Protein

Protein adalah zat organik yang terdiri dari unit-unit pembentuk berupa asam-asam amino. Molekul protein mengandung unsur C, H, O, N.

Komponen dasar protein adalah senyawa organik sederhana disebut asam amino, yang meliputi :

-                   asam amino esensial (utama) : asam amino yang harus ada dan

didapatkan dari luar tubuh manusia karena tubuh tidak mampu mensintesisnya, meliputi 10 macam, yaitu :

-  lisin                                      -  isoleusin

-  triptofan                              -  treonin

-  histidin                                 -  metionon

-  feneilalanin                           -  valin

-  leusin                                   -  arginin

-                   asam amino nonesensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh sendiri meliputi :

-  alanin                                   -  sistein

-  glisin                                    -  prolin

-  treosin                                  -  dll

 

+ Jenis – jenis protein :

Berdasarkan komponen yang menyusun

1.Protein bersahaja–>Hasil hidrolisa total protein jenis ini hanya terdiri dari

asam-asam amino

2.Protein kompleks–>Hasil hidrolisa protein ini  berbagai jenis asam amino dan komponen lain seperti unsur logam.

3.Protein derivate–>Meruapakan ikatan antara, sebagai hasil hidrolisa parsial dari protein native

 

Berdasarkan sumber

1.Protein hewani

Contoh : protein dari daging, protein susu, dll

2.Protein nabati

Contoh : protein dari jagung, dari terigu, dll

 

Berdasarkan fungsi fisiologiknya

1.Protein sempurna

Bila sanggup mendukung pertumbuhan badan dan pemeliharaan jaringan. Karena itu jenis protein ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang tumbuh.

2.Protein setengah sempurna

Bila sanggup mendukung pemeliharaan jaringan, tetapi tidak dapat mendukung pertumbuhan.  Protein ini dibutuhkan oleh orag dewasa yang tidak lagi mengalami pertumbuhan, tapi masih membutuhkan pemeliharaan jaringan yang rusak.

3.Protein tidak sempurna

Bila tidak sanggup mendukung pertumbuhan dan juga tidak sanggup mendukung pemeliharaan jaringan. Protein jenis in hasil pembakarannya hanya sebagai energi.

 

+ Sumber makanan

Protein hewani : daging, hati, ikan, kerang, udang, ayam, telur dan susu

Protein nabati : kedelai, kacang ijo, kacang tanah, beras, jagung, terigu, kenari dan kelapa

 

+ Fungsi Protein

1.Membangun jaringan baru pada tubuh

Protein merupakan penyusun sel    20% dari berat total tubuh adalah protein (Guthrie, 1983)

Selama masa pertumbuhan kebutuhan protein naik untuk sintesa jaringan baru (pada bayi, anak-anak,  remaja, dan wanita hamil). Juga saat pemulihan dari : sakit, operasi, luka termasuk luka bakar

2.Memperbaki jaringan tubuh

Pada semua protein tubuh terjadi katabolisme secara kontinyu jaringan protein baru mengalami resintesa dari asam-asam amino

3. Menghasilkan senyawa esensial

Enzim dan hormon : tersusun antara  lain dari protein atau asam amino

4. Sumber pertahanan tubuh

Antibodi (body’s main protection from  disease)merupakanprotein

  1. Menurunkan sifat  genetik
  2. Sumber energi

Fungsi utama protein bukan sebagai sumber energy. Ada beberapa kondisi pendorong digunakannya protein sebagi sumber energy, yaitu :

  1. Asupan energi dari karbohidrat maupun lemak : kurang/tidak mencukupi
  2. Asupan protein melebihi kebutuhan tubuh
  3. Beberasa asam amino esensial tidak tersedia bagi sintesa protein tubuh

 

+ Defisiensi protein

- Marasmus

Terjadi karena defisiensi kalori secara ekstrim. Penderita marasmus mempunyai cirri-ciri : sangat kurus, berat badan mencapai kurang dari 60% berat badan standar anak-anak sehat yang seumuran, dibawah kulit tidak terasa adanya lapisan lemak, muka anak menyerupai muka seorang tua yang sudah keriput. Pada penderita marasmus biasanya tidak ada pembesaran hati dan kadar lemak serta kolesterol dalam darah menurun, suhu badan juga lebih rendah dari suhu anak sehat.

  • Kwashiorkor

Terjadi karena defisiensi protein yang sangat ekstrim dengan kalori yang relative mencukupi. Cirri-ciri penderita kwashiorkor : tampak ekspresi muka apathies, dengan mata yang redup dan tidak bersinar dan sering menangis untuk waktu yang lama. Rambut tampak halus dan jarang dengan pigmen yang kurang, kulit tampak kering dan kasar dengan garis-garis permukaan yang tampak seperti mozaik, perut anak membuncit karena pembesaran hati.

Leave a Reply