manajerial dan prestasi organisasi. Sesuai dengan namanya, prestasi manajerial mengukur seberapa efektif dan efisien kerja mereka yang akan mempengaruhi prestasi organisasi, yakni seberapa efektif dan efisien kerja suatu organisasi.

f. Dasar Manajemen

Dasar manajemen yang baik akan menghasilkan pencapaian tujuan secara baik pula. Karena itulah dasar menjadi penting sebelum memulasi suatu organisasi. Menurut studi yang dilakukan oleh Thomas J. Peters dan Robert H. Waterman dalam In Search of Excellence: Lesson from America’s Best Run Companies (1982), terdapat deLAPAN atribut perusahaan yang unggul:

  1. Keunggulan dalam bertindak

  2. Tetap dekat dengan pelanggan

  3. Otonomi dan kewiraswastaan

  4. Produktivitas melalui manusia

  5. Kehadiran sosok pimpinan

  6. Pemahaman bisnis yang mendalam

  7. Bentuk yang sederhana, struktur dan ramping

  8. Sikap yang tetap longgar.

g. Tingkatan Manajer

Terdapat berbagai tipe manajer dilihat dari tingkatan dan lingkup kerjanya. Menurut tingkatannya terdapat manajer lini pertama, manajer menengah/madya dan manajer puncak. Manajer lini pertama bertanggung jawab atas pengawasan sehari-hari dari karyawan non manajerial (pekerja operasional) bukan kerja dari manajer lain karena mereka merupakan tingkat pertama atau terendah dari manajer dalam hirarki organisasi. Sering juga disebut sebagai mandor, pengawas produksi, pengawas tehnik, kepala bagian tata usaha, foreman atau supervisor.  Diatas manajer lini pertama terdapat manajer menegah yang bertanggung jawab menemukan cara terbaik dalam menggunakan sumber daya alam untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajer menegah mengarahkan kegiatan manajer lini pertama. Tanggung jawabnya antara lain mengimplementasikan kebijakan organisasi dan menyeimbangkan permintaan dari manajer dengan kapasitas karyawan. Sebutan lain dari manajer menegah adalah manajer pabrik. Dan selanjutnya adalah manajer puncak yang bertanggung jawab atas keseluruhan kinerja organisasi, mulai dari penetapan tujuan organisasi, interaksi antar kementrian serta pengawasan kinerja manajer menengah. Sebutan lain dari manajer puncak adalah chief executive, officer/direktur utama, presiden direktur dan senior vice president, eksekutif dan wakil presiden. Mereka bertanggung jawab langsung terhadap atasan utama yakni CEO (Chief Executive Officer). Sedangkan berdasarkan ruang lingkup kerjanya, manajer dibagi menjadi dua, yakni manajer fungsional dan manajer umum. Manajer fungsional bertanggung jawab hanya pada satu kegiatan organisasi seperti produksi, pemasaran, penjualan atau keuangan. Secara tidak langsung manajer fungsional menyatukan kesamaan tugas. Sedangkan manajer umum lebih rumit dibandingkan manajer fungsional. Hal ini dilihat bawahan manajer umum yakni unit yang kompleks seperti perusahaan, anak perusahaan atau divisi operasi independen semakin besar suatu perusahaan dan cabangnya tentunya semakin banyak manajer umum di dalamnya.

h. Kemampuan Manajer

Tidak semua orang bisa menjadi manajer, diperlukan berbagai macam kemampuan untuk dapat menyesuaikan keadaan SDM dan SDA untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Kemampuan itu termasuk di dalamnya pendidikan dan pengalaman. Lebih lanjut lagi pendidikan dan pengalaman ini masuk ke dalam tiga prinsip yakni kemampuan konseptual, manusiawi dan tekhnikal. Kemampuan konseptual mencakup kemampuan mental untuk mengkoordinasi dan mengintegrasikan berbagai macam kepentingan dan kegiatan organisasi. Hal ini ditunjukan dengan kemampuan analisa dan diagnosa situasi sehingga dapat membedakan antara sebab dan akibat. Kemampuan ini terutama dibutuhkan untuk top manager karena tugasnya sebagai perencana dan pengorganisasian. Selanjutnya adalah kemampuan manusiawi yakni kemampuan untuk dapat bekerja dengan orang lain termasuk didalamnya kemampuan untuk mengerti, motivasi, merubah, memimpin serta mengatur perilaku individu dan kelompok menjadi kelompok yang kohesif. Dan yang terakhir kemampuan teknis yakni kemampuan spesifik dalam peran organisasi termasuk penggunaan alat, prosedur dan tehnik di bidang khusus yang diperlukan organisasi. Ketiga kemampuan ini sangat penting namun terdapat perbedaan kepentingan bagi tingkatan manajer. Misalnya manajer lini pertama diharapkan kemampuan tekhnisnya lebih tinggi dibanding lainnya, manajer menengah diharapkan kemampuan manusiawinya lebih tinggi serta manajemen puncak diharapkan mempunyai kemampuan konseptual lebih tinggi sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

i. Peran Manajerial

Peran manajerial sendiri adalah kumpulan tugas spesifik yang dilakukan manajer karena posisi yang dipegangnya di dalam organisasi. Mintzberg menerangkan berbagai peranan manajerial. Terdapat tiga garis besar yakni peranan antarpribadi (interpersonal role) yang terdiri dari tokoh (figurehead), pemimpin (leader) dan penghubung (liaison), lalu peranan informasional (informational role) yang terdiri dari pemantau (monitor), penyebar (disseminator) dan juru bicara (spokesperson) serta peranan pengambil keputusan (decisional role) yang terdiri dari wiraswasta (enterpreuner), pemadam keributan (disturbance handler), pengalokasi sumber daya (resource allocator) dan perunding (negotiator). Berikutnya akan dijelaskan satu persatu. Peranan antar pribadi merupakan tugas yang dilakukan setiap saat karena manajer akan bertemu dengan orang lain di tiap kerjanya sehingga bersifat rutin namun tetap tidak boleh diabaikan. Sebagai tokoh, manajer bertindak melakukan tugas-tugas seremonial, membuat outline masa depan perusahaan, penentuan rapat, pembukaan cabang dan sebaginya. Sebagai pemimpin, manajer menyemangati dan mengawasi kinerja bawahannya. Terakhir sebagai penghubung,  manajer berhubungan dengan klien di luar organisasi termasuk dengan kementrian yang berbeda. Selanjutnya adalah peranan informasional. Informasi berperan penting bagi manajer sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan. Sebagai pemantau, manajer akan terus mencari informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi termasuk perubahan lingkungan eksternal dan internal yang selanjutnya sebagai penyebar, manajer memilah informasi untuk disebarkan ke pihak-pihak yang membutuhkan informasi. Informasi yang disebarkan antara lain tujuan organisasi serta perubahan lingkungan eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi organisasi  Dan terakhir sebagai jurubicara, manajer memberikan informasi kepada publik serta klien tertentu untuk memberitahukan kinerja organisasi. Dapat dilakukan dengan pembuatan iklan, kampanye, press release dan sebagainya. Dilihat dari sisi peranan pengambil keputusan, manajer menggunakan informasi yang sudah dimilikinya tadi sebagi dasar dalam mengambil keputusan. Dalam peran wiraswasta, manajer menyempurnakan unitnya yakni sumber daya yang dimiliki dengan melakukan perubahan sehingga menghasilkan jasa dan barang yang inovatif . Dalam peran pemadam keributan, manajer bertindak cepat mengambil tindakan yang tepat terhadap keadaan yang ada di luar kontrolnya baik di dalam maupun di luar lingkungan. Sebagai pengalokasi sumber daya, manajer memperhitungkan sumber daya yang dibutuhkan agar penggunaanya efisien dalam mencapai tujuan perusahaan termasuk anggaran dan gaji. Sebagai perunding, manajer penghubungan antar dua pihak yang akan bekerjasama demi mencapai tujuan organisasi masing-masing seperti pihak supplier, distributor dan persatuan pekerja untuk mencapau kesepakatan mengenai sumber daya yang dibutuhkan organisasi.

j. Teori manajemen

  • § Teori  organisasi klasik

Teori ini diperkenalkan oleh Henry Fayol (1841-1925) pendiri aliran manajemen klasik. Disini Fayol membagi perusahaan ke dalam enam kegiatan yakni

1.      Teknis (technical) – memproduksi dan membuat produk

2.      Perdagangan (commercial) – membeli bahan baku dan menjual produk

3.      Keuangan (financial) – mencari dengan menggunakan modal

4.      Keamanan (security) – melindungi para pekerja dan harta

5.      Akuntansi (accounting) – mencatat dan mengecek biaya serta statistik

6.      Manajerial (management)

Selanjutnya, Fayol juga memiliki konsepsi tersendiri mengenai fungsi manajemen. Fayol mendefinisikan manajemen menjadi lima bagian, yakni merencanakan, memerintah, mengkoordinasi dan mengendalikan. Fungsi manajemen ini selanjutnya berkembang sesuai dengan apa yang ada saat ini dan disesuaikan penggunaannya tergantung dari organisasi tersebut.

