Sebagai mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri ini, maka sudah sewajarnya kalau saya menjalani yang sejenis dengan orientasi. Kebetulan di universitas ini memang ada semacam kegiatan orientasi selama satu bulan penuh. Dan satu-dua minggu pertama ini saya beri nama orientasi sesi I: OBM
bukan nama resmi, ngasal ngasih nama aja
OBM adalah kegiatan Orientasi Belajar Mahasiswa selama enam hari, diadakan dari hari Senin tanggal 10 kemarin hingga Sabtu tanggal 16 Agustus 2008. Disinilah saya menemukan makna dari kata orientasi yang sesungguhnya. Setelah dua kali saya dikibulin dengan nama Masa Orientasi Siswa, di Orientasi Belajar Mahasiswa ini saya merasa benar-benar menemukan yang namanya orientasi.
Di OBM, para mahasiswa baru benar-benar diperkenalkan dengan cara belajar gaya mahasiswa. Mulai dari metode Collaborative Learning yang menspesialisasikan setiap mahasiswa pada suatu sub-bab untuk diskusi kelompok, hingga mengenali karakter-karakter belajar mahasiswa — misalnya karakter free rider yang tukang nyampah; numpang nama doang.
Selama kegiatan OBM, mahasiswa juga dikondisikan agar tidak nyangkut di satu fakultas tertentu aja. Jadi seluruh mahasiswa baru yang berjumlah 5000 orang dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yang masing-masing dikelompokkan lagi jadi beberapa kelas kecil yang berisi sekitar tiga puluh orang. Isinya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan orientasi selama OBM juga berpindah tiap harinya, jadi misalnya hari Senin kelompok G-2A ada di Fakultas Teknik, hari Selasa-nya pindah ke Fakultas Psikologi. Mungkin untuk sekalian mengorientasikan kampus pula.
Yah, intinya, rupanya orientasi di perguruan tinggi negeri ini sudah tidak (atau memang tidak?) semengerikan yang saya dengar sebelumnya. Setidaknya, hingga sesi I ini berakhir. Apakah saya agak paranoid sebelumnya? Bisa jadi.
Doakan saja kegiatan yang tak begitu memberatkan seperti OBM ini terus berlanjut selama satu bulan orientasi.