tampilan yang menggiurkan

Suatu hari saya sedang ingin membeli snack import samyang ini di media sosial Instagram. Saya mencarinya dengan tagar di kolom pencarian #jualsamyanghalal #jualsamyangmurah kemudian munculah beberapa gambar samyang ini dengan watermark yang sangat jelas sekali di gambarnya. Coba siapa yang tidak tegiur dengan penawaran online shop itu? Too good to be true bukan? Seketika itu juga saya langsung menyimpan postingan tersebut di fitur Saved halaman Instagram saya.

Karena adanya minimal pembelian, kemudian saya berkongsi dengan teman saya untuk ikutan membeli. Sebenarnya saya ingin menjadi resellernya sih, tetapi lumayan kan kalau beli sama saya juga nggak pakai ongkos kirim? Singkat cerita, kemudian saya menghubungi si penjual melalui Whatsapp dengan nomer 085775933393 Pertama saya melihat status onlinenya, oh cukup aktif ya. Lalu, pada Rabu, 01 Februari 2017 saya menghubungi si penjual ini dengan bertanya mengenai ketentuan pembelian. Namun, si penjual malah mengirim format pembelian (Wow, sudah automatic ya rupanya). Saya yang belum pernah tertipu jual beli online tenang – tenang saja dan mencoba untuk tetap berpikiran positif

percakapan awal dengan penjual

Karena respons yang saya terima lumayan baik dan cepat, saya langsung mempercayai online shop ini. Saya sempat aneh pada awalnya karena saya tidak menemukan komentar apapun dari followersnya, dan fitur penanda foto di akun ini tidak diaktifkan, namun saya masih berpikiran positif karena akun ini terus re-upload fotonya (Saya pikir mereka pakai sistem sold = delete dan reupload sebagai bentuk ketersediaan stock)

Kemudian, pada hari Jumat 03 Februari 2017 saya kembali menghubungi penjual tersebut lengkap dengan format pemesanan berupa nama, alamat lengkap, no ponsel, dan jumlah pesanan yang sebanyak 45 buah. Penjual langsung memberikan total harga Rp. 350.000 karena saya membeli 1 dus (30buah) dan memberi peringatan bahwa saya harus melunasi pada hari itu dengan ketentuan jam yang bebas (nahloh, ini tidak seperti biasanya online shop tidak menetapkan jam batas maksimal transfer). Namun, saya koreksi karena saya membeli tambahan 15 bungkus sehingga totalnya menjadi Rp. 400.000.

Sekitar pukul 19.30 WIB saya menuju mesin ATM BCA di Mutiara Taman Palem dan saya mentransfer dana Rp. 400.000 rupiah ke rekening Bank Artha Graha bernomer 1074680280 atas nama Herman. Setelah selesai mentransfer saya mengirim bukti berupa struk ke penjual, namun obrolan kami di Whatsapp hanya dibaca.

Sebelumnya, di siang hari itu setelah saya menjemput adik saya sekolah, saya mampir ke ATM BCA untuk transfer. Tetapi entah kenapa waktu itu transaksi saya gagal (sebuah peringatan) sehingga saya pulang dan menunggu waktu sore hari.

Di hari Sabtu, 04 Februari 2017 saya mencoba untuk menanyakan via Whatsapp apakah barang yang saya pesan sudah dikirim. Namun, pesan saya hanya dibaca. (Rasa was – was belum muncul, karena saya positive thinking waktu itu hari Sabtu mungkin mereka sedang off duty). Sampai hari Minggu saya tidak menghubungi penjual lagi, karena saya tau hari Minggu adalah hari libur (tetapi saat saya iseng cek status Whatsappnya kok online ya…)

Waktu saya transfer ke rekening si penjual adalah Jumat malam, meskipun berbeda bank seharusnya uang yang saya transfer dari BCA ke Artha Graha sampai di hari Senin, 06 Februari 2017. Jadi pengiriman pesanan saya seharusnya bisa dikirim hari Senin. Pada hari Senin itu juga saya kembali menghubungi si penjual via Whatsapp dan bermaksud menanyakan nomer resi pengiriman. Tetapi pesan saya hanya dibaca. Tidak ada respon sama sekali.

Selasa, 07 Februari 2017 siang selepas saya pulang dari kampus, saya mengecek status online Whatsapp si penjual ini dan dia aktif beberapa jam yang lalu, namun mengapa pesan saya tidak direspon? Kemudian saya menghubungi si penjual lagi, dan langsung melayangkan pertanyaan meminta resi pengiriman. Lagi – lagi, pesan saya hanya dibaca.

