Sedikit Berbagi Kisah

Friday, 25 July 2014 (27 Ramadhan 1435 H)

Assalamualaikum, Selamat siang, Readers!

It has been seven month ago since my “#Posting-an Pertama” was posted on 21 January 2014. Akhirnya, bisa sempet menulis lagi di sini. Pada tulisan saya kali ini, saya ingin sedikit berbagi kisah kepada Readers! Kisah apa? Pengalaman pribadi saya, dalam menjemput cita-cita saya. Mengapa saya mau menceritakannya? Karena saya berharap, pengalaman saya dapat menginspirasi teman-teman pembaca semua. Selain itu, alasan lain adalah, Ah, ya a few days ago, tepatnya 19 Juli 2014, adalah tepat satu tahun saya mendapat kabar gembira ini! eits, ini bukan iklan yang satu itu yah, haha. Saya teringat akan perjuangan saya mendapatkannya, akan saya ceritakan di sini.

Tepat 19 Juli 2013 yang lalu, sekitar pukul 09.00 WIB, saya mendapat kabar gembira. Kabar yang merupakan buah manis dari perjuangan saya. Ya, pada saat itu, saya dinyatakan diterima sebagai mahasiswa di universitas yang saya impikan. Ya, Universitas Indonesia. Setelah banyak ujian saya lalui sebelumnya, baik itu ujian hati, psikis, dan fisik, maupun ujian yang memang menguji kemampuan intelektual saya. Yah, memang mungkin masih banyak orang lain di luar sana yang melalui ujian yang lebih banyak dan berat dari saya untuk mencapai harapannya, tetapi, tetap saja, hal yang saya lalui ini tidaklah mudah.

Berawal dari awal masuk tahun ajaran 2012/2013, saat saya mau memasuki kelas 12, saya sudah coba-coba menentukan pilihan jurusan dan universitas mana yang ingin saya jadikan jenjang lanjutan studi saya. Sembari mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional dengan mengikuti Pendalaman Materi dari sekolah dan juga bimbel di luar sana, saya bertanya-tanya kepada senior, guru, teman-teman dan orang tua saya mengenai info-info jurusan dan universitas untuk jenjang berikutnya. Banyak sekali saran yang datang, berbeda-beda. Tetapi, berawal dari minat saya yang menyukai komputer, sayapun menetapkan hati untuk mengambil FASILKOM UI. Seiring dengan berjalannya waktu, saya membuat alternatif-alternatif pilihan lain jika saya tidak kurang pantas untuk melanjutkan studi ke FASILKOM UI. Akhirnya, berikut pilihan jurusan dan univ yang menjadi pilihan saya pada tiap jalur (seingat saya ya :p)

SNMPTN: FASILKOM UI, T. Bioproses UI, STEI ITB (Pilihan ketiga ini memang cuma iseng ._.)

PPKB UI: FASILKOM

SBMPTN: T. Bioproses UI, Kimia UI. Pend. Kimia UNJ

SIMAK UI: T. Bioproses (Reg), Kimia (Reg), Kimia (Par)

UTUL UGM: Teknologi Informasi, Teknologi Hasil Pangan dan Pertanian, Kimia

Akhirnya, setelah memilih jurusan-jurusan di atas. Mulailah seleksi-seleksi tersebut datang silih berganti. Pertama, sebelum seleksi masuk PTN tersebut, tentulah ada Ujian Nasional. Alhamdulillah, UN sudah terlewati dengan baik. Tentu saja dengan jujur ya 😉 Kemudian, sembari menunggu hasil UN, SNMPTN dan PPKB, saya mempersiapkan diri untuk ujian-ujian tertulisnya. Tentu, saya harus mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang ada.

Setelah sekitar satu bulan menunggu, tibalah hari pengumuman tersebut. Dimulai dengan UN, alhamdulillah lulus dengan hasil yang memuaskan. Tak berapa lama, tibalah pengumuman SNMPTN. Sudah dapat saran dari senior sebenarnya “Jangan terlalu berharap ya, just prepare yourself for anything that might be happen”, dan benar, saya tidak lolos seleksi SNMPTN. Kecewa? Ya, sedih juga. Tapi, masih ada PPKB. Ya! Katannya, PPKB itu peluangnya lebih besar, saingannya juga lebih sedikit karena tidak semua sekolah mendapat kesempatan mengajukan diri melalui jalur ini. Sampai akhirnya, tibalah pengumuman PPKB. Ternyata, hasilnya sama dengan seleksi SNMPTN. Yah sudahlah, saya tidak bisa berbuat apa-apa, selain usaha dan doa untuk ujian yang sesungguhnya. Hal yang membuat sedih sebenarnya adalah mengecewakan orang tua. Itu, yang membuat saya sedih. Tapi, saya akan buktikan kalau saya bisa.

