Jurnal stroke yang dirilis oleh Brigham and Women’s Hospital Boston pada 8 Februari 2018 di Amerika Serikat menyebutkan bahwa wanita lebih rentan terhadap stroke ketimbang pria.

Temuan ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa lebih banyak wanita mengalami stroke daripada laki-laki? Faktor apa saja yang mempengaruhi dan meningkatkan risiko perempuan terhadap stroke?

Faktor Pemicu Risiko Stroke pada Wanita

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa sekitar 55.000 wanita setiap tahunnya terkena stroke di Amerika Serikat. Jumlah ini melampaui jumlah pasien stroke pria dan menjadi penyebab utama kecacatan serta kematian terbesar ketiga pada wanita di Negeri Paman Sam.

Jurnal tersebut juga menganalisa literatur ilmiah dan mengidentifikasi beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan risiko stroke pada wanita. Berikut adalah beberapa temuannya:

  • Menstruasi sebelum usia 10 tahun
  • Menopause sebelum usia 45
  • Hormon dehydroepiandrosterone (DHEAS) yang rendah
  • Penggunaan pil KB

Selain itu, riwayat komplikasi kehamilan juga bisa menyebabkan risiko stroke pada wanita yang lebih tinggi. Masalah-masalah ini turut diperburuk dengan penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi selama kehamilan dan sesudah melahirkan.

Peneliti jurnal juga menginformasikan bahwa wanita yang memiliki satu atau lebih faktor-faktor penyebab stroke agar berhati-hati dan tetap menerapkan gaya hidup sehat. Mereka harus sadar bahwa mereka berisiko tinggi terkena stroke, sehingga harus termotivasi untuk mengaplikasikan perilaku gaya hidup sehat yang bisa menurunkan risiko stroke ataupun hipertensi.

Menurunkan Risiko Stroke pada Wanita

Meskipun risiko stroke pada wanita cukup tinggi, para ahli mengatakan 80% stroke dapat dicegah. Berikut adalah cara menurunkan risiko stroke pada wanita yang dikutip dari situs www.sehatq.com :

  1. Turunkan Tekanan Darah

Penyebab stroke nomor satu adalah tekanan darah tinggi. Jika Anda memiliki tekanan darah 130/80 secara rutin, Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, berolahraga teratur, dan menjaga pola makan seimbang.

  1. Hindari Nikotin

Nikotin dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, karbon monoksida dalam asap rokok menurunkan kadar oksigen dalam darah. Merokok atau terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

  1. Mengendalikan Diabetes

Jika tidak dikelola dengan baik, gula darah bisa menyebabkan gumpalan di pembuluh darah yang bisa menyumbat suplai darah ke otak sebagai pemicu stroke. Periksa gula darah secara rutin, dan minum obat sesuai resep dokter.

  1. Olahraga

Anda tidak perlu olahraga berjam-jam untuk menjaga kesehatan. Anda cukup melakukannya selama 30 menit sebanyak 5x dalam seminggu. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih jenis olahraga atau diet tertentu yang mungkin dapat mempengaruhi kondisi kesehatan Anda.

  1. Mengonsumsi Makanan Seimbang

Perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar seperti brokoli, kubis, bayam, dan sayuran hijau lainnya.

Pilih jenis protein tanpa lemak dan makanan berserat tinggi. Hindari lemak jenuh yang memicu stroke dan kurangi asupan garam atau makanan terlalu asin.

Written by ALIVA LAILI INAYAH