<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yuliana Sukarmawati</title>
	<atom:link href="http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati</link>
	<description>Blog Fast Track Universitas Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Apr 2012 10:46:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/04/08/44/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/04/08/44/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 03:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[“&#8230;And that his effort is going to be seen. Then he will be recompensed for it with the fullest recompense. And that to your Lord is the finality&#8230;” -QS 53:40-42]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>“&#8230;And that his effort is going to be seen. Then he will be recompensed for it with the fullest recompense. And that to your Lord is the finality&#8230;”</ul></p>

<p>-QS 53:40-42</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/04/08/44/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Online ke-1</title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/04/08/seminar-online-ke-1/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/04/08/seminar-online-ke-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 03:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fast Track]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Pada 27 Maret 2012, dilaksanakan seminar online fast track yang pertama. Pada seminar tersebut, saya sebagai salah satu perwakilan dari Departemen Teknik Sipil UI mempresentasikan sebuah paper yang berjudul Kualitas Bakteriologis Air Danau Puspa Kampus Universitas Indonesia Ditinjau dari Angka MPN Coliform. Paper tersebut mengkaji tentang kualitas air ditinjau dari keberadaan bakteri coliform. Analisis terhadap [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ul>
Pada 27 Maret 2012, dilaksanakan seminar online fast track yang pertama. Pada seminar tersebut, saya sebagai salah satu perwakilan dari Departemen Teknik Sipil UI mempresentasikan sebuah paper yang berjudul <em>Kualitas Bakteriologis Air Danau Puspa Kampus Universitas Indonesia Ditinjau dari Angka MPN Coliform</em>.</ul>

<ul>
Paper tersebut mengkaji tentang kualitas air ditinjau dari keberadaan bakteri coliform. Analisis terhadap angka MPN coliform di air bertujuan untuk mengetahui kualitas air secara bakteriologis serta mengetahui tingkat pencemaran air oleh kotoran manusia <em>(feces)</em>. Uji kualitas coliform dilakukan dengan metode MTF <em>(Multiple Tube Fermentation)</em> yang diolah secara manual menggunakan metode MPN <em>(Most Probable Number)</em> seri 5 tabung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kombinasi tabung positif yang diperoleh adalah 5-5-4. Dari hasil analisis terhadap Tabel MPN, dapat diketahui bahwa kandungan coliform air Danau Puspa Kampus UI adalah 1600 MPN/100 mL.</ul>

<ul>
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil kajian tersebut adalah sebagai berikut :</ul>

<ol>
1.Danau Puspa Kampus UI mengandung bakteri coliform dengan kadar 1600 MPN/100 mL.</ol>

<ol>2.Kualitas bakteriologis air di Danau Puspa Kampus UI belum memenuhi baku mutu Permenkes 907/2002 dan Permenkes 492/2010, sehingga tidak dapat didistribusikan secara langsung untuk keperluan produksi bahan makanan dan minuman.</ol>

<ol>
3.Danau Puspa Kampus UI termasuk kategori badan air kelas II (PP 82/2001), yaitu air yang dapat dijadikan sebagai air baku untuk instalasi pengolahan air minum (IPAM).
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/04/08/seminar-online-ke-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UPS hanya ada di Depok?</title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/01/13/ups-hanya-ada-di-depok/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/01/13/ups-hanya-ada-di-depok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 11:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental Engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan itulah yang akhir – akhir ini menjadi topik pembicaraan gak penting antara saya dan teman saya. UPS, yang merupakan singkatan dari Unit Pengolahan Sampah, membuat saya semakin penasaran akan keberadaannya. Kalau search di Google dengan keyword ‘UPS sampah’, semua artikel yang muncul pasti terkait dengan Depok. Kalau keywordnya ‘UPS sampah jakarta’, yang keluar Depok [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ul>
Pertanyaan itulah yang akhir – akhir ini menjadi topik pembicaraan gak penting antara saya dan teman saya. UPS, yang merupakan singkatan dari Unit Pengolahan Sampah, membuat saya semakin penasaran akan keberadaannya. Kalau search di <em>Google</em> dengan keyword ‘UPS sampah’, semua artikel yang muncul pasti terkait dengan Depok. Kalau keywordnya ‘UPS sampah jakarta’, yang keluar Depok juga. Diganti ‘UPS sampah bandung’, masih tetap Depok. Bahkan dengan keyword Bali pun, yang merupakan provinsi paling oke dalam hal pengelolaan lingkungan, artikel yang saya cari tentang UPS di Bali tidak muncul juga.</ul>

