Kegiatan

  • Dea Amelia mengirim sebuah pembaruan 3 tahun, 5 bulan lalu

    The firm wrote that negative press could “have a negative impact on our reputation and on the morale and performance of our employees, which could adversely affect our businesses and results of operations.” . . .
    • What role can public relatios play in rebuilding public trust in business?
    Ketika perusahaan ingin mendapatkan kembali kepercayaan publik, Public Relations Officer (PRO) berperan penting dalam menyusun strategi komunikasi perusahaan dengan pihak eksternal baik masyarakat luas, pelanggan, stakeholders, maupun media. PR officer harus menjadi mata dan telinga perusahaan. Cara terbaik untuk bertanggung jawab secara sosial adalah dengan membuka mata dan telinga, mengacu pada permintaan para pemangku kepentingan. Cari tahu apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan dari perusahaan kita. Jika para stakeholders ini dikelola oleh pihak lain (bukan PR) maka yang akan terjadi ialah kurangnya pemahaman mereka mengenai apa yang terjadi sebenarnya. PRO harus responsive terhadap setiap permasalahan, peka terhadap berbagai pemberitaan, kritik, dan saran yang diberikan publik maupun para pemangku kepentingan. Dalam usahanya membangun kembali kepercayaan publik, hal ini bukanlah upaya yang dapat selesai dalam waktu satu malam. Dibutuhkan berbagai rangkaian perencanaan yang matang dan diimplementasikan secara konsisten. Council of Public Relations Firm, the International Association of Business Communicator dan National Investor Relations Institutes mengeluarkan lembaran yang berjudul Restoring Trust in Businesss: Models for Action yang berisi :
    1) Adopsi etika-etika prinsip
    2) Lakukan transparansi dan keterbukaan informasi
    3) Buatlah dasar kepercayaan dalam tata kelola perusahaan
    Mengapa kepercayaan dari publik sangat diperlukan untuk keberlangsungan perusahaan? Alasannya adalah pertama, praktik bisnis yang bertanggung jawab menjaga diri dari peraturan pemerintah yang telah dibuat. Kedua, adalah alasan moral; Perusahaan dengan kebijakan serta reputasi yang baik cenderung memiliki perputaran karyawan yang rendah (less employee turnover). Reputasi perusahaan juga mempengaruhi dasar keberlangsungan bisnis perusahaan.
    • How do Media Relations, Customer Relations, Employee Relations, and Investor Relations Contribute to Corporate Health?
    – Media Relations : Sebagai PR’O harus mampu mengajak pihak eksekutif perusahaan agar senantiasa berkomunikasi secara faktual, rutin, dan konsisten kepada rekan media. Usahakan untuk memposisikan diri kita sendiri, sehingga gunakan waktu pers secara bijak. Beberapa pekerja media belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis perusahaan kita. Sehingga tak jarang, pemberitaan perusahaan di media bersifat negative. Sebagai humas, harus mampu menyediakan waktu khusus untuk briefing para reporter mengenai latar belakang bisnis perusahaan serta bagaimana pelayanan kita sebagai perusahaan kepada karyawan dan pelanggan. Ini salah satu cara yang dipercaya, mampu memastikan bahwa pemberitaan yang dikeluarkan media akan jauh lebih akurat dan menyeluruh.
    – Customer Relations : Customer Services, dalam banyak kasus telah menjadi bagian dari tugas seorang public relations. Insiden kecil atau rangakaian dari insiden dapat mempengaruhi reputasi perusahaan dan mengikis kepercayaan publik terhadap produk dan pelayanaan perusahaan itu sendiri. Ditambah dengan kemudahan publik dalam mengakses internet belakangan ini, para pelanggan menjadi sangat mudah untuk mengutarakan pendapat, kritik, dan ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan di media sosial. Sosial media bukanlah ruang pribadi sebagai tempat mencurahkan isi hati yang hanya dapat dilihat oleh si penulis seorang melainkan ruang terbuka, luas, dan dapat dengan mudah diakses/ dibaca oleh para pengguna internet lainnya. Kondisi seperti ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi humas, kekuatan word of mouth para pelanggan mampu mempengaruhi reputasi perusahaan secara cepat. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk memonitor kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi barometer kesuksesan kinerja perusahaan. Monitoring, dapat dilakukan dengan cara membuka komunikasi melalui website perusahaan maupun call center. Dengan melakukan kegiatan yang mengedepankan kepentingan pelanggan seperti mendengar setiap keluhan mereka maka kita sebagai perusahaan mampu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan reputasi perusahaan.