Gambar 1. Fungsi Manajemen Henry Fayol

Selain itu terdapat 14  prinsip manajemen Fayol

  1. Devision of Labor (pembagian kerja). Diterapkan pada lini perakitan, menjelaskan bahwa pekerjaan akan semakin efisien apabila seseorang bekerja sesuai spesialisasinya.
  2. Authority (wewenang). Manajer mengeluarkan perintah untuk dipatuhi.
  3. Dicipline (disiplin). Setiap anggota organisasi mematuhi aturan organisasi.
  4. Unity of Command (kesatuan perintah). Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
  5. Unity of Direction (kesatuan arah). Tiap bagian hanya memiliki satu kepala dan tiap perintah harus sesuai dengan perencanaan agar menjadi satu arah.
  6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest (mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi). Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
  7. Renumeration (pemberian upah). Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi yang dibagikan secara adil.
  8. Centralization (pemusatan). Dengan mengatur pembagian tugas dan wewenang antara atasan dan bawahan.
  9. The Hierarchy (jenjang jabatan). Tingkatan tiap anggota dalam organisasi dari puncak sampai bawah.
  10. Order (tata tertib). SDM dan SDA harus berada di tempat dan waktu yang tepat.
  11. Equity (kesamaan). Persamaan perlakuan kepada semua anggota organisasi.
  12. Stability of Staff (kestabilan staf). Perputaran staf yang teratur, tidak terlalu sering atau malah terlalu jarang.
  13. Initiative (Inisiatif). Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
  14. Esprit the Corps (semangat korps).

Membuat semua anggota organisasi bersatu dengan membagi rasa semangat .

  • § Aliran tingkah laku manusia

Teori ini didukung oleh berkembangnya ilmu sosiologi dan psikologi. Teori ini melihat orang-orang yang bekerja dalam suatu organisasi sebagai suatu kumpulan manusia yang memiliki jiwanya masing-masing, dengan pemahaman seperti ini, manajer diharapkan lebih melihat kepada tingkah laku bawahannya dalam mencapai tujuan organisasi nantinya yakni melalui manajemen karyawan. Lebih jauh lagi aliran ini melihat bagaimana hubungan antar manusia dapat membawa keuntungan dalam pengaturan organisasi. Selain itu, teori ini melihat cara manusia bertingkah laku dalam organisasi sebagai suatu kesatuan. Hugo Munsterberg dalam bukunya Psychology and Industrial Efficiency menyatakan bahwa produktivitas dapat ditingkatkan melalui :

  1. Menemukan orang yang terbaik dibidangnya.
  2. Memberikan kondisi psikologis yang terbaik.
  3. Menggunakan pengaruh psikologi possible effect untuk mendorong karyawan.

Selain itu, terdapat eksperimen lain yang menyatakan karyawan akan bekerja lebih baik apabila mengetahui bahwa manajemen organisasi memperhatikan kesejahteraan mereka. Eksperimen ini selanjutnya dikenal sebagai Hawthorne effect. Selain itu lingkungan social karyawan akan mempengaruhi kinerja karyawan menjadi lebih baik atau buruk. Hal ini selanjutnya berdampak bahwa tuntutan kelompok akan lebih kuat dibanding sambutan manajemen. Teori ini juga berdasar kepada hirarki kebutuhan Maslow yang melihat manusia sebagai mahluk yang keinginannya terus bertambah seiring pencapaiannya.

Gambar 2. Hirarki Kebutuhan Maslow[1]

  • § Perbandingan teori  organisasi klasik dan aliran tingkah laku manusia

Kekurangan teori organisasi klasik hampir sama dengan teori klasik lainnya yakni dibatasi oleh pengetahuan dan kondisi yang ada pada masa lampau. Namun, masih banyak bagian dari teori organisasi klasik yang masih bertahan sampai sekarang. Seperti keterampilan manajemen serta pemisahan bidang-bidang utama praktek manajer. Kekurangan lain dari teori organisasi klasik adalah cakupannya yang terlalu luas. Selain itu, anggapan bahwa manajer harus mempertahankan otoritas formalnya, sudah tidak bisa dilakukan pada jaman sekarang dikarenakan makin terdidiknya karyawan. Hal ini dan berbagai hubungan kemanusiaan yang tidak dibahas dalam teori organisasi klasik, dibahas dalam aliran tingkah laku manusia. Dengan menekankan kepada kebutuhan sosial, gerakan hubungan antar manusia memperbaki pendekatan klasik yang berpendapat bahwa produktivitas hanya berkutat pada masalah tehnik. Aliran tingkah laku manusia juga mengembangkan adanya penelitian dinamika kelompok. Namun, tak ada gading yang tak retak. Aliran tingkah laku manusia berpendat bahwa lingkungan sosial adalah satu-satunya pengaruh besar terhadap kinerja organisasi. Kenyataanya di organisasi, terdapat faktor yang berkaitan yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi.

C. Pokok bahasan

a. Profil singkat

Pada tanggal 31 Mei 1962, dibentuk Panitia Astronautika oleh Menteri Pertama RI, Ir. Juanda (selaku Ketua Dewan Penerbangan RI) dan R.J. Salatun (selaku Sekretaris Dewan Penerbangan RI). Tanggal 22 September 1962, terbentuknya Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) afiliasi AURI dan ITB. Berhasil membuat dan meluncurkan dua roket seri Kartika berikut telemetrinya. Tanggal 27 November 1963, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 236 Tahun 1963 tentang LAPAN. Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. Pelaksanaan tugas-tugas yang ada dalam LAPAN dikoordinasikan dengan Menteri  yang bertanggung jawab di bidang riset dan tekhnologi.

b. Visi dan Misi

Visi LAPAN adalah menjadi institusi penggerak kemandirian dalam penguasaan sains dan tekhnologi kedirgantaraan dan pemanfaatannya bagi kesejahteraan bangsa dan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Visi ini dijabarkan lebih lanjut menjadi misi di tiap bidang yang ada dalam LAPAN, yakni :

1.      Bidang Teknologi Roket, Satelit dan Penerbangan

Memperkuat kemampuan penguasaan teknologi roket,satelit, dan penerbangan serta  pemanfaatannya untuk menjadi mitra industri strategis penerbangan dan pembina  nasional pengembangan roket dan satelit

2.      Bidang Penginderaan Jauh

Mengembangkan kemampuan teknologi sistem sensor penginderaan jauh, sistem stasiun bumi, akuisisi data dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk mendukung inventarisasi dan permantauan sumberdaya alam, ketahanan pangan dan lingkungan serta mitigasi bencana dan menjadi pembina nasional penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi penginderaan jauh

3.      Bidang Sains Dirgantara (Antariksa dan Atmosfer)

Mengembangkan kemampuan penguasaan pengetahuan antariksa dan atmosfer dalam upaya meningkatkan pelayanan masyarakat atas informasi cuaca antariksa dankondisi atmosfer,  dan dampaknya  pada perubahan iklim global dan kehidupan di bumi

4.      Bidang Kebijakan

Mengembangkan kajian kebijakan bagi pengembangan dan/atau perumusan kebijakan dan peraturan perundang-undangan nasional untuk perlindungan kepentingan nasional dalam rangka penguasaan,  penerapan dan pendayagunaan IPTEK kedirgantaraan (roket, satelit, penerbangan, penginderaan jauh dan sains antariksa) untuk mendukung pembangunan nasional

5.      Bidang Kelembagaan dan Manajemen Sumberdaya

Senantiasa memperbaharui diri sesuai dengan tuntutan perkembangan kemajuan IPTEK dirgantara dan aspirasi masyarakat serta pembenahan pelayanan masyarakat melalui penguatan komunikasi publik, kerjasama, perencanaan program/ kegiatan, organisasi, ketatalaksanaan, SDM dan  pengelolaan dan pengembangan asset (sarana prasarana) serta pengawasan dalam rangka mencapai tata kelola pemerintahan yang baik

c. Tugas Pokok

Tugas utama LAPAN antara lain adalah :

  • Melaksanakan tugas pemerintah di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  • Melaksanakan tugas Sekretariat Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (DEPANRI), sesuai Keppres No. 99 Tahun 1993 tentang DEPANRI sebagaimana telah diubah dengan Keppres No. 132 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Keppres No.99 Tahun 1993. DEPANRI adalah suatu badan nasional yang mengkoordinasikan program-program kedirgantaraan antar instansi dan mengarahkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan masalah-masalah kedirgantaraan.

d. Fungsi Dalam mengemban tugas pokok di atas LAPAN menyelenggarakan fungsi-fungsi :