<ul>
Tidak tahu, apakah di kota – kota lain sebutannya untuk UPS berbeda – beda, ataukah UPS memang hanya ada di Depok? Di jakarta memang ada TPS, tapi hanya TPS, beda dengan UPS. Di beberapa daerah di Bali, memang ada TPST, tapi Bantar Gebang yang sering disebut TPA juga di-istilahkan TPST. Di negara lain, terdapat istilah MRF <em>(Material Recovery Facility)</em>. Menurut Tchobanoglous (1993), MRF = the physical facilities used for the further separation and processing of wastes that have been separated at the source and for the separation of commingled wastes.</ul>

<ul>
Jadi&#8230; mungkin memang hanya perbedaan istilah saja. Baik UPS, TPST maupun MRF memang hal yang sama kali ya, sama – sama tempat untuk proses pengolahan sampah. Kalau memang demikian, berarti mungkin betul UPS hanya ada di Depok, karena di tempat lain namanya pasti berbeda, bukan UPS lagi&#8230;</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2012/01/13/ups-hanya-ada-di-depok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Perubahan Lingkungan Global terhadap Kesehatan Manusia</title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/18/pengaruh-perubahan-lingkungan-global-terhadap-kesehatan-manusia/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/18/pengaruh-perubahan-lingkungan-global-terhadap-kesehatan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 14:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental Issues]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan iklim dapat mempengaruhi kesehatan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, kesehatan manusia dipengaruhi oleh perubahan pola cuaca seperti temperatur, curah hujan, kenaikan muka air laut, dan peningkatan frekuensi cuaca ekstrim. Perubahan pola cuaca mempengaruhi pertumbuhan bakteri dan virus serta kekebalan manusia, hingga berdampak pada gangguan kesehatan manusia. Di samping itu, perubahan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ul>
Perubahan iklim dapat mempengaruhi kesehatan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, kesehatan manusia dipengaruhi oleh perubahan pola cuaca seperti temperatur, curah hujan, kenaikan muka air laut, dan peningkatan frekuensi cuaca ekstrim. Perubahan pola cuaca mempengaruhi pertumbuhan bakteri dan virus serta kekebalan manusia, hingga berdampak pada gangguan kesehatan manusia. Di samping itu, perubahan iklim juga mempengaruhi kesehatan manusia secara tidak langsung. Mekanisme yang terjadi adalah perubahan iklim mempengaruhi faktor lingkungan seperti perubahan kualitas lingkungan (kualitas air, udara dan tanah), penipisan lapisan ozon, penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya air, kehilangan fungsi ekosistem dan degradasi lahan yang pada akhirnya faktor – faktor tersebut akan mempengaruhi kesehatan manusia.</ul>

<ul>
Perubahan iklim akan diikuti dengan perubahan fungsi ekosistem. Ekosistem mengubah pola hubungan interaksi antara lingkungan dan manusia yang berdampak terhadap derajat kesehatan masyarakat. Di sisi lain, penipisan lapizan ozon mempengaruhi tingkat paparan sinar ultraviolet terhadap manusia yang pada akhirnya juga mempengaruhi kesehatan manusia. Ozon berfungsi sebagai pengatur suhu dan sinar matahari. Apabila lapisan ozon semakin menipis, fungsi ozon sebagai filter akan terganggu. Hal ini tentunya berdampak secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia.</ul>