Akhirnya, tibalah saat untuk SBMPTN yang dilaksanakan selama dua hari itu. Saya lupa tanggal dan bulannya. Lokasi ujian saya di SMPN 4 Jakarta. Dekat Stasiun Gambir, rumah saya di Kalibata. Maka saya harus berangkat sepagi mungkin supaya tidak terlambat. Cukup jauh jaraknya, tapi lanjut sajalah. Setelah seleksi SBMPTN, minggu depannya seleksi SIMAK UI, lokasi ujian saya di SMAN 3 Setiabudi. Ujian SIMAK pun telalui. Minggu depannya UTUL UGM. Setiap ujian-ujian itu, ada cerita tersendiri.

SBMPTN, waw, SUSAH. Saya benar-benar tidak menyangka soalnya sesulit itu. Bahkan, soal pelajaran kimia yang saya yakin bisa menjawab banyak soal, hanya sedikit yang bisa saya jawab. Ingat sekali, MatDas hanya jawab empat soal, MatIpa satu soal, Fisika hanya satu soal, dan yang lainnya sedikit-sedikit. Orang tua saya yang tau saya hanya menjawab sedikit saat SBMPTN, mereka menyarankan saya untuk menjawab semua soal pada seleksi SIMAK. Wah, edan kataku. Gak mungkin saya mempercayai keberuntungan begitu saja. Tapi, akhirnya saya ikuti saran tersebut, meski tidak semua soal saya jawab, tapi soal yang saya jawab dengan menebak-nebak lebih banyak daripada soal yang benar-benar saya kerjakan. Hahaha. Kemudian, UTUL UGM. Wah, soalnya mudah sekali! Serius. Saya yakin banget bakal lulus UTUL UGM. Akhirnya, saya serahkan hasilnya kepadaNya. Saya menunggu.

Tibalah pengumuman SBMPTN. Ya, ya, seperti yang bisa kalian duga, dengan jumlah soal yang saya jawab hanya sedikit, saya tidak lolos satupun pilihan saya di SBMPTN. Sedih, ya. Tapi saya tidak berhenti berdoa, karena hanya itulah senjata terakhir saya. Memasuki bulan Ramadhan, saya semakin dekatkan diri denganNya, demi mengharap ridhoNya. Akhirnya, Jumat, 19 Juli 2013, tibalah hari pengumuman SIMAK UI. Sekitar pukul 09.00 WIB, saya seorang diri di rumah sedang siap-siap untuk melihat hasil pengumuman. Orang tua bekerja dan adik sedang sekolah. Saya nyalakan komputer, kemudian membuka website pengumuman SIMAK UI. Sebelum saya login, saya berkata dalam hati, “Ya Allah, hari ini hari jumat, di bulan Ramadhan. Hari ini adalah hari yang berkah di bulan yang penuh berkah, maka berikanlah keberkahan kepada hamba.”

Saya login, kemudian membuka hasil seleksi, dan inilah yang saya dapatkan

bs6tl4icaaarhyo

(Maaf gambarnya kecil, file screenshot aslinya hilang)

Alhamdulillah, saya lolos 🙂

Sujud syukur saya lakukan sebagai rasa syukur atas nikmat Mu, ya Allah. Secepatnya, sesuai tanggal yang ditentukan, saya melakukan registrasi, dan resmilah saya meyandang status sebagai Mahasiswa Universitas Indonesia.

Eits, belum selesai. Setelah melihat hasil SIMAK, UTUL UGM pun mengumumkan hasilnya. Tau hasilnya apa? Saya tidak lolos! Ya, saya tidak lolos satu jurusan pun dari semua pilihan saya di UTUL UGM. Padahal, saya yakin sekali bahwa saya akan lolos, minimal Kimia UGM. Tapi ya sudahlah, Allah sudah menakdirkan saya untuk di sini, Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Indonesia.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah menyerah terhadap apa yang kalian cita-citakan. Teruslah berusaha dan berdoa. Jemputlah cita-citamu. Semangat terus, semoga sukses juga menyertai kalian semua. Amin.

Sekian untuk tulisan saya ini, silahkan tinggalkan jejak bagi Anda yang sudah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum, Selamat sore. Selamat berbuka puasa 😉

[NOTE]: This is a repost article from my another blog, ichsanahmd.wordpress.com

One thought on “Sedikit Berbagi Kisah

Comments are closed.