Di gambar profil penjual memang ditulis bahwa penjual tidak melayani komplain dan protes sampai dengan dua minggu dari tanggal pembelian. (Saya mencoba berpikiran positif lagi, mungkin mereka adalah supplier yang sibuk)

Di hari Rabu, 08 Februari 2017 ketika saya sakit dan berada di kosan saya (kebetulan pengiriman pesanan saya tuju ke kosan saya) tidak ada tanda – tanda paket datang. (saya mulai khawatir kalau – kalau penjual itu penipu).

Hari Kamis, 09 Februari 2017 saya mulai curiga bahwa penjual melakukan penipuan karena barang yang saya pesan tidak kunjung sampai, padahal tertulis juga di gambar profil bahwa estimasi pesanan sampai adalah 1 – 3 hari. Selain itu, pesan saya yang lagi – lagi hanya dibaca tanpa direspon sama sekali.

Kemudian, saya mencoba menyelidiki track record online shop ini di Google maupun Instagram. Saya begitu terkejut saat menemukan beberapa postingan di internet dan peringatan di postingan Instagram mengenai penipuan ini, dengan modus, kontak, dan jenis bank yang sama.

Hal ini pun saya lakukan atas desakan teman saya, yang juga berkongsi dengan saya untuk membeli snack import ini. Karena ia juga mulai curiga kenapa barang pesanannya belum juga sampai.

lihat nomer ponselnya
lihat nomer ponselnya
lihat nomer ponselnya
lihat nomer ponselnya

https://www.kaskus.co.id/thread/54e04f7c0e8b46594c000009/hati2-ama-penipu-ini-gan-gonta-ganti-nama-di-instagram-dan-udah-nipu-puluhan-orang/

Link di atas adalah sebuah halaman di Kaskus mengenai kasus penipuan yang mirip modusnya dengan penipuan ini.

Hasil yang didapat sangat sangat mengejutkan, seketika saya meringis karena kebodohan yang berkolaborasi dengan kecerobohan saya. Saya lemas saat saya membayangkan uang saya terbuang sia – sia begitu saja. Setelah saya selidiki juga, ternyata kasus penipuan ini sudah marak terjadi dan sudah lama berlangsung dengan modus yang sama:

  • MENJUAL BARANG DENGAN HARGA MIRING 10RB/PCS
  • GROSIRAN
  • BARANG READY STOCK
  • FREE ONGKIR DENGAN MIN PEMBELIAN 15PCS
  • BONUS – BONUS PEMBELIAN
  • FAST RESPONSE SEBELUM MEMBAYAR
  • SERING UPDATE INSTAGRAM DENGAN RE-UPLOAD
  • MEMAKAI BANK YANG TIDAK TERLALU KOMERSIL
  • WAKTU TUNGGU KOMPLAIN/TANYA BARANG SAMPAI DUA MINGGU
  • TIDAK RESPONS SAAT DITANYA, PADAHAL ONLINE DI WHATSAPP

Jika diteliti, si penipu ini adalah orang yang ahli dan bersistem ya. Dilihat dari lihainya dia dalam menjerat korban di media sosial dengan berganti –  ganti id di Instagram begitu kedoknya terbongkar, dan gencarnya si pelaku untuk terus mere-upload postingan akunnya supaya dapat terus berada di hasil pencarian tagar. SANGAT LICIK. Saya juga baru mengerti bahwa kenapa tidak ada satu komen pun yang terdapat di postingan akun Instagram tersebut dan juga penanda foto (karena setiap ada yang berkomentar bahwa akun tsb adalah penipu, komentarnya langsung dihapus dan tidak menimbulkan kecurigaan pada korban barunya).

Belum lagi penggunaan identitas kepemilikan rekening yang berbeda baik nama, nomer rekening sampai banknya. Padahal dengan satu nomor yang sama. Sungguh mereka adalah PENIPU ULUNG YANG JULID.

Yang mengherankan adalah, kenapa kasus penipuan yang sudah lama ini tidak diusut? Belum lagi mengenai identitas kepemilikan rekening bank yang menurut saya aneh. Saya curiga kalau kasus penipuan ini berjaringan khusus. OH JAHAT SEKALI KALAU BEGITU.

Menyadari bahwa saya telah ditipu, hari Jumat, 09 Februari 2017 siang saya langsung menyambangi kantor cabang Bank Artha Graha di Jl. Margonda Raya. Sampai di sana saya dilayani oleh customer service dan cs itu meminta saya menceritakan kronologinya. Sudah menjadi ketentuan umum bahwa, pegawai di bank manapun tidak berwenang untuk memberikan data nasabahnya kepada orang lain. Sehingga, saya hanya meminta kepada cs tersebut supaya melacak nomer rekeningnya dan memastikan bahwa identitas pemiliki nomer rekening tsb adalah benar. Selanjutnya di Bank Artha Graha itu saya diminta untuk menunggu kabar lebih lanjut.

