Waktu itu aku sedang tidak duduk di tepi danau, bukan juga sedang menghirup udara segar di pegunungan, tapi aku berada di tengah kota yang penuh dengan polusi, wajah orang yang sedang lelah, capek, dan keringat yang membasahi wajah pilu  itu.. tapi, langit kali itu sedang bersemangat, mungkin ini alasan mengapa manusia manusia itu begitu kuat.

orang orang berlalu lalang di depan kami, mereka ada yang dengan keluarganya, sahabatnya, temannya, dan kekasihnya. Pastinya mereka disini untuk menghabiskan waktu bersama.

Sama seperti kita, ya  kali ini Aku tidak sendirian (yaiyalah kan elu di tempat yg ramai) Bukan, maksud ku. Aku bersama dengan Dia,,

 

Udara kotor itu tidak mengganggu kami, teriknya panas itu tidak menyilaukan kami, kaki yang sudah banyak melangkah pun tidak merasa kelelahan, bahkan mulut yang sudah banyak tersenyum dan bercerita pun ku rasa sudah kehilangan rasa lelahnya. Apalagi mata yang merasa seperti ada matahari di dalamnya, begitu bersinar,

sungguh indah seseorang yang biasa aku lihat dari kejauhan ini.

Aku hanya meraasakan kerinduan yang ketebalannya mulai terkikis saat aku melihat mu. Mendengar mu dan bersama dengan mu..terlepas satu demi satu..

Tapi, tunggu dulu.

Rindu?

Mungkin hanya aku saja yang rindu. Tapi aku ingin mengajak kalian untuk berpikir.

Apa artinya seseorang mengajak bertemu di tempat yang berbeda dengan orang yang sama setelah hampir 6 bulan, kalau tidak rindu?

..

Memang Aku tidak bertanya soal rindu padanya, ya cinta adalah hal yang tidak pernah kami bahas, ber – “kode” mungkin iya, tapi pasti hanya bercanda. mungkin.

Jika ternyata aku tidak pernah menjadi yang istimewa. Aku tidak percaya bagaimana bisa kau melakukannya? Bagaimana? Tolong beri tau aku caranya? Bagaimana? Jelas-jelas aku merasakan kau terlihat nyaman dengan ku? Kita itu sering bersama, bertukar cerita, menyemangati satu sama lain, Kita begitu dekat,, lalu apakah dari semua itu, aku masih biasa untuk mu?

Apa arti senyum itu? Senyum malu bercampur rindu setelah jarak itu memisahkan kita? Aku begitu jelas melihat dan merasakannya, saat aku mencari mu dan menemukan mu. Kau begitu manis waktu itu, sungguh.

Tidak ada gunanya memang mengungkapkan atau tidak..

biarlah waktu yang bekerja keras untuk itu, biarlah matahai yang tersenyum melihat kita, biar lah udara dingin yang membuat kita akan semakin dingin..

Kota Tua itu,

Rumah,

Sekolah,

Kereta,

Perpustakan..

mereka akan berbicara.. Ntah, mungkin mereka akan berbisik pada mu bahwa..

 

 

 

kau begitu tidak peka.

Written by chita yumina

Chita Yumina Karissima ialah seorang mahasiswi jurusan Gizi Universitas Indonesia. Ia merupakan anagata 2017. Selama ngampus ketika ia sering mengalami masalah, ia lebih suka menceritakannya kepada teman dekatnya atau dengan puisi dan menulis.