[diary profesi] there’s a danger in loving somebody too much

But there’s a danger in loving somebody too much,
and it’s sad when you know it’s your heart you can’t trust.
There’s a reason why people don’t stay where they are.
Baby, sometimes, love just aint enough

Dari jaman kuliah akademik dulu, praktikum mata ajar jiwa memang yang paling mengharukan buat saya. Sering pada akhirnya saya jadi ingin menangis melihat keadaan pasien-pasien itu. Melihat mereka yang mungkin awalnya normal, hidup seperti layaknya orang sehat, tapi bisa mengalami kemunduran begitu rupa. Kasihan sekali.

Begitupun ketika kuliah profesi ini. Saat ini saya sedang menjalani mata ajar keperawatan jiwa. Berinteraksi dengan pasien-pasien itu setiap hari, melihat tingkah mereka, mendengar mereka berbicara. Meski seringkali saya dibuat tertawa, tapi dalam hati saya, saya merasakan kasihan, sedih sekali. Kasihan melihat keadaan mereka seperti itu.

Saya ingin bercerita tentang hari pertama saya praktik. Hari itu, mestinya sih masih orientasi. Jet lag buu..dari praktik di tengah masyarakat, memberi asuhan keperawatan komunitas dan keluarga, sekarang masuk rumah sakit lagi, pasien jiwa lagi. Menyiapkan handschoen dan masker ke dalam tas saja membuat saya merasa gimanaaa gitu, udah 3 bulan tidak berurusan dengan rumah sakit soalnya.

Dan hari itu ada Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) di ruangan. Kami, mahasiswa profesi dari UI, cuma observasi saja. Yaiyalah, secara hari pertama. Hari itu TAK nya adalah bernyanyi (tentang apa itu TAK kapan-kapan saya jelaskan kalau sempat, ga janji ya). Setiap pasien yang ikut TAK diminta bernyanyi, lagu apa saja terserah mereka. Dan tentu saja keadaannya jauh dengan suasana posko komunitas saya dulu, dimana teman-teman saya biasa nyanyi lagu populer jaman sekarang.

Pasien-pasien itu, dengan usia semuanya di atas 25 tahun, bernyanyi macam-macam. Ada yang menyanyi bintang kecil dengan terbata-bata, garuda pancasila, indonesia raya, dsb. Lagu-lagu anak-anak atau lagu wajib waktu SD dulu. Saya terenyuh sekali melihatnya. Apalagi ada 1 pasien yang menyanyi lagu sedih, begitu menyayat, saat ditanya itu lagu siapa, dia jawab itu karangannya sendiri. Lagu yang menggambarkan kepedihannya yang begitu dalam. Dan kemudian saya baru tahu, pemicu gangguan jiwanya adalah perceraian.

Saat saya sedang menahan tangis itu, sampailah di giliran orang terakhir. Seorang wanita. Tidak seperti pasien lain, dia menyanyi dengan jelas, lengkap, 1 lagu sampai selesai, dengan suara yang bagus pula. Ditambah pula, dia menerjemahkan apa makna lagu itu pada kami semua. Ditambah pula lagi, saya kenal lagu ini. Dan saat itu, mata saya benar-benar sudah berkaca-kaca.

Ini Lagunya…….

Sometimes Love Just Aint Enough
by. Patti Smith

Now, I don’t want to lose you
but I don’t want to use you
just to have somebody by my side.
And I don’t want to hate you,
I don’t want to take you
but I don’t want to be the one to cry.

And that don’t really matter to anyone anymore.
But like a fool I keep losing my place
and I keep seeing you walk through that door.

(Chorus)

But there’s a danger in loving somebody too much,
and it’s sad when you know it’s your heart you can’t trust.
There’s a reason why people don’t stay where they are.
Baby, sometimes, love just aint enough.

Now, I could never change you
I don’t want to blame you.
Baby, you don’t have to take the fall.
Yes, I may have hurt you, but I did not desert you.
Maybe I just want to have it all.

It makes a sound like thunder
it makes me feel like rain.
And like a fool who will never see the truth,
I keep thinking something’s gonna change.

(Chorus)

And there’s no way home
when it’s late at night and you’re all alone.
Are there things that you wanted to say?
And do you feel me beside you in your bed,
there beside you, where I used to lay?

And there’s a danger in loving somebody too much,
and it’s sad when you know it’s your heart they can’t touch.
There’s a reason why people don’t stay who they are.
Baby, sometimes, love just ain’t enough.

Baby, sometimes, love… it just ain’t enough.
Oh, Oh, Oh, No

Dan saya sadar, ini tidak benar, karena saya jadi bersimpati bukan empati lagi

~diary kuliah profesi saya akan dipublish disini juga

Universitas Indonesia

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.