Kecelakaan Kerja
Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor fisik dan faktor manusia. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan akibat dari kerja.
Penyebab kecelakaan kerja:
- Perilaku pekerja itu sendiri (faktor manusia) yang tidak memenuhi keselamatan, misalnya: kelelahan, kecerobohan, dan sebagainya.
- Kondisi-kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak aman, misalnya: lantai licin,pencahayaan kurang, dan sebagainya.
Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang ditimbulkan oleh atau didapat pada waktu melakukan pekerjaan. Faktor-faktor penyebab penyakit akibat kerja dan penyakit yang ditimbulkannya, yaitu :
- Golongan fisik : suara yang terlalu keras, suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah, penerangan yang kurang atau lebih, penurunan tekanan secara mendadak, radiasi dari sinar radioaktif, sinar infra merah, sinar ultraviolet.
- Golonga kimiawi : gas-gas beracun, debu-debu terutama debu logam berat, uap dari logam, larutan atau cairan yang menyebabkan keracunan, awan atau kabut dari penyemprotan serangga.
- Golongan penyakit infeksi :
- Golongan fisiologi : disebabkan karena sikap badan yang kurang baik, karena konstruksi mesin yang tidak cocok, ataupun karena tempat duduk yang tidak sesuai.
- Golongan mental-psikologi : karena adanya hubungan yang kurang baik dengan rekan kerja, pekerjaan yang tidak cocok dengan psikis karyawan, pekerjaan yang membosankan, imbalan yang terlalu sedikit.
Untuk dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja, dapat dilakukan car-cara sebagai berikut :
- Substitusi
- Isolasi
- Ventilasi umum
- Ventilasi keluar setempat
- Mempergunakan alat pelindung perseorangan
- Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja
- Penerapan/penjelasan sebelum kerja
- Pemeriksaan kesehatan ulangan pada para karyawan secara berkala
- Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja
Penilaian status gizi
Ada 2 cara untuk menilai status gizi,yaitu secara langsung dan secara tidak
langsung. Penilaian status gizi secara langsung terdiri dari melihat tanda – tanda klinis, penggunaan antropometri melalui pengukuran biokimia dan melalui pengukuran biofisika. Sementara penilaian status gizi secara tidak langsung terdiri dari survei konsumsi makanan, statistik vital dan faktor ekologi.
Penilaian status gizi secara langsung :
- Melihat tanda – tanda klinis
Tanda – tanda klnis merupakan metode yang paling praktis untuk menilai status gizi dari suatu kelompok masyarakat. Metode inididasarkan atas adanya perubahan – perubahan yang diyakini disebabkan karena terjadinya kekurangan zat gizi, yang dapat dilihat atau diraba pada permukaan jaringan epitel. WHO dalam laporannya mengusulkan 3 kelompok untuk klasifikasi dari tanda – tanda klinis :
- Tanda – tanda yang pada masa lalu menunjukkan adanya kekurangan satu atau lebih zat gizi di jaringan
- Tanda – Tanda yang membutuhkan penelitian lebih lanjut, dimana peran kekurangan zat gizi secara kronis bersama – sama dengan faktor lain dapat sebagai penyebab.
- Tanda – tanda yang berdasarkan pengetahuan yang tidak ada hubungannya dengan masalah gizi. Tanda – tanda tersebut dapat dilihat dari keadaan rambut, muka, mata, bibir, lidah, gigi, gusi, kelenjar dan kulit
2.Pengukuran antropometri
Antropometri digunakan untuk pengukuran berbagai variasi ukuran fisik dan komposisi dari tubuh manusia untuk berbagai tingkat umur dan status gizi. Faktor yang mendasari penggunaan antropometri :
- Alatnya mudah didapat dan digunakan (dacin, pita lingkar lengan, mikrota)
- Pengukurannya dapat dilakukan berulang – ulang dengan mudah dan obyektif
- Pengukuran dapat dilakukan oleh tenaga yang telah dilatih, tak perlu tenaga professional
- Biaya relatif murah
- Hasil mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas dan baku rujukan yang pasti
- Secara ilmiah diakui kebenarannya.