  • Pengkajian dan penyusunan kebijaksanaan nasional di bidang penelitian dan Pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya.
  • Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas LAPAN.
  • Pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kedirgantaraan dan pemanfaatannya.
  • Kerjasama dengan instansi terkait di tingkat nasional dan internasional.
  • Penelitian, pengembangan dan pemanfaatan bidang penginderaan jauh, serta pengembangan bank data penginderaan jauh nasional dan pelayanannya.
  • Penelitian, pengembangan dan pemanfaatan sain atmosfer, iklim antariksa dan lingkungan antariksa, pengkajian perkembangan kedirgantaraan, pengembangan informasi kedirgantaraan serta pelayanannya.
  • Penelitian, pengembangan teknologi dirgantara terapan, elektronika dirgantara, wahana dirgantara serta pemanfaatan dan pelayanannya.
  • Pemasyarakatan dan pemasaran dalam bidang kedirgantaraan.
  • Pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas semua unsur di lingkungan LAPAN.
  • Penyelenggaraan, pembinaan pelayanan administrasi umum.

e. Kewenangan

Sebagai salah satu instansi pemerintah, LAPAN memiliki kewenangan sebagai berikut :

  • Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya;
  • Perumusan kebijakan dibidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;
  • Penetapan sistem informasi di bidangnya;
  • Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undanganyang berlaku yaitu : Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya. Penginderaan/pemotretan jarak jauh dan pemberian rekomendasi perizinan orbit satelit

f. Program

I. Program pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa:

1.      Pengembangan Teknologi Roket

2.      Pengembangan Teknologi Satelit

3.      Pengembangan Teknologi Penerbangan

4.      Pengembangan Teknologi  Penginderaan Jauh  dan  Bank Data

5.      Pengembangan Pemanfaatan Penginderaan Jauh

6.      Pengembangan Sains Atmosfer

7.      Pengembangan Sains Antariksa

8.      Pengkajian Kebijakan dan Informasi Kedirgantaraan

9.      Operasi stasiun bumi penginderaan jauh cuaca,  pengamat geomagnet, meteo, dan atmosfer dan  Telemetri Tracking Commands (TTC) dan pekayanan pengguna

10.  Operasi Akuisisi dan pengolahan data satelit penginderaan jauh sumber daya alam  serta pelayanan pengguna

11.  Operasi Akuisisi data meteorologi, atmosfer dan Antariksa

II. Program Dukungan Manajemen dan  Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LAPAN yang mendukung kinerja pelaksanaan Program Pengembangan Teknologi Penerbangan dan Antariksa

1.      Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Perencanaan, MONEV, Organisasi, Ketatalaksanaan dan Hukum;

2.      Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Humas dan Kerjasama Kedirgantaraan (kerjasama nasional, internasional, maupun pelayanan umum);

3.      Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi Sumberdaya dan Tata Usaha;

4.      Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur;

5.      Pelayanan Pengguna Berbasis Teknologi dirgantara.

RENSTRA LAPAN 2010-2014

Sebagai penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai Lembaga pemerintah telah menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) LAPAN Tahun 2010-2014 yang disusun sebagai acuan :

a.   Penyusunan RENSTRA Unit Eselon I/II

b.   Penyusunan Rencana Kerja LAPAN

c.   Penyusunan Rencana/Program kerja LAPAN

d.   Koordinasi perencanaan kegiatan

e.   Pengendalian kegiatan

RENSTRA sendiri merupakan penjabaran lebih lanjut dari visi dan misi. Selanjutnya RENSTRA dijabarkan menjadi program tahunan dan di evaluasi pengerjaanya setiap 3 bulan sekali oleh inspektorat.

g. Lokasi

LAPAN mempunyai cabang-cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kantor pusat di Jl. Pemuda Persil No. 1 Rawamangun, Jakarta 13220.

Gambar 3. Peta persebaran cabang-cabang LAPAN

h. Produk dan jasa

Produk dan jasa yang ditawarkan oleh LAPAN antara lain adalah :

1.      Distribusi / pemesanan data penginderaan jauh

2.      Konsultasi mengenai penginderaan jauh

3.      Diklat / Training seputar penginderaan jauh

4.      Penyebaran informasi seputar penginderaan jauh

i. Jumlah SDM

Gambar 4. Profil pangkat dan golongan LAPAN Oktober 2010

Gambar 5. Profil SDM pendidikan LAPAN Oktober 2010

j. Struktur organisasi

Struktur organisasi dalam LAPAN dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 6. Struktur organisasi dalam LAPAN

Dibawah Kepala LAPAN  sebagai ceo (Chief Executive Officer ) terdapat 3 kedeputian teknis (manajer puncak) eselon I dan 1 sekeretariat utama (manajer puncak) eselon I dan 1 inspektrorat eselon II.

Inspektorat merupakan tangan kanan dari kepala LAPAN yang bertugas mengawasi kinerja keseluruhan organisasi LAPAN.

3 Kedeputian teknis (manajer madya) terbagi menjadi :

1.      Deputi Bidang Penginderaan Jauh yang memiliki tugas melaksanakan pengembangan teknologi dan pemanfaatan penginderaan jauh.

2.      Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan memiliki tugas melaksanakan penelitian pengembangan sains antariksa dan pengkajian informasi kedirgantaraan.

3.      Deputi Bidang Teknologi Kedirgantaraan melaksanakan pengembangan  teknologi roket dan satelit.

Sekretariat Utama dibagi menjadi beberapa (manajer madya)

1.      Biro penceranaan dan organisasi

2.      Biro hubungan masyarakat dan kerjasama dirgantara

3.      Biro umum yang mengatur permasalahan di luar dua biro sebelumnya, seperti manajer madya lainnya didalamnya terdapat manajer lini atas seperti kepegawaian, rumah tangga dan keuangan.

D. Kesimpulan dan saran

Sebagai organisasi, LAPAN memiliki tujuan yang hendak dicapai yang ada dalam visi nya. Selanjutnya, visi ini dijabarkan menjadi misi ditiap bidang yang ada di dalam misi. Untuk mendukung berjalannya misi, dibuat tugas pokok yang harus dilakukan agar misi tercapai. Tugas pokok ini selanjutnya dijabarkan menjadi berbagai program. Untuk mencapai program-program itu dibuat target dalam bentuk RENSTRA yang dijabarkan lagi dalam bentuk triwulan. Kinerja organisasi terus diawasi secara berkala. Dari sini, munculah fungsi LAPAN yang dapat menerangkan produk dan jasa yang dikeluarkannya.

Dalam bagan organisasi yang membagi LAPAN menjadi berbagai bagian, merupakan implemetasi dai pembagian perusahaan fayol. Dari bagan ini pula terlihat bagaimana 14 prinsip manajemen Fayol diimplementasikan beserta fungsi manajemennya. Berhubungan dengan aliran tingkah laku manusia, pembagian kedeputian memperlihatkan penempatan orang yang terbaik dibidangnya karena pembagian bidang kerja yang spesifik.

E. Daftar pustaka

http://www.lapan.go.id/ (diakses tanggal 19 Desember 2010 jam 08.30)

Stoner, J.A.F., Sitrait, A. (1993). Manajemen. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Stoner, J.A.F., Freeman, R.E., Gilbert Jr, D.R., (1995). Manajemen: jilid I. Jakarta: Prenhallindo.


[1] http://eppic.biz/2007/10/12/what-guidance-for-approaching-learning-is-there-from-maslows-hierarchy-of-needs/ (diakses pada tanggal 20 desember 2010 jam 04.04)

Posted in Asas-Asas Manajemen, semester 3, tugas | Tagged | Comments Off on Asas-Asas Manajemen; Implementasi Teori Manajemen dalam LAPAN

Asas-Asas Manajemen; Lingkungan Organisasi

Lingkungan organisasi adalah semua elemen di dalam maupun di luar organisasi yang dapat mempengaruhi sebagian atau keseluruhan suatu organisasi. Terdapat dua jenis klasifikasi lingkungan yakni lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal yang berpengaruh langsung dalam organisasi meliputi karyawan/pegawai organisasi dalam, serta pimpinan manajer. Lingkungan eksternal dibagi dua yaitu yang berpengaruh langsung dan tidak langsung. Contoh lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung adalah organisasi pesaing, pemasok komunitas lokal, konsumer, NGO dan lainnya. Sedangkan untuk contoh lingkungan eksternal yang tidak berpengaruh langsung adalah kondisi politik, ekonomi dan sosial. Lingkungan secara umum yang harus dianalisis kekuatannya oleh manajer karena mempengaruhi pembuat keputusan dan perencanaan adalah kekuatan teknologi, ekonomi, demografi, sosial budaya serta politik dan hukum.

Kekuatan tekhnologi adalah kombinasi dari kemampuan dan peralatan yang digunakan manajer dalam desain, produksi dan distribusi barang dan jasa. Perubahan teknologi informasi juga mempengaruhi kerja alami organisasi termasuk kerja manajer didalamnya.

