Teori-teori mengenai perkembangan anak, ada 3:
1. Psychodynamic theories
- Perkembangan anak dilihat melalui tahapan-tahapan dimana psikis atau pola pikir (mind) atau kepribadian (personality) yang bertumbuh dari mulai tingkat paling awal (infantile level of animalistic, narcissistic bundle of raw needs) hingga menjadi seorang dewasa yang kebutuhan dasar agresif, seksual, dan cinta sudah matang dan seimbang.
- Konsep utama teori ini adalah “ego” (the self)
- Contoh: Ari, 2 tahun, bersikeras tidak mau memakai sepatunya saat diminta.
Teori psikodinamis menyatakan kalau ego bayi Ari (semenjak lahir hingga usia 1 tahun) pada dasarnya mencakup pengenalan untuk menentukan keadaan fisiknya.
Saat bayi à Ari belajar memilah apa saja yang termasuk bagian tubuhnya (jari, kaki) dan apa saja yang bukan (rumah, ibunya)
Usia 1-2 tahun à ego Ari masih terfokus pada tubuhnya melalui penguasaan basic skills seperti gerakan dan komunikasi verbal
Usia ± 2 tahun à perkembangan motoriknya mulai menurun, sedangkan pengembangan diri dan hubungan dengan orang lain menjadi utama. Caranya dengan bereksperimen untuk mengontrol orang lain dengan menolak permintaan mereka secara verbal dan perilaku yang menunjukkan penolakan (misal dengan mengatakan atau menunjukkan perilaku yang mengatakan tidak; hal ini sama seperti menangis saat bayi menolak sesuatu). Teori psikodinamik memperkirakan bahwa pemaksaan terhadap anak untuk memakai sepatunya, atau malah memakaikan sepatu untuk anak tersebut berpotensi untuk memperbesar tahap penolakan (negativistic) sehingga akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk menimbulkan kemauan memakai sepatu sendiri.
2. Social-learning theories
- Semua perilaku didapat dari belajar, yakni seorang anak mulai mempelajari stimulus mana (rewards and punishment) yang akan mengarah terhadap terbentuknya respon atau perilaku tertentu.
- Persamaan dengan teori psikodinamik à sama-sama melihat perkembangan anak melalui tahapan-tahapan dan melihat setiap tahap sebagai penguasaan atas skill tertentu.
- Perbedaan dengan teori psikodinamik :
[ Teori psikodinamik melihat perilaku anak bermotif atau dimotivasi oleh pemenuhan basik instinctual/animalistic needsnya
[ Teori pembelajaran-sosial melihat perilaku anak dimotivasi oleh kebutuhan sosialnya (misal untuk mendapat kasih sayang dari orangtua, kemudian dari teman-temannya, baru pada akhirnya dari dirinya sendiri). Teori ini melihat bahwa perilaku dipengaruhi oleh dukungan atau penolakan dari lingkungan sekitar si anak
- Contoh: pada kasus Ari
Bila Ari menolak memakai sepatu untuk mendapat perhatian ibunya, untuk mengubahnya dapat dengan cara mengabaikan anak tersebut bila ia tetap tidak mau memakai sepatunya sendiri (anak akan mendapat perhatian hanya bila ia memakai sepatunya sendiri) atau dengan cara memakaikan sepatunya tetapi dengan kasar/ marah (punishment) sehingga si anak tahu bila ia memakai sepatunya sendiri maka ia akan dibantu dan dicintai.
3. Biologic-genetic group of theories
- Teori ini menyatakan bahwa perkembangan seseorang dianggap sebagai pengaruh biologis dari kejadian yang bertahap.
- Mental, kepribadian, struktur fisik dan fungsi seseorang pada dasarnya tidak tergantung dari lingkungannya.
- Pengetahuan (knowledge) mengenai gen individu dapat memprediksi perilaku seseorang.
- Teori ini kurang dipaparkan seperti 2 teori sebelumnya.
- Kepentingan dan kontribusi utama teori ini adalah untuk bidang psikis seperti neurologis, metabolis, dan perkembangan psikologi anak.


mental anak harus dididik sejak dini, jauhkan anak dari stress biarkan anak bermain keluar dengan bebasnya