Apa itu Wajib Belajar? Mengenal Aspek Penting Pembelajaran

Istilah wajib belajar bukanlah hal yang baru di dunia pendidikan, begitu juga di Indonesia. Wajib belajar merupakan program yang gencar digalakkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Tujuannya begitu mulia, supaya warga Indonesia memiliki pendidikan yang baik dan memiliki bekal ilmu yang baik untuk menjalani hidup.

Dulunya, program wajib belajar dilakukan selama sembilan tahun, dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama atau setara. Namun kini, pemerintah meningkatkan program wajib belajar ini menjadi 12 tahun. Yaitu dari jenjang sekolah dasar, dilanjutkan ke sekolah menengah pertama, dan kemudian sekolah menengah atas, atau pendidikan yang setara. Hal ini mulai berlaku pada Juni 2015 lalu.

Adanya sistem pendidikan nasional berlandaskan pada Undang – Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 31 ayat (1), yang menyatakan bahwa tiap – tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Mengenal Lebih dalam Mengenai Wajib Belajar

Foto: klimkin dari Pixabay

Wajib belajar tidka semata – mata hanya belajar saja sesuai dengan materi di sekolah. Namun, adanya kegiatan wajib belajar adalah untuk mengembangkan diri siswa dalam berbagai aspek, yaitu kognitif (IQ), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan). Hasilnya, para siswa tidak hanya memahami mengenai teori sekolah, namun juga dalam aspek lain yang berkesinambungan. Dan tentunya, hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Meskipun mengenyam pendidikan di bangku sekolah itu wajib, namun belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja. Di luar kelas, usia siswa ini juga harus tetap belajar. Supaya tiga aspek selain teori, seperti kognitif, afektif, dan psikomotorik, tambah berkembang.

Lingkungan yang dapat menjadi sarana belajar selain sekolah adalah keluarga dan juga masyarakat. Baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat memiliki tanggung jawab dalam memberikan ruang yang kondusif untuk belajar. Ketika siswa belajar, maka secara tidak langsung ia telah melakukan kegiatan pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik tersebut.

Siapapun yang belajar, tentu akan mengalami perkembangan. Mereka akan bertambah pintar yang mana artinya, aspek kognitifnya pun berkembang. Karakternya pun menjadi lebih dewasa dan lebih matang, yang artinya aspek afektifnya berkembang. Serta lebih terampil, yang artinya aspek psikomotorik juga berkembang. Jika ketiga aspek ini berkembang dengan baik, dapat dikatakan memiliki kompeten atau berkompeten. Dari sinilah lahir kurikulum yang berbasis kompetensi.

Aspek Penting Pembelajaran

Foto: Лариса Мозговая dary Pixabay

Tujuan belajar tidak hanya menjadi pintar, namun juga harus dikaitkan dengan keadaan lingkungan sekitar. Inilah yang dinamakan dengan pembelajaran kontekstual. Dimana, belajar juga harus memiliki penguatan sikap dan karakter. Oleh karena itu, di sekolah – sekolah kini juga menerapkan kurikulum berbasis karakter.

Yang penting diingat, belajar bukan hanya sekedar teori saja. Banyak teori baik yang diajarkan, namun apabila tidak dipraktikkan maka tidak akan ada artinya. Misalnya saja mengenai sikap jujur dalam praktik pengembangan karakter. Sikap jujur, selalu diajarkan dalam teori. Dari pendidikan dasar hingga pendidikan atas. Tapi, sikap jujur yang diajarkan ini tidak akan berarti apa – apa jika tidak dipraktikkan. Contohnya ketika siswa mencontek saat ulangan, tentu ia sudah tidak menerapkan sikap jujur. Meskipun ia bagus dalam teori, namun jika praktiknya tidak bagus, maka akan sama saja.

Memang, belajar dalam aspek afektif dan psikomotorik tidak dapat diukur dengan nilai layaknya aspek kognitif. Cara mengukurnya ada pada diri masing – masing, sudahkah menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari?

Jika sudah, maka program wajib belajar ini tidak hanya berhasil, tapi juga sukses mencetak generasi penerus bangsa yang baik.

Wajib belajar adalah program pemerintah yang sangat baik. Membawa dampak yang sangat baik, bagi negara dan bagi setiap individu. Namun, belajar yang baik tidak hanya teori (kognitif), melainkan juga belajar mengenai aspek afektif dan psikomotorik juga perlu. Yang mana, belajar juga dapat terjadi di sekolah, keluarga, serta masyarakat. Tapi selain wajib belajar kamu juga harus terus melakukan pengembangan diri dan kamu bisa belajar online melalui tambahpinter.com