Seminggu terakhir, linimasa kita diramaikan dengan berita tentang berubahnya struktur organisasi BEM UI 2018, utamanya pada peleburan Departemen Kajian Strategis (Kastrat) dan Departemen Aksi & Propaganda (Akprop). Ramainya linimasa kita ini dapat dilihat sebagai indikasi bahwa masih banyak mahasiswa UI yang peduli akan BEM UI, utamanya gerakan sosial politik mahasiswa di UI. Tentu ini adalah berita baik. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas segala masukan serta saran yang telah diberikan kepada kami berkaitan dengan isu peleburan akprop dan kastrat. Sungguh masukan saran dan kritik itulah yang kami butuhkan selama menjalani amanah di BEM UI setahun ke depan. Tentu banyak hal yang telah dipertimbangkan hingga pada akhirnya kami mengambil keputusan yang telah meramaikan linimasa kita ini. Oleh karena itu, izinkan kami memberikan penjelasan terkait peleburan Departemen Kastrat dan Departemen Akprop.

 

Penerapan Prinsip Lean Organization

Salah satu prasyarat yang perlu dipenuhi agar organisasi mampu menghadapi tantangan-tantangan yang tidak terprediksi (unepredictable obstacles) adalah struktur organisasi yang efektif yakni ramping dan fleksibel (lean/flat and flexible) (Budihardjo, 2011). Organisasi dengan struktur yang ramping dan flat adalah organisasi dengan struktur yang tidak banyak jenjang hierarkis dan struktur organisasi lebih dominan dipegang oleh jabatan profesional atau fungsional dibandingkan jabatan struktural (Mustapa, 2017). Oleh karena itu, manajemen strategi yang perlu dilakukan oleh organisasi saat ini harus lebih berorientasi pada pendekatan manajemen yang baru sehingga dapat menghilangkan praktek-praktek weberian.

 

Peleburan Departemen Kastrat dan Departemen Akprop adalah salah satu upaya kami menerapkan prinsip lean organization. Peleburan ini ditujukan untuk mengefektifkan struktur tanpa menghilangkan fungsi masing-masing departemen. Fungsi kajian pada Departemen Kastrat serta fungsi propaganda dan perencanaan aksi pada Departemen Akprop tidak akan hilang. Menghadapi tahun politik di 2018 ini, efisensi gerakan dan pemangkasan birokrasi merupakan langkah yang sangat vital bagi pencapaian gerakan mahasiswa selama setahun ke depan.

 

Membentuk Paradigma Gerakan yang Menyeluruh

Kami percaya BEM UI ada untuk menginisiasi gerakan sehingga kami membutuhkan SDM yang memiliki pemahaman menyeluruh tentang gerakan. Peleburan ini adalah satu upaya kami untuk membentuk pemahaman gerakan yang menyeluruh. Menyeluruh artinya tidak terjebak pada sekat kajian saja maupun aksi saja. Dengan adanya peleburan ini, kami ingin membuat sistem yang bisa dilanjutkan dan menjadi sarana kaderisasi aktivis gerakan yang memiliki pemahaman gerakan yang menyeluruh.

 

Sistem yang baik adalah sistem yang tetap bisa menghasilkan dampak yang optimal, terlepas dari siapapun yang menjalaninya. Upaya untuk membangun sistem terbaik telah kami lakukan sejak sebelum masa kampanye hingga sekarang, dengan brainstorming dan bertukar wawasan dengan orang-orang yang dipandang sebagai ahli atau setidaknya memiliki pengalaman di bidang ini. Segala evaluasi dan masukan dari teman-teman IKM UI, alumni, mantan fungsionaris,  bahkan input dari profesional telah kami terima dalam proses membangun sistem yang baik ini.

 

Sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian, saran, dan kritiknya. Dinamika yang terasa dalam seminggu terakhir adalah bukti bahwa demokrasi di UI masih berjalan dengan baik. Akan tetapi, pada akhirnya penentuan struktur sebuah organisasi merupakan hak prerogatif pimpinan organisasi tersebut. Begitu juga dengan BEM UI. Sesuai dengan Undang-undang IKM UI no. 7 tahun 2016 pasal 13 poin c, “Ketua BEM UI berhak mengangkat dan memberhentikan pengurus BEM UI.” Juga pasal 19 ayat 3 “Pengurus Harian ……… adalah Pengurus yang dibentuk untuk memudahkan tugas dan wewenang BEM UI yang jumlah dan bidang tugasnya disesuaikan dengan kebutuhan.” Oleh karena itu, izinkanlah kami menggunakan hak kami untuk memudahkan tugas dan wewenang yang telah diamanahkan oleh UUD IKM UI kepada kami.