Jenis – jenis parameter dalam antropometri :
- Umur
- Berat badan : untuk menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada tulang
- Tinggi badan : untuk menggambarkan peningkatan secara menyeluruh dari anak sampai dengan saat pengukuran. Pengukuran tinggi badan anak balita dapat dilakukan dengan alat pengkuru mikrotoa dan bagi bayi yang belum bisa berdiri dapat menggunakan infantometer,
- Lingkar Lengan Atas (LLA)
- Lingkar kepala : Untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala. Ini dapat dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak
- Lingkar dada: Digunakan sebagai indikator KEP (Kurang Energi Protein)
- Jaringan lunak : Dengan mengukur lipatan kulit menggunakan skin-fold callipers dimana lipatan kulit terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan kulit dan sub-kutan.
Penilaian status gizi secara tidak langsung :
- Survei konsumsi makanan
Metode ini dilakukan dengan meilhat julah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Dilakukan dengan cara pengumpulan data konsumsi makanan untuk memberikan gambaran tentang berbagai zat gizi pada masyarakat, keluarga dan individu
2.Statistik vital
Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisa data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan angka kematian akibat penyebab tertentu.
3. Faktor ekologi
Malnutrisi adalah masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa factor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Faktor – faktor ekologi tersbut seperti iklim, tanah dan irigasi.
Status Gizi
Status gizi/keadaan gizi seseorang adalah ekspresi keadaan keseimbangan gizi seseorang dalam bentuk variable tertentu. Status gizi dibedakan menjadi 2, yaitu gizi seimbang dan malnutrisi
Gizi Seimbang
Gizi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh individu sehari-hari yang beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan (Dirjen BKM, 2002).
5 kelompok gizi tersebut telah dijelaskan sebelumnya, yaitu : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.
Dalam pedoman umum gizi seimbang terdapat 12 (dua belas) pesan yang perlu diperhatikan yaitu :
(1) makanlah aneka ragam makanan
(2) makanlah makanan yang memenuhi kecupan energi
(3) pilihlah makanan berkadar lemak sedang dan rendah lemak jenuh
(4) gunakan garam beryodium
(5) makanlah makanan sumber zat besi
(6) berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya
(7) biasakan makan pagi
(8) minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya
(9) lakukan aktifitas fisik secara teratur
(10) hidari minuman yang berakohol
(11) makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
(12) bacalah label pada makanan yang dikemas.
Malnutrisi
Malnutrisi didefinisikan sebagai keadaan patologis yang disebabkan oleh kekurangan secara relatif atau absolut ataupun kelebihan dari satu atau lebih zat gizi yang penting, dimana keadaan ini dapat dilihat melalui tanda – tanda klinis atau dapat ditemukan melalui tes biokimia, tes antropometri atau tes fisiologi.
Dibedakan menjadi empat bentuk dari malnutrisi :
- Under nutrition atau gizi kurang –>Keadaan patologis yang disebabkan akibat konsumsi makanan dalam jumlah yang kurang pada periode waktu yang lama.
- Spesific deficiency atau defisiensi khusus –>Kelainan petologis yang diakibatkan oleh tak ada/kekurangan secara relatif atau total dari suatu nutrien atau zat gizi tertentu
- Overnutrition atau gizi lebih –>Keadaan patologis yang diakibatkan oleh konsumsi sejumlah makanan secara berlebihan sehingga terjadi kelebihan kalori dalam periode waktu yang lama.
- Imbalance atau gizi tidak seimbang –>Keadaan patologis yang diakibatkan oleh proporsi yang tidak seimbang dari nutrisi – nutrisi penting (dengan atau tanpa adanya defisiensi).
Protein
Protein adalah zat organik yang terdiri dari unit-unit pembentuk berupa asam-asam amino. Molekul protein mengandung unsur C, H, O, N.
Komponen dasar protein adalah senyawa organik sederhana disebut asam amino, yang meliputi :
- asam amino esensial (utama) : asam amino yang harus ada dan
didapatkan dari luar tubuh manusia karena tubuh tidak mampu mensintesisnya, meliputi 10 macam, yaitu :
- lisin - isoleusin
- triptofan - treonin
- histidin - metionon
- feneilalanin - valin
- leusin - arginin
- asam amino nonesensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh sendiri meliputi :
- alanin - sistein
- glisin - prolin
- treosin - dll
+ Jenis – jenis protein :
Berdasarkan komponen yang menyusun
1.Protein bersahaja–>Hasil hidrolisa total protein jenis ini hanya terdiri dari
asam-asam amino
2.Protein kompleks–>Hasil hidrolisa protein ini berbagai jenis asam amino dan komponen lain seperti unsur logam.
