Restorasi Gigi Sulung

Remove or Restore

Keputusan ini harus diambil dengan mempertimbangkan :

  1. Anak – Perawatan yang terbaik yang dapat dilakukan, harus direncanakan untuk anak tersebut, bukan terbaik untuk orang tua maupun dokter gigi.
  2. Gigi
    • Gigi sulung sering dianggap disposable karena nantinya akan tanggal secara natural.
    • Kehilangan gigi sebelum waktunya sangat mempengaruhi kehidupan anak, karena membuat anak berpikir bahwa gigi tidak berharga untuk dirawat.
    • Hal ini nantinya akan mempersulit untuk mengajak anak peduli denagn giginya.
  3. Tahap Penyakit
    • Lebih mudah bagi anak dan dokter gigi untuk merestorasi gigi pada tahap awal lesi.
    • Pada tahap selanjutnya, karies dapat mencapai pulpa, membuat restorasi lebih sulit, sehingga kemungkinan kehilangan gigi lebih besar.
  4. Luas Penyakit – Jumlah banyak gigi yang memerlukan perawatan dapat mengakibatkan ketegangan terutama pada anak.

Namun bagaimanapun perawatan lebih diutamakan daripada pencabutan.

Temporisasi Kavitas Terbuka

  • Tahap awal dalam menangani karies yaitu, kavitas terbuka harus dieskavasi dan ditemporisasi dengan material yang sesuai, contohnya : zinc oxide, eugenol cement, GIC.
  • Kavitas dari gigi vital maupun non-vital dapat dimandikan dengan sejumlah kecil cairan formocresol dengan cotton wool yang dilapisi material dressing yang sesuai.
  • Temporisasi gigi :
    • Membantu mengurangi sensitivitas gigi & mencegah terjadinya sakit gigi sebelum perawatan selesai.
    • Mengurangi jumlah strepcoccus mutans
    • Pengenalan perawatan dental
    • Menyediakan sumber fluoride bila menggunakan GIC.

Pit & Fissure Caries

  • Pada gigi sulung fissure biasanya lebih dangkal dan tahan terhadap karies dibandingkan dengan gigi permanent – adanya kavitas pada permukaan oklusal gigi sulung merupakan tanda resiko karies tinggi.
  • Restorasi menggunakan resin – Modified glass ionomer cement yang memiliki property preventif terhadap karies (fluoride).

Approximal Caries

  • Silver Amalgam
    • Kegagalan amalgam dan kesalahan desain kavitas merupakan kegagalan yang paling sering terjadi pada restorasi approximal gigi sulung.
    • Untuk mengatasi kekurangan ini dan meningkatkan durability maka diubahlah desain kavitas dan pilihan material yang digunakan.
    • Restorasi gigi sulung menggunakan amalgam tidak dapat menghasilkan desain kavitas yang sempurna karena beberapa alasan anatomi berikut :
      • Contact area yang lebar
      • Enamel yang tipis menyebabkan cracking dan fraktur mahkota lebih mudah.
      • Oklusal stress yang mempengaruhi restorasi
    • Karena itu ada baiknya untuk menginvestigasi material lain untuk restorasi gigi sulung.
  • Composit Resin
    • Telah digunakan cukup luas untuk restorasi gigi sulung dan hasilnya dapat diterima dengan baik.
    • Dalam prosesnya digunakan rubber dam untuk menciptakan ruang yang kering – hal ini beserta materialnya yang relative mahal menyebabkan di beberapa negara composite resin jarang digunakan.
  • Glass Ionomer Cement
    • Kurang tahan lama dibandingkan amalgam
    • Hasil restorasinya lebih banyak kehilangan struktur anatomi dibandingkan amalgam
    • Mempunyai kemampuan untuk berikatan dengan enamel dan dentin
    • Mengandung fluoride
  • Stainless-steel Crowns
    • Khususnya untuk gigi sulung posterior (M1)
    • Lebih tahan lama dibandingkan restorasi untuk gigi sulung posterior lainnya.
    • Tidak memerlukan replacement sebelum gigi sulung tanggal
    • Memerlukan teknik restorasi yang lebih sederhana
    • Patut dipertimbangkan untuk semua gigi saat dokter gigi tidak yakin alternatif lain akan bertahan sampai gigi tanggal – agar anak tidak perlu mendapat perawatan lagi karena material yang tidak sukses

Anterior Teeth

  • Perawatan gigi insicive sulung bergantung pada tingkatan karies, umur, dan kooperasif pasien.
  • Pada anak-anak pre-school, karies pada gigi incisive sulung atas merupakan hasil dari nursing caries síndrome.
  • Pada nursing caries perkembangan lesi sangat cepat – dimulai dari permukaan labial dan dengan cepat mengelilingi gigi.
  • Bentuk restorasi yang paling tepat adalah ”strip crown technique”
  • Strip crown technique menggunakan bentuk crown selluloid dan light cured composite resin untuk mengembalikan morfologi mahkota.
  • Calcium hydroxide atau GIC dapat digunakan sebagai lining.
  • Untuk hasil akhir digunakan Modern hybrid composite untuk memoles.
  • Pada anak usia 3-5 tahun, karies tidak selalu berhubungan dengan penggunaan dot, namun mengindikasikan resiko karies tinggi.
  • Lesi tidak berkembang secepat nursing caries dan biasanya muncul di permukaan mesial dan distal.
  • Restorasinya menggunakan GIC atau composite resin.
  • GIC kurang translusen dibandingkan composite resin; namun memiliki keuntunganm, yaitu sifat adhesivenya dan melepaskan fluoride.
  • Fraktur pada tepi incisal gigi sulung, seperti pada gigi permanent direstorasi dengan composite resin.

2 Comments to "Restorasi Gigi Sulung"

  1. 4 June 2012 - 11:43 pm | Permalink

    Gigi , perawatan gigi

  2. 5 July 2012 - 8:10 pm | Permalink

    That’s a nice post.

Leave a Reply