Tantangan dan Peluang Bisnis Startup Digital di Indonesia

Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP adalah salah satu bagian dari seleksi penerima beasiswa LPDP. Pada acara PK LPDP ini, berbagai materi diberikan kepada penerima beasiswa LPDP sebagai pembekalan sebelum memulai perkuliahan. Tepat pada Hari Jumat 01 Februari 2019, peserta Persiapan Keberangkatan Angkatan 136 (PK-136) LPDP mendapatkan materi tentang Transformasi Generasi Muda dan Tantangan Kepemimpinan di Era Global dengan narasumber Andreas Sanjaya.

Profil Andreas Sanjaya

Andreas Sanjaya, yang kerap disapa Bang Jay lahir pada 4 September 1989. Beliau adalah sarjana Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Beliau pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas, Mahasiswa berprestasi juara 2 tingkat Universitas Indonesia, menjadi Majelis Wali Amanat di Universitas Indonesia. Beliau juga memperoleh berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, hingga beliau dikirim ke salah satu program inkubasi bergengsi di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Beliau menjabat sebagai CEO di beberapa start up seperti di Olea, iGrow, dan BADR. Disamping kegiatannya menjabat sebagai CEO, beliau juga aktif menjadi mentor untuk beberapa startup.

Membangun Startup Digital

Bang Jay menceritakan kisahnya tentang membangun berbagai macam produk karya di bidang teknologi informasi. Beliau berkali-kali gagal membangun produk startup-nya sejak tahun 2010, hingga puluhan. Perihal tersebut disebabkan banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor-faktor tersebut dijelaskan dalam sebuah statistik penyebab kegagalan berbagai startup di dunia.

Bang Jay mencontohkan kegagalannya dalam startup-nya yaitu Ojex pada tahun 2015. Ojex merupakan startup yang proses bisnisnys serupa dengan aplikasi Go-Jek. Hanya, kegagalan yang menyebabkan Ojex tidak lagi berjalan adalah karena gaya hidup masyarakat Indonesia pada saat itu tidak terbiasa dengan metode pembayaran via transfer. Kebanyakan metode yang digemari saat itu adalah Cash On Delivery (COD) karena lebih dipercaya. Adapun startup yang gaya hidup masyarakat belum sesuai dengan proses bisnisnya, Tokopedia dan Bukalapak, bisa bertahan dengan napas yang lebih panjang karena pada saat itu mampu mendapatkan investor secara intensif tiap tahun. Sedangkan disebutkan oleh Bang Jay bahwa Ojex dan startup lainnya tidak mampu mendapatkannya.

Beberapa faktor yang lain adalah adanya kelemahan komitmen dari para tim produk. Beberapa tidak memiliki solidaritas dan ketahanan sehingga produk yang didalami tidak bertahan lama. Bang Jay di situ menjelaskan bisnis yang baik bukan berawal dari kecanggihan teknologi, namun harus berawal dari pokok ide. Betapa banyak startup yang memulai dari kemewahan teknologi, namun mengabaikan apakah produknya memberi solusi konkret dan efektif kepada suatu masalah. Seharusnya, bisnis adalah tentang membuat solusi untuk penyelesaian masalah.

3 Hal yang harus dilakukan bagi Pendiri Startup

Bang Jay menjelaskan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh para pendiri startup.

1 Sisi empati yang harus ditingkatkan

Ssebuah kesalahan bila seorang pendiri startup hanya membuat solusi masalah dari data-data statistik dan survei orang lain. Hal ini mengakibatkan seseorang menjadi kurang merasakan kepekaan terhadap masalah yang benar-benar terjadi. Bang Jay mencontohkan orang- orang yang berbicara tentang masalah kemiskinan dari statistik akan berbeda dengan mereka yang terjun langsung melihat masyarakat yang miskin.

2. Kompetensi yang dimiliki

Kompetensi perlu dimiliki untuk dapat memberikan eksekusi yang efektif. Bidang yang digeluti oleh startup perlu ditunjang dengan orang-orang yang berkompeten di dalamnya.