3.Protein derivate–>Meruapakan ikatan antara, sebagai hasil hidrolisa parsial dari protein native
Berdasarkan sumber
1.Protein hewani
Contoh : protein dari daging, protein susu, dll
2.Protein nabati
Contoh : protein dari jagung, dari terigu, dll
Berdasarkan fungsi fisiologiknya
1.Protein sempurna
Bila sanggup mendukung pertumbuhan badan dan pemeliharaan jaringan. Karena itu jenis protein ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang tumbuh.
2.Protein setengah sempurna
Bila sanggup mendukung pemeliharaan jaringan, tetapi tidak dapat mendukung pertumbuhan. Protein ini dibutuhkan oleh orag dewasa yang tidak lagi mengalami pertumbuhan, tapi masih membutuhkan pemeliharaan jaringan yang rusak.
3.Protein tidak sempurna
Bila tidak sanggup mendukung pertumbuhan dan juga tidak sanggup mendukung pemeliharaan jaringan. Protein jenis in hasil pembakarannya hanya sebagai energi.
+ Sumber makanan
Protein hewani : daging, hati, ikan, kerang, udang, ayam, telur dan susu
Protein nabati : kedelai, kacang ijo, kacang tanah, beras, jagung, terigu, kenari dan kelapa
+ Fungsi Protein
1.Membangun jaringan baru pada tubuh
Protein merupakan penyusun sel 20% dari berat total tubuh adalah protein (Guthrie, 1983)
Selama masa pertumbuhan kebutuhan protein naik untuk sintesa jaringan baru (pada bayi, anak-anak, remaja, dan wanita hamil). Juga saat pemulihan dari : sakit, operasi, luka termasuk luka bakar
2.Memperbaki jaringan tubuh
Pada semua protein tubuh terjadi katabolisme secara kontinyu jaringan protein baru mengalami resintesa dari asam-asam amino
3. Menghasilkan senyawa esensial
Enzim dan hormon : tersusun antara lain dari protein atau asam amino
4. Sumber pertahanan tubuh
Antibodi (body’s main protection from disease)merupakanprotein
- Menurunkan sifat genetik
- Sumber energi
Fungsi utama protein bukan sebagai sumber energy. Ada beberapa kondisi pendorong digunakannya protein sebagi sumber energy, yaitu :
- Asupan energi dari karbohidrat maupun lemak : kurang/tidak mencukupi
- Asupan protein melebihi kebutuhan tubuh
- Beberasa asam amino esensial tidak tersedia bagi sintesa protein tubuh
+ Defisiensi protein
- Marasmus
Terjadi karena defisiensi kalori secara ekstrim. Penderita marasmus mempunyai cirri-ciri : sangat kurus, berat badan mencapai kurang dari 60% berat badan standar anak-anak sehat yang seumuran, dibawah kulit tidak terasa adanya lapisan lemak, muka anak menyerupai muka seorang tua yang sudah keriput. Pada penderita marasmus biasanya tidak ada pembesaran hati dan kadar lemak serta kolesterol dalam darah menurun, suhu badan juga lebih rendah dari suhu anak sehat.
- Kwashiorkor
Terjadi karena defisiensi protein yang sangat ekstrim dengan kalori yang relative mencukupi. Cirri-ciri penderita kwashiorkor : tampak ekspresi muka apathies, dengan mata yang redup dan tidak bersinar dan sering menangis untuk waktu yang lama. Rambut tampak halus dan jarang dengan pigmen yang kurang, kulit tampak kering dan kasar dengan garis-garis permukaan yang tampak seperti mozaik, perut anak membuncit karena pembesaran hati.
Karbohidrat
Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Semua karbohidrat terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), yang pada umumnya mempunyai rumus kimia . Karbohidrat merupakan penghasil utama energi dalam makanan maupun dalam tubuh.
+ Jenis-jenis Karbohidrat :
1.Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa.
2. Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul air. Contoh dari disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa.
3. Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. Contoh polisakarida adalah selulosa , glikogen, dan amilum.