Sebagai nasabah dari Bank BCA saya langsung melaporkan tindak penipuan ini, dengan harapan pihak bank dapat membantu saya untuk setidaknya membekukan rekening si penjual ataupun menyelidiki identitasnya. Bersyukur sekali, customer service saya kali ini adalah alumni kampus saya, masih muda sehingga lebih santai. Customer service itu membantu saya menghubungi call center HaloBCA untuk pemrosesan lebih lanjut (lumayan sekali ini menghemat penggunaan pulsa ponsel saya).

Customer service HaloBCA membimbing saya apabila saya ingin membuat laporan penipuan, dengan mempersiapkan beberapa berkas di antaranya:

  • Fotokopi KTP
  • Bukti transaksi
  • Surat Permohonan Pembekuan Rekening bermaterai 6000
  • Surat Kronologis Kejadian Penipuan
  • Dan Surat Tanda Lapor Polisi

Yang harus segera saya kirim via Email dalam waktu 1 x 24 jam, sedangkan surat tanda lapor polisi masih dapat menyusul dalam waktu 3 x 24 jam. Setelah saya mengirimkan berkas lewat email, saya juga diminta untuk mengirim berkas fisik ke salah satu kantor cabang BCA.

Tindakan pelaporan ini tidak semata – mata untuk mengembalikan kerugian yang saya terima, namun saya pribadi melihatnya sebagai sesuatu yang harus saya lakukan dibanding hanya merelakannya. Prosesnya mungkin memakan waktu lama dan bertahap. Namun, tidak ada salahnya toh mana tau rejeki saya dapat dikembalikan lewat sini. Sistem dari pelaporan ini adalah sebagai mediasi dan pelacakan yang sesuai mengingat antara saya dan si penjual alias pelaku penipuan itu berdiri di bank yang berbeda. Semoga saja, pihak BCA dapat mengusutnya dengan baik.

Dini hari sebelum saya meluncur ke Bank Artha Graha dan BCA saya sempat mengirim pesan via Whatsapp kepada si pelaku penipuan, saya kembali menanyakan perihal resi pengiriman pesanan saya. Namun sampai detik ini pesan saya belum juga dibaca padahal status onlinenya aktif dari beberapa jam yang lalu.

saya kirim pesan kemarin, Jumat 10/02 tapi tidak dibaca padahal status online jam 00.51

Kerugian yang saya alami, mungkin bagi sebagian orang tidaklah terlalu besar dan tidak berarti apa – apa. Tetapi, jika dibiarkan begitu saja dan hanya merelakannya maka akan semakin membahayakan dan merugikan korban lainnya. Bagi saya, kasus penipuan ini adalah pembelajaran yang bernilai untuk ke depannya, supaya saya semakin hati – hati juga selektif dalam memilih online shop, soalnya saya adalah tipikal orang yang tidak percaya kalau belum merasakan.

Setiap kisah tentunya memiliki beberapa moral value yang terkandung. Berikut saya sisipkan beberapa di bawah ini. Semoga dapat menjadi perhatian dan pembelajaran bagi kalian yang sering belanja secara online:

  • Ditipu di awal perintisan bisnis haruslah diterima dengan lapang dada, “harap bersabar ini ujian” kurang lebih quotes tersebut menggambarkan keadaan saya saat ini
  • Jangan tergiur dengan penawaran harga miring dan iming – iming keuntungan lainnya, harus lebih teliti mengenai perkembangan harga.
  • Jangan takabur, ada saatnya giliran untuk kena kejadian apes seperti ini, ditunggu saja hehehe.
  • Semesta akan menunjukkan jalannya padamu kalau itu baik maupun buruk.
  • Jangan naïf, begitu ragu pada suatu hal dan tidak merasa tidak yakin, tinggalkan
  • Jangan ragu dan jangan bersikap ga enakan untuk bertanya mengenai sesuatu yang sudah dibeli, sudah jadi hak pembeli untuk mengetahui pesanan yang telah dibeli
  • Selidiki dan kroscek dengan jeli mengenai online shop yang akan dituju (ini penting bgt!)

Selain itu, bagi kalian yang baca postingan ini yang merasa penipuan ini sudah meresahkan. Kalian bisa bantu untuk report akun Instagramnya di:

  1. https://www.instagram.com/suppliersamyang/
  2. https://www.instagram.com/snackimport_01/
  3. https://www.instagram.com/snackimport_02/
  4. https://www.instagram.com/snackimport_03/
  5. https://www.instagram.com/snackimport_08/

Mari berantas Cyber Crime bersama – sama. #BuatPelakuJera

 

THX

 

 

Depok, 11 Februari 2017