Bang Jay menceritakan beliau bekerja sama dengan orang ahli pertanian sehingga menunjang apa yang dibangun oleh iGrow. Aplikasi iGrow adalah aplikasi informasi di bidang pertanian. iGrow dibuat untuk menghubungkan para petani, pemilik tanah, pembeli, dan investor secara lokal dan global. Awal startup yang dilakukan oleh Andreas Senjaya yaitu membuat aplikasi yang dapat membuat para petani “naik kelas” dengan memudahkan petani dalam mengakses informasi mengenai pertanian, ini dikarenakan 44% tenaga kerja di Indonesia merupakan petani. Pada awalnya, Usaha Kecil Mandiri (UKM) di improve kemampuan manajemennya agar dapat menggunakan akses keuangan yang kompeten.

iGrow muncul dari kesadaran tentang beberapa masalah besar pada petani modal dan menjual produk. Jika tidak punya modal, maka akan sulit menjual produk. Secara sederhana, business process dari iGrow adalah menjadi platform yang dapat digunakan oleh petani untuk membuat lahan pertanian dengan bekerjasama dengan pihak lain. Dengan cara ini, petani dapat menjadi “petani korporasi” dan tidak bergantung dengan tengkulak, sehingga produktifitas mereka pun menjadi lebih meningkat. Selama 4 tahun berjalan, iGrow telah berhasil membuka kurang lebih 4000 Ha lahan pertanian di beberapa wilayah Indonesia.

iGrow berangkat dari cerita-cerita kegagalan bapak Andreas sebelumnya. Pak Andreas sendiri sudah pernah membuat kurang lebih 60 startup. Jika mau sukses, maka harus mau untuk bereksperimen. Selain itu, dalam startup apapun, founder dan founding team yang bagus adalah kunci. Karena ketika investor berinvestasi pada startup kita, mereka tidak hanya investasi kepada ide namun juga pada manusia.Tips untuk mencari dan menjadi founding team yang baik adalah kemampuan untuk beradaptasi. Bisa mengikuti dinamika adalah kunci, selain itu tentu harus didukung dengan kredibilitas dan kapasitas SDM didalamnya.

Baca juga: Keuntungan Investasi Emas

3. Keberanian dan ketangguhan

Pebisnis harus memiliki komitmen dalam bercita-cita. Bang Jay memaparkan bahwa seyogyanya pebisnis tidak takut dalam bermimpi menyelesaikan masalah besar, dengan langkah-langkah dimulai dari faktor yang kecil. Beliau mencontohkan Go-Jek dan Google. Pendiri Gojek berani bermimpi besar menyelesaikan masalah kemacetan transportasi yang menjadi masalah nasional, sedangkan Google berdiri sebagai mesin pencarian web yang semua orang akan mendapatkan berbagai informasi di internet dengan adanya Google.

Cara Membuat Startup Digital

Di akhir presentasi, Bang Jay menjelaskan bagaimana cara membuat dan mendirikan startup.

Bang Jay menyebutkan bahwa tidak semua orang mampu dan bisa bertahan dengan dunia bisnis startup. Seyogyanya bisnis tidak perlu dipaksakan kepada setiap orang untuk mendirikan bisnis. Beliau merasa bahwa perlu ada panggilan hati yang menjadi motivasi dasar sebagaimana beliau sendiri.

Kemudian, hal yang perlu dilakukan bagi pendiri Startup adalah memperkuat jaringan relasi. Beliau setidaknya melakukan silaturahmi dua orang yang prestasinya melebihi beliau tiap pekan. Pada akhirnya, dalam membangun bisnis, niat untuk memberikan kontribusi kebaikan harus dikedepankan.

Beliau bercita-cita bersama perusahaannya untuk memberikan sepuluh juta kebaikan tiap harinya. Dan itu menjadi motivasi terbesar bagi beliau, dan diharapkan itu menjadi amal kebaikan bagi beliau sendiri dan juga orang banyak.

Penulis
Asianami