<ul>
Degradasi lahan menyebabkan penurunan kualitas sumber daya air dan produktivitas pertanian. Berkurangnya produktivitas pertanian mempengaruhi ketersediaan pangan yang berhubungan dengan kualitas gizi manusia. Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir memberikan dampak negatif pada produksi lokal, terutama pada sektor penyediaan pangan. Di samping itu, degradasi lahan juga memicu penurunan kualitas air yang akan berdampak pada kesehatan manusia melalui sistem sanitasi lingkungan yang buruk. Di samping itu, perubahan iklim menyebabkan frekuensi timbulnya penyakit seperti malaria dan demam berdarah meningkat. Faktor iklim juga berpengaruh terhadap resiko penularan melalui vektor  penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan.</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/18/pengaruh-perubahan-lingkungan-global-terhadap-kesehatan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enumerasi Mikroorganisme Sampel Air Danau Teksas</title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/16/enumerasi-mikroorganisme-sampel-air-danau-teksas/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/16/enumerasi-mikroorganisme-sampel-air-danau-teksas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 03:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental Engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 6 Desember 2011, kami melakukan percobaan perhitungan total mikroorganisme pencemar air, dengan sampel berupa air yang berasal dari danau Teksas. Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui jumlah total mikroba yang hidup di air, berupa bakteri maupun alga. Metode percobaan ini yaitu enumerasi dengan TPC (Total Plate Count). Plate count / viable count didasarkan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ul>
Pada tanggal 6 Desember 2011, kami melakukan percobaan perhitungan total  mikroorganisme pencemar air, dengan sampel berupa air yang berasal dari danau Teksas. Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui jumlah total mikroba yang hidup di air, berupa bakteri maupun alga. Metode percobaan ini yaitu enumerasi dengan TPC <em>(Total Plate Count)</em>. <em>Plate count / viable count</em> didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa jumlah mikoba pada sampel air yang berasal dari danau Teksas adalah berkisar di antara 2,3 x 10^6 CFU/mL hingga 9,5 x 10^6 CFU/mL. Angka tersebut diartikan bahwa terdapat mikroba sebanyak 2,3 x 10^6 hingga 9,5 x 10^6 koloni untuk setiap mililiter air.</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/16/enumerasi-mikroorganisme-sampel-air-danau-teksas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Software untuk Optimasi Rute</title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/05/software-untuk-optimasi-rute/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/05/software-untuk-optimasi-rute/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 08:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental Engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu permasalahan dalam tugas akhir sarjana saya adalah menentukan rute pengangkutan sampah yang paling optimum, yaitu rute yang paling cepat namun dengan biaya paling minimum. UntuK menyelesaikan permasalahan tersebut, saya membutuhkan bantuan sebuah software yang disebut LINGO. LINGO adalah perangkat lunak sederhana yang dapat digunakan untuk mencari solusi paling optimum serta menganalisa berbagai model [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu permasalahan dalam tugas akhir sarjana saya adalah menentukan rute pengangkutan sampah yang paling optimum, yaitu rute yang paling cepat namun dengan biaya paling minimum. UntuK menyelesaikan permasalahan tersebut, saya membutuhkan bantuan sebuah software yang disebut <em>LINGO</em>. <em>LINGO</em> adalah perangkat lunak sederhana yang dapat digunakan untuk mencari solusi paling optimum serta menganalisa berbagai model matematis, baik linear maupun nonlinear. Teknik optimasi sangat membantu dalam menemukan solusi atau jawaban paling tepat. Optimasi dalam hal ini dapat berupa pencapaian keuntungan tertinggi, biaya paling rendah, penggunaan sumber daya paling efisien dan berbagai output lain yang dianggap paling tepat.</p>

<p><a href="http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/wp-content/blogs.dir/2978/files/2011/12/Capture2.png"><img src="http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/wp-content/blogs.dir/2978/files/2011/12/Capture2-300x164.png" alt="" title="LINGO" width="300" height="164" class="aligncenter size-medium wp-image-30" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/12/05/software-untuk-optimasi-rute/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/22/26/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/22/26/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 01:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Indeed, with hardship (will be) ease. So when you have finished (your duties), then stand up (for worship).&#8221; -QS 94:6-7]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Indeed, with hardship (will be) ease. So when you have finished (your duties), then stand up (for worship).&#8221;</strong></p>

<p>-QS 94:6-7</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/22/26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakteri Pencemar Udara</title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/22/pencemud/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/22/pencemud/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 01:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental Engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 19 Oktober 2011, kami melakukan percobaan tentang pencemaran udara di Fakultas Teknik. Topik percobaan ini adalah pencemar udara berupa mikroba di dalam ruangan. Target kami dalam hal ini meliputi kantin teknik, toilet wanita, toilet pria, tempat pembuangan sampah sementara dan beberapa ruang dosen di Departemen Teknik Sipil. Percobaan ini dilakukan dengan cara mengisi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ul>
Pada tanggal 19 Oktober 2011, kami melakukan percobaan tentang pencemaran udara di Fakultas Teknik. Topik percobaan ini adalah pencemar udara berupa mikroba di dalam ruangan. Target kami dalam hal ini meliputi kantin teknik, toilet wanita, toilet pria, tempat pembuangan sampah sementara dan beberapa ruang dosen di Departemen Teknik Sipil.</ul>

