Apa kabar?
Ya, saya memang lama tidak bersua ke blog yang bernaung di bawah bendera universitas ini. Padahal sudah hampir dua tahun saya kuliah, jadi kalau misalnya saya bisa lulus tepat waktu empat tahun, saya telah membuang-buang sisa waktu dua tahun yang diberikan universitas untuk mengelola blog “distopis yang sementara” ini.
Ketika kembali ke blog, saya menemukan hal yang mengejutkan. Komentar spam. Ya bukannya itu hal yang aneh sih — biasa saja, justru. Wajar terjadi. Cuma kok ya blog yang ditampung kampus sekaliber Universitas Indonesia proteksi terhadap pesan sampahnya lemah sekali. Mungkin admin di rektorat perlu memutakhirkan fasilitas Wordpress MU yang digunakan beliau.
Tapi ya sudahlah, begitu pikir saya kemudian. Nanti toh bisa dihapus satu-satu melalui dashboard. Dengan begitu, saya pun masuk log untuk menghapus komentar tiada berguna itu, sekalian mau menulis entri baru sekedar notifikasi.
Rupanya oh rupanya…
…saya pun membatalkan niat untuk menghapus komentar satu per satu. Mungkin lain kali saja. Bila saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan di dunia ini.
Lalu, untuk mengunggah gambar saja kok susah. Baru saja saya mau mengunggah hasil jepretan pada layar komputer itu, tapi berkali-kali ditolak karena alasan berkasnya tidak diperbolehkan. Sudah ganti berkas, tapi tetap saja alasan yang sama muncul. Padahal ini cuma .JPG, kok ya tidak boleh? Repot juga. Akhirnya saya terpaksa mengunggah via padepokan gambar mandiri.
Ini bagaimana ya? Barangkali bila fasilitas ini memang mau diseriusi, pihak rektorat perlu memerhatikan hal-hal kecil semacam ini. Memang sering terlewat, karena itu kritik dan komentar kacangan dari mahasiswa macam saya ini yang bermanfaat sebagai pengingat. Saya tengok pihak UGM sampai memberikan subdomain sendiri, kiranya fasilitas itu cukup diseriusi oleh mereka. Mengapa universitas yang memboyong nama negeri ini tidak?
Tentu saja, praduga saya bisa salah. Namanya juga komentar kacangan dari mahasiswa kacangan. Kalau ternyata salah, ya monggo diberitahu. Kalau ternyata komentar saya benar, ya silakan dipakai untuk sarana perbaikan.
—
Ngomong-ngomong, kemarin ini saya habis ikut nimbrung dalam acara yang digelar oleh Orkes Simfoni Mahawaditra. An Enchanting Evening with Mahawaditra, judulnya.
Saya memang cuma pemain viola kacangan, tapi hitung-hitung nambah pengalaman. Jadi sebuah keberuntungan sekali bisa bermain di antara kawan-kawan musisi yang sudah mahir.
Nah, karena itu, saya mau sekedar menyumbang dokumentasi acara kemarin. Saya bilang, Orkes Mahawaditra nggak kalah hebatnya sama Paduan Suara Paragita yang terkenal itu. Kalau mau buktinya, ya lihat saja penampilannya sendiri.
Theme from New York, New York - Mahawaditra
Saya nggak tau fasilitas blog kampus ini bisa menyelipkan video atau nggak, tapi kayaknya jawabannya yang kedua. Jadi klik saja tautan yang ada di atas itu.
