#ini kisah SMA-ku-1

Ketika hujan malu-malu menurunkan air matanya.

Gerimis nya indah sekali seperti kristal yang menjadi embun pagi yang berjatuhan dari langit.

Sambil menataap lagit biru yang bersembunyi dibalik langit jingga. Duduk dibawah pohon rindang yang suka memainkan dahannya dengan angin,, menggugurkan daunnya yang ingin lepas bebas di udara. aku terbayang momment itu..

Benar Allah tidak pernah tidur, kebayag ga sih lo ga pernah tidur? Allah itu dekaat banget, lebih dari urat nadi kita lagi, Dia pendengar yang baik bangett, maha memahami diriku dan kamu juga, sampai sampai saat ini aku merasa tidak memerlukan banyak teman, karena ada Allah yang sudah seperti teman ku sendiri.

Saat aku bercerita tentang hati ku, memang ia ga pernah membalas ucapanku, tapi Ia benar benar memahamiku, ia menjawab percakapanku  dengan kekuatan ketika aku lemah, dengan kesaabarn ketika aku goyah, membuat air mata ku sirna dengan mengahdirkan seseorang yang bisa mengusap air mataku.

Jadi sayangg banget sama Allah.. andai aku bisa memeluk-Nya, aku ingin memluk-Nya dengan erat..

Hadiah 2 tahun lalu yang kebahagiaanya masih aku rasakan saat ini, sederhana Allah benar benar mengabulakan do’a ku

Dia, dia adalah seorang temen yang baik, senyum nya indah, pasti. Di SMA-ku dulu banyak yang naksir dia. Haha. Sesederhana ingin mejadi temannya, saling bercerita keluh kesah, tawa, lelah, sesak, harapan, mimpi, semangat, bertukar pikiran, berdiskusi, belajar bareng dengan Dia.. ya itu mimpiku.

Memandang dari kejauhan, deg-degan sendiri saat ketemu, melihatnya memang berasa tenang, tapi aku benar benaar ga bisa menggapainya. Jauh. walaupun dekat tapi kami benar- benar jauh, dia tidak kenal dengan ku.

Hatiku benar benar sesak, ingin menjadi temannya bahkan berpikir ingin menjadi teman hidupnya kelak.

Aku hanya bisa berharap pada Dzat yang terbaik yang pernah ada, yang ketika kita berdo’a insya Allah ga akan dibuat kecewa, tempat meminta, berharap, curhat. Mana lagi tempat yang paling nikmat kalo ga  dengan Allah..

Ntah kenapa, seperti anak kecil yang ingin dibelikan mainan, aku sampai menangis ingin memiliki mainan itu. Lalu, berat saat kudengar dari temanku bahwa dia ternyata memiliki seorang kekasih.

..

Aku mencoba melupakannya, tidak memikirkannya,dan mengabaikannya. Ya Mencoba, meurutmu aku bisa?

..

Saat itu, aku baru hijrah dari pacaran, mantanku banyak sekali hingga aku ga ingat siapa aja ( males diiinget). Selama pacaran, wah parah sih, dari mulai pegangan tangan sampai hal keji lain pernah ku lakukan kecuali yang parah banget engga!!! Aku masih tau batasan, tapi gatau aturan. Dan saat ini aku mulai ngerasa nyesel banget pacaran karena emang benar-benar ga ada gunanya, nguras waktu, tenaga, pikiran dan batin, belum lagi sakit hati dan air mata yang pernah terjatuh karena pacaran, sumpah sakit!

Alhamdulillah kali ini, aku dikuatkan untuk hijarah menjauhi hal yang mendekati zina tersebut.

Makanya kali ini aku hanya bisa minta ke Allah menjadi teman dekatnya dan kalau ternyata diizinkan aku ingin menjadi yang dibimbingnya menuju jannah.

..

Waktu terus berlalu temen temen, ya begitulah dia sangat antusias untuk berjalan maju dan meninggalkan bahagia, sedih, kecewa, putus asa disetiap detik.

Kali itu tiba waktu menjadi sangat baik sekali, ia menjawab do’a ku, disaat yang tepat.

Dia ada di depan mataku

 

Bersambung…

 

Written by chita yumina

Chita Yumina Karissima ialah seorang mahasiswi jurusan Gizi Universitas Indonesia. Ia merupakan anagata 2017. Selama ngampus ketika ia sering mengalami masalah, ia lebih suka menceritakannya kepada teman dekatnya atau dengan puisi dan menulis.