Kekuatan ekonomi mempengaruhi kebaikan dari suatu negara termasuk suku bunga, inflasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi. Kekuatan ekonomi memberikan banyak peluang serta hambatan untuk manajer dan memberikan perubahan bagi seluruh organisasi.

Kekuatan demografis adalah hasil dari perubahan sikap karakterisitik dari populasi seperti umur, jenis kelamin, etnis, ras, orientasi seksual, dan kelas sosial. Perubahan ini menyarankan organisasi untuk menemukan cara untuk memotivasi dan memanfaatkan kemampuan dan pengetahuan pegawai.

Kekuatan politik dan hukum adalah hasil dari perubahan dalam hukum dan regulasi seperti deregulasi industri, privatisasi organisasi dan penigkatan tekana dalam perlindungan lingkungan. Dari sini, manajer mengambil keuntungan dari kesempatan yang diciptakan dari perubahan politik, ekonomi dan hukum secara global sebagai tantangan utama.

Kekuatan sosial budaya adalah tekanan yang berasal dari struktur sosial dalam masyarakat di suatu negara. Struktur sosial adalah pengaturan hubungan antara individual dan grup dalam masyarakat. Masyarakat berbeda secara substansi dalam struktur sosial karena terdapat  derajat tinggi dan rendah.

Karena berbagai kekuatan dalam lingkungan umum tersebut, manajer individual dan organisasi harus responsif dalam perubahan dan perbedaan diantara struktur sosial dan budaya nasional dalam semua negara dimana mereka beroperasi.

Terdapat kompleksitas dan ketidakmungkinan untuk diprediksi. Kompleksitas yang mengacu kepada kekuatan yang mempengaruhi organisasi misalnya jumlah kompetitor. Ketidakmungkinan diprediksi adalah tingkat ketidakpastian kekuatan yang dapat mempengaruhi organisasi. Terdapat empat tipe lingkungan yakni lingkungan tenang, lingkungan bervariasi, lingkungan badai lokal dan lingkungan bergolak.

Alasan mengapa kita menganalisis lingkungan yaitu untuk mengetahui dan meramalkan apa yang terjadi besok, menyadari dan mengantisipasi resiko dari tindakan yang dilakukan organisasi, untuk menganalisis faktor politik, sosial, ekonomi dan faktor lainnya. Serta untuk mengatasi keadaan dengan lingkungan.

Dilihat dari sifat lingkungannya, organisasi harus membaca dengan cepat kondisi lingkungan, bekerjasama untuk mengendalikan lingkungan, merespon dan menyiapkan diri mengahadapi lingkungan melalui pendidikan dan latihan serta organisasi bersedia membuka diri.

Posted in Asas-Asas Manajemen, semester 3, tugas | Tagged | Comments Off on Asas-Asas Manajemen; Lingkungan Organisasi

Analisis Konsumen; Proses Terjadinya Keputusan Pembelian

Terdapat tahapan-tahapan sebelum seorang consumer memutuskan untuk membeli atau menunda pembelian terhadap suatu barang. Rangkaian tahapan ini disebut sebagai decision making process. Sebelumnya, terdapat motivasi dan involvement yang melatarbelakangi decision making process. Motivasi dan involvement sendiri dipengaruhi oleh kondisi psikologis (misalnya cara pembelajaran), kondisi situasional (misalnya kondisi keluarga, kelompok acuan, budaya, kelas sosial) dan aktivitas kognitif (misalnya personality, self concept).

Decision making process dimulai dari keadaan saat ini (actual state) yang akhirnya menginginkan perubahan dalam hidupnya (desired state). Misalnya Wika menginginkan sebuah notebook baru merk Toshiba Libretto W100 (desired state) padahal sebelumnya sudah mempunyai notebook Acer (actual state). Pemilihan merek Toshiba Libretto W100 sendiri muncul setelah melewati evaluation of alternatives, yakni menimbang-nimbang antara merek yang satu dengan merek yang lain yang terdiri dari merek yang sudah ada dalam kepala dan ada kemungkinan akan dibeli (evoked set), merek yang ada dalam kepala konsumen namun tidak akan dibeli (inert set) dan merek yang tidak diketahui konsumen (inept set).   Selanjutya, dari sini terjadilah pertentangan antara actual state dan desired state yang disebut sebagai significant different. Dari proses significant different apabila hasilnya negatif berarti Wika sudah merasa berada dalam ideal state. Apabila hasilnya positif akan menuju proses selanjutnya yakni problem definition. Dalam proses ini, Wika akan memastikan kembali apakah ia benar-benar membutuhkan notebook tersebut atau cukup dengan notebook yang sudah ada saat ini. Problem definition berlanjut menimbulkan hasil pemikiran yang disebut effect of problem definition. Dalam tahap terakhir ini, keputusan final Wika apakah ia akhirnya menunda pembelian notebook baru (hold) atau mencari informasi lebih lanjut mengenai notebook Toshiba Libretto W100 (information search).

Proses itu kemudian tidak berhenti sampai disitu, terdapat langkah selanjutnya dalam information search. Dalam information search, terdapat dua bagian, yakni internal dan eksternal. Internal berarti informasi suatu produk muncul dari dalam dirinya sendiri, misalnya pernah membeli barang tersebut sebelumnya. Sedangkan eksternal, berarti informasi didapatkan di luar diri, misalnya lewat tvc, obrolan dengan teman, atau bisa juga pengaruh keluarga. Hal ini berhubungan dengan the hierarchy of effect yang terbagi dua, yakni high involvement hierarchy yang membutuhkan informasi lebih jauh  dengan mencari informasi lebih lanjut (eksternal) dan low involvement of effect yang membutuhkan informasi yang lebih sedikit yakni informasi yang sudah ada di dalam diri saja (internal).

Selanjutnya, masuk ke dalam purchase decision, misalnya akhirnya Wika memutuskan untuk membeli Toshiba Libretto W100. Purchase decision ini dipengaruhi oleh motive arousal. Misalnya Wika membeli notebook tersebut kondisi situasional yang menginginkan keadaan lebih baik dengan membeli barang yang lebih baik. Selain itu, pembelian notebook itu, dapat memperkuat self concept Wika sebagai gadget freak yang ingin tampil beda.

Setelah akhirnya suatu barang selesai dibeli, akan masuk ke tahap berikutnya yakni Post-Purchase Behavior. Pada tahap ini, pembelian yang sudah dilakukan ditinjau kembali, apakah timbul rasa puas atau tidak. Misalnya kembali ke contoh atas, setelah Wika akhirnya membeli Toshiba Libretto W100, muncul ketidakpuasan dalam dirinya, karena  notebook tersebut tidak menggunakan vga discrete tapi malah menggunakan vga onboard yang akhirnya membuat Wika tidak puas (dissatisfaction).

Posted in Analisis Konsumen, semester 3, tugas | Tagged , | Comments Off on Analisis Konsumen; Proses Terjadinya Keputusan Pembelian

Manajemen Periklanan; Proses Promosi Ipod

Proses Promosi iPod

iPod adalah salah satu inovasi terbaru dalam media player. Sebagai produk baru diperlukan pengenalan kepada masyrakat, salh satunya yang akan dibahas disini adalah pengenalan melalui iklan. Dikeluarkannya suatu iklan dalam media apapun, memerlukan proses yang panjang. Proses ini didasarkan pada model interactive marketing communication agar berlangsung efektif dan efisien.  Model IMC sendiri ada banyak, salah satunya adalah model proses pemasaran dan promosi yang bersumber dari buku Advertising and Promotion: An Intergrated Marketing Communication Perspectives oleh George dan Michael Belch. Disini akan dibahas  model proses pemasaran dan promosi mulai dari  analisa dan strategi pemasaran sampai keputusan promosi yang memutuskan dibuatnya suatu eksekusi iklan tertentu yang mengarah kepada target pasar.

Model proses pemasaran dan promosi

Analisa Situasi

Analisia situasi adalah studi terperinci mengenai kondisi pasar, pesaing serta produk itu sendiri. Hal ini selanjutnya yang menjadi dasar rencana pemaaran strategi yang wajib dimiliki perusahaan untuk mengambil keuntungan lebih banyak. Analisia situasi ini diawali dengan analisa strategi dan pemasaran yang di dalamnya terdapat analisa peluang, analisa kompetitif dan target pemasaran.  Di dalam penjelasan ini walaupun dalam iklan yang terlihat hanya iPod Classic saja, penjelasan melalui contoh tidak akan terlalu fokus kepada iPod classic tapi lebih kepada iPod keseluruhan dikarenakan kesamaan jenis iPod itu sendiri dalam analisanya. Sebelumnya untuk diketahui, iPod sendiri terdiri dari berbagai jenis yakni iPod shuffle, iPod nano, iPod classic dan iPod touch.

