Pengantar Pemasaran; Promosi Coca-Cola

Pendahuluan

I. Latar belakang

Inti dari pemasaran adalah berkisar dari sebuah produk. Produk ini muncul dari adanya needs atau keinginan dasar manusia dan wants yaitu kehendak kuat yang diiringi dengan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan tadi. Dari kesadaran ini munculah berbagai macam produk. Setelahnya muncul masalah lain, yakni mengenai pemasaran dari produk tersebut. Bagaimana caranya agar suatu produk bisa ke tangan konsumen yang tepat.

Dalam memasarkan suatu produk, ada berbagai macam hal yang harus diperhatikan, antata lain kualitas, harga yang kompetitif, ketersedian produk dan yang juga penting adalah komunikasi antar produsen dan konsumen agar mengetahui informasi mengenai produk dan keberadaannya. Salah satu bentuk komunikasi ini adalah promosi.

Promosi merupakan bagian dari marketing mix yang sering disingkat menjadi 4 Ps yaitu product, price, place dam promotion. Promosi sendiri terdiri dari beberapa bagian antara lain personal selling, mass seling, publicity, dan sales promotion. Pada saat ini ada banyak perusahaan yang memproduksi satu jenis produk yang sama dan akhirnya menimbulkan kompetisi. Promosi berperan penting untuk positioning sehingga dapat diketahui kelebihan dari produk tersebut dan menjaga citra apabila ada permasalahan yang mengganggu kenaikan penjualan yang diinginkan produsen dan pemasar.

Majunya teknologi turut membantu dalam perkembangan promosi yang berdampak langsung terhadap penjualan di era gloabalisasi ini. Dengan berbagai media komunikasi cetak maupun elektronik seperti majalah, radio, televisi, internet, telepon genggam dan sebagainya memberikan banyak pilihan untuk produsen berkomunikasi dengan konsumen. Namun, di sisi lain hal ini menimbulkan permasalahan mengenai pengintegrasian ke semua media yang digunakan untuk menjaga penyatuan pesan dari berbagai media tersebut. Diperlukan strategi yang baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut

II. Permasalahan

Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) adalah salah satu cabang perusahaan berlisensi dari Amerika Serikat sebagai penghasil minuman terkenal di Indonesia. Salah satu produknya yang terkenal adalah Coca Cola, Selain itu juga Sprite, Fanta dan Frestea. Walaupun sudah cukup terkenal,  Coca Cola masih melakukan promosi baik above the line maupun below the line yang unik dan kreatif  untuk menjaga komunikasi dengan konsumen.

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai berbagai macam inovasi strategi promosi yang telah digunakan Coca cola dan sejauh mana promosi tersebut berkembang serta integrasi di semua media tersebut.

III. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini antara lain :

–          Mengetahui sejarah dan perkembangan Coca Cola

–          Mengidentifikasi bentuk inovasi promosi yang digunakan Coca Cola

–          Mengidentifikasi media yang digunakan Coca Cola dalam berpromosi

IV. Manfaat

Makalah ini diharapkan dapat membantu dalam beberapa hal, antara lain :

–          Mempelajari berbagai bentuk promosi

–          Mempelajari perkembangan coca cola dalam menghadapi tekanan pasar

–          Mempelajari inovasi terbaru dalam menghadapi pasar

ISI

I. Kerangka konseptual

Pemasaran adalah proses menciptakan suatu produk atau jasa berdasarkan kebutuhan dan keinginan sampai pada terjadinya pertukaran dipasar dengan hasil akhir kepuasan pelanggan sehingga didasarkan pada kepuasan pelanggan[1]. Menurut pendapat lain, pemasaran adalah proses merencanakan dan mengeksekusi konsepsi, harga, promosi dan distribusi dari ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan, keinginan dan tujuan dari konsumen atau organisasi[2]. Pendapat lain lagi mengatakan bahwa pemasaran adalah yang menyediakan arah yang diperlukan bagi produksi dan membantu memastikan pembuatan produk yang tepat dan cara penyampaiannya kepada konsumen[3]. Hubungannya dengan bisnis adalah pemasaran adalah bisnis itu sendiri. Pemasaran adalah inti dari suatu perusahaan. Pada awal sebelum memulai suatu  bisnis, inti yang harus dikerjakan adalah mengenai pengolahan sebuah pesan. Bagaimana suatu pesan dikemas agar konsumen mengetahui produk dan pemasaran dapat terjalan. Hal ini dinamakan promosi. Promosi berperan sebagai saluran komunikasi dengan konsumen. Selain promosi, terdapat marketing mix yang disingkat menjadi 4 Ps yang penting dalam pemasaran yaitu product, price, place, dan promotion. Pada makalah ini akan ditekankan dalam bidang promosinya saja.

Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada pembeli atau pihak lain dalam saluran untuk mempengaruhi sikap dan perilaku[4]. Promosi disebut juga saluran distribusi. Promosi adalah bentuk kegiatan mencari informasi mengenai produk dan pelanggannya yakni agar mempertemukan produk dengan pelanggannya (konsumer) dan mempertemukan produsen dengan pasarnya. Selain itu juga, untuk menciptakan positioning dan citra produk. Positioning dalam pemasaran berarti pengetahuan dan seni yang menempatkan produk atau jasa di satu segmen atau lebih dalam suatu pasar yang luas sedemikian rupa sehingga membuatnya jelas berbeda dengan yang lainnya[5]. Selanjutnya, terdapat dua jenis promosi yakni above the line dan below the line. Above the line berarti promosi yang dilakukan lewat media dimana agensi iklan dibayar karena menempatkan iklan tersebut misalnya lewat televisi, bioskop, radio, koran, dsb. Selanjutnya adalah below the line yaitu kegiatan promosi lainnya yang biasanya tidak disadari oleh konsumen .Sedangkan, inovasi menurut etimologi, berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru[6].

Tujuan promosi

Pada dasarnya tujuan promosi adalah meningkatkan awareness perusahaan dalam pasar. Selain itu juga untuk berkomunikasi, pemasar mengkomunikasikan informasi yang mereka miliki tentang suatu produk untuk mendorong pelanggan memilih produk mereka. Semakin besar informasi yang dterima pelanggan semakin besar kemugkinan pelanggan membeli produk. Tujuan lain adalah menguatkan sikap yang menimbulkan perilaku yang menguntungkan atau benar-benar merubah sikap dan perilaku pasar target pasar atau menstimulasi permintaan.  Tiga tujuan utama adalah memberitahukan, membujuk dan mengingatkan serta secara spesifik menentukan siapa objek yang diberitahu, dibujuk dan diingatkan.

Peranan promosi

Peranan promosi dalam suatu perusahaan antara lain adalah untuk menyediakan informasi, merangsang permintaan, membedakan produk, mengingatkan dan mempertahankan pelanggan royal, memberi dukungan kepada reseller, menghadang pesaing, menjawab berita negatif, merumuskan fluktuasi permintaan, mendorong trial produk, membujuk para pengambil keputusan, serta mempengaruhi perilaku.

