Sumber: goodreads.com

Sumber: goodreads.com

“Buku ini bukanlah kisah tentang keberanian. Ini adalah kepingan kisah dua manusia yang mengembara bersama, dengan cita-cita dan impian yang sama.”

“The Motorcycle Diaries” adalah sebuah catatan harian yang ditulis oleh Che Guevara selama perjalanannya mengelilingi Amerika Selatan. Perjalanan itu sendiri akhirnya mampu merubah takdir seorang dokter menjadi seorang revolusioner. Catatan harian ini pun akhirnya diterbitkan dalam bentuk buku.

 

Catatan ini mengisahkan petualangan dua orang sahabat, yaitu Ernesto Guevara de la Serna dan Alberto Granado yang menceritakan perjalanan pencarian diri anak muda yang berkeliling Amerika Latin dalam pengembaraan yang penuh ujian, tantangan, dan petualangan luar biasa menempuh perjalanan panjang yang telah lama mereka dambakan.

Pada saat itu, Che yang berusia belum genap 24 tahun, sempat menunda kuliah dan gelar sarjana kedokterannya di Universitas Buenos Aires demi petualangan tersebut. Sementara Granado adalah seorang ahli biokimia yang juga merupakan kakak kelas Che. Mereka berdua juga merupakan spesialisasi di bidang leprologi, Granado sendiri sudah mempunyai cukup pengalaman bekerja sebagai sukarelawan untuk mengobati lepra.

Catatan ini pertama kali ditulis pada Desember 1951, saat ia memulai petualangannya. Seperti nama buku ini, yaitu “The Motorcyle Diaries”. Mereka memulai perjalanan mereka menggunakan sepeda motor butut, Norton 500, milik Granado yang dijuluki “La Poderosa”, artinya si perkasa.

Perjalanan yang mereka lalui tidak selamanya menyenangkan, bahkan lebih sering merasakan duka dan pahitnya pengembaraan tersebut. Dimulai dari La Poderosa yang seringkali mogok dan mengalami kerusakan, jatuh berkali-kali dari sepeda motor karena medan yang berat, kelaparan, kedinginan, kejemuan, kemiskinan, sakit, dan lain-lainnya. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat untuk mencapai cita-cita dan mimpi mereka. Bahkan hingga akhirnya si La Poderosa rusak berat hingga tak sanggup lagi berjalan, mereka tetap meneruskan perjalanan. Dengan apa? Improvisasi! Mulai dari berjalan kaki melewati gurun hingga bukit-bukit terjal, menumpang lori, bahkan hingga menyelundup dan menyusup ke dalam kapal.

Meskipun mereka sempat menggembel dan menggelandang, di beberapa kesempatan mereka dihormati sebagai dokter sukarelawan, dijamu layaknya saudagar dari Selatan. Terutama saat salah satu koran Cile memampang tulisan seperti ini; “Dua ahli leprologi Argentina tour ke Amerika Selatan dengan Sepeda Motor”. Banyak juga kisah konyol dan lucu mereka selama perjalanan ini, di antaranya adalah cara mereka mendapatkan penginapan dan makan gratis dengan mengiba pada cerita penderitaan dan kesulitan yang mereka alami, dilempari batu karena membuat nangis seorang anak kecil, hingga menumpang lori yang pengemudinya setengah buta menyusuri jalan sempit nan terjal melintasi jurang-jurang di pegunungan.

