Persiapan kunjungan dental pertama
Dalam hal ini diuraikan hal-hal yang diharapkan dari kunjungan tersebut supaya anak tersebut mengetahui sifat kunjungan . Selain itu , anak tersebut harus mengenal klinik dental dan personelnya .
1. Kunjungan pertama :
Surat pra-kunjungan dari dokter gigi yang mempersilakan anak dan menjelaskan dengan jeas dan sikat tujuan dari kunjungan . , menyertakan brosur informasi pada orang tua , pemberian informasi pada keluarga anak yang berhubungan dengan kesehatan gigi , dll
2. Kunjungan perkenalan yang berlangsung di ruang tunggu dengan dihadiri pembantu dental , berlangsung dengan penuh keakraban dan hangat .
Prosedur modifikasi tingkah laku
Modelling
Langkah ini dengan segera mengikuti kunjungan perkenalan , bisa berupa pemutaran film / video yang menggambarkan pengalaman dental . Pada tahap ini pasien ditemani oleh seorang asisten yang bertugas memberi penguatan terhadap yang dilihat pasien dengan cara memberi pertanyaan .
Kunjungan perawatan gigi yang pertama sebaiknya mencakup tentang kebijakan dan aturan perilaku , penguatan terhadap perilaku yang dipelajari , pemeriksaan gigi , radiografi , oral profilaksis ,instruksi menggosok gigi , demonstrasi (termasuk untuk orang tua) ,aplikasi fluorida dan konsultasi dengan orang tua dan anak tentang pencegahan penyakit gigi .
Untuk mendapat tingkah laku pasien sesuai yang diharapkan , dokter gigi harus menerangkan tentang perilaku yang diharapkan (demonstrasi jika diperlukan) .
Desensitisasi
Penggunaan desensitisasi dalam retraining mengacu pada keefektifan TSD . Contoh penerapan teknik pembentukkan perilaku TSD sebagai berikut :
- Tell
Dokter gigi (dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak) mengatakan pada pasien yang harus dilakukan . Hal ini dilakukan secara perlahan dan berulang-ulang supaya anak tersebut dapat memahami .
- Show
Demonstrasi oleh drg. ke pasien (pada dirinya sendiri , asisten atau obyek lain) dengan menggunakan model / media lain , tentang bagaimana prosedur tersebut dilaksanakan .
- Do
Dokter gigi melaksanakan prosedur (seperti yang telah digambarkan dan didemonstrasikan).
Setelah melalui prosedur TSD dengan baik , sebaiknya anak diberi penghargaan dan dilakukan penguatan terhadap perilaku yang sesuai
Retraining
Pada anak yang pernah mengalami pengalaman dental yang buruk (atau pengalaman buruk lain) , anak akan memerlukan retraining à mirip dengan pembentukkan perilaku , tapi bertujuan membuat nilai positif menggantikan perilaku buruk yang telah terbentuk .
Pendekatan untuk retraining dibagi menjadi 3 kategori :
- Penghindaran
Jika menemui anak berperilaku negatif karena pengalaman dental yang buruk , lebih baik menghindari perawatan yang dapat menimbulkan trauma dibanding mengulangi resiko dengan mengalihkan perhatian .
- Deemphasis (penekanan) dan penggantian
Sekali anak menunjukkan tanda tidak suka , salah satu atau kedua kemampuan modifikasi deemphasis atau substitusi dapat diterapkan . Jika penggantian instrument tidak memunkinkan , maka op harus memberitahu anak bahwa penggunaan instrument tersebut akan dilakukan seminimal mungkin dan dengan hati-hati .
- Pengalihan perhatian
Pengalihan perhatian dapat menjadi efektif dengan berupa cerita , mengulang pernyataan yang membesarkan hati , atau bantuan audio / gambar à teknik ini berguna sebelum dilakukan anastesi lokal .
Aversive conditioning (kondisi penolakkan)
Termasuk di dalam ini adalah pasien definit negatif à menggunakan teknik disiplin restrain yang tergantung dari kebutuhan perawatan darurat , kewajaran dalam perilaku perawatan gigi dan perilaku anak sehari-hari .
Sejauh ini , ada dua tipe klinisi yang berbeda dalam kemampuannya menangani anak yang sulit dikontrol . Emosi dan kemampuan penilaian dokter gigi tidak boleh terganggu karena perilaku anak . Jika operator kehilangan endali emosi saat menerapkan metode ini à akan memperlama waktu dalam memodifikasi perilaku anak .
H.O.M.E
Disiplin restrain termasuk dalam teknik Hand Over The Mouth , tujuannya untuk mengatasi perilaku keras dari anak yang sulit diatur . Ia menggunakan handuk di antara tangan dan mulut anak . Syarat-syarat untuk mencapai keberhasilan modifikasi perilaku yang tidak terkontrol :
Operator harus mengontrol perilaku pasien .
Operator harus mengontrol perilakunya sendiri .
Tim dental harus mengetahui peran mereka ketika prosedur tersebut diterapkan
Orang tua harus lebih dahulu mnegetahui bahwa tipe pembentukkan perilaku ini mungkin diterapkan pada anaknya .
Persoalan muncul ketika metode ini tidak lagi diterima oleh orang tua dan dapat disangkal sebagai penyerangan terutama jika tanpa persetujuan orang tua . HOME dapat menimbulkan trauma pada anak dalam membentuk tingkah laku dental . Jadi diterapkan pada anak usia 4-6 tahun yang bandel dan telah mampu menerti apa yang dikatakan dokter gigi .
PERAN ORANG TUA DALAM PERAWATAN
Terdapat berbagai penelitian mengenai peran orang tua dalam perawatan ini. Ada yang mengemukakan tidak ada bedanya perilaku anak terhadap ada/ tidak nya orang tua , namun kebanyakkan orang ta berkeinginan menemani anaknya , berharap mengamati perawatan gigi anaknya atau menemani kunjungan pertamanya . Orang tua merasa kehadirannya akan membuat anak menerima perawatan gigi .
Peran orang tua :
- Mengumpulkan informasi
- Mengembangkan sikap positif anak
- Mengatasi tingkah laku negatif anak untuk persiapan kunjungan ke dokter gigi
- Mendapatkan sikap anak yang koperatif
Sikap dokter gigi àorang tua :
- Memberitahukan orang tua indikasi perawatan gigi dan metode yang digunakan serta melarang mereka berada di ruang perawatan
- Jika orang tua berkeras , membolehkan masuk ke ruang perawatan
- Melarang kebanyakkan orang tua , dengan pengecualian orang tua dari anak yang masih sangat kecil atau anak dengan gangguan perkembangan .


thanks infonya
thanks infonya modulnya mantap