Analisa Peluang

Dengan analisa peluang akan diketahui peluang pasar yakni wilayah dimana permintaan cenderung menguntungkan, dimana kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi, dimana perusahaan dapat bersaing secara efektif. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keadaan di semua segmen pasar.  Untuk iPod, berdasarkan analisa peluncuran Walkman Sony pada tahun 1979 yang menunjukkan bahwa peluang pasar untuk pemutar musik revolusioner portabel akan tetap kuat selama beberapa tahun ke depan dari sini Apple memperkirakan akan dapat bertahan seperti pengalaman Sony dengan Walkman karena pasar mp3 sendiri masih berkembang[1].

Analisa Kompetitif

Selanjutnya dengan analisa kompetitif. Dalam persaingan sendiri terdapat persaingan langsung atau persaingan primer dan persaingan tidak langsung atau sekunder. Persaingan langsung (primer) adalah persaingan sesama produk yang memiliki karakteristik hampir sama. Sedangkan persaingan tidak langsung (sekunder) lebih kepada kompetisi dengan barang subtitusi.  Dalam analisa kompetitif yang ingin diketahui adalah keuntungan kompetitif, yakni apa yang bisa diberikan suatu perusahaan dibanding kompetitor. Selain itu situasi kompetisi harus diperhatikan karena reaksi kompetitor dapat berubah-ubah. Untuk iPod, di awal pembuatannya sebagai pemutar musik, kompetitornya adalah Sony Walkman sebagai kompetitor primer. Namun saat ini, setelah iPod dapat memenangkan persaingan dengan Sony Walkman, dan banyak perusahaan-perusahaan lain yang mengaku sebagai kompetitor kuat iPod belum ada kompetitor primer yang cukup kuat untuk bersaing dengan iPod dilihat dari kegunaannya sebagai media player sekaligus penyimpan data. Hal ini menunjukan bahwa iPod mengetahui dengan baik keuntungan kompetitifnya. Namun, iPod tidak boleh santai menghadapi pasar yang demikian, mengingat pasar yang selalu berubah. Cara iPod mempertahankan kedudukan di tengah persaingan adalah dengan terus melakukan perubahan tekhnologi dan desain berdasarkan apa yang diminta konsumennya. Sedangkan untuk kompetitor sekunder iPod dilihat dari kegunaan iPod untuk menyimpan daya secara portable, kompetitornya adalah harddisk eksternal  seperti Seagate dan WDC sedangkan dilihat dari kegunaan iPod sebagai media player terdapat Sansa Fuze, Phillips’s Go Gear Connects serta VAIO Pocket portable music player (VGF-AP1).

Target Pemasaran

Konsumen yang berbeda-beda akan membuat pasar menjadi tersegmentasi. Hal ini juga didorong oleh persaingan media massa. Menargetkan suatu produk kepada keseluruhan pasar malah akan membuat produk tidak fokus. . Target pasar iPod adalah pria wanita, young adults usia 12-25, kelas menengah ke atas dan menyukai musik. Target ini dilihat dari iklan dan harga iPod itu sendiri.

Proses Pemasaran

Proses pemasaran sendiri berkembang karena semakin tersegmentasi pasar. Selain itu juga di dorong oleh berkurangnya produk yang dapat memenuhi kebutuhan setiap segmen pasar. Hal ini mendorong perusahaan untuk mentargetkan dengan baik siapa yang menjadi sasarannya. Proses pemasaran ini dibagi menjadi empat yakni identifikasi pasar, penentuan segmentasi pasar, memilih pasar sasaran, dan menentukan positioning.

Identifikasi pasar

Alasan selalu dilakukannya segmentasi pasar dan tidak menggunakan patokan segmentasi pasar yang terdahulu adalah karena dinamika pasar itu sendiri yang selalu berunbah menjadi terdiversifikasi. Identifikasi ini membutuhkan informasi sebanyak mungkin mengenai kebutuhan konsumen. Semakin banyak data kebutuhan konsumen tentunya akan semakin efektif tugas pemasar dalam melakukan program komunikasi pemasaran.

Segmentasi Pasar

Setelah diketahui ada pasar apa saja, dibentuk segmentasi atau pengelompokan berdasarkan kebutuhan dan respon yang sama dari suatu tindakan pemasaran.  Segmentasi diperlukan agar pelayanan konsumen berjalan dengan baik dikarenakan pemasar mengerti apa yang dibutuhkan dan mengerti bagaimana menyampaikan mengenai kebutuhannya itu sehingga lebih responsif dalam menjawab kebutuhan konsumen. Namun segmentasi tidak diperlukan untuk pasar monopolistik. Segmentasi ini selanjutnya terbagi-bagi lagi menjadi segmentasi demografis, geodemografis, psikografi, synchografi, technografi dan sebagainya.

Seleksi target pasar

Target pasar adalah kegiatan memilih atau beberapa segmen konsumen yang akan menjadi fokus kegiatan pemasaran. Kriteria yang harus diperhatikan dalam menyeleksi target pasar adalah,  jumlah populasi, daya beli, pembedaan dengan segmen lain, kompetitor, dan jangkauan. Hal ini selanjutnya berpengaruh kepada media yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan konsumer. Target pasar iPod adalah pria wanita, young adults usia 12-25, kelas menengah ke atas dan menyukai musik[2]. Target ini dilihat dari iklan dan harga iPod itu sendiri.

Positioning

Positioning adalah penempatan suatu produk dalam benak konsumennya. Hal ini dilakukan dengan memahami bagaimana konsumen memproses informasi, menciptakan persepsi dan pengaruh persepsi tersebut terhadap pengambilan keputusan. Positioning penting untuk membedakan dengan kompetitor lainnya. Positioning juga menjelaskan karakter suatu produk. Misalnya iPod yang terkenal dalam kemampuannya yang dapat menyimpan lagu, literature dan gambar dalam ukuran besar berbeda dengan media player biasa lainnya. Positioning iPod sendiri merupakan salah satu bentuk inovasi dalam media player.

Perencanaan pemasaran

Perencanaan pemasaran berisi bauran pemasaran yang dipertimbangkan agar dapat memberikan kontribusi kepada keseluruhan IMC. Tiga elemen yang dibahas disini adalah produk, harga dan saluran. Antara ketiga elemen ini harus dipastikan mengirimkan pesan yang sama kepada konsumen.

Produk

Produk pada dasarnya adalah benda fisik atau jasa yang dipasarkan agar dapat memuaskan konsumen.  Selanjutnya produk akan menjadi simbol produk yakni memiliki makna bagi konsumen dalam pengalaman mereka mengonsumsinya. Tidak berhenti sampai produknya saja, tapi berbagi aspek yang ada di sekitarnya, seperti pelayanan, garansi, nama produk, kemasan dan sebagainya. Misalnya iPod adalah sebuah produk portable harddisk player. Pemilihan nama iPod juga dipikirkan dengan baik. Nama iPod pertama kali diusulkan oleh juru ketik freelance yang dipanggil manajemen Apple, untuk memberikan masukan mengenai cara memperkenalkan produk pemutar musik baru kepada publik. Setelah Chieco melihat pemutar musik digital yang terlihat simple dan canggih, Chieco langsung teringat dengan film tahun 2001 “A Space Odyssey” dengan dialognya “Open the pod bay door, Hal!” yang dimaksud dengan kata “Pod” disini maksudnya adalah EVA Pods yang terdapat pada kapal antariksa Discovery One di film tersebut[3]. Kemasan iPod dikenal berbeda dengan pilihan warna yang mencolok juga dapat dilihat di iklan-iklannya dan minimalis. Kemasan iPod sendiri merupakan hasil kerjasama Apple dengan PortalPlayer[4]. Pilihan warna yang ditawarkan adalah biru, hijau, merah muda, merah, hitam, silver, jingga, ungu, dan kuning. Pelayanan yang diberikan untuk pembelian iPod antara lain adalah garansi satu tahun, situs resmi download iTunes dan sebagainya.