+ Sumber Makanan Karbohidrat
Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan hanya sedikit saja yang berasal dari hewan. Yang merupakan sumber energi terutama terdapat dalam bentuk zat tepung (amilum) dan zat gula (monosakarida dan disakarida). Karbohidrat nabati di dalam makanan umumnya merupakan bahan makanan pokok seperti beras dan jagumg. Sedangkan karbohidrat hewani berbentuk glikogen dalam otot (daging) dan hati, namun jumlahnya sangat terbatas dan setelah hewan mati, akan terurai dan praktis menjadi nol ketika sampai di dapur untuk dimasak. Kacang-kacangan juga merupakan sumber karbohidrat, namun tidak terlalu banyak dikonsumsi karena menimbulkan banyak masalah seperti banyak buang angin. Selain itu, buah-buahan yang tinggi kandungan karbohidratnya adalah pisang, nangka, durian, sawo dan sebagainya.
- Fungsi Karbohidrat
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber biokalori dalam bahan makanan, disamping itu juga sebagai bahan pengental atau GMC pada teknologi makanan sebagai bahan penstabil, bahan pemanis (sukrosa, glukosa, fruktosa) dan bahan bakar, misalnya pada glukosa dan pati dan sebagai penyusun struktur sel, misalnya selulosa dan khitin. (Sudarmadji, 1996)
Karbohidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan seperti rasa, warna dan tekstur. Sedangkan fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah:
- Fungsi utamanya sebagai sumber energi ( 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori ) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi energi untuk aktifitas tubuh, dan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem syaraf dan eritrosit hanya dapat menggunakan energi yang berasal dari karbohidrat saja.
- Melindungi protein agar tidak terbakar sebagai penghasil energi.
- Kebutuhan tubuh akan energi merupakan prioritas pertama, bila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan energi tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di dalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil energi. Dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Apabila keadaan ini berlangsung terus-menerus, maka keadaan kekurangan energi dan protein (KEP) tidak dapat dihindari lagi.
- Membantu metabolisme lemak dan protein, dengan demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
- Di dalam hati berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik tertentu.
- Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa misalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.
- Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan, seperti selulosa, pektin dan lignin.
+ Metabolisme Karbohidrat
Di dalam sistem pencernaan dan juga usus halus, semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan terkonversi menjadi glukosa untuk kemudian diabsorpsi oleh aliran darah dan ditempatkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Molekul glukosa hasil konversi berbagai macam jenis karbohidrat inilah yang kemudian akan berfungsi sebagai dasar bagi pembentukan energi di dalam tubuh. Melalui berbagai tahapan dalam proses metabolisme, sel-sel yang terdapat di dalam tubuh dapat mengoksidasi glukosa menjadi & dimana proses ini juga akan disertai dengan produksi energi. Proses metabolisme glukosa yang terjadi di dalam tubuh ini akan memberikan kontribusi hampir lebih dari 50% bagi ketersediaan energi. Di dalam tubuh, karbohidrat yang telah terkonversi menjadi glukosa tidak hanya akan berfungsi sebagai sumber energi utamabagi kontraksi otot atau aktifitas fisik tubuh, namun glukosa juga akan berfungsi sebagai sumber energi bagi sistem syaraf pusat termasuk juga untuk kerja otak. Selain itu, karbohidrat yang dikonsumsi juga dapat tersimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati. Glikogen otot merupakan salah satu sumber energi tubuh saat sedang berolahraga sedangkan glikogen hati dapat berfungsi untuk membantu menjaga ketersediaan glukosa di dalam sel darah dan sistem pusat syaraf.
+ Kebutuhan akan karbohidrat
Kebutuhan tubuh akan karbohidrat diperhitungkan akan fungsinya sebagai penghasil energi. Jadi yang menjadi perhitungan adalah jumlah kalori yang diperlukan tubuh yaitu satu gram karbohidrat akan menghasilkan empat kalori. Di negara-negara berkembang atau miskin, sebagian besar energi di dalam makanan berasal dari karbohidrat. Di Indonesia 70-80% bahkan lebih, dari seluruh energi yang diperlukan berasal dari karbohidrat. Semakin rendah tingkat ekonominya, maka semakin tinggi persentase energinya yang berasal dari karbohidrat. Sebaliknya, semakin tinggi tingkat ekonominya, maka semakin rendah persentase energinya yang berasal dari karbohidrat atau bergeser ke arah protein dan lemak
Definisi Gizi, Zat Gizi dan Ilmu Gizi
Gizi adalah proses menggunakan makanan oleh manusia melalui proses – proses (digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan) untuk proses pertumbuhan perkembangan dan mempertahankan kesehatan. Nama lain dari gizi adalah nutrisi.
