Ketika hatimu bersuara.

Aku gatau., ini udah hari keberapa setelah aku mulai menatap mata itu.. terpaku bisu dalam hanyut terbawa arus waktu yang menyelimuti tubuh biru yang sendu..

Pikiran ku terbatas, terbatas pada jawaban  “ya” atau “tidak”. Terbatas hanya –sayang- atau -tidak sayang-. Terbatas hanya pada -juga- atau -tidak-. Andai saja aku bisa membaca mata indah yang menyemai benih di hati ku ini, mungkin aku akan menjadi manusia yang paling mengerti akan kamu.

Aku hanya bisa menganalisa pelukan indahmu di dadaku,  tawa ceriamu di sedihku, senyum manis mu kepada ku, sabar hatimu bersamaku, nasihat manismu yang melekat dihatiku, senyum itu senyum setelah 6 bulan kita tidak bertemu masih aku ingat di pikiranku,  aku penasaran bagaimana ya senyummu setalah 1 tahun ini jika kita bertemu? Atau mugkin senyum 2, 3 ,4 atau 5 tahun lagi?

kerinduan yang hanya bisa terbaca dihati ku mungkin kau tak pernah tau.

Memang, kita tidak harus mengungkapkan apa yang kita rasakan, tapi mau sampaikapan matahari dan bulan tidak pernah menyapa? Sampai kapan minyak tidak bisa menaytu dengan air? Sampai kapan lebah selau meninggalkan bunga? sampai kapan jarak 865,1 km menjauhkan kita?

Sampai kapan rindu pilu yang dibanjiri harap penuh dalam 3 tahun aku pendam dalam kalbu kecilku?

..

Should I?

Ini bukan masalah aku suka pada mu, ini masalah suara suara yang sering sekali mengganggu hatiku, membuat suara bising yang akhirnya membuatku yakin dengan hatiku dikala pagi, siang, senja hingga malam,, ini masalah keyakinan dalam hatiku, bukan aku yang mau, ini hatiku yang bersuara… ntahlah, kata orang dengarkanlah kata hatimu..

Ya Rabb, ku titip dia, aku tau aku takkan mampu untuk menahan ini, maka tolonglah aku.. kuatkan aku untuk menahan ini kalau perlu lepaskanlah.

Dear you..

Aku menyayangi mu, kali ini aku tidak punya alasan untuk itu., tapi aku tau, aku tidak akan bisa membuatmu mencintaiku jika bukan Allah yang memanggil hatimu untukku, jika bukan Allah yang membuatmu juga memikirkan ku, merasa aku yang terbaik untukmu, aku hanya bisa menyerahkan semuanya pada Allah,, aku ikhlas jika memang ternyata kamu bukan yg terbaik untukku dan jika kamu tidak pernah menyayangiku, bahkan hanya sebatas teman pun aku ikhlas. aku bersyukur karena di depan ada seseorang yang lebih baik lagi daripada kamu.. dan kamu juga begitu.

Aku hanya berharap pada Allah, aku menginginkan mu,.

Jika kau tau tulisan rindu yang dibaca oleh leptopku ini, puisi harap yang lagi lagi karena rindu pada mu,, jika kau tau doa yang selalu aku panjatkan untuk mu, harapku dengan mu, hati yang tenang saat bersama mu.. senyum dan semangat yang membakar jiwaku karena kamu, mungkin bibir dan hatiku tidak perlu bekerja keras untuk mengatakan aku sayang pada mu..

Waktu, ia sangat kejam, tapi ia baik, ia mengajarkanku akan kesabaran. semuanya akan terjawab, hanya masalah waktu..  5 atau 6 tahun lagi..

Mimpi-mimpiku bersama mu akan menjadi pelukku di hatimu.

Aku ikhlas.

Written by chita yumina

Chita Yumina Karissima ialah seorang mahasiswi jurusan Gizi Universitas Indonesia. Ia merupakan anagata 2017. Selama ngampus ketika ia sering mengalami masalah, ia lebih suka menceritakannya kepada teman dekatnya atau dengan puisi dan menulis.