Harga

Variabel harga antara lain ditentukan oleh biaya produksi, tingkat permintaan, tingkat persaingan, persepsi konsumen, kualitas produk, kegiatan promosi dan sebagainya.  Harga harus konsisten dengan persepsi produk dan komunikasi strategi yang dilakukan. Harga iPod bermacam-macam tergantung jenisnya dengan kisaran harga $ 49 –  $ 399. Untuk harganya  iPod classic sendiri harganya $ 249 [5]. Harga ini termasuk tinggi karena target pasar adalah ekonomi menengah ke atas dan menunjukan kualitas dari iPod itu sendiri

Distribusi

Distribusi memperhatikan bagaimana konsumen dapat menjangkau produk. Keputusan distribusi ini mencakup kegiatan memilih, mengelola dan memberikan motivasi kepada distributor. Disini reseller memegang peranan penting sebagai piak yang menghubungan produsen dengan konsumen. Strategi distribusi dibuat dengan mempertimbangkan tujuan komunikasi serta efek pemilihan saluran terhadap program komunikasi pemasaran terpadu. Peran saluran distribusi dalam IMC adalah advertising reminder yakni mengingatkan konsumen dengan iklan yang sudah ada. Distribusi juga bisa dilakukan dengan cara berhubungan langsung dengan konsumen. Untuk iPod biasanya di jual di department store yang terkait denga produk prestise. iPod juga bisa di dapatkan di gerai Mac atau online shop resmi  http://store.apple.com/us

Keputusan promosi

Merupakan bentukan akhir pemahaman pemasar mengenai cara yang tepat untuk menginformasikan dan membujuk konsumen untuk membeli prduknya. Di dalam keputusan promosi ini ditentukan cara-cara terbaik penyampaian pesan melalui iklan, direct marketing, interactive marketing, promosi penjualan, publikasi dan humas serta penjualan personal. biasanya dibuat tema tersebut untuk menyatukan keseluruhan ide dalam promosi. Promosi ini selanjuntnya menjadi bentuk kampanye iklan. Untuk iPod, tema yang diusung adalah Apple iPod silhouette commercial dengan keputusan promosi iklan

Iklan

Iklan adalah salah satu bentuk pemeberitahuan secara luas kepada masyarakat mengenai keadaan suatu produk maupun jasa melalui media massa dengan tujuan menarik perhatian dan membujuk orang lain untuk memenuhi pesan yang ada dalam iklan. iPod sendiri dalam iklan menggunakan siluet orang berwarna hitam sedang menari dengan latar warna-warna terang sedang menggunakan ipod classic warna putih dengan music yang up beat, antara lain Are You Gonna Be My Girl by Jet,Channel Surfer by Feature Cast. Cubicle by Rinocerose, Dance Tonight by Paul McCartney, Feel Good Inc. by Gorillaz, Flathead by The Fratellis, Gimme that by The Resource, Hey Mama by Black Eyed Peas, Jerk it out by Caesars, Light and Day byPolyphonic Spree, Lose Yourself by Eminem, Love Train by Wolfmother, Original of the Species by U2, Pachuco by Kumbia Kings, Ride by The Vines,Rock Star (Jason Nevins Remix) by N.E.R.D., Saturday Night by Ozomatli, Someday Baby by Bob Dylan, Sparks by Wynton Marsalis, Take California by Propellerheads, Technologic by Daft Punk, The Audience Is ListeningTheme Song by Cut Chemist, Vertigo by U2, Walkie Talkie Man by Steriogram,serta Who’s gonna sing? by Prototypes[6]. Iklan ini ditempatkan lewat media televisi, print ad poster serta wrap advertising.

Penutup

Keputusan eksekusi iklan seperti ini di buat disesuaikan dengan target pasar yang esudah ditentukan dalam analisa sebelumnya. Mulai dari analisa situasi sampai seterusnya. Selanjutnya setelah iklan diluncurkan proses ini tidak akan berhenti, perlu diperhatikan efektifitas dari iklan tersebut melalui post analisis. Dari sini diketahui apakah pesannya tersampaikan dengan baik atau tidak, apakah taanggapan masyarkat mengenai iklan dan produk dan pastinya perlu diketahui apakah objektif awal dibuatnya iklan tercapai atau tidak.

Daftar Pustaka

George.,Belch M, (2001). Advertising and Promotion: An Intergrated Marketing Communication Perspectives 5th ed. New York: Irwin/Graw Hill

Morrissan. (2010). Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Prenada Media Group

http://brynetzter.blogspot.com/2007/04/sejarah-ipod.html (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 18.15)

http://id.shvoong.com/products/consumer-electronics/2082511-ipod-apakah-mendominasi-pasar-dan/ (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 18.00)

http://store.apple.com/us (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 18.50)

http://www.apple.com/ipod/compare-ipod-models/ (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 10.33)

http://www.echeat.com/essay.php?t=29326 (diakses tanggal 27 Desember 2010 njam 21.00)

http://www.designchain.com/coverstory.asp?issue=summer02 (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 20.17)

http://www.ipodhistory.com/ipod-advertising/ (diakses tanggal 28 Desember jam 12.46)


[1] http://id.shvoong.com/products/consumer-electronics/2082511-ipod-apakah-mendominasi-pasar-dan/ (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 18.00)

[2] http://www.echeat.com/essay.php?t=29326 (diakses tanggal 27 Desember 2010 njam 21.00)

[3] http://brynetzter.blogspot.com/2007/04/sejarah-ipod.html (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 18.15)

[4] http://www.designchain.com/coverstory.asp?issue=summer02 (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 20.17)

[5] http://www.apple.com/ipod/compare-ipod-models/ (diakses tanggal 27 Desember 2010 jam 10.33)

[6] http://www.ipodhistory.com/ipod-advertising/ (diakses tanggal 28 Desember jam 12.46)

Posted in Manajemen Periklanan, semester 3, tugas | Tagged , | Comments Off on Manajemen Periklanan; Proses Promosi Ipod

Perkembangan Marketplace dalam B to B, B to C dan C to C.

Seiring perkembangan tekhnologi yang merambah semua unsur kehidupan dalam masyarakat. Pemasaran tak luput dalam arus tekhnologi ini. Walaupun dari dulu pembagian pemasaran tetap sama menjadi business to consumer, business to business dan customer to customer, terdapat perkembangan di dalamnya. Sebelum mengetahui perkembangan  yang ada di tiap jenis pemasaran, akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai penjelasan dari tiap jenis pemasaran. Diawali dengan business to consumer atau sering disingkat menjadi B to C. Pemasaran ini  berlangsung dari produsen menuju konsumen secara langsung. Karakteristik barangnya adalah barang yang dapat langsung dipakai, semisal sabun, baju, roti dan sebagainya. Sedangkan business to business atau sering disingkat menjadi B to B melakukan pemasaran dari satu unit bisnis ke unit bisnis lain untuk diolah terlebih dahulu sebelum akhirnya barang ke tangan konsumen untuk digunakan. Karakteristik barangnya berbeda dengan B to C, yakni barang yang harus diolah terlebih dahulu, misalnya kain dijual kepada pengusaha kaos untuk diolah. Selain karakteristik barang, terdapat perbedaan-perbedaan antara B to C dan B to B yakni, konsentrasi pasar B to B yang lebih kecil, decision makers B to B yang merupakan kumpulan manusia yang memutuskan untuk satu perusahaan, serta orientasi strategi dimana B to B harus mlihat strategi perusahaan yang menjadi kliennya ke depan. Selain B to B dan B to C terdapat jenis pemasaran lain yakni customer to customer atau biasa disebut C to C, konsumen menawarkan produk yang menurutnya bagus kepada konsumen lain. sistem ini disebut sebagai word of mouth atau mulut ke mulut.

 

Kesemua jenis pemasaran ini mengalami perkembangan seiring dengan tekhnologi internet. Dalam B to C, kancahnya di internet diawali dengan adanya Internet Retail Marketing (IRM). Pengembangan adanya Internet Retail Marketing tidak melulu berbasis kepada produk dan perancangan situs. Diperlukan optimasi dengan menggunakan search engine optimization (SEO). Agar semua kata kunci yang masuk dalam search engine yang berhubungan dengan situs, dapat mengarahkannya langsung ke situs tersebut. Hal ini dilakukan dengan meletakan situs di dalam page awal-awal pencarian sebuah kata kunci yang terkait. Selain itu, sistem e-commerce dan pilihan produk-produk yang ditawarkan dalam situs juga harus diperhatikan. Apakah relevan atau tidak. Perkembangan adanya Internet Retail Marketing juga dapat memanfaatkan media social seperti Facebook dan Twitter untuk membentuk awareness. Awareness juga dapat dibentuk dengan iklan prabayar dalam bentuk pays per click sebagai investasi. Dengan memperhatikan hal-hal diatas, adanya Internet Retail Marketing berkembang menjadi E-mall dan terus menjadi e-bay. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan web 2.0 yang juga memperhatikan kenyamanan dalam masalah sistem pembayaran. Hal ini selanjutnya menjadikan e-bay sebagai virtual marketplace yang paling populer.