Gizi/nutrisi mengadung nutrien/zat gizi. Zat gizi adalah zat yang terkandung dalam suatu makanan dan diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, seperti menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses – proses kehidupan.
Ilmu Gizi adalah ilmu yang mempelajari zat gizi, menentukan jenis zat gizi, seberapa banyak terdapat dalam bahan makanan tertentu atau berbagai bahan makanan, bagaimana utilisasi tubuh dan seberapa banyak tubuh memerlukannya. (Encyclopedia Americana, 1980)
Teori BLUM tentang kesehatan masyarakat
Menurut Hendrik L Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status derajat kesehatan masyarakat atau perorangan. Faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Lingkungan
Lingkungan memiliki pengaruh yang dan peranan terbesar diikuti perilaku, fasilitas kesehatan dan keturunan. Lingkungan sangat bervariasi, umumnya digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik dan sosial. Lingkungan yang berhubungan dengan aspek fisik contohnya sampah, air, udara, tanah, ilkim, perumahan, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antar manusia seperti kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya
2. Perilaku
Perilaku merupakan faktor kedua yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena sehat atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Di samping itu, juga dipengaruhi oleh kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, pendidikan sosial ekonomi, dan perilaku-perilaku lain yang melekat pada dirinya.
3. Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas dipengaruhi oleh lokasi, apakah dapat dijangkau atau tidak. Yang kedua adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan, informasi dan motivasi masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan serta program pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan.
4. Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir, misalnya dari golongan penyakit keturunan seperti diabetes melitus dan asma bronehial.
Hendrik L Blum juga menyebutkan 12 indikator yang berhubungan dengan derajat kesehatan, yaitu:
- Life spam: yaitu lamanya usia harapan untuk hidup dari masyarakat, atau dapat juga dipandang sebagai derajat kematian masyarakat yang bukan karena mati tua.
- Disease or infirmity: yaitu keadaan sakit atau cacat secara fisiologis dan anatomis dari masyarakat.
- Discomfort or ilness: yaitu keluhan sakit dari masyarakat tentang keadaan somatik, kejiwaan maupun sosial dari dirinya.
- Disability or incapacity: yaitu ketidakmampuan seseorang dalam masyarakat untuk melakukan pekerjaan dan menjalankan peranan sosialnya karena sakit.
- Participation in health care: yaitu kemampuan dan kemauan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga dirinya untuk selalu dalam keadaan sehat.
- Health behaviour: yaitu perilaku manusia yang nyata dari anggota masyarakat secara langsung berkaitan dengan masalah kesehatan.
- Ecologic behaviour: yaitu perilaku masyarakat terhadap lingkungan, spesies lain, sumber daya alam, dan ekosistem.
- Social behaviour: yaitu perilaku anggota masyarakat terhadap sesamanya, keluarga, komunitas dan bangsanya.
- Interpersonal relationship: yaitu kualitas komunikasi anggota masyarakat terhadap sesamanya.
- Reserve or positive health: yaitu daya tahan anggota masyarakat terhadap penyakit atau kapasitas anggota masyarakat dalam menghadapi tekanan-tekanan somatik, kejiwaan, dan sosial.
- External satisfaction: yaitu rasa kepuasan anggota masyarakat terhadap lingkungan sosialnya meliputi rumah, sekolah, pekerjaan, rekreasi, transportasi.
- Internal satisfaction: yaitu kepuasan anggota masyarakat terhadap seluruh aspek kehidupan dirinya sendiri.
