Saat badan mulai terasa lelah, capek, pegal-pegal dan semacamnya, pastinya pijat menjadi solusi meredakan perkara tersebut. Namun, Anda perlu mengetahui juga tentang efek samping dari massage yang dapat berisiko pada kesehatan.

Apa saja Efek Samping dari Massage?

Efek samping dari massage ini bisa terjadi karena kurangnya keahlian dalam memijat. Untuk itu carilah tempat pemijatan yang profesional. Anda bisa mendapatkan informasi terbaru di Pijat panggilan Malang. Berikut beberapa dampaknya:

  1. Rasa Sakit

Badan akan terasa nyeri sehari setelah melakukan massage. Hal ini karena ada beberapa teknik pijatan yang meliputi berbagai tekanan, baik lembut dan kuat. Teknik seperti ini mempunyai tujuan agar luka atau jaringan otot bisa terobati.

Melakukan massage seharusnya tidaklah menimbulkan rasa sakit, walaupun memakai teknik apapun dalam memijat. Bila pada proses pemijatan merasakan hal seperti itu, maka sebaiknya memberitahu terapis agar memberikan tekanan sesuai kemampuan tubuh.

  • Cidera

Apabila melakukan pemijatan pada terapis yang tidak profesional, maka hal akan bisa terjadi adalah cidera. Ketahuilah kemahirannya dengan melihat skill cara memijatnya. Jika merasakan terlalu sakit, segeralah beritahu agar mengurangi tekanannya.

Salah satu dokter spesialis rehabilitasi di New York mengakan bahwa, terapis sebelum menjadi tukang pijat terapi harus melewati uji lisensi yang sah. Jadi, kemungkinan terjadi cidera di tubuh memang sangat kecil sekali resikonya.

  • Alergi

Sebelum melakukan pemijatan, tentu terapis akan memadukan antara minyak pijat, lotion dan aroma therapy oil. Untuk mencegah terjadinya alergi, maka ujikan terlebih dahulu pada punggung tangan. Lihatlah apa ada reaksi iritasi kulit.

Lakukanlah cara tersebut sebelum mengaplikasikan bahan-bahan keseluruh anggota badan. Bilamana setelah melakukan pengujian tidak terjadi iritasi kulit, maka petugas terapis bisa secara leluasa menggunakan campuran bahannya pada tubuh.

  • Kerusakan Saraf

Apabila melakukan pemijatan dengan asal-asalan, besar kemungkinan akan mengakibatkan kesalahan dalam melakukan penekanan. Oleh karena itu, penting sekali mencari terapis yang benar-benar profesional pada bidang tersebut. Untuk mengetahuinya bisa dengan melihat lisensi sahnya.

Seperti yang dikatakan oleh Richard Brassaw dari website Disability Happens, dia mengutip sebuah penelitian dari Arizona May Clinik, bahwa “melakukan pijat dengan terlalu dalam dan kencang bisa menyebabkan kerusakan saraf pada area leher dan bahu”. Gunakanlah tekanan sesuai kemampuan.

  1. Kulit dan Otot Tidak Sensitif

Jika pada teknik pemijatan tidak tepat, maka akibat buruknya adalah pada tingkat kesensitifan kulit dan otot bisa berkurang. Adapun resiko yang lebih besar adalah kehilangan kedua hal tersebut. Untuk itu, pastikan terapisnya adalah orang yang profeisonal dan

Kehilangan tingkat kesensitifan kulit dan otot ini artinya tidak bisa merasakan atau merespon sentuhan dengan baik. Hal semacamnya ini sangatlah merugikan pada setiap orang, terutama  bagi yang sudah berumah tangga.

  1. Gumpalan Hingga Gula Darah Rendah

Bagi penderita penyakit penggumpalan darah pada tubuh, melakukan terapi pijat tentu bisa membahayakan. Pijatan akan mengakibatkan gumpalan tersebut berpindah menuju jantung atau otak, maka resiko stroke pun sangat besar.

Melakukan pemijatan pada penderita diabetes akan menjadikan tekanan gula darah bisa menurun. Lebih baik langsung melakukan pemeriksaan kepada dokter ahli setelah melakukan pijat terapi ini. Tujuannya agar baik-baik saja.

Itulah beberapa efek samping dari massage. Untuk itu, carilah tempat pijat terbaik. Anda bisa mendapatkan informasi terbaru di pijat malang. Akses situs web tersebut dan dapatkan layanan terbaik dari mereka.

Written by Nisa