Perjalanan ini juga bukan hanya sekadar omong kosong belaka bagi mereka, terutama Che. Menyaksikan dan mempelajari pengalaman hidup dan kebudayaan baru di sepanjang perjalanan melintasi Argentina, Cile, Peru, Kolombia, hingga Venezuela. Mulai dari memahami kemegahan alam dengan menyusuri pantai, danau, pengunungan, dan menyusuri sungai, merasakan keramahan orang-orang Cile, menyaksikan perubahan-perubahan besar dalam sejarah kolonial, terutama pada peradaban Inca, Che juga sangat peka dengan situasi sosial-politik di tempat-tempat yang ia kunjungi hingga dapat merasakan begitu banyak ketidakadilan yang mampu mengubah pendirian mereka. Mereka juga sempat menetap sebagai dokter sukarelawan di beberapa koloni lepra saat berada di Peru. Kemudian dari Peru, mereka menuju Kolombia dengan mengunakan rakit Mambo-Tango melintasi sungai Amazon, suatu lanjutan perjalanan yang menjemukan ditemani nyamuk-nyamuk amazon.

Dengan semangat pantang menyerah melalui berbagai tantangan dan rintangan, akhirnya mereka berhasil mencapai cita-cita dan impiannya, mencapai Amarika bagian Utara. Perjalanan ini berakhir di Caracas, Venezuela. Mereka akhirnya harus berpisah, Granado memilih untuk menetap di Venezuela, sementara Che kembali ke Buenos Aires untuk menyelesaikan pendidikan dokternya. Saat itu bulan September 1952, rampunglah petualangannya selama sembilan bulan lebih. Sempat ada perasaan sukar untuk berpisah, mengingat berbulan-bulan bersama melalui segala kesukaran dan memimpikan hal yang sama dalam situasi yang serupa telah membuat mereka menjadi lebih dekat.

Pada 1953, Che menyelesaikan studi kedokterannya dalam waktu tiga tahun, yang biasanya memerlukan waktu enam tahun. Kemudian memulai perjalanannya keduanya mengelilingi Amerika latin, di mana perjalanan itu ternyata benar-benar mengubah takdirnya menjadi seorang revolusioner.

Catatan dokumentasi yang dijadikan buku ini benar-benar menceritakan secara detail setiap perjalanan mereka, mulai dari makanan dan minuman apa yang mereka makan, di mana mereka tidur, di titik mana mereka benar-benar lapar, miskin, dan jenuh, hingga Che mampu merangkum beberapa sejarah dan kebudayaan di tempat-tempat yang ia kunjungi, juga kondisi sosial-politik di mana ia berada, dan tentunya perasaan-perasaannya dalam menyaksikan begitu banyak kejadian dan orang-orang yang ia jumpai dalam perjalanannya.

Namun, terlalu mendetail dalam menceritakan setiap titik perjalanannya, membuat buku ini hampir kehilangan esensi kisah cerita perjalanannya. Di mana pemaparan dari hal-hal yang dilihat Che terlalu mendominasi sehingga terkadang menutupi cerita perjalanan mereka sendiri, maka dari itu buku ini menjadi cenderung membosankan. Satu hal lagi yang sedikit aneh adalah buku ini berjudul “The Motorcycle Diaries”, padahal selama perjalanan La Poderosa hanya menemani kurang-lebih setengah perjalanan mereka. Terlepas dari semua itu, buku ini tetap layak dibaca karena berhasil merangkum dan menceritakan suatu perjalanan besar dengan iringan cita-cita dan impian, bahwa suatu petualangan mampu merubah takdir hidup seseorang, bahkan takdir dunia.

“Apakah pandangan kami terlalu sempit? Terlalu bias? Terlalu terburu-buru? Apakah kesimpulan kami terlalu kaku? Mungkin.”

“Orang yang menyusun kembali dan menghaluskan catatan-catatan itu, yakni aku, kini bukan lagi diriku, setidaknya aku bukan lagi aku yang dulu. Mengembara keliling ‘Amerika dengan huruf A besar’ telah mengubahku lebih dari yang pernah kuperkirakan.”

Judul: Catatan harian Che Guevara : The Motorcycle Diaries. Perjalanan Keliling  Amerika Selatan
Pengarang/Penulis: Ernesto Guevara
Penerjemah : Tri Wibowo Budi Santoso
Penerbit: Banana Publisher
Jumlah Halaman: 220 hlm

Written by A Yoseph Wihartono

Still young and alive