Metode promosi

Kotler menyebutkan banyak metode promosi dalam promotion mix. Namun, terdapat empat metode promosi yang sering digunakan yaitu, personal selling, mass seling, publicity, dan sales promotion. Personal selling melibatkan pembicaraan antara penjual dan pelanggan potensial yang menyediakan umpan balik langsung. Sangat efektif apabila konsumen ingin melihat langsung cara kerja perusahaan namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Misalnya melalui salesman. Apabila ada keluhan di kemudian hari, konsumen akan langsung menghubungi salesman. Hal ini yang dimaksud penyediaan umpan balik yang telah disebut diatas. Mass selling atau penjualan masal kegiatan berkomunikasi dengan sejumlah besar pelanggan potensial pada saat yang sama. Salah satu bentuk utama mass selling adalah iklan. Iklan sendiri merupakan bentuk penyajian gagasan, barang atau jasa yang dibayar yang bersifat non-privat tapi terdapat sponsornya. Iklan adalah semua kegiatan komunikasi tidak langsung penyajian pesan non-personal. Selanjutnya, metode promosi publicity yang hampir sama dengan iklan. Bedanya adalah tidak dibayar. Bayaran yang dimaksud disini bukan kepada orang yang mempublikasikannya tetapi kepada media yang menayangkan publicity itu sendiri. Cara kerja seperti ini dilakukan public relation saat menarik perhatian jurnalis untuk menayangkan produknya. Public relation adalah komunikasi dan hubungan perusahaan dengan publik baik formal maupun informal. Terakhir, sales promotion adalah semua kegiatan promosi selain dari ketiga metode promosi yang telah disebutkan diatas yakni bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif (special selling effort). Misalnya melalui kontes, kupon atau free sampling. Contoh lainnya adalah pameran. Untuk produk baru, pameran digunakan untuk memperkenalkan produk, sedangkan untuk produk lama untuk mengenalkan citra baru bagi produk lama tersebut. Dibanding iklan, sales promotion lebih efektif mengirimkan pesan namun, apabila terlalu sering konsumen malah tidak akan membeli produk dan menunggu sales promotion berikutnya.

Strategi Promosi

Terdapat dua jenis strategi promosi, yaitu push strategy dan pull strategy. Push strategy digunakan untuk create consumer demand suatu produk. Sehingga perusahaan akan melakukan promosi kepada saluran distribusi dari wholesaler kepada retailer dan akhirnya retailer melakukan promosi kepada konsumen. Sedangkan pull strategy sebaliknya, digunakan untuk build up consumer demand suatu produk. Sehingga perusahaan akan melakukan promosi langsung kepada konsumen. Apabila promosi ini berhasil, konsumen akan meminta kepada retailer dan dilanjutkan kepada wholesaler dan akhirnya wholesaler akan meminta produk kepada perusahaan terkait. Pada dasarnya, strategi promosi juga mencakup pemaduan berbagai metode promosi untuk mempengaruhi keputusan pembeli[7].

Faktor-faktor yang mempengaruhi promosi

Agar menghasilkan kombinasi promosi yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan mempengaruhi kegiatan promosi itu sendiri antara lain anggaran, tujuan perusahaan, sifat pasar termasuk didalamnya geografis pasar dan konsentrasi pasar, lalu, jenis pembeli serta jenis produk beserta tahapannya. Apabila anggarannya tidak memungkinkan biasanya promosi ditekankan pada personal selling, namun bila anggaran cukup besar digunakan iklan. Jika ingin membuat awareness mengenai barang baru digunakan iklan, sales promotion dan publicity melalui public relation. Untuk ukuran pasar yang kecil, digunakan personal selling agar mencapai semua orang sebaliknya apabila pasar besar, digunakan iklan dan promosi penjualan apalagi untuk daerah yang tidak terkonsentrasi, peranan iklan sangat besar. Mengenai produknya, apabila produk bisnis lebih tepat menggunakan personal selling sedangkan untuk produk barang konsumen menggunakan iklan. Namun tidak menutup kemungkinan penggunaan iklan untuk produk bisnis. Lalu untuk barang yang mahal lebih baik menggunakan personal selling dibanding iklan yang digunakan untuk barang lebih murah. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kepercayaan mengenai mutu barang dari salesman.

Proses adopsi

Terdapat enam langkah dalam proses adopsi yang dapat memberi pedoman dalam perencanaan promosi yaitu kesadaran, minat, evaluasi, percobaan, keputusan dan konfirmasi. Proses dasar adopsi yang sesuai dengan model berorientasi pada tindakan lainnya disebut model AIDA. Model AIDA terdiri dari empat tugas promosi yaitu menarik perhatian (attention), menimbulkan minat (interest), menimbulkan keinginan (desire) dan menimbulkan tindakan (action)[8]. Proses AIDA dan adopsi menekankan pada individu. Individu-individu dalam masyarakat yang berbeda digolongkan menjadi empat kelompok yang muncul dari adoption curve model yaitu inovator yang pertama sekali menerima gagasan baru dan berani menempuh resiko; early inovator yang cukup terhormat dalam kalangan sejawat, memiliki hubungan dengan wiraniaga dan media massa serta menyebarkan informasi dari mulut ke mulut; early majority yang menghindari resiko dan menunggu untuk mempertimbangkan gagasan baru sampai banyak penerima awal yang telah mencoba dan menyukainya; late majority yang berhati-hati dengan gagasan baru, berusia lebih tua dan terpaku dengan cara mereka sendiri; laggards and nonadopters yang lebih suka melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri dan mencurigai setiap gagasan baru.

