Kegiatan

  • FADHILAH DARAINI mengirim sebuah pembaruan 2 tahun, 10 bulan lalu

    LOMBA REVIEW BUKU HUT PERPUSTAKAAN UI 2016
    Judul Buku : Mainstream Gendre dan Upaya Pemberdayaan Perempuan di Bidang Hukum
    Penulis : Sumijati Sahala, S.H., M. Hum.
    Penerbit : Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia 2001
    Tahun Terbit : 2001
    Tebal : 56 halaman
    Nomor Panggil : 346.013 SAH m (1)

    Isu gender sebagai isu global yang ditandai dengan Konferensi Pertama di Meksiko tahun 1975, dengan tema “Persamaan, Pembangunan dan Perdamaian”, yang pada Konferensi selanjutnya tema tersebut menjadi tema inti dari setiap Konferensi Dunia tentang “Wanita”. Konferensi ke II diselenggarakan tahun 1980 (Kopenhagen), ke III tahun 1985 (Nairobi) dan ke IV tahun 1995 (Beijing). Meskipun memilik tema inti yaitu tentang “Wanita”, namun setiap Koferensi mempunyai tema khusus dan masing-masing sesuai dengan telaahan dan evaluasi dari penyelenggara Konferensi. Hal tersebut, mempunyai banyak pengaruh dalam pembinaan dari sistem hukum, baik materi hukum, struktur hukum, sarana dan prasarana hukum, serta budaya hukum.
    Pembinaan hukum merupakan suatu hal yang penting dalam mewujudkan negara hukum, tegaknya supremasi hukum dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Komitmen pemerintah sejak tahun 1984 dengan meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) pada tanggal 24 Juli 1984 dengan Undang-Undang No. 7 tahun 1984 yang membuat penekanan pada kesetaraan dan keadilan antara perempuan dan laki-laki (equality dan equity), walaupan dalam konvensi mengakui adanya perbedaan biologis, yaitu perbedaan fungsi reproduksi dan perbedaan berdasarkan gender merupakan kontruksi sosial. Oleh sebab itu, untuk mendalami bagaimana penerapan mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan, Ibu Sumijati Sahala, S.H., M. Hum menuliskan buku Mainstream Gendre dan Upaya Pemberdayaan Perempuan di Bidang Hukum ini.
    Pokok pembahasan pada buku ini terbagi menjadi tiga, yaitu tinjauan umum tentang pemberdayaan perempuan, mainstream gender sebagai suatu strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, dan yang terakhir tentang sistem hukum berspektif gender.
    Pada pembahasan pertama, penulis mengulas mengenai prinsip Konvemsi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW), Prinsip yang dimaksud diantaranya prinsip persamaan, prinsip non diskriminasi (principle on non discriminitation), dan kewajiban negara. Selanjutnya mengulas kondisi dan posisi perempuan Indonesia dalam pembangunan nasional yang digambarkan dengan human development index dan gender development index, pendidikan dan kesehatan, pekerjaan, posisi dalam pemerintahan/politik dan kemiskinan.
    Pada pembahasan kedua, penulis mengulas mengenai kebijakan nasional, kebijakan regional dan kebijakan internasional.
    Pembahasan ketiga yang merupakan pembahasan terakhir, mengulas mengenai materi hukum. Materi hukum yang dimaksud meliputi pada bidang hukum, ekonomi, politik, agama, pendidikan, sosial budaya dan pembangunan daerah.
    Berdasarkan hasil yang saya baca, buku ini sangat menarik terutama untuk dijadikan tambahan wawasan dalam memahami isu gender yang menjadi isu global saat ini. Pembahasan yang disusun secara sistematis, singkat jelas dan padat juga menjadi suatu kelebihan dari buku ini.