 

Demikian penjelasan dari kami, mudah-mudahan dapat memberikan gambaran tentang peleburan kedua departemen ini. Kami paham bahwa Departemen Akprop dan Kastrat sangat berarti bagi banyak mahasiswa UI. Terutama bagi para calon-calon staf yang ingin tahu lebih jauh tentang konsekuensi dari peleburan kedua departemen ini, kami menyediakan platform bagi yang ingin beridskusi dan berdialektika lebih lanjut mengenai peleburan dua departemen gerakan ini di https://mhs.blog.ui.ac.id/bem/

 

Referensi:

 

Budihardjo, Andreas. 2011. Organisasi: Menuju Pencapaian Kinerja Optimum Sintesis Teori untuk Mengungkap “Kotak Hitam” Organisasi. Jakarta:: Prasetya Mulya Publishing

Handoko, T. Hanny. (2006). Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE.

 

Gitosudarmo, Indriyo. 2001. Manajemen strategi. Yogyakarta: BPFE YOGYAKARTA

Mustapa, H. Zainuddin. 2017. Bunga Rampai Birokrasi (Isu-Isu Stratejik Seputar Birokrasi)

 

Written by Badan Eksekutif Mahasiswa UI

6 Comments

Nisrina Irbah Sati

Terima kasih sudah memberikan klarifikasi. Setiap tesis bermunculan, demikian halnya antitesis. Mendasarkan keputusan atas teori adalah hal yang tidak salah, namun akan lebih bijak dengan mempertimbangkan bagaimana implementasinya kelak berdasarkan fakta riil. Saya tak hendak mempertanyakan keputusan yang tampaknya sudah dengan sangat kukuh diambil BEM UI 2018. Saya berharap telah terdapat pertimbangan dampak yang matang. Hanya saja, rilis beserta teori dan pasal yang dicantumkan belum mampu menjawab pertanyaan yang selama ini menjadi kekhawatiran publik. Tidak terdapat poin-poin pertimbangan apa, atau setidaknya ide besar apa yang menjadikan peleburan ini dilakukan, selain karena perampingan dapat dilakukan oleh BEM UI 2018 yang memang berwenang untuk melakukannya. Legitimasi BEM UI 2018 sudah sangat jelas diketahui, namun sayang sekali hal itu tidak menjadi poin yang dibicarakan oleh khalayak. Publik tidak mempermasalahkan, pun tidak menghalangi BEM UI dalam menjalankan hal yang menjadi kewenangannya, namun hanya meminta rasionalisasi mengapa suatu keputusan diambil.

Sepakat, merampingkan memang perlu. Tapi kembali kepada pertanyaan yang mengambang selama ini, “sepenting apa untuk dirampingkan?”, “mengapa dirampingkan?”, “potensi masalah apa saja yang akan dihadapi?”, “bagaimana dengan upaya penjagaan fungsionaris?”, seolah tidak dipertimbangkan dalam rilis ini. Saya harap pembuat kebijakan tidak melewatkan pertanyaan-pertanyaan penting dalam mengambil keputusan, kalaulah tidak dituangkan melalui rilis saya harap selama ini ada di pikiran.

Semangat selalu.

Frista Nanda Pratiwi

Halo. Saya sangat mengapresiasi iktikad baik Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2018 yang sudah memberikan klarifikasi terkait peleburan Departemen Akprop dan Kastrat.

Namun, saya ingin bertanya, mengapa penjelasan seperti ini tidak diunggah saja melalui OA BEM UI Official?

Apakah unsur legitimasi dan representasi BEM UI 2018 pada penjelasan ini sudah cukup kuat jika hanya diunggah melalui media sosial ketuanya saja?

Selain itu, menurut saya, penjelasan ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab BEM UI 2018 terhadap publik dan alangkah baiknya jika informasi seperti ini sebisa mungkin dapat disebarluaskan kepada khalayak yang lebih luas–mengingat tidak tidak semua mahasiswa UI berteman dengan Ketua BEM UI 2018 dan rekan-rekannya di media sosial Line.

Saya berharap, informasi seperti ini bisa diakses, dipahami, dan dikritisi oleh berbagai kalangan mahasiswa UI, bukan hanya oleh segelintir orang yang itu-itu saja.

Mohon berkenan dan terima kasih.

Comments are closed.