Struktur perencanaan dan pengelolaan pemasaran

Terdapat spesialis yang memilih strategi yang yang tepat dengan keseluruhan strategi pemasaran, mereka antara lain adalah sales manager, advertising manager dan sales promotion manager. Sales manager bertugas untuk mengelola kegiatan penjualan perorangan dan bertanggung jawab dam membagun saluran distribusi untuk menciptakan kebijakan tempat. Selain itu, terdapat advertising manager yang bertugas untuk mengelola kegiatan penjualan masal perusahaan, mereka memilih media dan menyusun iklan yang tepat serta masalah publisitas yang ditangani langsung oleh public relation. Yang terakhir adalah sales promotion manager yang bertugas mengatur kegiatan promosi penjualan perusahaan dan menjembatani antara sales manager dan advertising manager.

Kritik promosi

Promosi yang memang digunakan untuk menarik pelanggan seringkali menggunakan berbagai cara untuk menarik pelanggan bahkan sampai terjadi penipuan. Hal ini berusaha diatasi dengan undang-undang peraturan pemerintah serta self-regulation dari perusahaan bersangkut. Selain itu, promosi juga disalahkan karena menyebabkan harga yang lebih tinggi. Pendapat ini muncul karena promosi memang menggunakan harga yang tidak sedikit, terutama untuk iklan dan personal selling. Namun dilihat dari sisi lain, promosi dapat merangsang permintaan dan pemasaran dalam jumlah lebih tinggi yang dapat membantu menurunkan harga, selain itu promosi dapat membantu menjaga harga yang lebih rendah dengan memfasilitasi persaingan harga. Dari sini timbul pertanyaan apakah promosi dapat menimbulkan kebutuhan yang tidak perlu? Namun, tanpa adanya promosi, kebutuhan yang tidak perlu ini juga akan tetap ada karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas. Pemasar juga menekankan pula bahwa promosi tidak menimbulkan sifat materialistik. Hal ini tergantung dari kepribadian dari individu tiap konsumen. Kritik lain mengatakan mengenai produk yang berbahaya yang seharusnya tidak usah dipromosikan. Pembelaan terhadap kritik ini adalah, selama diperbolehkan menjual produk, promosi seharusnya juga diperbolehkan.

II. Analisis

Coca Cola lahir di dalam laboratorium Dr. John Pemberton bulan mei 1886 di Atlanta, Georgia. Nama Coca Cola sendiri dibuat oleh Frank Robinson. Dan dipasarkan pertama kali dengan  iklan dari spanduk dengan tulisan dari cat minyak bertuliskan “drink Coca Cola”. Walaupun sempat menyandang gelar “brand of the century”, Frank Robison sempat mengalami kerugian dalam penjualannya.  Formula Coca Cola lalu dibeli oleh Asa Chandler yang gencar melakukan promosi senhingga mengalami keuntungan besar. Coca cola semakin mendunia berkat penjualan kepada perusahaaan pembotolan independen dengan adanya lisensi ke negara lain dan hal ini dipertahankan sampai sekarang.

Dalam masalah positioning, ada berbagai positioning yang berganti tiap tahun yang digunakan Coca Cola. Hal ini terlihat dari seringnya pergantian slogan yang disesuaikan dengan jaman. Salah satu yang juga terkenal dan cukup diingat buatan agensi iklan McCann Erickson, pada tahun 70-an terdapat slogan “I’d like to buy the world a coke” yang membuat kata-kata “let’s have a coke seakan-akan menjadi mari kita satukan semuanya. Hal ini membuat coca cola seakan-akan menyatukan berbagai kalangan. Lalu juga dikembangkan dalam iklan komersialnya dimana ditampilkan semua orang dari berbagai ras menyanyikan lagu “I’d like to buy the world a coke”. Berikut berbagai slogan yang digunakan Coca cola dari tahun ke tahun di Amerika.

