Bakteri Pencemar Udara
Pada tanggal 19 Oktober 2011, kami melakukan percobaan tentang pencemaran udara di Fakultas Teknik. Topik percobaan ini adalah pencemar udara berupa mikroba di dalam ruangan. Target kami dalam hal ini meliputi kantin teknik, toilet wanita, toilet pria, tempat pembuangan sampah sementara dan beberapa ruang dosen di Departemen Teknik Sipil.
Percobaan ini dilakukan dengan cara mengisi cawan petri dengan media pembiakan bakteri berupa agar PDA atau TSA. Cawan petri tersebut selanjutnya dibawa menuju target sampling. Kemudian, cawan dibuka selama 30 detik sehingga memungkinkan bakteri atau jamur di udara dapat masuk ke dalam media tersebut. Selanjutnya cawan petri diinkubasi selama 2 hari dan diamati secara berkala sebanyak 2 kali, yaitu pada hari pertama dan hari kedua.
Hasil inkubasi menunjukkan bahwa terdapat bakteri atau jamur yang tumbuh di dalam media. Artinya, di dalam ruangan yang menjadi target sampling tersebut memang terdapat pencemar udara berupa mikroba, baik bakteri maupun jamur. Sebagai contoh, untuk target sampling di kantin teknik, hasil inkubasi menunjukkan pada hari pertama terdapat bakteri sebanyak 5 koloni dan inkubasi hari kedua bertambah menjadi 7 koloni. Dari hasil pengamatan ini, dapat disimpulkan bahwa di dalam ruangan tersebut terdapat pencemar bioaerosol berupa bakteri.
This entry was posted
on Saturday, October 22nd, 2011 at 8:16 am and is filed under Environmental Engineering.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
nice.. bisa jelasin lebih detail ga kondisi tempat samplingnya? lalu, hasilnya kyk gimana? ada data satistiknya?
tempat samplingnya udah disebutin di atas: kantek, toilet, TPS di deket FE, dan beberapa ruang di gedung Dep.Teknik Sipil. kondisinya ya seperti yang kita lihat sehari-hari
hasilnya juga udah disebutin, kita ngitung jumlah koloni bakteri yang tumbuh.
yang saya contohin di tulisan ini memang hanya hasil sampling di kantek, karena kalo hasil secara keseluruhan, saya tidak punya datanya
Biasa di situ masih relatif, contoh: kondisi kantek jam 8 dengan jam 1 tentu beda. Sepenglihatan ane, biasanya hari selasa kantek sepi. Nah , cawan petri-nya dibuka jam berapa dan hari apa? Maaf “keukeuh”
Hi there, You’ve done an excellent job. Excellent post,nice to know you.
kebetulan harinya selasa. kalo pas sampling jamnya emang sengaja ambil yang “peak”, yaitu jam 12.00-13.00 siang
1) Posisi pengambilan di mana? kantek luar? ato kantek dalem? ato samping? 2) Setelah dikalkulasi jumlah (angka) bakterinya berapa? 3) Media pembiakan bakteri yg dipake bisa jelasin lebih jauh lagi ga? –kayak lagi kuis
–
kantek dalem. jumlah bakteri juga udah disebutin di atas, yang kita itung itu jumlah koloni aja, bukan jumlah bakterinya, karena metodenya emang bukan enumerasi, metode yang kita pake namanya open plates/gravity petry plate method. wah kalo tentang media kultur, kalo dijelasin disini kayanya kepanjangan, jadi silahkan search di google aja ya, keywordnya Tryptic Soy Agar (TSA) dan Potato Dextrose Agar (PDA)
:p
hmm.. Baik. Enumerasi, itu yg dipake buat ngira2 jumlah mikroba danau teksas ya? ane suka penelitian, makanya postingan2 kyk gitu ane suka bacanya.
Oya, Yuliana mahasiswa fast track teknik sipil bukan? di sipil S2 semester sekarang belajar bikin proposal penelitian ga?
wah, ralat deh. jadi enumerasi itu maksudnya perhitungan (enumeration). intinya, yang dihitung disini satuannya bukan jumlah sel bakteri, tapi jumlah koloni bakteri (CFU=colony forming unit). bukan teknik sipil, tapi lebih tepatnya teknik lingkungan
S2? “belajar bikin”?
kalo matakuliah yg isinya proposal penelitian kayanya cuman seminar doang, dan itu S1 (semester 7).
kalo S2, adanya paling matakuliah metodologi penelitian, tapi itu semester genap..