Abbas Tolak Kerja Sama Ajukan Pemimpin Zionis ke Pengadilan Internasional
Ramallah-Infopalestina : Wakil Ketua Asosiasi Pengacara Arab, Abdl Adzim Al-Magribi dalam wawancaranya dengan Televisi Al-Jazeera Selasa (13/1) mengatakan, Mahmud Abbas menolak kerja sama dengan pihaknya untuk mengajukan para pemimpin Israel ke mahkamah internasional atas kejahatan perang di Gaza.
Magribi menjelaskan, pihaknya sudah mendatangi Mahmud Abbas untuk mengajukan kejahatan Israel ini kepada mahkamah internasional. Karena, mahkamah internasional yang berada di Denhag tidak akan memproses pengadilanya kecuali jika ada pengajuan dari sejumlah pemimpin Negara.
Oleh karena itu, pengadilan tinggi di Denhag tidak memproses kejahatan Israel ini, kecuali bila ada persetujuan dari Mahmd Abbas. Namun kabar terakhir menunjukan, Abbas menolak ajakan kerja sama lembaga ini.
Terkait masalah ini, lembaga Asosiasi pengacara Arab mengungkapkan keherananya atas sikap Abbas tersebut. Padahal asosiasi ini telah siap mengajukan para pemimpin Israel ke mahkamah internasional, bekerja sama dengan sejumlah organisasi atas tuduhan kejahatan perang mereka ke Jalur Gaza.
Ia mengisyaratkan, sikap Abbas ini menimbulkan pertanyaan besar tentang sikap sesungguhnya para pemimpin Ramallah ini terhadap apa yang terjadi di Gaza. Apalagi kejahatan Israel ini nampak jelas, tidak bisa ditutup-tutupi. Israel telah melanggar sejumlah undang-undang. Tindakan mereka tidak bisa dibenarkan.
(diambil dari http://www.infopalestina.com/ms/)
Saya begitu geram membaca berita ini. Abbas adalah Presiden Otoritas Palestina saat ini. Namun, tindakannya justru mendekap penjajah dan mengkhianati rakyatnya!
Siapakah Mahmoud Abbas itu? (dikutip dari artikel yang dibuat Dr. Muhammad Awadli )
Abbas adalah pemimpin organisasi revolusi pertama yang menyebut aksi perjuangan dan aksi syahid rakyatnya dengan sebutan “terorisme” “yang hina” dan senjatanya dengan “sia-sia” dan pemimpin pertama yang melakukan koordinasi keamanan dengan Israel dalam menangkap pejuang bangsanya sendiri.
Abbas adalah presiden pertama yang berangkulan, berpelukan dan mendekap para pembunuh rakyatnya. Tanpa malu ia memuji dan tersenyum dengan para pembunuh itu. Sementara pada saat yang sama ia murka ketika hanya sekedar mendengar nama saudaranya “Hamas”.
Abbas orang pertama yang badan keamanan kepresidennya berani melanggar masjid-masjid Allah, membunuh imam masjid, penghafal Al-Quran, di negerinya sendiri. Darah Syaikh Majdi Bargothi, Muhammad Rafati, Nahidl Nimr, Muhammad Raddad (penghafal Al-Quran) adalah saksi paling kentara dari kesadisan mereka.
Di bawah pemerintahan Abbas, polisi di bawah intruksinya yang pertama yang berani melakukan kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan melepas jilbab mereka, cadar mereka di jalan-jalan umum dan kampus-kampus. Di bawah pemerintahannya, penasehat pribadi Abbas yang pertama menyelundupkan 3400 handphone di mobil dinasnya.
Pertama kali di masa pemerintahanya, pejabatnya menyegel lembaga sosial, lembaga penghafal Al-Quran, memvonis jahat lembaga-lembaga yang menyantuni anak yatim dan keluarga korban serta keluarga fakir miskin. Tentu semua karena menuruti dikte musuh Israel.
Pertama kali terjadi di masa pemerintahannya, pengawal presidennya melemparkan seseorang berjenggot (ternyata adalah anggota Fatah sendiri) dari atas sebuah menara di barat Gaza dari lantai 4. Mereka mengira ia adalah dari Hamas. Itu terjadi pada 10 Juni 2007. itu juga diakui oleh pimpinan Hamas, Taufiq Abu Khausah dalam TV Dialog namun pihak resmi Fatah mengecamnya.
Abbas adalah presiden pertama yang dengan darah dinginnya menikmati pemandangan penderitaan dan pesakitan 1,5 juta rakyatnya di Jalur Gaza yang kelaparan, sakit, gelap. Hanya karena mereka memilih lawan politiknya yaitu Hamas.
Abbas adalah orang pertama yang komitmen dengan kesepakatan perbatasan profesionalisme yang mengurangi kedaulatannya sendiri dan diberikan kepada Israel. Inilah yang dilakukan ketika ia menyepakati perjanjian perlintasan Rafah yang ditandatangi dengan Muhammad Dahlan dan Israel tahun 2005.
Daftar urutan pertama yang dikoleksi oleh Anda wahai Presiden Abbas masih panjang yang jauh diketahui oleh saudara-saudara di Palestina dari saudara-saudara di tempat lain.
Namun daftar-daftar pertama itu tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan bahwa dia adalah pemimpin pertama kali yang memerintahkan mafianya untuk membantai para pejuang perlawanan yang mulia. Bahkan melebihi musuhnya Israel dalam hal memberikan kompromi-kompromi sebelum Israel meminta dengan mengorbankan tanah air dan kehormatan Palestina.
PENGKHIANAT!!