  • 1886 – Drink Coca-Cola.
  • 1887 – Delicious! Refreshing! Invigorating! Exhilarating!
  • 1891 – The Ideal Brain Tonic/The Delightful Summer-Winter beverage.
  • 1904 – Delicious and refreshing.
  • 1905 – Coca-Cola revives and sustains.
  • 1906 – The great national temperance beverage.
  • 1908 – Good til the last drop
  • 1917 – Three million a day.
  • 1922 – Thirst knows no season.
  • 1923 – Enjoy life.
  • 1924 – Refresh yourself.
  • 1925 – Six million a day.
  • 1926 – It had to be good to get where it is.
  • 1927 – Pure as Sunlight
  • 1927 – Around the corner from anywhere.
  • 1928 – Coca-Cola … pure drink of natural flavors.
  • 1929 – The pause that refreshes.
  • 1932 – Ice-cold sunshine.
  • 1937 – America’s favorite moment.
  • 1938 – The best friend thirst ever had.
  • 1938 – Thirst asks nothing more.
  • 1939 – Coca-Cola goes along.
  • 1939 – Coca-Cola has the taste thirst goes for.
  • 1939 – Whoever you are, whatever you do, wherever you may be, when you think of refreshment, think of ice cold Coca-Cola.
  • 1941 – Coca-Cola is Coke!
  • 1942 – The only thing like Coca-Cola is Coca-Cola itself.
  • 1944 – How about a Coke?
  • 1945 – Coke means Coca-Cola.
  • 1945 – Passport to refreshment.
  • 1947 – Coke knows no season.
  • 1948 – Where there’s Coke there’s hospitality.
  • 1949 – Coca-Cola … along the highway to anywhere.
  • 1952 – What you want is a Coke.
  • 1954 – For people on the go.
  • 1956 – Coca-Cola … makes good things taste better.
  • 1957 – The sign of good taste.
  • 1958 – The Cold, Crisp Taste of Coke
  • 1959 – Be really refreshed.
  • 1963 – Things go better with Coke.
  • 1966 – Coke … after Coke … after Coke.
  • 1969 – It’s the real thing.
  • 1971 – I’d like to buy the world a Coke.
  • 1974 – Look for the real things.
  • 1976 – Coke adds life.
  • 1979 – Have a Coke and a smile.
  • 1982 – Coke is it!
  • 1985 – America’s Real Choice
  • 1986 – Red White & You (untuk Coca-Cola Classic)
  • 1986 – Catch the Wave (untuk New Coke)
  • 1989 – Can’t Beat the Feeling.
  • 1993 – Always Coca-Cola.
  • 2000 – Enjoy.
  • 2001 – Life tastes good.
  • 2003 – Real.
  • 2005 – Make It Real.
  • 2006 – The Coke Side of Life
  • 2007 – Live on the Coke Side of Life
  • 2009 – Open Happiness
  • 2010 – Twist The Cap To Refreshness

Pada perkembangan berikutnya, slogan disesuaikan dengan negara dimana Coca cola di konsumsi namun, masih terdapat beberapa slogan yang digunakan secara global. Hal ini menunjukan adanya adaptasi budaya yang digunakan untuk lebih mendekatkan produk dengan pasar. List di atas juga menunjukan kreativitas yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Agensi iklan Coca cola selalu dapat menempatkan produknya sesuai dengan target pasarnya  yang muda dan kreatif sehingga berusaha melakukan inovasi dalam melakukan promosinya namun tetap mengikuti apa yang ‘hit’ di masyarakat.