    – Employee Relations : Salah satu kriteria perusahaan yang baik adalah perusahaan tersebut mampu memperlakukan karyawannya dengan baik. Karyawan ialah “ambassador” perusahaan, karena mereka merepresentasikan perusahan kepada lingkup keluarga dan teman mereka. Saat perusahaan dapat memuaskan kebutuhan karyawan, karyawan akan merasa senang, lalu dengan sukarela menceritakan kepuasannya bekerja di perusahaan kita, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi peningkatan tarif retensi karyawan kedepannya (meningkatkan banyak pelamar). Tak hanya itu, bagi karyawan yang menghormati menajemen, memiliki kebanggan terhadap produk mereka, dan percaya bahwa mereka diperlakukan secara adil oleh perusahaan adalah kunci utama dalam keberhasilan perusahaan
    – Investor Relations : Berdasarkan kasus yang terjadi pada perusahaan perbankan Goldman Sachs, kunci yang diperlukan dalam menjalin hubungan dengan para investor ialah keterbukaan informasi secara menyeluruh. Kepercayaan menjadi kunci utama para investor membeli saham perusahaan kita. Seluruh investor diberi materi informasi berkenaan dengan prospek bisnis perusahaan kedepannya secara merata, tidak timpang sebelah. IR bukan hanya mementingkan keuntungan kita sebagai perusahaan, namun bagaimana kita mampu menyeimbangkan keuntungan antaran investor dengan perusahaan.
    Audiens dari IR diantaranya financial analyst, individual, institutional investor, shareholders, prospektif share holders, dan financial media.
    Maka dapat disimpulkan keempat aspek hubungan diatas sangat mempengaruhi sehat atau tidaknya keberlangsungan bisnis perusahaan kita. Keempatnya harus dilakukan secara seiringan dan maksimal.
    • What is Integrated Marketing Communications?
    Marketing Communications atau MPR adalah alat dan taktik yang digunakan public relations dalam meningkatkan penjualan produk. Dalam IMC, perusahaan mengelola seluruh sumber informasi tentang produk atau layanan, dengan begitu kita dapat memastikan berapa banyak pesan yang terpenetrasi. IMC program sendiri merupakan langkah awal untuk mendapatkan perhatian publik dan kredibilitas untuk sebuah produk.
    Integrated Marketing Communications terdiri dari:
    1) Product Publicity : Publisitas produk dengan cara yang kreatif merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pelanggan potensial dengan biaya terjangkau. Tak hanya itu, jika disajikan dengan baik bisa menarik perhatian media. Pada publisitas produk, kita mengenal istilah product placement yaitu bagaimana produk kita ditampilkan dalam sebuah media. Seperti apa pandangan publik mengenai produk kita dengan begitu mampu membantu mempromosikan produk tersebut.
    2) Cause-Related Marketing, salah satu inisiatif CSR perusahaan yang dilakukan bekerja sama dengan lembaga nonprofit untuk meningkatkan awareness publik terhadap sebuah cause yang diangkat dan pada waktu yang bersamaan juga ikut mengangkat penjualan produk.
    3) Corporate Sponsorships, sama halnya dengan CRM. Corporate Sponsorship sendiri dapat dilakukan dalam events seperti konser, pameran seni, races dan ekspedisi ilmiah. Adapun tujuan dari corporate sponsorhips ini adalah
    – Meningkatkan reputasi dan citra perusahaan melalui sponsor sebuah acara
    – Give product brands high visibility among key purchasing publics
    – Memberikan titik fokus untuk upaya pemasaran dan kampanye penjualan
    – Menghasilkan publisitas media yang luas.
    • How do environmental relations and corporate philantrophy have a positive impact on the public image of a corporation?
    Corporate Philantrophy, kegiatan ini juga merupakan salahsatu inisiatif CSR yang dapat dilakukan perusahaan. Dengan memberikan dana langsung, produk, maupun pelayanan kepada lembaga non profit.
    Kegiatan seperti ini dilakukan biasanya berdasarkan kepada visi dan misi perusahaan, tujuan utamanya bukan lagi bicara soal reputasi melainkan tanggung jawab perusahaan kepada komunitas atau lingkungan masyarakat sekitarnya.