Januari

romanceComments are off for this post.

You Are Here:Januari

Hei Januari, aku iri dengan mu, kau selalu bertemu dengan Dia.

Bisakah Kau selau bersamaku Januari? Tidak berpindah, tak kemama mana, tak berganti, hanya disini saja, temani aku selama aku hidup. Aku butuh kamu.

Kau tau Januari, bahkan mulutku tak sanggup untuk menjawab pertanyaanmu ini, hatiku diam saat merasakan ini, apalagi akal ini, ia bagai menjawab pertanyaan matematika yang sulit.

“Mengapa seberpengaruh ini? Kata kata nya, senyumnya, semangatnya, suaranya bisa membuat hal sulitmu menjadi mudah. Bisa menenangkan Jakartamu, Bisa membuatmu senyum berhari hari, bisa membuatmu semangat, ceria dan merasa tau apa arti hidup ini.”

“Kenapa bisa serindu itu? Bahkan 2 hari berlalu kau merasa kalian telah jauh, hingga pikiranmu bisa memikirkan Dia sampai sampai mengganggu tujuanmu. Hanya ingin bertemu dengan Dia. Lagi.”

“Mengapa bisa sesenang itu? Padahal hanya teks hitam dan telepon masuk yang ada di hape mu. Konyol.”

“Kenapa bisa seresah itu? Saat kau tidak dengar kabar darinya sudah lebih dari 2 bulan. Ingin mendengar kabarnya saja rasanya sudah cukup.”

“Kenapa sekecewa itu? Saat ternyata apa yang kau harapkan dengannya tidak terjadi. Ku lihat kau menangis, apakah kau sesayang itu?

“Mengapa bisa sesemangat itu? Bahkan, jam 2 pagi kau tetap semagat karena Dia. Persentasimu jadi bagus, ujian mu mendapat nilai A, bahkan puasa tidak menurunkan semangatmu, hanya karena Dia?”

“Kenapa bisa secemburu itu? padahal itu hanya temannya, sama sepertimu, ku lihat itu dari matamu. Jangan berbohong.”

“Kenapa bisa secuek itu? Dia telah menyapa mu dengan manis, Padahal kau sebenarnya ingin, tapi pasti kau malu. Terlalu malu untuk senyum manis di depan ibu guru dan kedua temanmu.”

“Kenapa kau begitu menyukainya? Padahal kau tidak tau jawaban atas pertanyaanku itu.”

“Nanti akan aku jawab Januari. Jika dia yang bertanya tentang itu”

– Jakarta

About the author:

Chita Yumina Karissima ialah seorang mahasiswi jurusan Gizi Universitas Indonesia. Ia merupakan anagata 2017. Selama ngampus ketika ia sering mengalami masalah, ia lebih suka menceritakannya kepada teman dekatnya atau dengan puisi dan menulis.
Top