Di Indonesia sendiri, Coca Cola sudah masuk sejak tahun 1927 dan diproduksi secara lokal  tahun 1992 melalui Coca Cola Amatil Limited dengan nama dagang Coca Cola Bottling yang dibeli oleh joint venture beberapa perusahaan lokal dengan pabrik pertama di Jakarta dan terus berkembang sampai berdiri 11 perusahaan independen untuk pendistribusian Coca Cola dan akhirnya bergabung di tahun 2000[9]. Saat ini The Coca Cola Company adalah market leader dalam perusahaan minuman dengan salah satu produk minuman berkarbonasinya Coca cola. Hal ini menunjukan adanya kepercayaan dari penanam saham terhadap keberhasilan Coca cola ke depannya.

Dalam kegiatan promosinya, Coca Cola selalu melakukan pendekatan-pendekatan kreatif melalui berbagai macam metode promosi. Selain itu, agar tetap eksis dan relevan dengan konsumennya yang merupakan remaja dewasa, Coca Cola selalu melakukkan peremajaan produk lewat promosinya.

Personal selling

Dalam promosinya, dibuka sistem tanya jawab langsung untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui website resminya di www.cocacola-bottling.co.id lewat bagian mitos atau fakta di website tersebut. Didalamnya juga dijelaskan mengenai penjagaan mutu dari Coca Cola itu sendiri melalui bagian Virtual Plant Tour. Di sana dijelaskan mulai dari pembuatan sampai penyimpanan hingga ada di tangan konsumen.

Mass selling

Selain itu juga didukung dengan berbagai mass selling iklan yang marak di berbagai media seperti televisi, radio, serta outdoor print ad. Ide-ide yang dikeluarkan dalam iklan Coca Cola tergolong unik, kreatif serta memiliki timing yang tepat. Dalam pembuatan iklannya, Coca Cola bekerjasama dengan agensi iklan McCann Ericksonn. Iklan terakhir yang dikeluarkan Coca Cola mempunyai big idea Piala Dunia yang sedang marak menunjukan timing yang tepat dari iklan Coca Cola.

Publisitas

Lewat hubungan masyarakatnya, Coca Cola memberikan pengembangan industri kecil di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, dan saart ini telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 320 orang pengusaha mikro dan terus berkembang. Selain itu, Coca cola mengembangkan indirect distribution berbasis UKM yang merupakan kerjasama dengan pengusaha mikro dan street vending untuk melayani area yang memiliki tingkat lalu lintas konsumen yang tinggi dalam bentuk kios berjalan, kereta dorong dan rombong.

Sales promotion

Sales promotion dilakukan antara lain melalui program hadiah di balik tutup botol di akhir tahun 2009 dengan tema “Buka Coca-Cola, Buka Kesempatan Semangat Baru Di Balik Tutup Botol Coca-Cola” dengan hadiah tabungan senilai Rp 2 juta untuk 20000 pemenang, dan jutaan botol minum gratis. Yang lain misalnya pada tanggal 7 Januari 2007 di Plaza Barat Senayan Jakarta dilakukan pelepasan balon yang telah diisi berbagi impian dan cita-cita. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara PositiFIESTA yang diselenggarakan Coca Cola Indonesia sekaligus peluncuran slogan baru saat itu yaitu “Hidup ala Coca Cola”. Selain itu juga dengan bekerja sama dengan restoran semisal Mc’Donalds, Domino Pizza dan sebagainya melalui program HoReCa (hotel, restaurant dan café).

Efektifitas

Coca cola mendapatkan banyak penghargaan di berbagai bidang antara lain di bidang sustainability, workplace, environment, community, diversity, brands dan marketing. Beberapa yang menarik mengenai penghargaan di bidang marketing adalahMost Innovative Companies for 2010, BusinessWeek (April 2010) Bronze Media Lion (Cannes) and Gold Effie (Argentina), “Destapados Copa Coca-Cola” activation (Argentina, October 2009), European Beverage Innovation Award (September 2009), “Happiness Factory — The Movie,” 10 Best TV Ads of 2007 (#7), TIME magazine (December 2007) Silver Award, Brand Awareness/Positioning category, “The Coke Show – Coca-Cola’s Consumer Generated Media Approach, ” MIXX Awards (October 2007), Best Advertiser Award 2006, Coca-Cola (Japan) Company, Ltd. (CCJC), CM Data Bank (May 2007), Advertiser of the Year Award, Coca-Cola Spain, Anuncios Awards (2007) dan sebagainya[10]. Namun hal ini tidak membuktikan kenaikan penjualan di berbagai dunia terutama di Indonesia, dilaporkan bahwa penjualan Coca cola di Indonesia yakni  13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun. Jumlah ini, masih lebih kecil dibanding Malaysia, Filiphina dan Singapura[11].

