brown's pink

Written by: chita yumina

Chita Yumina Karissima ialah seorang mahasiswi jurusan Gizi Universitas Indonesia. Ia merupakan anagata 2017. Selama ngampus ketika ia sering mengalami masalah, ia lebih suka menceritakannya kepada teman dekatnya atau dengan puisi dan menulis.

sepucuk surat dari Jakarta

Sepucuk surat untuk temanku. “aku menemukan suatu surat dibawah tumpukan buku-buku literatur medis dan pangan, surat itu berdebu, kertasnya menguning, tapi beda dengan isinya.” “aku tak sengaja membacanya, maaf.” Hai, bagaimana kabarmu? Apakah kamu baik-baik saja? Gimana kuliahmu? Matakuliahnya susah ga? Kamu pernah sakit ga sebulan ini? Selamat ya atas pencapaian barunya. Ah, aku kok jadi banyak bertanya ya, padahal saat di dekat mu aku hanya bisa diam, terhanyut dan tenggelam dalam waktu bersamamu. Aku

Anak panah

Hai embun pagi, Aku ingin bercerita, Aku pernah membenamkan diri di keramaian Kau tau kan, aku tidak terlalu suka dengan itu Rasanya sedikit sesak Tapi sesaknya suasana ruangan itu tidak terasa karena dinginnya hujan di bulan juni Suara derasnya air hujan itu memecah lamunanku Mataku tiba tiba menancapkan panah pada seseorang, Aku tidak mengenalnya, tapi sejak melihatnya hatiku… seperti menemukan serpihan yang hilang dari hati ini Ntahlah……. Waktu itu aku tidak berani menatapnya dalam dalam

Pulang

Jakarta, aku kembali.. Ntah iya atau tidak kau pasti menungguku kembali kan? Lama tak bersua tal ada yang berubah Eh, Kenapa menangis? Ah, kau membuat aku sedih saja Aku dengar kau baik-baik saja tanpa ku selama 22 hari tak bertemu Aku juga belajar disana Belajar untuk tidak menangis Belajar untuk tidak banyak tertawa Belajar untuk tidak merindukanmu Jakarta, Kau tau kan aku disini untuk menuntut ilmu Kau tau kan, banyak tuntutan di universitasku Kau tau

Allah, Engkau baik banget.

    ‘’huaah, jam berapa nih?” “HAA! Jam 06.30 pagi?!!” “duh, telat dah gue. Untung hari ini pleno. Yauda lah telat aja sekalian gausah buru-buru” 31 November 2018 adalah hari “ujianku’’, ya kali ini ujiannya mendadak, ga diinformasikan tau, ga ada kisi-kisi ataupun pemberian materi yang akan diujiankan. Ini ujian kehidupan. …   Besok, 1 Desember 2018 adalah hari dimana proker yang PO-nya gue akan dilaksanakan. Yang namanya acara pasti harus datang pagi-pagi untuk mempersiapkan

Januari

Hei Januari, aku iri dengan mu, kau selalu bertemu dengan Dia. Bisakah Kau selau bersamaku Januari? Tidak berpindah, tak kemama mana, tak berganti, hanya disini saja, temani aku selama aku hidup. Aku butuh kamu. Kau tau Januari, bahkan mulutku tak sanggup untuk menjawab pertanyaanmu ini, hatiku diam saat merasakan ini, apalagi akal ini, ia bagai menjawab pertanyaan matematika yang sulit. “Mengapa seberpengaruh ini? Kata kata nya, senyumnya, semangatnya, suaranya bisa membuat hal sulitmu menjadi mudah.

Fakultas sebrang.

…. Sendirian. Waktu itu tidak hujan, tapi aku merasa mendung lagi menyelimuti runganku. Tempat itu tidak sepi, ramai malah.. Suara berisik mengganggu gendang telingaku.. Semua saling bertukar cerita dengan kerabat dekatnya.. indah sekali pemandangan yang ku lihat dari meja sebelahku.. mereka terlihat bahagia, seperti sedang melepas rindu atau sekedar bertukar cerita. Ya aku duduk di bagian dekat pojok sehingga hanya bisa melihat ke kanan, lalu aku kembali menghadap depan.. yang ku lihat hanya bangku kosong

Untuk apa bertemu kalau ternyata setelah bertemu itu kita akan berpisah?

Kali ini aku ingin berdamai. Aku ingin menyelesaikan semua ini, bukaan mengikhlaskan,bukan berarti aku tidak rela. Aku pengen berdamai aja sama hati yang sial sekali, aku suka mengharapkannya, aku ingin berdamai saja sama rindu yang selalu menjerit di malam – malamku, aku ingin berdamai saja sama mata yang suka menangisi hal yang seharusnya tidak perlu ditangisi. Aku ingin berdamai.. aku ingin lepas.. aku ingin melupakan, menjauh pergi,, dan aku tidak ingin ketemu lagi.. aku ingin

Top