<ul>

Percobaan ini dilakukan dengan cara mengisi cawan petri dengan media pembiakan bakteri berupa agar PDA atau TSA. Cawan petri tersebut selanjutnya dibawa menuju target sampling. Kemudian, cawan dibuka selama 30 detik sehingga memungkinkan bakteri atau jamur di udara dapat masuk ke dalam media tersebut. Selanjutnya cawan petri diinkubasi selama 2 hari dan diamati secara berkala sebanyak 2 kali, yaitu pada hari pertama dan hari kedua.</ul>

<ul>

Hasil inkubasi menunjukkan bahwa terdapat bakteri atau jamur yang tumbuh di dalam media. Artinya, di dalam ruangan yang menjadi target sampling tersebut memang terdapat pencemar udara berupa mikroba, baik bakteri maupun jamur. Sebagai contoh, untuk target sampling di kantin teknik, hasil inkubasi menunjukkan pada hari pertama terdapat bakteri sebanyak 5 koloni dan inkubasi hari kedua bertambah menjadi 7 koloni. Dari hasil pengamatan ini, dapat disimpulkan bahwa di dalam ruangan tersebut terdapat pencemar bioaerosol berupa bakteri.</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/22/pencemud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proyek Unit Pengolahan Sampah</title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/01/proyek-ups/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/01/proyek-ups/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 20:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental Engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Awal Oktober ini, saya akan memulai penelitian saya untuk tugas akhir. Saya mengambil topik tentang pengelolaan limbah padat, khususnya teknik operasional berupa pengumpulan dan pengangkutan limbah padat. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan masalah pengangkutan sampah dan mensimulasikan model yang sudah dibuat. Penentuan jalur pengangkutan sampah merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan suatu sistem pengangkutan sampah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Awal Oktober ini, saya akan memulai penelitian saya untuk tugas akhir. Saya mengambil topik tentang pengelolaan limbah padat, khususnya teknik operasional berupa pengumpulan dan pengangkutan limbah padat.</p>

<p>Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan masalah pengangkutan sampah dan mensimulasikan model yang sudah dibuat. Penentuan jalur pengangkutan sampah merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan suatu sistem pengangkutan sampah demi menghindari penumpukan sampah. Pembangunan model penentuan jalur pengangkutan sampah akan memberikan rekomendasi jalur untuk digunakan dalam pengangkutan sampah.</p>

<p>Dasar penelitian ini adalah Undang Undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, SNI 3242:2008 tentang Pengelolaan Sampah di Permukiman dan SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaaan Sampah Perkotaan. Menurut UU No.18 Tahun 2008, pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah  yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, sehingga diperlukan sistem pengelolaan sampah yang sesuai standar, dengan tata cara sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Pengelolaan Sampah.</p>

<p>Dalam SNI 19-2454-2002, pengumpulan dan pengangkutan sampah merupakan salah satu aspek teknik operasional pengelolaan sampah, sehingga sistem pengangkutan menjadi elemen penting yang harus dikaji. Untuk itu perlu adanya identifikasi rencana pembagian wilayah pelayanan, pola – pola operasional pengangkutan sampah serta parameter-parameter lainnya yang mempengaruhinya, sehingga didapat rute pengangkutan sampah optimal yang akan mendukung program perbaikan dan pengembangan pengelolaan persampahan Kota Depok. Dengan demikian terjadi efisiensi melalui dekonsentrasi sistem pengelolaan sampah, khususnya meminimalkan jarak angkut dan waktu tempuh, serta mengoptimalkan pola pengangkutan sampah.</p>

<p>Unit Pengolahan Sampah yang digunakan sebagai objek penelitian adalah UPS Bojong Pondok Terong yang terletak di Kampung Lio RT.03 RW.07, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Identifikasi pola operasional pengangkutan sampah eksisting akan dijadikan dasar untuk merencanakan sistem dan model pengangkutan sampah. Data – data yang diperoleh dari lapangan diolah menjadi kalimat matematika dengan metode pemrograman linear dan diselesaikan melalui batasan – batasan yang harus dipenuhi sesuai dengan kajian ilmu teknik lingkungan tentang manajemen pengelolaan sampah terpadu. Hasil penyelesaian dari pemodelan tersebut selanjutnya disimulasikan dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai implementasi model yang telah dibuat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/10/01/proyek-ups/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/09/24/12/</link>
		<comments>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/09/24/12/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 17:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliana Sukarmawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;expect the worst, but hope for the best.&#8221; -Old Proverb-]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;expect the worst, but hope for the best.&#8221;</strong></p>

<p>-Old Proverb-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mhs.blog.ui.ac.id/y.sukarmawati/2011/09/24/12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>