Penutup

Kesimpulan

Inovasi strategi pemasaran yang diterapkan Coca Cola tergolong unik dan kreatif sesuai dengan jiwa target pasar yakni remaja menuju dewasa. Media yang digunakan dalam beriklan sangat beragam dan bersifat ‘baru’ karena penuh inovasi begitu juga halnya dengan strategi promosinya. Selain itu juga, terdapat peremajaan produk yang terus dilakukan untuk memperbaharui positioning produk agar tetap sama dengan target pasarnya.

Coca cola sebagai salah satu minuman ringan di Indonesia telah berhasil meningkatkan awareness masyrakat mengenai keberadaan produk tersebut. Hal ini lumayan menunjang penjualan Coca cola di Indonesia yakni  13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun. Namun masih lebih kecil dibanding Malaysia, Filiphina dan Singapura.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa, walaupun Coca cola sudah melakukan berbagai macam inovasi dari sisi promosinya, tetapi masih ada permasalahan dalam penjualan. Penjualan masih lebih kecil dari negara lain. Hal ini menunjukan adanya permasalahan di bauran pemasaran lainnya yang tidak dibahas dalam makalah karena makalah hanya membahas dari sisi promosi saja. Dibutuhkan kerjasama antara berbagai bauran pemasaran yang tergabung dalam marketing mix. Menonjolkan di satu sisi saja tidak akan memajukan penjualan secara signifikan.

Daftar pustaka

McCarthy, E. Jerome & Wiliam D. Perreault. (1993). Dasar-dasar Pemasaran (Edisi Kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga

Moriarty, Sandra, et al. (2008). Advertising: Principles and Practices. New Jersey: Prentice Hall.

Rogers, Everett M. (1983). Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.

Radiawan, Hari. (2010). Iklan, Masyarakat, dan Etika. Kuliah Pengantar Periklanan 11 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pengantar Periklanan 18 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Prilaku Konsumen. Kuliah Pengantar Periklanan 25 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Bussiness to Bussiness Advertisement. Kuliah Pengantar Periklanan 8 April 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Radiawan, Hari. (2010). Direct Marketing. Kuliah Pengantar Periklanan 15 April 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Tandjung, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pemasaran 10 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Tandjung, Hari. (2010). Needs, Wants and Demand. Kuliah Pemasaran 24 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

Tandjung, Hari. (2010). Positioning. Kuliah Pemasaran 17 Maret 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

www.thecoca-colacompany.com (15 Mei 2010)

www.coca-colabottling.co.id (15 Mei 2010)

www.ccamatil.com (15 Mei 2010)

http://www.thecoca-colacompany.com/ourcompany/awards_recognition.html (15 Mei 2010)


[1] Tandjung, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pemasaran 10 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

[2] Moriarty, Sandra, et al. (2008). Advertising: Principles and Practices. New Jersey: Prentice Hall.

[3] McCarthy, E. Jerome & Wiliam D. Perreault. (1993). Dasar-dasar Pemasaran (Edisi Kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga

[4] Ibid.,294

[5] Radiawan, Hari. (2010). Marketing. Kuliah Pengantar Periklanan 18 Februari 2010. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok.

[6] Rogers, Everett M.(1983). Diffussion of Innovation. Canada: The Free Press of Macmillan Publishing Co.

[7] Ibid

[8] Moriarty,op.cit.,299-301

[9] www.coca-colabottling.co.id (15 Mei 2010)

[10] http://www.thecoca-colacompany.com/ourcompany/awards_recognition.html (15 Mei 2010)

[11] Op.cit coca-colabottling