Ketika sedang beribadah, kita harus menjaga diri dan perbuatan yang dapat merugikan, mengurangi pahala hingga bahkan membatalkan ibadah tersebut. Pun dengan ibadah umroh yang kita lakukan. Pahamilah berbagai larangan yang harus dihindari dan ditinggalkan ketika kita berada di Mekah.

Tujuan ibadah haji maupun umroh adalah menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, dan supaya ibadah kita tersebut diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala atau yang dikenal dengan sebutan mabrur. Oleh karenanya, jangan lakukan hal-hal yang dilarang saat pelaksanaan ibadah tersebut.

Hal-Hal yang Dilarang Ketika Umroh

Saat melakukan ibadah di tempat yang suci ini, kita harus melalui berbagai syarat dan rukun tertentu juga menghindari berbagai larangannya, seperti:

  1. Larangan Bagi Jamaah Pria
  2. Menggunakan pakaian yang berjahit dan memperlihatkan bentuk tubuh, termasuk kemeja, kaos maupun celana
  3. Menggunakan alas kaki hingga menutupi mata kaki
  4. Dilarang menggunakan topi atau penutup kepala
  5. Larangan Bagi Jamaah Wanita
  6. Dilarang memperlihatkan atau membuka aurat
  7. Jangan menggunakan sarung tangan atau menutup telapak tangan
  8. Tidak dianjurkan untuk menggunakan cadar saat melaksanakan ibadah umroh di tanah suci
  9. Larangan Bagi Jamaah Pria dan Wanita
  10. Dilarang menggunakan wewangian ketika telah berpakaian ihram. Untuk itu, sebaiknya lakukan lah sebelum berganti pakaian ihram tersebut
  11. Dilarang memotong kuku ataupun mencabut bulu selama ihram
  12. Jamaah pria dan wanita jangan sampai mengganggu keberadaan hewan bahkan memburu mereka
  13. Kita juga dilarang untuk merusak lingkungan dan tanaman, termasuk memotong dan mengukir pepohonan. Jangan sampai dilakukan
  14. Jangan meminang seseorang, menikah ataupun menikahkan saat umroh
  15. Saat dalam keadaan ihram, dilarang bercumbu apalagi berhubungan suami istri
  16. Hindari adanya pertengkaran
  17. Dilarang berbicara yang buruk, kotor dan seenaknya. Jaga lisan atau perkataan kita selama berada di tanah suci. Perbanyaklah berdoa dan berdzikir.

Dalil tentang Larangan Ketika Umroh

Berbagai larangan tersebut tentu sudah tercantum dalam ayat suci Al-Quran maupun hadits Rasulullah, seperti:

  • Quran Surat Al-Baqarah ayat 196

وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ

Artinya: Janganlah kalian mencukur rambut-rambut kalian sampai hewan hadyu tiba pada tempatnya, barang siapa di antara kalian ada yang sakit atau gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur) maka wajib baginya membayar fidyah, yaitu puasa tiga hari atau sedekah (memberi makan kepada enam orang fakir miskin) atau nusuk (menyembelih kambing). (QS Al-Baqoroh : 196)

  • Hadits Riwayat Muslim

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

Artinya: Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah (maksudnya: telah memasuki 1 Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya. (HR. Muslim No. 1977).

  • Hadits Riwayat Bukhari

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ada seseorang yang berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنَ الثِّيَابِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ يَلْبَسُ الْقُمُصَ وَلاَ الْعَمَائِمَ وَلاَ السَّرَاوِيلاَتِ وَلاَ الْبَرَانِسَ وَلاَ الْخِفَافَ ، إِلاَّ أَحَدٌ لاَ يَجِدُ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ ، وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ ، وَلاَ تَلْبَسُوا مِنَ الثِّيَابِ شَيْئًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ أَوْ وَرْسٌ »

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pakaian yang seharusnya dikenakan oleh orang yang sedang berihram? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh mengenakan kemeja, sorban, celana panjang kopiah dan sepatu, kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kakinya. Hendaknya dia tidak memakai pakaian yang diberi za’faran dan wars (sejenis wewangian).” (HR. Bukhari No. 1542)

Dalam riwayat Bukhari disebutkan,

وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ

Artinya: Hendaknya wanita yang sedang berihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan. (HR. Bukhari no. 1838).

Dalam kehidupan, terutama saat melaksana kan ibadah, kita harus senantiasa taat pada Allah SWT, dalam artian, mematuhi segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya agar ibadah yang dilakukan bisa diterima serta mendapatkan pahala. Jika kamu mau umroh bisa ke umroh murah solo.

Written by Nisa