Jumlah penutur Bahasa Jawa ada lebih dari delapan puluh juta jiwa. Namun, tidak semuanya berada dan di Pulau Jawa. Konsentrasi penutur memang berada di Indonesia. Namun, diasporanya menyebar ke beberapa negara di dunia sejak ratusan tahun lalu. Sebagian besar akibat dibawa penjajah untuk dijadikan pekerja.

Bahasa Jawa juga menjadi salah satu bahasa nasional di beberapa negara. Hal ini membuktikan kalau diaspora Jawa memiliki pengaruh dan peranan penting. Nah, kalau Anda penasaran negara mana saja yang masih ada penutur Bahasa Jawa sampai sekarang, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Suriname

Saat Belanda menguasai Indonesia, puluhan ribu penduduk yang berasal dari Jawa dibawa ke Suriname atau Guyana Belanda. Penduduk yang diboyong ke sana dipekerjakan di perkebunan. Setelah Belanda akhirnya takluk, pekerja yang ada di Suriname tidak bisa pulang dan akhirnya mau tidak mau harus menetap selamanya.

Saat ini Bahasa Jawa masih banyak digunakan di Suriname. Penduduk peranakan tetap menjaga budayanya meski terpisah jauh dari tanah asalnya.

2. Belanda

Saat masa penjajahan, banyak warga Jawa khususnya yang keturunan bangsawan pergi ke Belanda untuk sekolah atau menetap di sana. Selain itu ada juga penduduk Jawa yang dinikahi dan akhirnya ikut dibawa kembali ke Eropa.

Setelah beberapa ratus tahun, peranakan Jawa muncul dan tetap memegang teguh budayanya. Meski minoritas, mereka tetap bangga dengan apa yang dimiliki. Apalagi beberapa universitas di Belanda ada yang mempelajari Bahasa Jawa dan seni masyarakatnya.

3. Kaledonia Baru

Penduduk Kaledonia Baru juga memiliki diaspora Jawa meski tidak terlalu banyak. Umumnya Suku Jawa yang ada di sini berasal dari abad ke-19. Kala itu banyak sekali pekerja kontrak dari kawasan Asia termasuk Indonesia dan Vietnam di bawah ke sana dan banyak yang tidak kembali lagi.

Saat ini penduduk Jawa tetap ada dan melakukan tradisinya. Meski mengalami perubahan dan melakukan adaptasi, inti dari nilai Jawa tetap dipegang teguh.

4. Malaysia

Pindahnya penduduk Jawa ke kawasan Malaysia sudah terjadi sejak Wangsa Syailendra sampai ke era Kerajaan Singasari, dan Majapahit. Penduduk yang pergi ke sana umumnya berasal dari Jawa Tengah. Mereka menetap di sana setelah melakukan pelayaran panjang dan jadi pekerja untuk mendapatkan kehidupan lebih baik.

Saat ini penduduk Jawa yang ada di Malaysia berjumlah 1,5 juta jiwa. Jumlah yang cukup banyak ini tersebar ke beberapa wilayah seperti Selangor, Perak, dan Johor. Meski berasal dari generasi ketiga atau keempat, Malaysia menganggap mereka sebagai pribumi asli.

5. Singapura

Sekitar abad ke-19 awal, banyak pekerja dari Jawa yang dibawa ke Singapura untuk proyek pembuatan jalan dan rel kereta api. Para pekerja ini banyak yang menetap di sana karena tidak bisa pulang atau menikah dengan penduduk setempat. Tidak mengherankan kalau peranakan Jawa banyak hidup di Singapura sampai sekarang.

Salah satu kawasan yang memiliki banyak peranakan Jawa adalah Kampoeng Jawa. Penduduk setempat masih menggunakan Bahasa Jawa untuk komunikasi sehari-hari. Meski bukan bahasa nasional, warga area itu cukup bangga dan tidak malu dengan identitasnya.

Meski tidak bersatu seperti sedia kala, diaspora Jawa yang ada di seluruh dunia tetap berusaha untuk melestarikan budayanya. Tidak hanya urusan Bahasa Jawa saja, tradisi seperti seni lisan sampai tulisan tetap dilakukan di tengah modernisasi yang semakin kuat.

Anda yang saat ini berada di Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah seharusnya melakukan hal yang sama. Kalaupun tidak bisa mempelajari seni dan budaya, minimal tetap mempertahankan penggunaan Bahasa Jawa khususnya di lingkungan keluarga.

Jangan lupa kunjungi nurfasta untuk mengetahui tentang artikel lainnya.

Written by Nisa