 

Dalam perkembangan B to B di internet, terdapat istilah prosumer dan wikinomic. Prosumer adalah konsumen yang aktif dalam proses terciptanya barang dan jasa. Hal ini menunjukan terjadinya pull strategy dalam pemasaran B to B, dimana klien meminta barang kepada produsen. Sedangkan wikinomic adalah suatu sistem social software yang dikembangkan Don Tapscott dan Anthony D. Williams dengan dasar empat prinsip utama meliputi opening, peering, sharing, dan acting globally. Opening adalah keterbukaan informasi talent global kepada semua pengakses situs. Peering adalah pembentukan kelompok sesuai kebutuhan atas dasar informasi yang diberikan. Pembentukan ini selanjutnya diharapkan para pengakses dapat bekerja dalam kelompok. Sharing adalah pembagian informasi yang lebih detail lagi kepada anggota yang  telah diajak kerjasama dalam peering tadi. Dan terakhir adalah acting globally yang menjelaskan posisi wikinomic sebagai media pemasaran yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Wikinomic membuat semua orang dapat berperan dalam mengatasi permasalah bisnis tanpa adanya batasan segmentasi. Salah satu isu yang diangkat dalam wikinomic adalah mengenai permasalahan penyebaran informasi. Bisa jadi dalam wikinomic terjadi pencurian infrormasi yang dapat merugikan pemilik informasi. Hal lainnya adalah adanya potensi wikinomic sebagai pelanggar hak kekayaan intelektual. Isu ini sebenarnya dapat diatasi dengan penguatan keamanan dalam situs serta kesadaran pengakses dalam pemilahan pemberian informasi. Undang-undang mengenai penggunaan akses informasi internet juga harus diperkuat.

 

Jenis pemasaran yang terakhir adalah C to C. dalam perkembangannya di internet, sistem word of mouth dilakukan dengan penggunan direct marketing berupa forward pesan. Baik itu pesan di email, facebook maupun twitter. Organisasi non profit juga sering melakukan hal serupa. Perkembangan word of mouth menjadi viral marketing word of mouth sangat terlihat dalam twitter. Dimana tweet satu dengan tweet lainnya berlangsung sangat dinamis. Apalagi untuk pasar kaum muda indoensia yang sering menggunakan twitter sebagai salah satu alat komunikasinya.

 

Semua jenis pemasaran internet tadi berkembang seiring dengan adanya tekhnologi internet. Hal ini menjadikan pemasaran yang berlangsung di dalamnya menjadi sangat dinamis. Keluhan-keluhan konsumen juga dapat ditanggapi dan diatasi lebih cepat. Namun, sayangnya jangkauan akses internet belum begitu tersebar diseluruh pelosok Indonesia. Hal ini menjadi salah satu kelemahan internet dalam masalah jangkauan pemasaran yang terbatas kepada orang-orang yang dapat mengakses internet saja.

 

 

Sumber referensi :

 

Chaffey, D., Mayer, R., Johnston, K., dan Ellis-Chadwick, F. (2000). Internet Marketing: Strategy, Implementation and Practice, First Published, London: Prentice-Hall, Inc, bab 13,14.

 

Spiller, L., dan Baier, M. (2009). Contemporary Direct and Interactive Marketing, Second Edition , New Jersey: Prentice-Hall, Inc,bab 14.

 

Tapscott,Don, and Anthony D.Williams. (2008). Wikinomics : How Mass Collaboration Changes Everything. London:Penguin Books,Ltd.

 

http://www.optimum7.com/internet-marketing/ecommerce/internet-retail-marketing.html

(24 Nov 2010, 21.05)

 

Posted in Media Pemasaran Interaktif, semester 3, tugas | Comments Off on Perkembangan Marketplace dalam B to B, B to C dan C to C.

Integrated Marketing Communication : Return On Investment (ROI) dan Return On Customer Investment (ROCI)

Masa kini, iklan dari suatu kampanye banyak ditemukan di berbagai media. Mulai dari media tradisional seperti majalah, Koran sampai media konvesional semacam internet. Dan yang melakukan kampanye iklan tidak hanya satu produk saja tapi jutaan. Lalu apakah akan efektif pemasangan suatu kampanye di tengah jutaan kompetitor? Sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu apa tujuan dibuatnya kampanye tersebut. Tujuan dari dibuatnya kampanye iklan suatu produk oleh perusahaan ada banyak macamnya. Antara lain pengenalan produk baru, penguatan positioning, perluasan pasar dan sebagainya. Apapun tujuannya semua hal tersebut harus sudah ditetapkan di awal perencanaan suatu kampanye iklan dengan jelas. Agar kampanye iklan nantinya juga lebih terarah.  Namun ujung-ujungnya, hampir semua kampanye iklan mempunyai  tujuan akhir utamanya umumnya adalah peningkatan penjualan yang berujung kepada keuntungan. Lalu bagaimana pengukurannya? Bagaimana cara mengetahui keefektifitasan iklan?

 

Untuk mengukur apakah suatu iklan benar-benar berhasil dan menghasilkan keuntungan, terdapat berbagai cara penghitungan, salah satunya yang sering digunakan adalah  Return On Investment (ROI). Kata lain dari Return On Investment (ROI) adalah  rate of return (ROR) atau biasa juga disebut return.  Secara harfiah Return On Investment (ROI) merupakan rasio untuk melihat keuntungan atau malah kerugian dari jumlah uang yang diinvestasikan. Investasi yang dimaksud disini adalah kampanye iklan yang dilakukan perusahaan. Penghitungan Return On Investment (ROI) adalah sebagai berikut,  laba bersih dibagi dengan jumlah rata-rata investasi di perusahaan dalam setahun. Sebelumnya harus diketahui bahwa laba kotor atau marjin adalah total penjualan dikurangi biaya pokok penjualan. Selanjutnya laba kotor dari semua biaya promosi iklan dikurangi dari laba kotor semua biaya promosi iklan, hasilnya disebut laba bersih. Lalu selanjutnya laba bersih dibagi dengan biaya promosi sehingga didapatkan presentase Return On Investment (ROI). Pada dasarnya Return On Investment (ROI) membandingkan apakah pengeluaran yang dilakukan untuk kampanye iklan sebanding dengan apa yang didapatkan (berupa keuntungan) nantinya dalam bentuk presentase. Bentuk presentase menunjukan pengembalian investasi lebih besar daripada biaya, sehingga  semakin tinggi nilai Return On Investment (ROI), semakin tinggi keuntungan didapat. Kelemahan Return On Investment (ROI) adalah tidak bisa memprediksikan pengembalian keuntungan dan biaya yang akan muncul. Sehingga resiko investasi tidak dapat diprediksi. Karena itu dibutuhkan penghitungan lain untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas yang dapat digunakan ke depan.

 

Selain Return On Investment (ROI), terdapat Return On Brand Investment (ROBI) dan Return On Customer Investment (ROCI) yang dapat digunakan untuk membandingkan presentase keuntungan dan kerugian kampanye. Berikut akan dijelaskan lebih dalam mengenai Return On Customer Investment (ROCI) yang merupakan model komunikasi integrasi yang dibuat oleh Kitchen dan Schultz tahun 2000. Return On Customer Investment (ROCI) sendiri merupakan bentuk evaluasi konsumen dalam pasar berdasarkan perkiraan dari investasi yang dilakukan oleh konsumen. Investasi yang dimaksud dalam Return On Customer Investment (ROCI) mengarah kepada keloyalan pelanggan. Penghitungannya didasarkan kepada continuous buying customer profit dan sales growth. Customer profit dan sales growth ditargetkan kepada pelanggan yang loyal sehingga terus terjadi continous buying. Bentuk intangible dari Return On Customer Investment (ROCI) adalah Return On Brand Investment (ROBI) yang lebih mengarah kepada brand. Return On Customer Investment (ROCI) mengarahkan komunikasi pemasaran ke dalam tingkat yang lebih lanjut daripada Return On Investment (ROI). Return On Customer Investment (ROCI) dan Return On Brand Investment (ROBI) juga dianggap lebih berguna karena berdasarkan langsung kepada konsumen yang potensial dibanding dengan Return On Investment (ROI) yang lebih mengarah kepada aktivitas penjualannya sendiri.  Data konsumen terutama konsumen yang loyal terhadap produk lagi-lagi menjadi hal yang penting untuk mentargetkan penaikan penjualan. Sehingga data konsumen ini juga harus mencakup perilaku konsumen. Dengan penggabungan data konsumen dan perilakunya, selanjutnya dilakukan pendekatan yang berbeda agar dapat mengetahui konsumen mana yang potensial beserta pengertian mengenai bagaimana respon mereka terhadap produk sehingga dapat diramalkan apa yang akan terjadi di masa depan. Selain itu mereka juga mengetahui, bagaimana terjadinya suatu perilaku. Dari sini manajer komunikasi pemasaran menghubungkan antar investasi dan pendapatan untuk mengetahui keuntungan dan kerugian. Hal ini dilakukan dengan cara mengembangkan reciprocal model of consumer response.