Kebijakan Kesehatan
Indonesia memiliki berbagai masalah dari berbagai sektor, salah satunya adalah sektor kesehatan. Masyarakat Indonesia dinilai belum cukup sehat. Untuk menyelesaikan masalah kesehatan tersebut, pemerintah mengupayakan berbagai kebijakan untuk menyelesaikannya. Kebijakan-kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan masalah yang sedang dihadapi. Masalah-masalah yang sedang dihadapi Indonesia dalam hal kesehatan antara lain:
- tingginya angka pertumbuhan penduduk
- tingginya angka kematian ibu dan anak
- tingginya angka kesakitan penyakit enular
- meningkatnya angka kesakitan penyakit tidak meular
- masalah kesehatan lingkungan
Terjadinya masalah-masalah tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu:
- factor social ekonomi :
- pendidikan rendah
- penghasilan rendah
- kurangnya kesadaran dalam pemeliharaan kesehatan
- Gaya hidp dan perilaku masyaralat
- Kebiasaan yang merugikan kebiasaan
- Adat itiadat yang tidak menunjang kesehatan
- Lingkungan masyarakat (peran masyarakat)
- Siste pelayanan kesehatan
- Cakupan pelayanan kesehatan yang belum menyeluruh
- Sarana dan prasarana yang kurang mennjang
- Keterbatasan tenga dan penybaran tenaga kesehatan yang belum merata
- Upaya pelayanan masih bersifat kuratif
Kebijakan pemerintah dalam hal kesehatan terdiri atas visi, misi, strategi dan program kesehatan. Masing-masing memiliki peran untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Kebijakan pemerintah tersebut antara lain:
- Pemantapan kerjasama lintas sektor
- Peningkatan perlaku, kemandirian masyarakat, dan kemitraan swasta
- Peningkatan kesehatan lingkungan
- Peningkatan upaya kesehatan
- Peningkatan sumber daya kesehatan
- Peningkatan kebijakan dan menejemen pembangunan kesehatan
- Peningkatan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap penggunaan obat, makanan dan alat kesehatan yang ilegal
- Peningkatan IPTEK kesehatan
Visi :
- Lingkungan yang diharapkan adalah yyang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
- Perilaku masyarakat yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
- Kemampuan masyarakat yang dihharapkan adalah yang mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan baik yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Pelayanan kesehatan bermutu adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai standar dan etika pelayanan profesi.
Misi :
- Menggerakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
- Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
- Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
- Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya
Strategi :
- Pembangunan nasional berwawasan kesehatan
- Profesionalisme
- Jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat
- Desentralisasi
Pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat adalah dengan memberikan pelayanan kesehatn yang merata, dan bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan oleh puskesmas yang memiliki usaha-usaha kesehatan pokok yaitu:
- pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
- Kesehatan ibu dan anak
- Higiene sanitasi lingkungan
- Usaha kesehatan sekolah
- Usaha kesehatan gigi
- Usaha kesehatan mata
- Usaha kesehatan jiwa
- Pendidikan kesehatan masyarakat
- Usaha kesehatan gizi
- Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan
- Perawatan kesehatan masyarakat
- Keluarga berencana
- Rehabilitasi
- Usaha – usaha farmasi
- Laboratorium
- Statistik kesehatan
- Administrasi usaha kesehatan masyarakat
Dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut, terdaapat indikator yang digunakan untuk menentukan apakah kebijakan yang telah dijalankan berhasil atau tidak.berikut ini adalah indikator suatu ciri masyarakat sehat:
- Keadaan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat
- Indikat komprehensif
- Angka kematian kasar menurun
- Rasio angka mortalitas proposional rendah
- Umur harapan hidup meningkat
- Indikator spesifik
- Angka kematian ibu dan anak menurun
- Angka kematian karena penyakit menular menurun
- Angka kelahiran menurun
- Indikator pelayanan kesehatan
a) Rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbang
b) Distribusi tenaga kesehatan merata
c) Informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur di rumah sakit, fasilitas kesehatan lain dan sebagainya
d) Informasi tentang jumlah sarana pelayanan kesehatan doantaranya rumah sakit, puskesmas, rumas bersalin dan sebagainya
- Indikator lingkungan fisik
- Presentase penduduk yang menggunakan air bersih meningkat
- Presentase penduduk yang menggunakan WC meningkat
Indonesia sedang memiliki salah satu program kesehatan yaitu Indonesia sehat 2010, program tersebut memiliki visi misi sebagai berikut:
Visi baru Indonesia Sehat 2010
- Hidup dalam lingkungan yang sehat.
- Mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Mampu menyediakan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu
- Memiliki derajat kesehatan yang tinggi.
Misi baru Indonesia Sehat 2010
- Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
- Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
- Memelihara dan menigkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau.
- Memelihara dan menigkatkan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat termasuk lingkungannya.




Komentar Terakhir