 

Selain Return On Investment (ROI), Return On Brand Investment (ROBI) dan Return On Customer Investment (ROCI) juga terdapat  return on touch point investment (ROTPI) yang merupakan pengembangan dari Return On Customer Investment (ROCI). Dan tak akan berhenti sampai disitu, komunikasi pemasaran bergerak secara dinamis. Hal ini mempengaruhi kinerja didalamnya termasuk cara penghitungannya. Seperti yang dapat dilihat pada perkembangan Return On Investment (ROI) menjadi Return On Brand Investment (ROBI) lalu selanjutnya menjadi Return On Customer Investment (ROCI) dan terakhir return on touch point investment (ROTPI). Perkembangan perhitungan ini selanjutnya diharapkan dapat semakin membantu perusahaan dalam menghitung keefektifan suatu kampanye iklan dan dapat membantu pula dalam memprediksi masa depan kebutuhan konsumen yang berusaha dipenuhi oleh pemasar sehingga dapat tercipta hubungan yang menguntungkan antara keduanya.

 

Sumber:

Spiller, L., dan Baier, M. (2009) Contemporary Direct and Interactive Marketing, Second Edition, New Jersey: Prentice-Hall

http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,31,menghitung-roi-terhadap-investasi-sistem-erp-di-perusahaan (diakses pada 1-Des-2010,8.11)

http://www.solutionmatrix.com/return-on-investment.html (diakses pada 1-Des-2010, 8.15)

http://upetd.up.ac.za/thesis/available/etd-10062005-100746/unrestricted/04chapter4.pdf diakses pada 1-Des-2010, 8.30)

http://www.agora-imc.com/images/Schultz-_Connect_the_Dots.pdf (diakses pada 1-Des-2010, 8.44)

http://books.google.co.id/books?id=gsg0c11h46EC&pg=PA215&lpg=PA215&dq=Return+on+Customer+Investment&source=bl&ots=Xfx__HkaM3&sig=QA-CxNfGhRHtm8JNIAVgVrWWov0&hl=id&ei=m8P1TLu2G8PxrQecn52XBw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=5&ved=0CCgQ6AEwBA#v=onepage&q=Return%20on%20Customer%20Investment&f=false (diakses pada 1-Des-2010, 9.18)

Posted in semester 3, tugas, Uncategorized | Comments Off on Integrated Marketing Communication : Return On Investment (ROI) dan Return On Customer Investment (ROCI)

customer relationship management

Rumitnya pasar yang  terbentuk karena beragamnya pasar dan kompetitor yang ada saat ini, membuat pemasar membuat berbagai macam alternative strategi yang digunakan untuk meraup keuntungan. Salah satunya adalah Customer relationship management.

Customer relationship management (manajemen hubungan konsumen) yang akan dibahas saat ini, pada dasarnya adalah pelayanan maksimal dari penjual kepada pelanggan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan itu secara personal. Berbeda dengan pemasaran massal, yang memperlakukan pasar sebagai satu kepribadian. Salah satu dasar pemikiran Customer relationship management adalah manusia itu berbeda antara satu sama lain. Hal ini mempengaruhi pasar yang disasar dalam dunia pemasaran menjadi tersegmentasi. Disinilah tantangan pemasar dalam menghadapi pasar yang tersegmentasi itu. Bagaimana cara pemasar memenuhi kebutuhan pasar yang beragam?

 

Penting untuk diketahui, customer relationship management dapat berkembang karena pengaruh perkembangan tekhnologi yang pesat. Salah satu tekhnologi terpenting dalam customer relationship management adalah internet, lebih spesifik lagi, website.

 

Sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu sekilas mengenai website. Berdasarkan cara interaksinya, website terbagi dua yaitu, web statis atau web 1.0 dan web dinamis atau web 2.0. Perbedaan antara keduanya adalah web statis komunikasinya bersifat satu arah sedangkan web dinamis bersifat dua arah. Hal ini dapat dilihat dari tampilan keduanya. Web statis pada dasarnya memindahkan informasi yang ada di dalam pamflet atau brosur kedalam website, sehingga sering juga disebut brochureware. Selain itu pada web statis, komunikasi antara pemasar dengan pelanggan dilakukan diluar website, misalnya dengan telepon atau dengan email. Sedangkan web dinamis memberikan layanan komunikasi langsung didalam website antara pelanggan dengan pemasar. Perbedaan ini muncul karena tekhnologi yang digunakan web statis dan web dinamis berbeda. Web statis menggunakan HTML sebagai dasar website-nya, sedangkan web dinamis tampil lebih dinamis dengan menggunakan PHP, Java Server Page Cold Fussion dan sebagainya. Penggunaan tekhnologi yang berbeda dalam pengelolaan website antara web statis dan web dinamis juga membawa perbedaan dalam hal pembaharuan informasi di dalamnya. Web statis lebih jarang memperbaharui informasi di dalamnya dibanding web dinamis karena lebih rumit penggunaannya.

 

Lalu, apa pengaruh  website dengan customer relationship management? Untuk menjawab pertanyaan ini, harus diketahui bahwa dasar dari customer relationship management adalah database konsumen. Sebelumnya telah dibahas bahwa customer relationship management adalah pengorganisasian pasar yang tersegmentasi. Untuk mengetahui karakterisitik tiap segmen pasar, digunakanlah database konsumen. Database konsumen ini didapatkan dari website. Baik web statis maupun web dinamis bisa digunakan untuk mendapatkan database konsumen dengan pembentukan akun melalui registrasi. Misalnya untuk mengetahui informasi lebih lanjut dari konten suatu website, diperlukan registrasi karena konten tersebut hanya bisa diperlihatkan untuk mereka yang menjadi akun di web tersebut. Dari sini juga dapat dikembangkan bahwa pemilihan informasi yang disembunyikan dapat dipilih berdasarkan segmentasi pasar yang diinginkan. Dilihat dari perbedaan kinerja web statis dan web dinamis, web dinamis lebih baik digunakan karena informasi mengenai pelanggan akan lebih dalam dibandingkan web statis yang lebih sederhana. Selain itu, interaksi antara pelanggan dan pemasar akan lebih dekat dengan web dinamis karena adanya interaksi secara langsung dalam website.

 

Database ini selanjutnya diolah untuk mengetahui apa yang menjadi needs dan wants seorang pelanggan. Pemasar menggunakan informasi ini dan berusaha memenuhi needs dan wants pelanggan dengan cara memantau dan merespon interaksi yang dilakukan pelanggan. Hampir sama dengan hubungan interpersonal biasanya, pengolahan database ini dilakukan dengan 4 langkah yakni attract, transact, service dan enhance (Kellen, 2002).  Attract adalah menarik perhatian pelanggan. Hal ini dilakukan dengan memperkuat Unique Selling Proposition suatu website. Selanjutnya setelah menarik perhatian pelanggan sehingga ia ingin membeli website pemasar, transaksi (transact) harus diperhatikan. Pemasar harus memikirkan bagaimana caranya melakukan transaksi semudah mungkin dan menghidari kompleksitas yang dapat membuat pelanggan mengurungkan niatnya untuk membeli barang. Setelah barang sampai ditangan pelanggan, pemasar harus tetap memperhatikan pelanggan melalui service, misalnya apabila pelanggan kurang puas dengan barang yang sudah sampai, dapat ditukar dengan jangka waktu tertentu. Service ini dapat bermacam-macam bentuknya sesuai dengan kebutuhan pemasar dan pelanggan. Dari ketiga langkah ini akan muncul loyalitas, baik loyalitas pemasar maupun loyalitas pelanggan. Namun, langkah ini harus diperkuat agar terjadi pembelian barang selanjutnya yang menguatkan pihak pemasar dan pelanggan dengan penguatan (enhance). Hal ini dilakukan juga bermacam-macam bentuknya sesuai dengan kebutuhan pemasar dan pelanggan. Misalnya dengan memberikan undian atau point reward.

 

Customer relationship management membuat hubungan antara pemasar dan pelanggan menjadi lebih dekat dan lebih lama jangka waktunya karena muncul rasa percaya pelanggan kepada pemasar. Hal inilah yang menjadi dasar tujuan adanya customer relationship management yakni hubungan yang baik antara pemasar dan pelanggan. Dan tak hanya sebatas mereka berdua, hubungan seperti ini juga dapat dikembangkan kepada supplier dan distributor.

 

Sumber:

Chaffey, D., Mayer, R., Johnston, K., dan Ellis-Chadwick, F. (2000). Internet Marketing: Strategy. Implementation and Practice, First Published, London: Prentice-Hall, Inc. Bab 8 dan 10.

 

Musser, John., Tim O’Really. (2006). Web dinamis Principles and Best Practices. O’Really Radar

 

Schell, George P dan Raymond Mcleod. 2008. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

 

Spiller, L., dan Baier, M. (2009) Contemporary Direct and Interactive Marketing, Second Edition , New Jersey: Prentice-Hall, Inc, bab 2.

 

 

Sutedjo, Budi, dkk. 2003. I-CRM Membina Relasi dengan Pelanggan.com. Yogyakarta : penerbit Andi

 

Perreault, Mc Charty. 2008. Pemasaran Dasar. Jakarta : Penerbit Salemba Empat

 

Posted in Media Pemasaran Interaktif, semester 3, tugas | Comments Off on customer relationship management